NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Dosen Dingin

Menikah Dengan Dosen Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / CEO / Nikah Kontrak / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:675
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Alya, mahasiswi tingkat akhir yang cerdas dan mandiri, tengah berjuang menyelesaikan skripsinya di tengah tekanan keluarga yang ingin ia segera menikah. Tak disangka, dosen pembimbingnya yang terkenal dingin dan perfeksionis, Dr. Reihan Alfarezi, menawarkan solusi yang mengejutkan: sebuah pernikahan kontrak demi menolong satu sama lain.

Reihan butuh istri untuk menyelamatkan reputasinya dari ancaman perjodohan keluarga, sedangkan Alya butuh waktu agar bisa lulus tanpa terus diburu untuk menikah. Keduanya sepakat menjalani pernikahan semu dengan aturan ketat. Tapi apa jadinya ketika batas-batas profesional mulai terkikis oleh perasaan yang tak terduga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9

Aku mendengus kesal, menatap punggungnya yang sudah lebih dulu masuk ke kamar mandi itu.

“Seenaknya banget…” gumamku lirih, menyilangkan tangan di dada.

Aku terduduk di tepi ranjang, menatap pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Suara air deras terdengar jelas, dan entah kenapa pipiku memanas sendiri membayangkan seseorang—suamiku—sedang berada di dalam kamar mandiku.

“Suami? Halah, suami kontrak,” aku mengoreksi pikiranku sendiri.

Aku kenapa sih pikirku. Aku beranjak dari tempat tidur ke arah meja rias, mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambutku yang basah.

Tak lama, suara air berhenti. Aku buru-buru memalingkan wajah ke arah lain dan menyibukkan diri saat pintu kamar mandi terbuka. Reihan keluar dengan rambut sedikit basah, mengenakan kaus putih polos dan celana sebatar lutut hitam yang entah kenapa terlihat begitu pas di tubuhnya.

Bau harum sabunku yang dia pakai harum semerbak ke indra penciumanku. Perasaanku jika aku yang memakainya tidak pernah seharum ini

"Kamu punya hairdryer" tanyanya

Aku hanya menatapnya sekilas "ohh ada, ini pakai aja aku udah selesai juga"

Susana di dalam kamar kembali hening. Aku duduk di tepi ranjang memainkan benda pipih itu, sudah banyak pesan masuk dari Nia dan Lala tapi ada satu notif yang menarik perhatian ku, nomor baru.

+62813*******

P

SV yah ini farel

Aku mengangkat alisku sebelah, farel darimana dia dapat nomorku.

To farel

Oke

“Ayo, mama nyuruh kita turun buat makan malam.” Suaranya datar, seakan tak menyadari jantungku yang sedang berdegup lebih cepat dari biasanya.

Aku hanya mengangguk, meletakkan benda pipih itu di atas nakas. “Iya, sebentar.”

Kami berjalan turun bersama. Suasana ruang makan sederhana tapi hangat. Mama sudah menata hidangan, sementara Papa duduk di ujung meja.

Dan jga disana ada Devan.

Aku menarik kursi perlahan, duduk di samping Reihan. Rasanya canggung sekali, apalagi Mama dan Papa terlihat begitu antusias menatap kami berdua.

“Alhamdulillah, akhirnya bisa makan bareng satu meja lagi. Lengkap,” ucap Mama sambil tersenyum lebar.

Aku hanya tersenyum tipis, menunduk.mengambil piring dan menuangkan nasi dan lauk kepiringku.

"Ambilin sekalian dong,sama suamimu" ujar mama

"Iya nih, kan udah punya suami" Devan ikut nimbrung ucapan mama.

Aku hanya menghelai nafas mengambil piring dan menuangkan nasi " segini cukup mas"

"Cukup"

" Pake lauk apa"

" Apa saja"

Aku hanya mengangguk mengambil beberapa lauk yang tersaji.

"Rencananya setelah ini apa rencamu" tanya sang papa.

"Sesuai yang saya katakan tadi pah, saya akan bawa Alya kerumah saya"

"Uhuk" aku terbatuk mendengar penjelasannya kenapa tiba-tiba banget.

"Hati-hati" ucap Reihan sambil menyodorkan minum

"Itu ngga kecepatan" tanyaku

"Tidak, mama sama papa besok mau pergi ke Singapura ada sedikit masalah di perusahaan jadi ngga bisa lama-lama disini."

"Ayah bang Reihan pengusaha yaa, "tanya Devan

"Bisa dibilang begitu"

" Udah kamu kan sudah menikah, jadi sudah sewajarnya kamu ikut sama suami kamu"

Aku hanya mengangguk, toh apa yang dikatakan mama memang benar. Tapi aku belum siap untuk satu atap dengan pria itu.

.

.

.

.

.

.

Malam itu, setelah semua selesai, aku masuk ke kamar lebih dulu. Ada pesan dari Farel kembali masuk.

Farel

Besok free ngga ?

