NovelToon NovelToon
31 Days Of Chasing Love

31 Days Of Chasing Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Bad Boy
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: crowell

BIANCA DEALOVA, gadis tengil yang suka sekali dengan tantangan,ia menjadi pusat perhatian di SMA Karya Bakti semua murid cowok pasti mengenalinya.Hingga pada akhirnya, dia ditantang oleh teman-temannya untuk menaklukkan hati seorang siswa baru, EDGAR GRISSHAM pemuda berwajah dingin dan misterius.

"apakah Allexa berhasil menaklukkan hati seorang pemuda dingin itu atau tidak.yuk, Kepoin kisah mereka selanjutnya!!"👋🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon crowell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab sembilan

Setelah melaju kencang, motor mereka akhirnya berhenti di depan rumah Bianca yang megah di kawasan perumahan elit. Edgar tampak lega ketika akhirnya bisa turun dari motor dan menjauhkan diri dari Bianca.

"Napas gue sesak, Ed, tolong," ujar Bianca sambil berusaha melepaskan helmnya.

"Hah, sini," kata Edgar, dengan cepat refleks menarik tangan Bianca agar dekat dengannya, lalu membuka helm dengan cepat.

Bianca tersenyum manis ketika helmnya terbuka, dan Edgar menatapnya dengan sedikit kesal.

"Kenapa? Uda gak apa-apa kan?" tanya Edgar dengan nada dingin.

"Iya, gak apa-apa kok," jawab Bianca sambil merapikan rambutnya yang tergerai.

Edgar menatap Bianca dengan tatapan yang tajam. "Tadi lo benaran, kan?" tanya Edgar, mencoba memastikan.

"Bianca menatapnya dengan mata yang berkilau, lalu menjawab, "Iya, benaran. Karena separuh napas gue ada sama lo."

"Ck, lo boongin gue?" tanya Edgar dengan nada yang tegas, sambil menggelengkan kepala.

Bianca hanya tersenyum manis, mata coklatnya berkilau dengan senyum yang membuat Edgar menarik napasnya sejenak.

"Gue serius," kata Bianca dengan suara lembut. "Mau masuk nggak? Kebetulan Bokap dan Nyokap gue udah balik dari Swiss," ajak Bianca, sambil menunjuk ke arah rumahnya. Edgar menggelengkan kepala.

"Gak, terimakasih," ujar Edgar menolak, sambil memakai helmnya.

"Yah, padahal gue pengen ngenalin lo sama orang tua gue, sebagai calon menantu mereka," ujar Bianca dengan nada yang sedikit sedih. Edgar menatapnya dengan serius.

"Gue peringati lo, lo gak boleh terlalu masuk ke dalam dunia gue. Kalo lo gak mau kejebak di dalamnya selamanya," ujar Edgar dengan nada yang tegas, sebelum meninggalkan Bianca.

Bianca menatap Edgar yang pergi, dengan senyum yang masih ada di wajahnya. "Edgar gue suka yang mentang kayak Lo, syang " Gumam Bianca dengan suara lembut, sambil menatap Edgar yang semakin menjauh.

"Non," tegur Bi Yani, membuat Bianca kaget.

"Astaga, Bi, bikin kaget aku aja," kata Bianca sambil mengelus dadanya.

"Siapa itu non, pacar nona ya?" tanya Bi Yani dengan penasaran.

"Calon," jawab Bianca singkat. "Mami sama Papi udah pulang kan, Bi? Mereka di dalam kan?" tanya Bianca terlihat berbinar-binar.

"Tidak, Nona, Tuan dan Nyonya sudah kembali lagi ke Swiss, mereka hanya pulang mengambil berkas," jelas Bi Yani dengan nada yang sedikit iba.

Bianca terlihat kecewa, air matanya hampir saja keluar dari mata indahnya. Namun, gadis itu mencoba tersenyum menatap wajah Bi Yani.

"Eh, Nona gak boleh sedih, Nona tau tidak mereka membelikan Nona hadiah. Nyonya membelikan sebuah motor BMW HP4 Race Standard, sedang Tuan membelikan Nona mobil Bugatti La Voiture Noire," ujar Bi Yani berharap agar Bianca bahagia.

