NovelToon NovelToon
Sang Pewaris Jatuh Cinta Dengan Dosen Cantik

Sang Pewaris Jatuh Cinta Dengan Dosen Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Anak Genius / Dosen
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: pena pedang

Dunia ini kejam, tak ada kebahagiaan yang kekal, ujian selalu datang, maka jangan jadi orang yang lemah.
Di tengah hutan terpencil terdapat tempat pelatihan pembunuh bayaran, suatu organisasi dunia gelap yang dibentuk oleh bos mafia besar asia yaitu Bos Jamal.
disanalah tempat tinggal seorang pemuda bernama Bayu yang telah ditinggalkan orang tuanya sejak masih berumur sepuluh tahun. kini 12 belas tahun telah berlalu namun bayangan tragedi kematian kedua orang tuanya masih terngiang dikepalanya.
Ditempat pelatihan pembunuh bayaran ini lah ia dilatih oleh sang paman menjadi mesin pembunuh yang jenius untuk membalaskan dendam kematian kedua orang tuanya.

kehidupannya mulai berubah saat ia mengenal seorang gadis yang bernama Anita, sosok dosen cantik yang dapat menyentuh hatinya.
ideologinya sedikit demi sedikit mulai berbeda, tentang asmara, balas dendam, maupun apa yang telah diwariskan, semua memiliki batu sandungan yang harus diterjang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pena pedang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pertemuan tak terduga.

Ruang mall yang luas memberi suasana tersendiri bagi para pengunjung, suara langkah kaki, suara riuh orang bercakap mengisi latar di dalam ruangan itu.

Indah dan Angga berdiri di lantai tiga, genggaman tangan Angga memegang lengan indah... Bukan tentang keromantisan bukan pula karena adanya kasih sayang, namun kedua menatap dengan tatapan tajam.

Yang satu menyimpan emosi yang mendalam dan satunya lagi menyimpan rekayasa yang matang.

"Kenapa kamu berbohong di depan Bayu?", teriak indah menyingkirkan tangan Angga dari lengannya, matanya memerah.

"Hehehe... Kamu harus sadar aku bisa melakukan apapun untuk mendapatkan mu", jawab Angga tersenyum puas.

"Kamu udah merencanakan ini semua", kata indah melangkah mundur kebelakang.

"Benar", jawab Angga mengangkat sudut bibirnya dan kedua tangannya memegang pinggang dengan gaya santai.

Indah kembali mengingat kejadian sebenarnya dalam foto...

Waktu itu dia pergi meninggalkan Angga.. namun Angga mengejar menarik tangannya dari belakang, dan Akhirnya Adegan pelukan terjadi... Foto itu sudah direncanakan mengambil momen yang pas.

"Kamu picik" kata indah.

"Itu terserah kamu... Yang pasti Bayu sudah tahu bahwa kamu pacarku, gak hanya itu aja... Kamu bisa bayangkan bagaimana jika foto itu tersebar di grup kampus", kata Angga.

"Tolong hapus foto itu" lanjut indah memohon dan menyimpan kemarahan.

"Bisa saja, asal kamu bisa melakukan satu hal" jawab Angga tersenyum meremehkan.

"Baik... Tapi asal jangan melewati batas" kata indah dengan cepat.

"Hahaha... Santai saja... Aku gak neko-neko kok, aku hanya minta malam ini datang ke restoran kita makan bareng... Itu aja Uda cukup", lanjut Angga.

Indah terdiam beberapa lama..., "baiklah setelah ini jangan ganggu aku" jawabnya.

"Jangan lupa jam delapan malam di restoran mawar", katanya pergi meninggalkan indah diikuti para anak buahnya yang tertawa terbahak-bahak.

..........

Di lantai dua Bayu berjalan santai, tiba-tiba dari belakang Anita memanggil, "bay..."

Bayu menoleh, pandangannya menangkap dua gadis datang menghampirinya.

"Gak disangka, kita bisa ketemu disini, lagi cari apa?" Sapa Anita.

"Kamu," Bayu memegang lehernya.. "lagi jalan-jalan aja, gak ada mata kuliah jadi bosan dirumah", jawabnya.

"Oh iya... Kenalin, ini kakak sepupuku Vivi" kata Anita.

Keduanya berjabat tangan.

Vivi mendekat pada Anita, "jadi ini muridmu yang bernama Bayu... Tampan juga", bisik Vivi di telinga Anita.

Anita sedikit melirik pada kakaknya memberi isyarat dengan mengedipkan mata.

"Kalau kamu gak sibuk bagaimana kalau kita cari makan?" Ajak Vivi langsung.

Bayu mengangguk.

Ketiganya mencari tempat makan, masuk ke restoran duduk di meja paling ujung dan memesan makanan.

"Eh iya... Bay kamu tau gak semalaman adikku ini sangat hawatir Lo sama kamu sampai gak bisa tidur" jelas Vivi.

Bayu melirik Anita sebentar lalu kembali menatap Vivi.

"Uhguuuk"... Anita tersendak saat minum... Dengan cepat melihat Bayu lalu menatap Vivi..

"Benarkah" kata Bayu

"Ah... Kakak ini, gak kok." Dengan cepat Anita memotong.

"Benar bay... Lihat aja kantong matanya.. membesar seperti mata panda", lanjut Vivi menggoda Adiknya.

Bayu menoleh pada Anita.. tanpa bicara, tanpa tanggapan, hanya menatap wajah Anita dalam diam.

