NovelToon NovelToon
Bukan Sekedar Pelarian

Bukan Sekedar Pelarian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Pihak Ketiga / Cinta Murni / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Itha Sulfiana

Karena setiap orang memiliki rahasia.

Ellio yang baru sadar dari koma baru tahu bahwa gadis yang menjadi alasannya untuk bertahan hidup ternyata sudah membagi hatinya untuk orang lain. Patah hati tentu membuat Ellio hampir kehilangan arah. Namun, tekad untuk mendapatkan kembali cintanya mendorong ia lebih keras untuk segera pulih.

Di saat yang sama, ada Putri
yang mencintai Ellio dalam diam. Ia yang hanya berperan sebagai figuran di kisah cinta Ellio dan Shanum. Dia yang selalu ada untuk Ellio, malah menjadi tersangka yang harus di adili untuk kesalahan yang sebenarnya tidak patut di salahkan. Jatuh cinta.

Siapa yang bisa memvonis bahwa jatuh cinta adalah kesalahan ? Mungkin hanya Ellio. Dan, ketika Ellio baru menyadari arti kehadiran Putri, gadis itu sudah pergi. Menghilang seperti permintaan Ellio terakhir kali.

Cinta, benci serta sebuah tahta yang harus di teruskan, bagaimana kisah ini akan berakhir ?

Baca juga :
~Bima & Ellena : Pernikahan Kontrak
~Senja di Moorea

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BSP#9

Kamu itu masih baru ! Tolong bertindak lebih sopan terhadap senior. Lihat sekarang ! Akibat ulah kamu, kita terlambat syuting dan semua kru harus membuang waktu berharga mereka hanya gara-gara kamu.

Kata-kata dari sang sutradara masih terngiang di kepala Shanum. Sudah dua jam waktu syuting tertunda karena Farah masih juga belum mau memulai syuting. Bahkan, ini masih tahap pengambilan gambar untuk media cetak dan belum syuting untuk iklan komersial di televisi. Tapi, waktu 3 jam pertama hanya terbuang sia-sia dengan menunggu artis yang katanya terkenal itu untuk mau memulai.

Bujukan berkali-kali dari sutradara juga tidak mempan. Farah masih tetap keukeuh tidak mau memulai syuting dengan alasan yang di rasa Shanum terlalu di buat-buat. Di mana salahnya jika dia tidak mengenal Farah ? Itu hal yang wajar bukan ? Bahkan, penyanyi seterkenal Raisa pun, pasti masih ada orang yang tidak mengenalnya entah di belahan pelosok mana di negara ini.

Beberapa kru mulai menggerutu dan menyalahkan Shanum. Bahkan, ada yang terang-terangan menyindir Shanum dan menyalahkannya dan malah membela Farah.

Hei ! Harusnya jika mau marah, dari tadi dong ! Farah kan juga telat satu jam. Kenapa nggak ada yang mempermasalahkan itu ?

Shanum menghentakkan kakinya dengan keras ke arah lantai. Menimbulkan bunyi cukup keras hingga menyedot perhatian untuk sepenuhnya teralih kepadanya.

"Awww ! Sakit ! Kaki aku kayaknya keseleo deh ! Nggak biasa pake heels sih ! Hahahahaha." Ujarnya beralasan agar orang-orang tidak menyalahkannya lebih jauh.

Farah yang duduk tidak jauh darinya tertawa kecil bersama sang asisten. Jelas sekali, bahwa dirinya sedang merendahkan Shanum.

"Lihat tuh ! Muka doang kayak bule, taunya pake heels aja nggak becus !" Ejek Farah dengan suara nyaring. Sengaja betul memperdengarkan setiap kata yang di keluarkan dari mulutnya pada Shanum.

"Namanya juga bule kampung." Imbuh asisten Farah dengan suara tak kalah nyaring.

Detik berikutnya, ledakan tawa dari beberapa orang terdengar begitu menyebalkan di telinga Shanum. Meski tidak semua, tapi cukup menjadi ajang untuk menguji kesabaran Shanum. Dia dengan sebisa mungkin menahan amarah dan tidak membuat seisi ruangan ini kena pecat oleh Tuan Syakkir jika tahu bahwa dirinya menjadi sasaran bullying di hari pertama.

