NovelToon NovelToon
CEO Vs DUKUN

CEO Vs DUKUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Romansa
Popularitas:30.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

“Nek,” protes Ryuhan. “Aku ini CEO muda. Masa harus nikah sama seorang dukun?”

Seroja adalah gadis muda yang berprofesi sebagai dukun beranak dan terapis saraf. Hidupnya berubah saat suami dari masa kecilnya, Ryuhan Kai Zander, CEO muda dari keluarga konglomerat datang menjemput.

Seroja harus menerima kenyataan, bahwa Ryu sudah memiliki pujaan hati. Clara.

Sebuah kecelakaan membuat Ryu lumpuh dan impoten. Kenyataan itu menghancurkan harga diri Ryu. Apalagi saat Clara memutus hubungan setelah kecelakaan itu.

Saat Ryu mulai menerima Seroja, muncul seorang pria yang diam-diam menyukai dan menghargai Seroja.

Akankah Seroja tetap bertahan di sisi suaminya… atau memilih pergi bersama pria yang benar-benar menginginkannya?

Dan apakah Ryu akan melepaskannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Saat Cincin Itu Dipasang Kembali

Ryu dan Seroja sama-sama masih terdiam menatap cincin kawin yang disatukan Jordi. Dua benda itu benar-benar cincin pasangan. Sama sekali tidak bisa disalah artikan.

Akhirnya Ryu tersenyum. Entah senyum apa, sulit untuk mengartikannya.

Ingatannya kembali pada malam itu, tepat setelah ia lulus SMA.

 

Ryu duduk di depan meja belajarnya dengan laptop terbuka.

Tok! Tok!

Suara ketukan di pintu kamarnya itu tak membuat Ryu berhenti mengetik, apalagi mengalihkan pandangannya dari layar.

"Siapa?" tanyanya. Fokusnya tetap pada layar laptopnya.

"Ini Nenek."

"Masuk, Nek."

Pintu terbuka. Nyonya Hanifah muncul dari balik pintu dengan sebuah kotak kecil di tangan kanannya.

Ryu menoleh. "Apa itu, Nek?" tanyanya dengan dahi berkerut samar. Pemuda itu akhirnya beranjak dari duduknya.

Nyonya Hanifah tidak langsung menjawab. Wanita yang wajahnya sudah keriput dimakan usia itu berjalan menuju ranjang.

Ryu mengikuti neneknya ke arah ranjang.

Nyonya Hanifah duduk dengan punggung tegak meski usianya sudah senja. Sorot matanya tenang, tapi tajam. Ia membuka kotak kayu tua di tangannya perlahan.

Ryu menatap kotak itu penuh rasa penasaran.

"Ayah dan bundamu menitipkan cincin ini pada Nenek." Nyonya Hanifah mengambil cincin itu dari kotak. "Mereka meminta Nenek menyerahkannya padamu saat kamu lulus SMA."

Ryu menerima cincin yang diberikan padanya. Ia memandangi benda yang dibuat dari emas putih itu. Di bagian tengahnya melingkar ukiran tipis menyerupai alur kelopak bunga seroja yang dibuat sangat samar, tapi elegan.

"Aku suka cincin ini, Nek," katanya jujur, meski ada perasaan yang tak bisa ia jelaskan sejak pertama kali melihat cincin itu.

 

"Bos," panggil Jordi, membuat Ryu tersentak kecil. "Malah melamun," seloroh Jordi. "Ini udah kadung dilepas, pasangin gih ke jari manis Nyonya Ryu," ujarnya ringan sambil tersenyum usil.

Tanpa menunggu jawaban Ryu, pemuda itu meraih tangan majikannya dan meletakkan cincin milik Seroja di telapak tangannya. Lalu meraih tangan Seroja memberikan cincin milik Ryu.

"Benar kata Nak Jordi," ucap Bu Dhe dengan senyum tipis di bibirnya. "Ayo pasang cincinnya."

"Bener tuh," sahut seorang ibu-ibu. "Ayo pasang. Jangan malu-malu."

Beberapa orang ikut menimpali.

Ryu dan Seroja tampak canggung. Namun karena semua orang terus mendesak, akhirnya Ryu meraih tangan Seroja. Entah mengapa jantungnya berdegup sedikit lebih kencang saat perlahan memasangkan cincin di jari manis Seroja.

Giliran Seroja memasang cincin di jari Ryu. Gadis itu memasangnya dengan gerakan tenang, tapi pipinya sedikit memerah.

