NovelToon NovelToon
Replaces Marriage

Replaces Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Mafia / Tamat
Popularitas:272.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Fera Aisha Syaidina

Risti adalah anak yang dikucilkan di keluarganya, hanya ada ayah dan satu saudara laki-laki yang menganggapnya. Risti adalah anak pertama ibunya yang merupakan istri kedua ayahnya. Sedangkan ibu tiri Risti memiliki 4 orang anak.

Indriana yaitu ibu Risti sudah meninggal saat melahirkan Risti, Risti pun dibesarkan oleh seorang pembantu karena ibu tirinya yang bernama Bu Dewi tidak sudi membesarkan Risti.

***

Suatu hari,

Windi yang merupakan anak sulung Bu Dewi dijodohkan oleh seorang laki-laki yang kabarnya sudah tua, penyakitan dan juga tidak bisa diandalkan. Akhirnya saat hari pernikahan Windi kabur dari rumah, tanpa sepengetahuan Risti tiba-tiba dia yang menggantikan pernikahan kakaknya itu.

Dan ternyata pria yang dinikahkan dengannya adalah seorang mafia

Apakah mereka akan berakhir bahagia?
Simak terus kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fera Aisha Syaidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bekas Gigitan

Badan Risti terasa panas, mereka berdua bercucuran keringat walau berada di dalam ruangan ber AC. Vino melancarkan aksinya dengan cepat.

“Pelan-pelan mas, sakit.” Risti masih menahan sakit. Untuk menghilangkan rasa sakitnya Risti memeluk tubuh besar Vino.

“Iya Ris ini juga udah pelan.” Vino berusaha sangat pelan tapi jika terlalu pelan tidak bisa karena masih agak sempit, keringatnya bercucuran dari pelipis. Saat Vino mempercepat gerakannya Risti tiba-tiba menggigit pundak Vino.

“Argghh,” erang Risti.

Vino merasakan sakit tapi tidak seberapa. Risti memegangi kepala Risti dan mulai meletakkannya di bantal, Vino mengecup bibir Risti untuk mencegah Risti menggigit pundaknya.

Risti mulai menikmati setiap gerakan dan perlakuan Vino yang sangat lembut itu. Tidak lama kemudian Vino mempercepat lagi gerakannya karena bisanya sudah mau keluar. Risti merasakan kehangatan, tubuh mereka berdua bergetar hebat. Nafas Vino tersengal-sengal begitu juga dengan Risti.

Vino melepaskan adik kecilnya yang mulai mengecil, dia tidur di samping Risti sembari menarik selimut yang sedari tadi berada di bawah.

Cup. Vino mendaratkan sebuah kecupan di kening Risti yang sudah mulai memejamkan matanya karena lelah.

“Tidur yang nyenyak ya sayang,” ucap Vino sembari menyelimuti tubuh Risti.

***

Sementara itu...

Di sebuah restoran bernama Blue Moon,

Bu Dewi memesan dua meja untuk, satu meja untuk 4 orang, Windi, Jesi dan Bu Dewi duduk satu meja dan masih kosong satu bangku karena Leon memilih duduk dengan Rama, dia tidak mau duduk semeja dengan perempuan, mereka selalu berbicara tidak jelas dan juga membahas barang-barang mewah. Itu membuat Leon tidak fokus makan, lain dengan Rama yang hanya diam saja saat makan.

“Kak, kamu merasa aneh nggak sih sama kak Windi?” bisik Leon bertanya dengan Rama.

“Aneh? aneh gimana, dia biasa-biasa aja gitu kok, masih g*bl*k seperti biasanya,” kata Rama, dia melihat ke arah Windi yang sedang makan dan merumpi bersama Jesi dan Bu Dewi.

“Yaa, gimana ya cara ngejelasinnya? gini lho dia itu bisa membeli barang-barang mewah setiap dia pulang kerja, tapi 2 hari sekali setiap malam pasti dia pamit untuk menginap ke rumah teman, pulang juga pasti sore,” bisik Leon.