Hah ! Shanum jadi menyesal karena sudah mengusir Lia tadi. Seharusnya, dia membiarkan Lia tetap di sampingnya agar orang-orang tahu siapa dia sebenarnya. Karena jika dia mengaku sekarang sebagai putri Tuan Syakkir, tentu orang-orang hanya akan mengolok Shanum dan mengatainya mengada-ada.

"Pak sutradara, darimana sih dapat bintang kayak gini ?" Farah sepertinya belum puas memancing emosi Shanum.

"Bos besar yang merekomendasikannya, mba." Jawab sang sutradara segan.

"Kok bisa sih, bule gak ada bakat gini ikut syuting sama kita ?"

Kamu aja belum lihat gimana akting aku, udah sok-sok'an bilang aku gak ada bakat. Kalian belum tahu aja kalau di Norwegia aku hampir jadi bintang film andai papa gak manggil aku buat kembali kemari.

"Mungkin dia tidur sama bos besar kali, makanya bisa dapat job ini." Kembali, asisten Farah ikut menimpali ucapan artisnya.

Kali ini Shanum sudah benar-benar habis kesabaran. Dia menggebrak meja dengan keras dan melangkah angkuh mendekati Farah yang masih duduk manis di kursinya. Semua mata tertuju padanya saat ini.

"Kalian berdua ! Tolong omongan itu di jaga kalau kalian masih betah bekerja di perusahaan ini." Geram Shanum dengan nada rendah.

Farah dan asistennya berpandangan dan tertawa bersamaan pada detik berikutnya.

"Memangnya, apa yang kamu punya sampai-sampai bisa ngancam aku kayak gitu ?" Farah berdiri di hadapan Shanum. Berusaha mensejajarkan tinggi badan mereka yang terpaut 5 centimeter yang mengharuskan Farah sedikit mendongak menatap lawan bicaranya.

Sudah mirip seperti seekor musang yang menantang harimau.

"Saya mungkin nggak memiliki apa-apa. Tapi saya cukup lebih dari mampu untuk menyingkirkan artis tidak bermoral dari Dream Corporation detik ini juga."

"Karena apa ? Karena kamu beneran simpanan bos besar, hah ?

PLAK !!

Telapak tangan Shanum sudah berhasil memberi rasa panas di pipi putih Farah yang saat ini sudah mulai memerah. Gadis cantik dengan wajah blasteran itu benar-benar sudah di ambang batas.

Sang Sutradara segera menarik kasar tangan Shanum dan menyeretnya sedikit menjauh dari Farah.

"Sudah nggak ada otak kamu ? Berani sekali kamu menampar artis emas kita ? Apa kamu sudah gila ?" Bentak sang sutradara marah.

Shanum menyentak lengannya hingga pegangan sutradara tadi terlepas. "Kalian semua yang sudah gila. Mendengar ucapan kotor keluar dari mulut perempuan itu kalian hanya diam saja. Apa seperti ini wajah asli kalian ?" Shanum balas membentak dengan tatapan yang merajam satu persatu kru yang berdiri tegang karena menyaksikan keributan itu.

"Ada apa ini ?" Suara penasaran dari seorang pria muda dengan setelah jas dan kacamata yang bertengger di hidung mancungnya sukses menengahi kericuhan yang sempat terjadi.

Sang Sutradara segera berlari memberi hormat pada wakil CEO Dirgantara Group yang baru saja tiba. Dia dengan tergopoh-gopoh mengambil kursi miliknya dan mempersilahkan Andra untuk duduk di sana.

"Apa pemotretannya sudah selesai ? Saya ingin melihat hasilnya." Andra tersenyum dan dengan santai duduk di kursi yang sutradara tadi berikan.

"Be-belum ,pak !" Jawab sutradara itu tertunduk. Wajahnya memucat karena tidak bisa memberikan apa yang Andra minta.

"Kenapa ? Ada kendala ?"

"Anu... Itu...."Sutradara itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Bingung, dengan pemilihan kata yang tepat untuk tidak memancing amarah Andra untuk terbangun.