Tapi Bianca tidak terpengaruh dengan hadiah-hadiah mewah itu. "Bi, aku gak butuh hadiah, Bi. Aku butuh mereka, aku butuh kasih sayang itu aja, gak lebih. Aku gak butuh dibelikan barang miliaran rupiah ataupun terliun," ujar Bianca dengan nada yang sedih kecewa dengan orang tuanya.

Gadis itu langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah sambil berlari, meninggalkan Bi Yani yang terlihat iba dan tidak bisa berbuat apa-apa. Bi Yani hanya bisa memanggil nama Bianca dengan lembut.

"Nona..."

Bi Yani mengikuti Bianca ke dalam rumah, mencoba untuk menenangkan gadis itu. "Nona, tunggu... Bi Yani ada di sini untuk Nona," kata Bi Yani dengan suara yang lembut. Tapi Bianca sudah tidak ingin mendengar apa-apa lagi, dia hanya ingin sendirian dan memproses perasaannya sendiri.

Brak

Bianca membanting pintu kamarnya dengan keras, lalu berbaring di atas ranjangnya sambil menangis tersedu-sedu.

"Gue benci mereka, arkkk, hiks hiks hiks!" teriak Bianca, melempar semua bantal-bantal ke sembarang arah.

"Gue gak butuh semua harta ini, gue cuman butuh kasih sayang, selalu diperhatikan. Gue benci, benci!" teriak Bianca sejadi-jadinya, air matanya mengalir deras.

"Kalo memang gue gak diinginkan, untuk apa gue dilahirkan? Apa yang mereka kasih selama ini? Dari gue kecil aja udah ditinggal. Gue butuh pelukan kalian, hiks hiks," Bianca terus menangis, merasa sangat sedih dan kesepian.

Dia memikirkan bagaimana orang tuanya selalu sibuk dengan pekerjaan mereka, jarang memperhatikan dia. Jika Bianca juara, mereka tidak pernah datang untuk merayakan keberhasilannya. Jika Bianca sakit, mereka tidak pernah datang untuk menjenguknya dan untuk memeluk nya, bahkan tidak pernah bertanya kabar.

Bianca merasa bahwa dia hanya dianggap sebagai anak yang harus dirawat dan diberi harta, tapi tidak pernah dianggap sebagai anak yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian.

"Gue gak butuh mobil mewah, gue gak butuh uang, gue butuh kalian," Bianca terus menangis, merasa sangat kesepian.

"mami,papi, Bianca kangen"

Hingga akhirnya terdengar suara lirih dari gadis itu karena kelelahan menangis. Bianca perlahan-lahan memejamkan matanya, dan setelah beberapa saat, dia akhirnya tertidur dengan air mata yang masih membasahi pipinya. Wajahnya yang biasanya cerah dan bersemangat kini terlihat sedih dan lelah.

Bi Yani yang mendengar suara Bianca yang tidak terdengar lagi, perlahan-lahan membuka pintu kamar dan melihat Bianca yang sudah tertidur. Bi Yani merasa iba melihat keadaan Bianca, dan dia tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu sampai Bianca bangun lagi.

Bi Yani duduk di samping ranjang Bianca, memperhatikan wajah gadis itu dengan penuh kasih sayang. Dia berharap bahwa suatu hari nanti, orang tua Bianca akan menyadari betapa besar kebutuhan Bianca akan kasih sayang dan perhatian mereka.

"yang sabar yah non, andaikan bibi di izinkan untuk memberi tahu semua nya,tapi jika bibi memberitahu bibi takut nona sakit hati "gumam Bi Yani menatap iba anak majikannya

...----------------...

Edgar, pemuda itu, memasuki perkampungan rumah dengan di sambut oleh ibunya, Monica, yang memiliki senyum hangat. Dengan gembira, Edgar berlari dan memeluk ibunya dengan erat, merasakan kasih sayang yang tulus dari ibunya.

"Nak, bagaimana hari ini? Senang? Dapat teman-teman baru kan?" tanya Monica dengan lembut, sambil membelai rambut Edgar dengan kasih sayang.

"Yes, Mommy!" jawab Edgar dengan gembira, sambil tersenyum lebar. "Ayo, masuk," ajak Edgar, mengandeng tangan Monica.

"Pelayanan!!" panggil Monica. "Kemari dan bawakan saya cake yang baru saya buat kan tadi," ujar Monica.

"Baik, Nyonya," jawab pelayan yang sedang berada di dapur.

