NovelToon NovelToon
Benih Yang Kau Tinggalkan

Benih Yang Kau Tinggalkan

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Anak Kembar / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Tamat
Popularitas:66.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fidia K.R

Mengidap Endometriosis, bagai vonis mimpi buruk bagi wanita mana pun hingga terpaksa melakukan operasi dan proses bayi tabung, namun perceraian justru harus terjadi.

Berjuang sebagai orang tua tunggal dengan kehadiran kedua buah hati yang terlahir fraternal, membuat hari-hari Irene tidak terduga hingga pertemuan tak terduga kembali terjadi dengan Hendrik, menyisakan pertanyaan yang tanpa diketahui ada bahaya mengancam di saat kebenaran mulai terungkap.

Di saat pertemuan dan genggaman tangan itu menarikmu, apa kau akan berbalik untuk bersama atau justru meninggalkan kembali?

Ikuti kisah Irene & Hendrik selanjutnya, tak lupa Xander & Xavia yang menggemaskan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fidia K.R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keterlibatan 4

Terdengar sebuah perkataan yang mengatakan, mau kau berusaha keras apa pun, sebaik apa pun, untuk mencoba mendapatkan hatinya, jika pada akhirnya hati itu bukan untukmu, maka percuma kau bersikeras bagai orang yang bodoh akan pengharapan.

Tatapannya pun begitu dingin terasa, seolah kehadiran yang tidak diharapkan datang menyapanya. Bagai hembusan angin malam yang menusuk kulit yang mulai terasa dingin membeku, alam bawah sadar yang selalu bersikap egois ini, haruskah dihentikan meski rasa ini ingin kembali bersamanya?

“Seperti yang kita tahu, hujan badai sempat menjadi kendala selama 3 hari ini ... karena itu saya meminta anda semua lebih fokus pada sektor D terlebih dahulu. Bagaimana menurut Pak Hendrik?” ucap Irene pada perwakilan pihak kontruksi, di tengah rapat pada siang hari.

“Pak? Pak Hendrik?! Apa anda mendengarkanku berbicara sejak tadi?” lanjut Irene kembali bertanya, dengan menjentikkan jari atau melambai karena tidak ada sedikit pun tanggapan dari Hendrik yang terlihat menerawang.

“Ma-maafkan aku, sampai di mana tadi? ... Aaahh ya, aku pun setuju kita fokuskan dulu pembangunan pada sektor D karena berbahaya,” balas Hendrik dengan sikap salah tingkahnya.

“Baiklah, kita lanjutkan dengan membahas mengenai ....”

Hendrik kembali terdiam menatap pada Irene yang benar-benar bersikap acuh padanya. Percakapan yang dilakukan Irene pun begitu profesional sangat jauh berbeda ketika dulu saat pertemuan pertama mereka, di mana Irene sedang melamar kerja disalah satu perusahaan konsultan arsitektur milik rekan bisnis Hendrik.

Berbagai pertanyaan timbul dalam diri Hendrik kala ini dengan kenangan yang mulai mempertanyakan kembali apa alasan Irene hingga mengajukan surat perceraian padanya, bahkan pergi begitu saja meninggalkannya. Tidak tahu ke mana dan di mana, bahkan Hendrik pun tidak dapat menemukannya.

“Baiklah, rapat selesai. Terima kasih sudah datang dan saya tunggu kabar baik dari anda semua,” ucap Irene pada perwakilan pihak konstruksi seraya berjabat tangan dengannya.

Selesai berjabat tangan dengan Hendrik, Irene pun ikut berjalan keluar begitu saja meninggalkan Hendrik dan Bastian di dalam ruangan. Hendrik seketika sedikit menunduk dan menggoyangkan kepalanya ke arah samping, dengan senyuman menyeringai berpura-pura merapikan dasi jas yang tertata sempurna.

“Duda tampan dan kaya raya, ditolak mentah-mentah oleh mantan istrinya ... menurutmu jika aku menyebarkannya, apa berita ini akan booming?” sindir Bastian dengan mudahnya tertawa lepas.

“Ciihh ... apa kau lupa?! Kau sendiri perjaka tua termakan usia! Setidaknya aku pernah menikah,” balas Hendrik dengan penuh rasa bangga, seraya merapikan dasi yang dikenakannya kembali.

Sindiran yang diberikan satu sama lain sama sekali tidak menimbulkan pertengkaran, justru bagai pria dewasa yang berkelakuan seperti anak kecil sedang tantrum. Saling memukul atau menendang satu sama lain, Hendrik dan Bastian berhasil mencuri perhatian dari para pegawai wanita yang tersenyum malu melihat tingkah laku konyol dari keduanya.