“Bener juga sih ucapan kamu itu, kakak tidak pernah melihat detail kebiasaan dia, malas.” Rama makan dengan pelan, sikap Leon biasanya bisa ditoleransi daripada sikap Jesi dan Windi.

“Ya kan? dia itu mencurigakan, kalau kerja, kerja apa? sehari bisa langsung beli barang-barang mahal, gaji berapa emangnya? aku nggak pernah liat dia mempunyai kartu identitas pekerjaan,” bisik Leon.

Rama mulai curiga dengan Windi, jika dipikir-pikir benar juga kata Leon, pekerjaan apa yang sehari bayarannya hingga beratus-ratus juta, mustahil.

“Oke, besok kan Windi keluar tuh, kita buntutin aja, kita jadi mata-mata,” bisik Rama. Walau adiknya jahat tapi Rama masih tetap peduli karena bagaimanapun Windi tetaplah adiknya yang harus Ia jaga. Leon mengacungkan jempol.

“Tapi aku hanya bisa ikut membututi saat tidak ada kelas kuliah, kebetulan besok libur sih,” kata Leon sembari berpikir.

“Bagus kalau gitu, jangan sampai mama dan Jesi tau, ini biar jadi rahasia kita.” Rama dan Leon bertos.

Windi sebenarnya sedang waspada, barangkali ada yang dulu jadi korbannya di dalam restoran ini, Windi celingak-celinguk melihat ke sekitar, untungnya tidak ada. Windi takut jika dia tiba-tiba dihampiri orang dan berbicara aneh-aneh di depan Bu Dewi dan juga saudara-saudarinya.

Aneh, cari apa sih sebenarnya dia? (Batin Leon)

Dilihat dari kejauhan, raut muka Windi seperti orang yang sedang gelisah, tidak lama kemudian Windi beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah toilet, Leon penasaran dia juga ikut pamit ke toilet dan mengikuti Windi dari belakang, untungnya toilet laki-laki dan perempuan hanya bersebelahan.

Saat Leon hendak berbelok ke arah toilet, dia melihat Windi sedang berciuman dengan seorang pria, Leon langsung bersembunyi di balik dinding sembari mengamati mereka berdua yang melakukan adegan tidak etis ini di depan toilet, memang benar toiletnya sepi.

Hah! jadi dugaanku benar, hiihh, benar-benar seorang j*l*ng memalukan, benar-benar memalukan, mau ditaruh mana muka keluarga kita, kakak Windi emang g*bl*k. (Batin Leon geram)

Leon mengeluarkan ponselnya dan memvidio mereka secara diam-diam, setelah memiliki barang bukti dia kembali lagi ke tempat duduknya.

“Kamu kenapa?” tanya Rama saat melihat Leon yang terlihat sedang kesal. Melihat dari cara jalannya saja seperti orang murka.

“Liat ini kak,” bisik Leon agar tidak ketahuan Jesi dan Bu Dewi. Rama melihat vidio yang ditangkap oleh Leon, durasinya tidak begitu lama tapi ini terlihat jelas jika Windi sedang berciuman dengan seorang pria, pria tersebut juga berani meraba-raba tubuh Windi.

“Ck, dasar, kurang ajar,” gumam Rama mencebikkan bibirnya.

“Pokoknya kita harus selidiki lebih dalam besok, siapa pria ini sebenarnya dan apa hubungannya dengan Windi,” Rama geram, dia serasa ingin melempar piring dan gelas tapi Rama menahannya karena ini bukan rumah melainkan restoran. Tidak baik melemparkan piring di depan umum.

Saat Windi kembali dia sudah berakting seperti tidak terjadi apapun, dia juga sudah merapikan make-up dan rambutnya kembali seperti semula.

Leon melirik sinis ke arah Windi tapi Windi cuek bebek dan tetap melanjutkan makan, Rama bersikap santai seolah-olah dia belum melihat vidio tadi, dia tidak mau ketahuan dulu sebelum menyelidiki kebenarannya.

