NovelToon NovelToon
Aku, Kau, Dia Dan Cinta

Aku, Kau, Dia Dan Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anggun Kartika Mundikasih

Melupakanmu masih menjadi pekerjaan rumah yang belum kudapati jawabannya
Melepaskanmu adalah perkara mudah bagi logikaku namun menjadi sulit untuk hati ini
Semuanya tentang rasa yang ada di dalam dada...
Tetap mengharapkanmu adalah hal terbodoh yang kulakukan ketika dirimu yang mematahkan asa yang selam ini kupegang erat
Tetap bersamamu kusadari ada hati yang terluka dan kecewa
Tak akan ada kebahagiaan yang abadi jika berada diatas derita
Tapi aku bisa apa?
Hanya waktu yang akan menjawabnya
Perlahan akan menghapus segalanya
Antara Aku, Kau, Dia dan Cinta...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggun Kartika Mundikasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Yang Berubah

“Apa? Kau punya tunangan?!” Teriak Diandra dan Frans serempak mengagetkan seisi ruangan Old Madame Cafe. Diandra, gadis hitam manis nan dewasa ini adalah sahabat Nadia sejak kecil yang usianya terpaut empat tahun lebih tua. Ia merupakan istri dari Frans. Melihat hubungan mereka yang begitu mesra sering membuat Nadia iri. Ia berharap bisa memiliki hubungan percintaan seperti mereka. Dan harapannya itu muncul sejak Saga hadir dalam hidupnya.

“Kenapa kalian berdua histeris segitu sih?” Nadia memain-mainkan sedotan coffee latte ice pesanannya dan sesekali meminumnya. ”Memangnya ada yang salah dengan ucapanku tadi?”

“Diandra! Coba tolong ambilkan termometer sekalian air es dan handuk bersihnya! Sepertinya pelanggan spesial kita ini terkena serangan demam dadakan!” Frans begitu panik menyuruh Diandra sesuai dengan instruksi yang diberikannya.

“Roger Bos!” Diandra bersikap seperti tentara yang sedang menerima perintah. Tangannya diangkat dan ditempelkan ke dahinya.

“Kalian berdua ini apa-apaan sih? Aku tidak sakit!” Protes Nadia sambil merengut. Pipinya yang membulat membuat wajah ovalnya itu terlihat begitu menggemaskan seperti anak kecil.

“Ya ampuuunnn, mukamu itu lucu sekali sih,” Frans yang tak tahan akhirnya mencubit pipi Nadia. “Kami paling senang mengganggumu! Ngomong-ngomong, seperti apa tunanganmu itu?”

“Dia tampan! Pintar! Karirnya bagus! Baik hati! Sempurna!”

“Yuks, kenapa ya melihat kamu ngomong kayak gitu terasa aneh? Iya kan Di?” Frans melirik kearah Diandra yang membawakan sepiring fruit pie ke hadapan Nadia yang memang memiliki hobi makan makanan manis.

“Iya,” Diandra mengangguk. “Kamu punya fotonya?”

“Ada dong,” Nadia merogoh tas punggung berwarna biru miliknya dan mengambil smartphone berlogo buah apel tergigit yang jika dilihat kondisinya saat ini sangatlah menyedihkan. Penuh baretan karena terlalu sering terjatuh. Seandainya benda mati itu dapat berbicara, rasanya ia ingin menangis dan mengadu kepada sang pemilik karena begitu cuek dan kasar memperlakukannya. “Namanya Saga Airlangga, Kepala Bagian Internis di Rumah Sakit TA.”

“Kau...,” Frans dan Diandra saling berpandangan setelah melihat foto Saga.

“Aku kenapa?” Nadia memiringkan kepalanya.

“Kau nggak salah pilih tunangan kan?”

“Memangnya kenapa?”

“Dia...aduh, gimana ya menjelaskannya?” Frans merasa bingung untuk menjelaskannya. Lelaki di foto itu terlihat begitu perfeksionis, penuh perhitungan dalam merencanakan sesuatu seolah manipulatif, dingin dan sangat bertolak belakang dengan Nadia yang terlalu polos dan selalu bertindak terlebih dahulu kemudian memikirkan efek dari keputusannya belakangan. Entah mengapa ia memiliki perasaan tidak enak kepada lelaki tersebut. Ia khawatir jika dirinya mengatakan bahwa lelaki seperti Saga tidak cocok untuk Nadia sudah pasti ucapan itu akan menyakiti hati adik kecilnya itu. Ia menyadari bahwa sepertinya Saga adalah cinta pertama bagi Nadia. Hal itu dapat terlihat dari cara bicara Nadia yang tampak begitu bahagia dengan binaran cahaya di kedua matanya ketika menceritakan tentang Saga. Hal yang tidak pernah ia temukan sebelumnya. Diandra yang menangkap nada suara dan ekspresi Frans mengambil langkah untuk mewakili Frans berbicara.

“Dia keren kok Nad, semoga kamu berhasil dengannya ya,” Diandra mengusap-usap rambut Nadia dengan lembut.