"Dapet," seru Jordi. Ia tersenyum lebar dengan mata fokus ke layar ponselnya. Ternyata ia mengabadikan momen itu.

Agus melihat semuanya. Ia meneguk kopinya dengan wajah datar. Entah kenapa, kopi itu terasa lebih pahit dari sebelumnya.

Setelah acara memasang cincin, Seroja kembali ke kamarnya. Sedangkan Ryu masih bersama para warga yang melekan.

--- 

Pagi harinya. Fajar baru saja menyingsing saat suara ayam jago berkokok bersahutan. Kumandang adzan subuh terdengar jelas.

Ryu yang tertidur di ruang tamu bersama para warga yang melekan akhirnya terbangun. Meski hanya tidur sebentar, entah mengapa rasanya sudah cukup membuat kantuknya hilang.

Bapak-bapak dan para pemuda yang juga tertidur akhirnya satu per satu bangun dan pamit pulang.

Jordi membuka matanya, lalu menguap. "Bangun tidur di daerah pedesaan memang beda," katanya dengan suara serak khas bangun tidur.

Jordi kembali menguap. "Soundtrack-nya suara ayam berkokok. Gak kayak di kota. Dari pagi sampai pagi lagi yang ada cuma suara kendaraan."

"Gak usah berisik," ujar Ryu dengan suara rendah. "Hari ini kita harus balik ke kota."

Jordi mengernyit. "Bos yakin mau balik hari ini?"

"Tentu saja yakin," sahut Ryu mantap. "Besok ada meeting pemegang saham. Jadi kita harus balik hari ini."

"Iya, sih," sahut Jordi. "Cuma... aku agak bingung," lanjutnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Bingung kenapa?" tanya Ryu sambil menyisir rambutnya dengan jari-jarinya.

"Itu, Bos," sahut Jordi ragu. "Sebenarnya misi kita ke desa ini ngapain ya? Mengunjungi istri Bos dan kebetulan melayat?"

DEG!

Ryu hampir saja lupa tujuan kedatangannya ke desa itu. Ia menghela napas panjang.

"Kamu siap-siap aja," ucap Ryu akhirnya. "Nanti aku bicara dulu dengan Seroja dan Bu Dhe."

Ryu akhirnya beranjak menuju kamar mandi. Meski ragu kamar mandinya kosong, mengingat banyak yang melekan dan kamar mandi di rumah itu cuma dua.

Saat Ryu berbelok ke lorong menuju kamar mandi, tiba-tiba ia menabrak seseorang.

BRUK!

"Akh!"

Ryu refleks menahan tubuh di depannya sebelum jatuh.

Seroja.

Lengan kokoh Ryu melingkar mantap di pinggang ramping gadis itu. Seolah itu adalah hal paling wajar dalam hidupnya.

Udara tiba-tiba terasa membeku. Mata mereka bertemu di bawah bohlam yang menyala terang. Jantung mereka sama-sama berdetak lebih kencang dari seharusnya. Untuk beberapa detik, tak ada yang bergerak lebih dulu di antara mereka berdua.

Ryu menatap wajah polos Seroja yang terlihat segar dengan rambut yang masih basah. Aroma segar sampo dan sabun mandi bercampur menguar lembut di udara.

Sedangkan Seroja terpaku. Tangannya menempel di dada Ryu yang keras, tapi hangat. Matanya tak lepas dari wajah Ryu yang tetap terlihat tampan meski baru bangun tidur dan rambutnya sedikit berantakan.

Hingga--

"Eh, kalian lagi ngapain?"

Suara Jordi tiba-tiba terdengar, memecah udara yang membeku tanpa dosa. Pemuda itu menyipitkan matanya.

"Kalian lagi latihan pose prewedding?" tanyanya santai, bahkan masih sempat menguap.

Seroja buru-buru berdiri. Ryu membantunya, memastikan gadis itu berdiri dengan stabil sebelum melepaskan pinggangnya.

"Maaf," ucap Ryuhan sedikit kikuk.

"Tak apa," sahut Seroja. "A-aku ke kamar dulu," katanya, lalu buru-buru melangkah menuju kamarnya.

Ryu berdehem kecil. "Aku mau ke kamar mandi."

Tanpa kata tambahan ataupun menunggu jawaban dari Jordi, Ryu bergegas pergi.