Besokkan weekend

Jalan-jalan yok, udah lama kita ngga keluar bareng

Pertemuan kami di perpustakaan beberapa hari yang lalu masih jelas di ingatanku. Dulu saa zaman sekolah kami sangat dekat sering keluar bareng, nongkrong bareng, yaa walaupun pun bohong jika aku ngga memiliki sedikit persamaan untuknya.

Setelah masuk universitas kami sedikit berjarak hanya chat saja dan sesekali jalan saat libur semester. Tapi dua tahun terakhir ini kami lost contac karena aku yang mengganti ponsel baru.

Jari-jariku ragu di atas layar. Belum sempat kubalas, pintu kamar terbuka dan Reihan masuk. Aku buru-buru menaruh ponsel ke bawah bantal.

" Besok pagi setelah sarapan kita berangkat" ucapnya datar

Aku menatapnya lama " bapak serius mau pindah dengan saya, apa ngga kecepatan. Kalo bapak ngga nyaman sama saya, saya bisa kok nginap di kos"

Alya,” suaranya rendah tapi tegas, “kita ini sudah menikah. Kontrak atau bukan, orang tua kamu dan orang tua saya sudah percaya kalau kita akan tinggal bersama. Jadi nggak ada alasan buat kamu balik ke kos.”

Aku menelan ludah. “Tapi… saya belum siap.”

“Kesiapan itu nggak akan datang kalau kamu terus ngelak,” balasnya cepat.

Aku mengerjapkan mata, hatiku mencelos. Kenapa dia bisa sekaku itu? Bukannya memberi waktu, malah menekanku dengan logika yang sialnya masuk akal.

“Kalau kamu pikir saya juga nyaman, kamu salah besar.” Kalimatnya berikutnya terdengar datar, tapi justru membuat dadaku terasa makin sesak.

Aku menoleh padanya cepat. “Maksudnya apa?”

Dia menarik napas dalam, lalu duduk di sofa pojok kamar, membaringkan punggungnya dengan santai.

“Saya juga butuh penyesuaian. Tinggal serumah dengan orang lain, apalagi perempuan, bukan hal mudah buat saya. Jadi jangan kira kamu satu-satunya yang merasa berat.”

Aku terdiam. Jadi… dia pun merasa nggak nyaman?

Aku memberanikan diri bicara lagi, suaraku nyaris berbisik. “Terus… kalau ternyata kita beneran nggak bisa saling cocok, gimana?”

Reihan menoleh sejenak, tatapannya menusuk tapi tak ada emosi berlebihan. “Makanya ada kontrak. Kalau waktunya selesai, kita jalan masing-masing.”

"Tidurlah ini sudah larut malam"

" Saya akan tidur disini" lanjutnya

Aku menatapnya " ehh ngga usah, bapak bisa tidur di ranjang kok" walaupun sebenarnya aku deg degan mengatakan itu.

"Tidak usah, saya tau tidak nyaman"

Aku mengambil bantal yang ada disampingku dan mengambil sebuah selimut dari lemari. Walaupun aku kurang suka dengan sifatnya tapi aku masih tidak tega melihat dia meringkuk di atas sofa

"Nih" aku menyodorkan bantal dan selimut itu.

" Makasih"

Aku hanya mengangguk pelan. Aku berbaring di ranjang, menatap langit-langit kamar. Aku sejenak berpikir apa yang aku lakukan sekarang sudah benar atau malah sebaliknya, tapi mengikuti keinginan mama juga bukan pilihan yang benar. Aku masih ingin menikmati masa mudaku dan mewujudkan cita-citaku. Pernikahan ini hanya satu tahun setelah itu kami akan bercerai dan kembali kejalannya masing-masing.

Jika ditanya kenapa bercerai bilang saja tidak cocok.

Hufff... Aku mencoba menutup mataku, mengikuti Reihan masuk kedalam mimpi. Walaupun aneh rasanya satu kamar dengan laki-laki yang baru saja kamu kenal dan tiba-tiba masuk ke dalam hidupmu. Yahh walaupun dia adalah dosen pembimbingku kami tidak sedekat itu

1
Nurhikma Arzam
semangat thor next nya. 😁
Nurhikma Arzam
saran aja ini, please thor aku agak bingung povnya yg awalnya sudut pandang orang ketiga jadi sudut pandang orang pertama. kalau bisa kasih peringatan untuk peralihan pov ha
Erwinda: ihh makasih banget kak sarannya 🥰
total 1 replies
Nurhikma Arzam
awas jatuh cinta Al
Nurhikma Arzam
bagus semangat thor semoga kamu bisa menyelesaikan tulisan ini dan jadi penulis yang keren kelak. jangan menyerah
Nurhikma Arzam
Farel calon calon sad boy haha
Nurhikma Arzam
roman-romannya Reihan ini naksir duluan keknya sama Alya hmm
Nurhikma Arzam
semangat, saran aja ya kak ujung percakapannya jangan lupa pakai tanda titik biar lebih enak di baca☺
Nurhikma Arzam
Halo thor semangat upnya ya. jangan lupa mampir di cerita aku juga 😁
Pandaherooes
Ceritanya seru banget, semangat terus thor!
Gấu bông
Gila seru abis!
Arisu75
Alur ceritanya keren banget!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!