"Anak baru itu menyebabkan masalah, Pak Andra ! Dia memancing keributan dengan saya dan menampar saya barusan." Farah segera mendekat dan mencari muka sebisa mungkin pada Andra yang notabene-nya pemegang keputusan tertinggi dalam project ini.

Alis Andra terangkat heran. Di kepalanya timbul begitu banyak pertanyaan yang mustahil ia keluarkan secara bersamaan.

"Anak baru ? Di mana dia ?" Andra bertanya penasaran dengan kepala yang berputar mencari-cari keberadaan model baru perusahaannya. Kata Tuan Syakkir sebelum ia kemari, model itu sangat cantik dan sudah berpengalaman bergaya dan berakting di depan kamera. Namun anehnya, ketika Andra menanyakan siapa nama model baru itu, Tuan Syakkir hanya berkata bahwa Andra akan tahu setiba dia di lokasi syuting.

Tuan Syakkir hanya memberikan jaminan bahwa Andra akan benar-benar menyukainya.

"Di sana !" Tunjuk Farah pada seorang gadis yang berdiri membelakangi Andra.

Karena penasaran dengan bentuk tubuh gadis itu yang tampak familiar, Andra berjalan mendekati gadis itu. Berdiri tepat di belakangnya dan menepuk bahunya singkat.

"Mba model baru di sini ?" Tanya Andra ramah yang berbalut dengan sedikit kecurigaan. Ia yakin seratus persen bahwa gadis ini pasti seseorang yang dia kenal.

Shanum yang berdiri membelakangi Andra menggigit bibir bawahnya malu. Demi apapun, dia tidak pernah berencana bertemu dengan Andra dalam situasi sememalukan ini. Apa kata pria itu nantinya jika tahun bahwa Shanum berkelahi dengan bintang besar di hari pertamanya bekerja ?

"Mba ?" Panggil Andra lagi yang tidak memperoleh respon.

Masih sama. Gadis di hadapannya enggan menggubris panggilannya. Mungkin saja dia terlalu takut sehingga tidak mau bertatap muka langsung dengan Andra.

"Mba ? Saya gak akan marah kok. Mba bisa kasih pembelaan dulu ke saya. Nanti baru saya akan memberi penilaian tentang siapa yang salah dan siapa yang benar. Ya ?"

Gadis itu masih tak bergeming. Bahkan, ketika Andra berusaha melihat wajahnya dengan berdiri di depan gadis itu, dia malah berbalik dan sebisa mungkin menutupi wajahnya dengan kedua tangan.

"Hei ! Kamu kenapa sih ?" Andra menahan kedua bahu gadis itu. Menarik kedua tangan yang melindungi padangan Andra untuk melihat langsung wajah cantiknya dan membuat Andra hampir menjatuhkan rahangnya sepersekian detik berikutnya.

1
Sri Afrilinda
suka ceritanya thour😍💪🤗
Sri Afrilinda
Masyaallah... Senyumnya mengalihkan dunia ku.... 🤭🤭
Sri Afrilinda
manis bangettt 😍😍😍
Sri Afrilinda
🤣🤣🤣🤣🤣
Desty Winianti
ini novel udh lama bgt..tp ak baru baca🤣....btw visual putri udh almarhum
Han*_sal
terimakasih .aku suka. muuuah
Ririn Satkwantono
makasih utk cerita si ganteng kk author.. sukses slu
Ririn Satkwantono
siapa yg melindungi siapa... wkwkwk..
murat tau nggk klo putri anak.adimas
Ririn Satkwantono
wiih.. tamat kah thor
Ririn Satkwantono
nnt klo marahan .. ellio pasti yg babak belur🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
cocok dpt menantu kyk ellio... hello kitty jg🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
ellio cmbokur🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
duh Gusti... senyumnya itu lho.. ellio
Ririn Satkwantono
Masyaa Allah... siapa yg nggk mau, klo ellio khilaf🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ada ular tp bukan cobra🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
jd kngen darren dirikuuuhhh
Ririn Satkwantono
ci cuit si ellio
Ririn Satkwantono
sayang nya... bima nggk hadir
Ririn Satkwantono
knp ellio slu ditunjukin sih foto nya... aq tkut terbawa mimpi... wkwkwk
Ririn Satkwantono
putri nangis... ellio mewek jg🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!