Jordi masih diam di tempatnya, menatap ke arah lorong tempat Seroja menghilang, lalu ke arah punggung Ryu yang makin menjauh dengan wajah datar.

Namun sesaat kemudian, suara tawanya terdengar.

"Apa aku gak salah lihat? Bos yang selalu percaya diri dan bermuka dingin itu kikuk karena kepergok meluk istrinya sendiri? Lucu," gumamnya sambil menggeleng-geleng pelan.

 

Di meja makan kayu jati berukir bunga seroja yang dilapisi kaca bening itu telah tersaji singkong rebus, pisang goreng, dan bubur sumsum. Aroma teh dan kopi panas bercampur memenuhi udara.

Ryu menyuap bubur sumsum dengan tenang. Jordi yang duduk di sampingnya tampak sangat menikmati pisang goreng yang masih hangat.

Seroja yang duduk berhadapan dengan Ryu juga sedang menikmati bubur sumsum.

Sedangkan Bu Dhe yang duduk di seberang Jordi memilih mengisi perut dengan singkong rebus.

Ryu meletakkan sendoknya pelan, lalu memandang dua wanita beda usia di depannya.

"Pagi ini saya akan kembali ke kota," ucapnya dengan suara tenang.

Bu Dhe dan Seroja saling melirik.

"Nggak menginap lagi?" tanya Bu Dhe.

"Saya tidak bisa meninggalkan pekerjaan saya terlalu lama," ujar Ryu, lalu menatap Bu Dhe. "Saya ke sini mau menjemput Seroja."

...---...

...🔸🔸🔸...

...“Beberapa ikatan mungkin terlupakan oleh ingatan, tapi tidak oleh hati.”...

...“Cincin itu mungkin pernah dilepas, tapi takdir mereka tidak pernah benar-benar terputus.”...

...“Mereka lupa pernah saling memiliki, tapi dunia seolah terus mendorong mereka bersama lagi.”...

...“Ada janji yang terlupakan oleh kepala, tapi tetap diingat oleh takdir.”...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana.. Up Bab Baru-nya ya Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Wahhh Bahaya nih! bisa berantem nih nanti mereka! 😁😁😁🙏
Diana Dwiari
ahirrrr cemburu ya ryu
Fadillah Ahmad
Widih... Badas juga nih zcewek? Kaywk Vexia! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Lah, emangnya kamu bisa memakai Motor Sport Seroja? 😁😁😁 Kok, aku ragu, ya? Kamu itu nggk sama Kaysk Vexia! beda jauh tau! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
"Pilih saja yang kamu suka" 😂😂😂 Iya deh.. Si paling Kaya! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Istri yang perhatian 😂😂😂

Bagus Seroja... Lanjutkan lah lagi kuliahmu itu! Sayang loh, kslau nggk di lanjutkan!:😂😂😂
Fadillah Ahmad
Sama-sama nenek! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Adik Kecilnya yang mulai Rewel nggk tuh! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Tahan Ryu! Tahan! 😂😂😂 Bisa nggk menahan gejolak itu Ryu? Bisa nggk? 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Hahaha Bilangnya saja begitu! tapi, itu pipi sudahmerah tuh! kayak kepiting Rebus! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Hahaha Kamu bisa saja bohongnya, Ryu! 😁😁😁 Padahal Kamu senangkan? Kslau Seroja memelukmu? 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Dalam hati Ryu pasti girang nih 😁😁😁 Puas rasamya menggoda istrinya pagi ini. 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Iya tuh, kaysknya Seroka ingin menggodamu tuh Ryu! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Nggk sadarkan Saling memeluk 😁😁😁 tidur kamu terlalu nyenyak sih! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Nah kan? nggk sadar telah memeluk Ryu! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Wah... Apa ya, kira-kira yang akan terjadi? 🤔🤔🤔
Fadillah Ahmad
Biasakanlah dirimu Ryu, Seroja! 😁😁😁 kalian masih baru kok! wajarlah kalau kalian Masih Canggung!:😁😁😁
Fadillah Ahmad
Kenapa Seroja? Hemm? Kamu takut, Ryu akan menggerayangi kamu ya? 😁😁😁 sampai Selimutnya di tutup hingga dada? 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Ayolah Seroja... Lanjutkan-lah Kuliah kamu lagi! Ambil Jurusan Kedokteran! biar, kamu bisa menybuhkan sakit suamimu nanti, kalau dia sakit! dan orang-orang yang membutuhkan pertolongab Seroja! 😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!