Bastian yang belum memiliki banyak pengalaman mengenai wanita pun langsung menanggapi itu dengan raut wajah dan telinganya yang memerah, tertunduk menahan malu. Sedangkan Hendrik menatap lurus pada Irene yang ternyata sedang menatapnya dari kejauhan dengan mata yang menyempit seolah merasa malu akan kelakuan mantan suaminya itu.

Sebagai investor utama dan terbesar, tentu Hendrik diberikan ruangan khusus yang dapat mempermudahnya untuk bekerja meski ini bukanlah perusahaannya. Kembali dengan sikap mereka yang maskulin dan berwibawa, keduanya pun berjalan bersama dengan sedikit langkah cepat menuju ruangan Hendrik.

"Kau membuatku malu! By the way, dari tadi aku mendengar handphonemu berbunyi, kenapa tidak kau periksa?" tanya Hendrik pada Bastian saat memasuki ruangan.

“Ya, saat rapat  tadi aku mendapat email, lihatlah apa yang dikirimkan padaku,” ucap Bastian dengan memberikan handphonenya pada Hendrik, membaca dengan begitu serius Hendrik langsung memberikan tanggapan akan rasa amarah yang tertahan.

“Jadi Anna bekerja sama kembali dengan Mr. JK?! Apa kau berhasil menemukan lokasi persembunyiannya?” tanya Hendrik pada Bastian yang hanya dapat tertunduk rendah penuh dengan kata maaf.

(BHHAAKKK) “SIAL! Aku tahu akan begini akhirnya! Seharusnya kala itu kau menangkapnya Bass! Apa yang membuatmu melepaskan pria itu?!” Hendrik akhirnya lepas kendali dengan menunjuk ke arah Bastian yang hanya dapat menundukkan kepalanya kembali.

Melihat Bastian yang hanya dapat terdiam dan tertungkul penuh rasa bersalah, Hendrik langsung menyadarkan dirinya yang sedetik lalu lepas kendali. Tentu bagi Hendrik yang mengalami kejadian buruk dengan masa lalu Bastian yang kelam, sungguh terlalu jika ia sampai menyudutkan Bastian.

“Bass ... maaf. Sungguh, aku tidak bermaksud menyu—”

“Aku mengerti, kau tidak perlu menjelaskannya padaku. Aku juga tahu kau akan bereaksi seperti ini, tapi aku tetap harus memberitahumu hal ini,” balas Bastian tersenyum dengan sikap netralnya.

“Kau tenanglah, aku akan menuntut balas untukmu serta, untuk diriku sendiri. Saat ini mereka pasti sedang merencanakan sesuatu, kita harus lebih berhati-hati,” ucap Hendrik penuh waspada.

“Menurutmu, mereka sudah tahu keberadaan Irene dan kedua anaknya?” tanya Bastian mencoba memastikan, karena rasa bersalahnya pada Irene atas kejadian terdahulu.

“Ya, aku yakin mereka sudah tahu mengenai Irene dan anaknya ... Bass, aku yakin Irene tidak membencimu. Rasa itu lebih tertuju padaku, jadi kau tenang dan bersikap biasa saja dengannya.”

“Tapi jika saat itu aku menghentikan Anna dan Sarah, kau tidak akan bercerai dengan Irene ... bahkan aku melihat mereka mendorong Irene hingga terluka saat mengusirnya dari kediaman Kessler,” ucap Bastian bernada rendah, mengulang kenangan dalam pikirannya.

“Apa?! Kenapa kau tidak memberitahukanku hal ini?! Mereka mendorong Irene?! ... Berarti rekaman CCTV yang mereka berikan padaku saat Irene pergi dari kediaman, sudah mereka edit sebelumnya?” Hendrik pun begitu tercengang akan fakta baru yang ia ketahui.

“Aku tidak tahu rekaman CCTV seperti apa yang mereka berikan padamu karena, saat itu aku tidak berhasil menemui dan mencari Irene. Kau jelas tahu saat itu aku pun kembali menuju perusahaan untuk menggantikanmu bekerja,” balas Bastian mencoba mengingatkan.

Kekesalan Hendrik semakin merajai relung sukma jiwanya yang terdalam, bahkan jika ia boleh berkata kasar atau sesuka hati dalam bertindak, akan sangat memuaskan jika Hendrik dapat melihat Anna dan Mr. JK terpancung pada tiang gantung layaknya hukuman pada zaman dulu.

