NovelToon NovelToon
Cintamu Bukan Untukku

Cintamu Bukan Untukku

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nana

Sudah 5 tahun sejak pernikahanku dengan Raymond. Di depan keluarga dan teman, kami adalah pasangan yang harmonis. Tapi ketika di dalam rumah kecilku, aku merasa hampa. Ini terasa seperti aku bermain sandiwara selama 5 tahun lebih. Aku pun tidak tahu apa yang salah dengan diriku sendiri kenapa aku masih memaksa diriku untuk bersamanya. Tapi satu hal yang pasti, suamiku mencintai statusnya sebagai suami bukan mencintaiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9

Malam semakin larut, jam menunjukkan pukul delapan malam. Ray keluar dari kantornya dan melihat sang istri masih sibuk dengan tumpukan berkas di mejanya.

"pulang."

Kata dengan nada memerintah itu menarik perhatian Llyn. Wanita itu sedikit bingung dengan apa yang di maksud oleh Ray. Selama pernikahan mereka meskipun ia diharuskan lembur, Ray tidak pernah sekalipun berbicara dengannya di luar pekerjaan apalagi menawarinya untuk pulang bersama.

Kenapa pria itu terlihat mulai berubah di saat dirinya sudah ingin pergi.

Llyn menunjuk dirinya sendiri dengan wajah penuh tanda tanya. "bapak bicara dengan saya?"

"menurutmu di sini ada siapa lagi selain kamu?"

"tumben."

"sudah cepat."

"maaf Pak tapi pekerjaan saya masih banyak dan harus selesai secepat mungkin."

Ray mengerutkan keningnya merasa tidak suka dengan respon Llyn. "lanjut besok saja."

Tapi tidak ada kata besok lagi. Setelah hari ini, tersisa enam hari lagi. Masih banyak urusan yang harus dia selesaikan.

"tidak bisa pak, silahkan bapak pulang terlebih dahulu."

"kamu.. " Ray kehabisan kata-kata dan langsung pergi dengan perasaan kesal.

Di tengah jalan, ia mendapat telefon dari Lilian dan membuatnya harus putar balik menuju ke hotel tempat wanita itu menginap.

Wajahnya terlihat kasihan dengan mata yang basah. Jiwa laki-laki Ray terbangun dan ingin melindunginya. Perasaan yang tidak pernah ia rasakan saat bersama dengan Llyn. Biar bagaimanapun, Lilian adalah cinta pertamanya sampai saat ini. Ia merasa wajar saja jika ada perasaan seperti itu.

"Ray, aku takut," cicitnya sambil memeluk lengan kekarnya.

"bapak ini suaminya?" tanya seorang satpam kepadanya.

"bukan, dia teman saya."

"oh begitu, tadi ada laki-laki asing menyamar sebagai petugas dan masuk ke dalam kamarnya," jelas satpam tersebut.

Ray mengusap kepala Lilian berusaha menenangkan wanita itu.

"tolong diusut tuntas, teman saya biar saya yang urus."

"baik Pak, pasti akan kami usut sebagai bentuk pertanggungjawaban dari hotel."

Ray mengangguk lalu menuntun wanitanya ke mobil. Dengan lembut ia memakaikan sabuk pengaman lalu memberinya selimut kecil yang selalu tersedia di mobil.

"apa ada teman di sekitar sini?"

"tidak ada."

Ray berfikir kemana ia harus membawa Lilian, sampai akhirnya wanita itu mengusulkan sesuatu. "aku takut Ray, aku tidak berani sendirian. Kenapa kamu tidak membawaku ke rumahmu saja?"

Ray keberatan tentu saja karena meskipun brengsek tapi dia masih paham batasan aman istrinya. Kalau ia benar-benar membawa Lilian pulang, Llyn pasti akan marah. Tapi solusi terbaik sekarang hanya satu itu.

Ray pun memutuskan untuk membawa Lilian pulang. Urusan Llyn adalah urusan nanti, cukup dibujuk sebentar wanita itu pasti akan luluh. Llyn sangat mencintainya, ia pasti akan memakluminya. Apalagi Lilian dan Llyn sama-sama wanita, dia pasti bisa memahaminya.

Tapi ternyata kekhawatirannya sia-sia saja karena saat ia bangun di pagi hari, Llyn masih tidak terlihat batang hidungnya.

"Ray, ayo sarapan. Aku sudah membuatkan sup ayam untukmu."

Ray menuruni tangga dengan wajah masam. Entah mengapa mood nya berubah menjadi sangat buruk pagi ini.

Sementara itu, Llyn masih berbaring di kasur apartemennya. Ia tidak bisa tidur karena harus menyiapkan berkas untuk perjalanan dinasnya. Ia baru saja beristirahat dari tumpukan dokumen dan memutuskan untuk berbaring sebentar.

Sebelumnya, ia sudah menginstruksikan orang orangnya untuk menyelesaikan proyek yang sudah hampir selesai dan menghentikan proyek yang belum atau baru dimulai.

Informasi terkait dirinya yang mengajukan resign juga sudah tersebar di semua relasinya. Satu persatu dari mereka sudah siap mundur menunggu waktu yang tepat. Llyn menarik nafas lalu menghembuskannya pelan.

Dengan posisi masih berbaring, ia mengulurkan tangannya ke laci nakas di samping tempat tidurnya. Mengambil sebuah dokumen lalu memeriksanya kembali.

Dinasnya kali ini hanyalah formalitas, tujuan sebenarnya adalah untuk menyerahkan desain miliknya ke lomba desain perhiasan skala Nasional. Sekaligus untuk menemui kembali guru lamanya.

1
Fatmah Ajahra
𝒎𝒂𝒏𝒕𝒂𝒏 𝒔𝒖𝒂𝒎𝒊𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒖𝒔𝒂𝒉 𝒎𝒐𝒗𝒆 𝒐𝒏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!