“Tuh betul kan, Frans seleranya nih yang payah.” Cibir Nadia.

“Sembarangan!” Protes Frans. “Kalau seleraku parah berarti kau sama saja menghina sahabatmu yang telah aku pilih untuk dijadikan istriku tahu!”

“Hahaha,” Nadia tertawa keras. Ia mengambil potongan pie yang dibawa oleh Diandra.

Frans segera menarik Diandra ke dapur cafe. Ia pun akhirnya dapat mengeluarkan isi hati keberatannya akan hubungan Nadia dengan Saga kepada Diandra tanpa sepengetahuan sang gadis. “Kenapa kau justru mendukung Nadia untuk bersama lelaki itu?” Frans tampak cemas dan khawatir.

“Aku mengerti Frans, aku pun sebenarnya merasa lelaki itu tidak pantas untuk Nadia. Ada sesuatu yang tidak aku sukai dari orang itu. Anak itu terlalu naif untuk seseorang seperti Saga.” Diandra yang memang terlahir menjadi orang dewasa dan bijak di usianya yang cukup muda menjawab pertanyaan suaminya dengan diplomatis. “Apakah kau tidak melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Nadia? Pernahkan kau melihatnya begitu bahagia? Apakah kau tega untuk menghancurkannya?”

Frans hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Setidaknya hubungan Nadia dengan lelaki itu bisa membuatnya berproses menjadi pribadi yang lebih dewasa. Berhasil atau tidak berhasil hubungan mereka kelak, tugas kita adalah merangkul Nadia. Karena Nadia adalah orang yang paling kita sayangi berdua.”

Frans memainkan sedotan yang berada di dalam gelas berisi orange squash buatannya sendiri. Ia duduk di tempat duduk yang biasa digunakan Nadia. Cafe-nya tampak begitu lengang saat ini. Hanya dirinya seorang di sana. Tatapannya mengarah ke langit biru di atasnya. Perasaannya bercampur-aduk ketika ia membawa Nadia yang seenaknya tidur di *ca*fe ke apartemennya. Ia kembali mendengar nama Saga terucap di bibir Nadia. Jantungnya tercekat ketika nama itu keluar dari bibir mungil Nadia. Sejak kapan perasaannya berubah kepada Nadia? Ia merasa Nadia tidak seperti adiknya sendiri, ia merasa Nadia lebih dari itu.

“Ya Tuhan, kenapa bisa jadi begini?” Frans menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

***

1
Anggun Kartika
Akhirnya Selesai juga Novel ini. Terima kasih sudah setia membaca novel ini dari awal hingga akhir😌🙏🏻. Sampai jumpa di dunia imajinasi Penulis berikutnya 👋🏻
Aisyaah Putri
ceritanya bagus..gak sabar nunggu kelanjutannya
Anggun Kartika
I’m Back to finish this love story💪
Anggun Kartika
Dear para Pembaca setiaku, Novel ini hiatus dulu sampai Novel “Kontrak Jiwa” Tamat, terima kasih 🙏🏻
nursanti Santi
orang itu kalau baik n mudah luluh banyak yang manfaatin ya...kalau terlalu baik juga gak bagus orang pasti bilang naif tapi aku suka alur ceritanya walau di awal gak suka sifat saga eeeh setelah baca bab ini aku paham bukan saga yang salah tapi takdir sedang menguji kekuatan cinta mereka semangat nulisnya Thor
nursanti Santi: sama2 kakak saya tunggu cerita2 yang terbaru ya kak SEMANGAT 💪💪💪
total 2 replies
Amelia Zahra
bguss!!
adhinata rendra
Ditunggu updatenya 👍🏻
Ayunda Permata
Ditunggu updatenya Thorrr
Anonim
Ditunggu update chapter barunya ya Thot… gak sabar nungguinnya👍🏻
Pai Konyol
Nulis sesuai dengan gaya kakak aja biar ga pusing~
Anggun Kartika: Wkwkwkk, memang kenapakah? Aku nulis sesuai kata hati saja enaknya bagaimana..., yg terpenting sampai di para pembaca dan tidak melenceng dengan alur ceritanya😁
total 1 replies
Pin-Up Yang Elegan
Thor, aku gamau jadi arwah penasaran karena nungguin thor lanjut hiks
alchemyworks
next kak semangat, di tunggu update nya☺️🙏
TwilightQueenbee
Duh, ini cerita bikin gemes!
nowhere🌱
semangat lanjutinnya 💪💪😉
nowhere🌱
semangat lanjutinnya 💪💪💪😉
nowhere🌱
ditunggu kelanjutannya kak 😘😘😘
nowhere🌱
paling benci sama cowok lucknut macam tu
Anggun Kartika: Wkwkwkwk, jangan esmosi yak...😂😂😂
total 1 replies
[HCA]ѕυηηу [👑]σϝϝ
Bisakah Anda menjadikan saya administrator di tim Anda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!