Di tengah rasa kesalnya yang belum usai, tiba-tiba kepanikan di kantor pun terjadi dengan berkumpulnya orang-orang di pelataran umum lobby utama perusahaan. Merasa penasaran, Hendrik dan Bastian pun memilih untuk berjalan dan melihat apa yang terjadi di sana.

Tidak perlu diragukan kembali, kedua tangan yang mengepal kuat dengan urat tangan yang menonjol keluar nampak terlihat dari Hendrik yang mencoba menahan amarah hatinya, tak kala menatpap ada Luke yang kembali memperlakukan Irene dengan tidak tahu malu.

“Hendrik,” tegur Bastian seolah meminta Hendrik untuk menahan diri.

Mendengar teguran dari Bastian, Hendrik pun mencoba untuk menenangkan dirinya dengan memilih untuk berjalan kembali menuju ruangannya. Namun sedikit teriakan dari para beberapa pegawai wanita yang saat ini menatap pada Irene dan Luke, membuat Hendrik tak sanggup lagi menahan emosi, karena membayangkan akan bagaimana Luke memperlakukan Irene.

Dengan derap langkah cepat diikuti Bastian di belakangnya, Hendrik menatap Luke yang saat ini merangkul Irene bahkan mencium lehernya begitu saja dihadapan semua karyawannya. Irene yang melakukan perlawanan justru Luke peluk erat bagai sebuah boneka yang mudah ia goyang-goyangkan ke sana dan kemari.

(BRUUKK) Suara Luke yang terjatuh dari atas tempat duduk, karena Hendrik menendang cukup keras.

“KURANG AJAR! SIAPA YAaa—” Luke terdiam begitu menatap dan merasakan aura Hendrik yang mendominan, menatapnya bagai singa pembunuh.

“Maafkan aku Tuan Wyatt, apa kau baik-baik saja?” ucap Hendrik yang sengaja memanggil Luke dengan nama keluarganya, mengulurkan tangan seraya ingin membantunya berdiri.

“Tidak mau? Baiklah, aku pikir kau pasti masih mampu untuk berdiri sendiri,” lanjut Hendrik dengan santainya, kembali memasukkan tangan ke dalam saku celananya.

Irene yang saat ini menjadi bahan pembicaraan pun diliputi berbagai perasaan menyudutkan, terlebih statusnya sebagai seorang janda beranak dua. Berbanding dengan Luke, pengusaha muda yang menjadi incaran wanita mana pun, tentu kehadiran Irene sangat tidak diharapkan.

Giselle mencoba membawa Irene pergi namun seketika Irene berlari meninggalkannya begitu saja untuk menaiki lift menuju lantai atas, sementara Hendrik masih menatap pada Luke yang terlihat begitu tercengang akan tindakan Hendrik yang terasa seperti ikut campur dalam hubungannya.

Luke berdiri dengan tegap dan kini menatap sejajar pada Hendrik yang akhirnya ikut terbawa suasana panas. Tanpa berkata Hendrik membiarkan Luke menatapnya, hingga akhirnya Bastian menengahi mereka dengan berpura-pura menanyakan pekerjaan.

“Jadi kalian akan fokus ke sektor D terlebih dahulu?” tanya Luke setelah mendengar Bastian menjelaskan perubahan kerja yang tersusun sebelumnya.

“Anda tenang saja, Pak Hendrik akan tetap membiayai proyek ini secara penuh meski terjadi keterlambatan waktu,” balas Bastian kembali dengan tenangnya.

“Te-tentu saja, siapa yang tahu akan ada badai hujan bukan? AHAHAHA ... Tuan Hendrik, anda murah hati sekali,” ucap Luke dengan mudahnya melupakan kejadian sebelumnya.

Dengan Bastian yang mengambil alih, ia pun langsung  memberikan kode pada Hendrik seolah menyuruhnya untuk pergi menyusul Irene. Tak ragu lagi Hendrik pun segera berlari menuju ruangan Irene namun ternyata Irene pun belum kembali, hingga akhirnya bertemu dengan Giselle di pertengahan jalan.

“Dimana Irene? Bisakah kau memberitahuku dia kemana?” tanya Hendrik pada Giselle yang terlihat begitu ragu-ragu atas alasan apa hingga ia harus memberitahukan keberadaan sahabatnya.

“Kumohon Sel ... ini sangat penting untukku dan Irene! Aku akan memberikan penjelasan padamu nanti, tapi aku mohon beritahu dimana Irene saat ini, please ....”

Melihat kesungguhan Hendrik dan juga penilaiannya yang jauh berbeda dengan Luke saat memperlakukan Irene, Giselle pun memberitahukan di mana Irene saat ini. Hendrik berterima kasih dan langsung berlari menuju lantai atas perusahaan tempat Irene berada.