***

Keesokan harinya,

Risti bangun, badannya terasa sakit semua seperti habis ditimpa bebatuan besar, badannya juga terasa lengket, ingin mandi tapi masih belum kuat duduk. Dia berdiam sebentar dan melihat ke arah Vino yang masih tidur. Dia melihat ada bekas gigitan di pundak Vino, Risti jadi ingat kejadian tadi malam.

Ini aku yang melakukannya tadi malam? yang memberikan cap gigi ini? sungguh memalukan, semoga Vino tidak ingat. (Batin Risti, dia merasa malu)

Tiba-tiba Vino bangun,

“Ada apa adek?” tanya Vino.

“Adek?” Risti masih asing dengan panggilan itu.

“Iya, aku mas kamu adek,” kata Vino.

“Ehh, iya lupa,” Risti terpaksa tersenyum.

“Ganti lagi aja ngga usah mas adek, ganti jadi sayang aja ya,” tawar Vino.

“Yasudah kalau itu mau kamu,” ucap Risti mengiyakan.

“Tadi malem gimana rasanya?” tanya Vino.

“Jangan tanya lagi,” Risti bangun dari tidurnya, dan berjalan ke arah kamar mandi, dia tidak ingat jika sekarang tidak memakai baju sama sekali, Risti langsung menyaut handuknya dan memakainya.

“Aduh, keduluan Risti, pasti dia lama mandinya, mendingan mandi di kamar mandi sebelah saja,” gumam Vino, dia mengambil handuk dan berjalan keluar kamar, untungnya di lantai 2 terdapat 4 kamar dan 4 kamar mandi.

.

.

.

.

.

.

Terima kasih sudah membaca 🌺

Berat his berat, bingung mau ngomong apalagi 😂

Tbc.

1
Sri Wahyuni
mafia ko takut hantu
Sri Wahyuni
mafia ko oon ya hanya curiga y k satu orang az
Sri Wahyuni
itu s risti ga pinya HP ya prsaan minjem trus
Sri Wahyuni
boleh2 az pke visual biar smangat bca apalgi crta y bagus tpi hrus bsa menyesuaikn dngn crta y itu crta d indonesia pmeran y atw crta d negara barat..
Sri Wahyuni
aneh nih crta lg mlm prtm biasa az ms skrng s risti blng pelan2 skit
Sri Wahyuni
klau d mall bsar kan troly bs d bwa k parkiran ga hrus d tenteng blanjaan
Sri Wahyuni
malm prtma y tumben ga ada drama aaah sakiiit krn d perwanin
R Effi Giriwati
kapan di lanjut lagi nii
Vivi Elvira
kok lama up nya thour
Lalapou
lanjut thor
Cut Desy
nekt
Anindya
kasian Alex ya.....
☪wHEniA1102™◼KB☪
semangat kak
༺💥αψᷤαᷧh sᷫɑᷧɪͫԁᷤঔৣ ⃟🌈 ⃟❦
ku like banyak fer
Seseorang: Makasih banyak kang said
total 1 replies
༺💥αψᷤαᷧh sᷫɑᷧɪͫԁᷤঔৣ ⃟🌈 ⃟❦
weeeh. feraaaa
Seseorang: Karena banyak reverensi novel dewasa jadi coba ngikut:D
total 1 replies
Aina Sasa 👑
Vino bisa masakkk
Anindya
Alex ,,lu nyuruh orang yg salah buat dekat dengan Risti ..
fitriaqfi
baru kali ini baca cerita org menikah blum saling kenal tp langsung bs dekat tanpa ada drama"...good👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Seseorang: Nanti kalau bertele-tele saya takut pembaca jadi bosan mba 😔🙏🏻
total 1 replies
Anindya
Alex,, mencintai tidak harus memiliki,,, ikhlaskan lah Risti bahagia bersama vino
S͟p͟a͟S͟i͟
Semangat thor 😀
Seseorang: Pasti
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!