NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Tuan Albert

Istri Kesayangan Tuan Albert

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Reinkarnasi / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:604
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Emily tak menyangka bahwa dia masuk ke sebuah novel yang alurnya membuatnya harus menikah dengan seorang miliarder kaya.
Pernikahan absurd itu malah sangat menguntungkannya karna dia hanya perlu berdiam diri dan menerima gelar nyonya serta banyak harta lainnya.
Namun sayangnya, dalam cerita tersebut dia akan mati muda!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

《Chapter 9》

Lelaki itu mendekatkan wajahnya pada Emily, kemudian tersenyum karna terpesona dengan kecantikkannya.

"Apa Nona Emily tidak ingin memiliki kekasih gelap? Saya bisa men.." Emily mendorong Daniel sebelum tangannya membelai wajahnya.

"Sangat tidak sopan!" Emily berjalan ke dalam namun langkahnya terasa berat, ia terbatuk dan mencoba memegang pohon yang ada di sana untuk membantunya tetap berdiri.

Daniel masih berdiri dekat kursi dengan pikiran yang marah, melihat Emily yang masih di sana, ia berkata, " Apa bagusnya Albert, cih. Dia bahkan sangat cuek sehingga tidak pernah memiliki kekasih, bahkan beberapa orang mengatakan bahwa mungkin ia begitu karna aseksual" Emily tak menjawab, selagi ia tidak mendekatinya maka ia bisa sedikit merasa aman, terlebih lagi ia malas melayani ucapan Daniel.

Tidak ada yang ia harapkan dari hubungan antara pria dan wanita, ia hanya menikahi Albert karna uang yang akan di dapat setelah melakukan kebohongan ini.

Emily tidak menyangka akan di ganggu, padahal ia hanya ingin menikmati waktu sambil memandang keindahan kolam dan bintang.

Begitu ia akan mencapai pintu masuk, ia mendengar suara Albert dari belakang, pria itu sedang menggertak Daniel. "Sebaiknya kau pergi dan jangan mengganggu istriku" Daniel frustasi, ia mengencangkan cengkramannya pada gelas anggur yang ia pegang, kebencian muncul di matanya.

Ia bertanya-tanya mengapa dirinya tidak bisa di bandingkan dengan Albert dalam segala hal, padahal usianya lebih tua dari pada Albert, seharusnya ia yang menjadi cucu tertua dan mengambil alih perusahaan.

Daniel meninggalkan mereka berdua disana meski masih merasa marah, karna bagaimanapun, ia tidak akan menang melawan Albert.

"Ayo kita masuk," Albert mengulurkan tangan, membawa Emily masuk ke dalam aula pertemuan keluarga yang belum selesai.

"Suamiku, mengapa kau begitu lama?" Albert tertegun mendengar kata Suami yang ia ucapkan, nadanya terdengar begitu lembut di telinga.

"Apa kau baik-baik saja?" tanya Albert setelah memperhatikan langkah kaki Emily yang terlihat agak lemah.

"Punggungku sakit, tolong pegang aku selama kita berjalan" Bukannya bantu menopang Emily, pria itu malah membungkukkan diri lalu mengangkatnya ala bridal style.

Emily terkejut namun dengan cepat beradaptasi, ia melingkarkan kedua tangannya ke leher Albert lalu menyenderkan kepala di dadanya.

Tanpa sadar Emily mengadahkan pandangan dan melihat ekspresi Albert, wajahnya memang selalu terlihat dingin.

"Turunkan aku, biarkan aku berjalan ke dalam sana," ucap Emily menghentikannya beberapa langkah sebelum masuk dalam pertemuan.

Ia turun dari sana dan mulai bergabung dengan para tamu yang ada di sana.

Sekarang, masalah selanjutnya datang..

Albert berpapasan dengan Edo, salah satu anak dari keluarga ayahnya yang sudah berhasil mendirikan perusahaan sendiri, ia sangat berambisi untuk sukses dengan caranya karna keluarga tidak mendukungnya.

Wajah Albert sudah terlihat tegang, ia menduga akan ada perdebatan panjang antara mereka.

Edo jelas sekali sedang datang menghampirinya, kemudian dengan nada memerintah pada Albert ia berkata, "Berikan setengah dari proyek pembangunan kota pada ku"

Baru-baru ini walikota mempercayai perusahaan Albert untuk menangani wilayah pembangunan kota, berita ini sudah tersebar luas di kalangan para pebisnis sepertinya.

"Mengapa aku harus membaginya dengan mu?" jawabnya.