“Berdiri! Apa yang kau lakukan dengan meringkuk seperti ini?! Bukankah kau berkata dia adalah kekasihmu? Lalu kenapa kau terlihat ketakutan dan menangis seperti ini,” tegas Hendrik pada Irene.

“Bukan urusanmu!!” balas Irene ketus, layaknya wanita kuat yang langsung berjalan melewati Hendrik begitu saja.

“Irene! Kau memberi jarak padaku bahkan mengajarkan anakmu untuk berprilaku layaknya pria sejati! Tapi kau malah diam saat dipermalukan oleh pria itu! Apa yang terjadi padamu? Apa harga dirimu sudah hilang?!” ucap Hendrik saat menarik tangan Irene untuk menatapnya.

“Apa kau bilang? Harga diri? ... HAH! Kau benar, aku tidak ada harga diri, kau tahu kenapa? Karena harga diriku hancur saat bercerai denganmu! Harga diriku hilang saat keluargamu mempermalukanku! Dan di mana kau saat itu, TIDAK ADA HENDRIK!”

“Kau bahkan memberikan surat cerai padaku begitu saja, lalu sekarang? Kau menanyakan harga diriku? Hendrik, bukankah kau keterlaluan sekali?! Jangan pernah lagi mengurus masalahku!” Irene dengan kesal berjalan meninggalkan Hendrik begitu saja.

Penyalahan diri sendiri atas pertanyaan, apa yang sudah kulakukan atau apa saja yang sudah kulewatkan, kenapa semua ini begitu membingungkan. Tak kuasa melihat tetesan air mata, ingin sekali mendekap erat untuk menghilangkan waktu yang dipenuhi kebencian. Apa yang sebenarnya terjadi pada hubungan ini?

1
Katherina Ajawaila
William di mana, sm Mia 😆
Katherina Ajawaila
Iren terlalu anggap semua masalah bsa di selesaikan mertua udh tangan msh belagu dasar, keras kepala, rendah hati kalau ma sukse
Katherina Ajawaila
Iren gayanya ngeselin. juga kaya perek mau aja di buat bulan2 an, udh Terima suami lagi, msh aja gengsi mertua minta maaf msh keras tapi sm luke jawab nya spt jablai , colin saudara laki2 sprt banci. kel edan
Katherina Ajawaila
siap2 aja Anna, sarah , Jk Terima karma mu🤓
Katherina Ajawaila
Iren gemesin, hendrick. lemot, di luar netizen pada ngibah, bikin gemes, anak dia jadi korban. 🥸
Katherina Ajawaila
Luar biasa
Katherina Ajawaila
Iren aneh aja senang di dlm lingkaran setan, udh jelas kehidupan di salah guna in org bukan nya cerita biar hendrick tau😎
Katherina Ajawaila
makin tegang aja, semoga ketangkap Jk bersama luke dan Anne
Katherina Ajawaila
Hendrick, gercep donk kalau tdk mau kehilangan anak2 mu, iren juga ngulur2 waktu utk blbg identitas si kembar. outhour plases, yg baca jd snewen🥸
Katherina Ajawaila
mis komunikasi Iren, cerita biarHendrick tau selesai deh masalahnya, biar Anna Terima akibatnya
Katherina Ajawaila
gercep lah hendrick itu Anna dan antek2 nya JK😡
Katherina Ajawaila
pasti itu ulah Nya Anna, yg sering neror kel Iren 🥸
Katherina Ajawaila
hendrick kenapa mgk jebak Tantemu, Anna dan cecukuk nya JK,
Katherina Ajawaila
itu ulah ana yg ingin anaknya sarah menjadi istri hendrick 😁
Katherina Ajawaila
kenapa hendrick bisa menceraikan Irene thour, kelihatannya hendrick ngk merasa berbuat menceraikan, jadi penasaran 🥸
Katherina Ajawaila
awal cerita yg menarik, kasihan! irene, punya tante matre 😖
Surati
bagus
Ririn Nursisminingsih
kesalahpahaman yg dibuat oleh seseorang ane karena harta dan tahta
Fidia K.R ✨: /Grimace/ harta dunia memang menyesakkan..
total 1 replies
Ekowati Puji Lestari
duh semoga Irena anak2nya aman
Fidia K.R ✨: Gereget emang ka /Right Bah!/
total 1 replies
Ekowati Puji Lestari
Cerita yang menarik
Fidia K.R ✨: Terima kasih bnyak kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!