"Ah... Itu hanya tadi malam banyak nyamuk aja, jadi gak bisa tidur", jelas Anita sambil kakinya menendang kaki Vivi di bawah meja.

"Hehehe" tawa kecil Vivi... Berhasil menggoda Adiknya.

Bayu melihat tingkah laku keduanya lalu tersenyum kecil.

"Atau jangan-jangan gimana kalau Adikku ini udah diam-diam menyukaimu" lanjut Vivi...

Tubuh Anita menegang.

Suara berbagai percakapan, piring beradu dengan sendok makan mengalir lembut dari sekitar ruangan restoran.

Vivi menatap tajam dengan penuh keyakinan ke arah Bayu.

"Ah, gak mungkin... Dia dosenku, apa lagi kita juga baru kenal", jawab Bayu datar.

"Iya... Gak mungkin," tegas indah ragu-ragu kata-kata itu hampir terdengar berbisik.

"Mari kita makan", lanjut Bayu cepat, ketika Vivi hampir bicara lagi namun mengurungkan niatnya.

Acara makan itu mengalir dengan hangat, dipenuhi candaan dan tawa.

"Sesekali... Kamu main kerumah kami, kan jika ada tugas yang kamu belum paham bisa tanya langsung, Anita ini walau dosen dia udah Doktor Lo..." Jelas Vivi lagi.

"Benarkah", sambut Bayu melirik Anita.

"Iya", jawab Vivi mengedipkan matanya lagi kearah Anita.

Anita kali ini hanya bisa terdiam.

"Boleh juga... Asal dia gak keberatan" tanggap Bayu.

"Eh... Enggak kok, malah kita seneng banget", jawab Vivi sambil menyerahkan Kartu nama Anita.

"Eh... Kak, kok bisa punya kartu namaku", kata Anita heran, menyipitkan mata.

"aku punya banyak, ngambil di depan meja rias kamarmu" jawab lugas Vivi.

"Kakak ini" kata Anita menunduk.

Vivi memandang Anita, pandangan itu sayup dan hangat.

"Aku tahu tujuh tahun yang lalu kamu dihianati cinta pertamamu... Sampai saat ini kamu takut menjalin cinta lagi.. tapi kali ini kakak tahu kamu punya perasaan pada pemuda ini, hanya saja kamu takut mengakuinya dan takut penghianatan itu terulang kembali, mungkin memang tentang cinta tak bisa dipaksa, namun perasaan suka atau hawatir bisa saja jadi cinta, kamu hanya butuh dorongan sedikit saja untuk menyadarkan kamu bahwa cinta itu tak hanya menyimpan rasa sakit, lagi pula jika didengar dari ceritamu, permudah ini sangat bertanggung jawab pada wanita... Aku sebagai kakak akan membantumu", kata Vivi dalam hati.

Pertemuan itu pertemuan ketiga kalinya, pertemuan yang mengantar kedua hati semakin terasa nyaman, atau yang tadinya sedikit canggung menjadi penuh canda dan terasa hangat.

Siang berganti sore.

ketiganya berjalan memasuki toko pakaian.

Bayu duduk di sofa dalam toko. Sedang Anita dan Vivi memilih pakean.

"aku mau coba baju dulu ya" kata Vivi pada Anita.

Anita mengangguk lalu duduk disebelah Bayu.

Semenit kemudian Vivi keluar dengan memakai dress pesta berwarna putih, terlihat Anggun, "apa ini bagus?" katanya meminta pendapat pada Anita.

Anita mengacungkan kedua jempolnya, "bagus banget kak", nilainya sambil tersenyum lebar.

"ya udah kalo gitu, aku ambil yang ini aja" gumamnya puas, berjalan kedepan lalu duduk di samping mereka.

.........

"ah... Kebetulan banget, kita ketemu disini," kata seorang lelaki yang berusia sekitar dua sembilan tahunan melangkah menghampiri mereka.

"Arman.." kata Anita spontan.

Vivi melirik pada Anita, "kenapa orang ini ada disini" katanya dalam hati.

Bayu henya melihat sekilas lalu menoleh pada Anita, "kamu kenal?" tanya Bayu.

"Dia putra pak rektor, juga salah satu dekan di kampus kita", jawab Anita menjelaskan sedikit ragu-ragu.

Mendengar penjelasan Anita, Bayu kembali melihat pada Arman, "dia putra rektor" ucapnya dalam hati.

Tatapannya tajam tanpa berkedip, gigi gerahamnya mengeras, ada yang ingin ia lampiaskan, namun ia sadar, ini terlalu awal dan untuk sekarang hanya bisa ia tahan sementara.

Di jempol Arman ada tato simbol naga, memang kecil, namun dari pandangan Bayu yang selalu dilatih teliti dan mendetail saat melihat, tato itu sangat jelas, dan membuat matanya menyipit.

Vivi melihat keanehan dari cara Bayu memandang Arman, dia menyadari ada gejolak di wajah Bayu yang tersimpan rapat.

"Apa dia mengetahui, kalau Arman cinta pertama Anita?.... Ah, gak mungkin dia tahu ini, dia kan baru kenal Anita" ucap dalam hati Vivi saat memandang ekspresi wajah Bayu.

.........

Bersambung.

1
Fatmawati Qomaria
novel baru ya kk
Muhammad Salim: iya kak
total 1 replies
Muhammad Salim
kalau ada yang kurang pas, komen saja ya... maklum masih baru dan masih belajar.
Muhammad Salim: iya kakak... terimakasih 🙏🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!