Edo bertingkat angkuh dang mengerutkan dahi lalu berkata, " Karna aku saudara mu"

"Saudara? Mana mungkin, nama keluarga ku Juan sedangkan kau Alter, itu tidak sama"

Ibu dari Edo merupakan keluarga Juan, anak pertamanya lahir tanpa ayah, atau biasa di bilang hamil sebelum menikah, mereka sepakat untuk memakai nama belakang Juan padanya, namun mereka setelah menikah, anak yang ia lahirkan memakai marga suaminya yang sekarang.

Secara hukum mereka memang saudara sepupu, namun Albert sengaja menggunakan cara ini untuk mengancam Edo yang serakah.

"Kurang ajar sekali kau!" Wajah Edo berubah gelap, pandangannya penuh dengan emosi, ia tidak percaya akan mendengar jawaban seperti itu.

Seharusnya anak yang lebih muda setidaknya memberi dukungan pada yang lebih tua, namun jelas sekali Albert tidak ingin bekerja sama dengan keluarga.

Sejak ia memimpin perusahaan, semua hal ada dalam kontrolnya, meski sulit namun karna kecerdasannya, membuat perusahaan meningkat hanya beberapa bulan setelah ia memimpin.

"Dengar, keuntungan dari proyek ini dua miliar, aku sudah melakukan rapat dan negosiasi untuk menyelesaikan rencana yang mereka inginkan, namun jika kau benar-benar ingin terlibat maka jangan ambil setengah proyek, aku akan memberi semuanya lalu silahkan mulai bernegosiasi dengan mereka, akan aku beritahu pada mereka bahwa kau ingin bertemu" Albert menantangnya.

Edo terlihat ragu, ia hanya berfikir untuk meminta setengah dari proyek namun jika harus melakukan seluruhnya maka ia tidak bisa, mengingat perusahaannya yang belum sebesar perusahaan keluarga Albert.

Edo menahan ego dan mulai menatap Albert dengan seksama.

"Baiklah jika kau sudah memutuskan untuk tidak memisahkan proyek ini," ucap Edo.

Percakapan mereka di dengar oleh beberapa orang termasuk Emily yang tidak membaur dengan siapapun, dari pandangannya, Emily dapat melihat Ibu dari Albert dan Edo yang melangkah menuju tempat dimana mereka berdua sedang berdebat.

"Ada apa ini?" tanya Ibu dari Edo duluan.

"Oh, maafkan anakku, aku tidak tau mengapa ia terlahir begitu kasar," jawab Ibu dari Albert.

Suara mereka terdengar lembut namun begitu tajam, Albert yang mendengar itu dengan kesal, bagaimanapun ia adalah putra kandung dari Ibunya, namun wanita itu malah mempermalukan dirinya di depan orang lain.

Emily diam-diam menatap Albert, ia tahu bahwa sebentar lagi bom itu akan meledak.

"Benar, kalau tau begini, seharusnya sejak awal anda tidak melahirkan saya, agar saya tidak mempermalukan ada, Ibu.."

Dengan mendengar kalimat ini, Emily menyimpulkan bahwa bukan hanya dirinya yang tidak di terima oleh wanita itu, bahkan anaknya juga tidak di terima.

Mereka semua diam beberapa saat, sehingga Emily memutuskan bertindak untuk membubarkan para serigala yang akan saling mencabik satu sama lain jika tidak di hentikan.

"Suami ku, ayo kita pulang"

Suara Emily terdengar lembut namun jelas, mendengar itu membuat Albert tidak bisa menolak, ia menjawab, "Oke"

Setelah mengiyakan Emily, ia merangkul bahunya dan pergi dari sana tanpa menoleh ke belakang.

Albert sudah bisa menghentikan kepura-puranya, ia sudah lelah malam ini, mereka masuk ke dalam mobil dan segera pergi dari tempat itu.

Setidaknya Emily sudah selesai bertemu dengan para keluarga Albert yang memiliki temperamen berbeda-beda.

"Albert, bagaimana akting saya tadi? Apakah memuaskan?" tanya Emily dalam perjalanan pulang.

"Yah akting mu cukup bagus," jawab Albert.

Emily terlihat bangga, hal ini bisa membantunya lebih dekat untuk mendapat sisa uang dari kontrak mereka.

Emily yang bersemangat membuka jendela mobil, membiarkan angin malam masuk ke sana untuk menenangkan mereka.

Uhuk uhuk..

Bukannya menenangkan, itu malah membuat Emily terbatuk, Albert yang melihat segera menutup jendela lalu menepuk punggung Emily.

"Apa kau baik-baik saja?"

Sepertinya pertanyaan ini akan sering terucap dari mulut Albert, karna Emily sangat pandai mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja padahal sedang kesakitan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!