Tiba-tiba, seorang gadis cantik bernama Allexa berlari menghampiri Edgar. "Abang, bantuin aku buat gambar ini, susah!" ujar Allexa, sambil memegang kertas dan pensil.

"Sini, gampang ini tinggal kamu gambar rumah aja, habis," ujar Edgar, sambil membantu Allexa.

"Naah, itu bang, susah aku gak bisa," ujar Allexa, sambil menunjukkan hasil gambarnya yang kurang bagus.

Monica tersenyum melihat interaksi antara kedua anaknya. "Abang makan dulu, sayang, baru belajar ya?" ujar Monica, mengangkat tubuh Allexa ke pangkuannya.

"Okey, Mommy," jawab Edgar, sambil duduk di sebelah Monica dan Allexa. Monica kemudian memberikan cake yang baru dibuatnya kepada Edgar dan Allexa.

"Makanlah," ujar Monica dengan kasih sayang.

"Om mu belum pulang, tumben. Padahal Mommy sudah meneleponnya," ujar Monica, sambil memperhatikan wajah Edgar.

"Om mengaku sebagai Daddy di sekolahku tadi," ujar Edgar, dengan nada yang sedikit kesal.

"Anak itu, ya sudah lah, tak apa-apa. Yang penting dia mengerjakan tugas yang diberikan Mommy," ujar Monica, mencoba untuk menenangkan Edgar.

"Mengerjakan tugas boleh, tapi dia mengakui bahwa dia Daddy ku," ujar Edgar, dengan nada yang masih sedikit kesal.

Pemuda ini memang banyak bicara jika bersama Monica, hangat di dalam, dingin di luar, itulah Edgar.

"CK, seperti anak kecil saja"ujar Allexa sambil menikmati kue menatap wajah Edgar sinis

"hey,anak kecil"tegur Monica sambil mencubit pipi putri dengan gemas

1
Dewi Payang
Pasri Bianca ini, bikin Edgar pusing 7 keliling😅
Dewi Payang
Siapa itu Ailiy? pacar atau adik edgar?
Dewi Payang: Pantesan aja Esgar sulit move on
total 2 replies
drpiupou
wkwk ikutan juga dia
Iqueena
Tiati Edgar, nanti kalau Bianca berhenti gangguin kamu, ujung2nya kamu yang gangguin dia, jangan dingin2 lah 😌
sjulerjn29
siapa yang dateng bianca kah? masih misteri sih kurasa itu cowo deh cuma habis krimbat jadi belum diiket rambutnya🤭
Afriyeni Official
yg kayak gitu mukanya tebal 100 inci /Facepalm/
Afriyeni Official
ada lagi yg beginian. kenapa dalam setiap kehidupan biang kerok tak pernah hilang /Sleep/
༺𝑨𝒕𝒉𝒆𝒏𝒂_𝟐𝟓༻
mgkn dg bhsa kucing si Bianca ngrt bang😂😂😂
༺𝑨𝒕𝒉𝒆𝒏𝒂_𝟐𝟓༻
Enggak, aku pgn selalu deket dg mu bang, mlh klo bs aku tempelin kek perangko😂😂😂😂
Ceyra Heelshire
taruhannya segini mana mau nolak dia
Drezzlle
Hayo mamahmu nangis Bianca, jangan sampai nyakiti, nanti hidupmu jadi nggak berjalan dengan baik
Alyanceyoumee
itu cemburu woy
Alyanceyoumee
waduh aksara... 🫣
@dadan_kusuma89
Jangan begitu Bianca, apapun kesalahannya, dan mungkin telah membuatmu sakit hati, Beliau adalah Ibumu yang tetap harus kamu hormati. Jangan pernah membentaknya!
Nurul An-nisa
Anak IPS pindah ke IPA, jomplang banget sih. mereka keren kalo bisa ngikutin dg cepat
Nurul An-nisa
Nah lo
Sarifah Aini
Edgar tuh kayak lagi jaga jarak, padahal Wilona pengen dia lebih deket sama keluarganya 😔
Muffin🧚🏻‍♀️
Aku jadi kasian sama biancaaa. Peejuangannya pasti susah sih kalau edgar gam bisa lupa sm masalalunya
Anyelir
anak perempuan selalu jadi tuan putri bagi ayahnya. Irinyaaa
Afriyeni Official
iyaa iya,, enggak enggak. padahal dalam hati iya mauuuuu
Dasyah🤍: benar banget kak, Bianca sengaja ngak mau 🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!