Elena, ku mohon cepatlah sadar! Aku sangat merindukanmu!
Seorang Pria muda duduk di samping ranjang, menemani seorang wanita cantik yang baru saja kembali dari gerbang kematian.
Apa yang terjadi dengan wanita itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Win, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9. Pulang Kampung
"Uhmmmm!" Elena tiba-tiba berbalik, membuat kaget Ryuga. Laki-laki itu pun segera tersadar atas kesalahan yang hampir diperbuatnya.
"Astaga...! Apa sih yang aku lakukan? Benar-benar bajingan aku ini!" benak Ryuga.
Dia segera menutupi tubuh Elena dengan selimut, lalu berjalan keluar. Ryuga masuk ke kamar mandi, dia mandi di bawah guyuran air dingin untuk menenangkan kembali adik kecilnya yang sudah berdiri tegak sejak tadi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari yang dinantikan pun tiba, Elena bangun pagi-pagi untuk membereskan semua barang bawaan.
“Tok Tok Tok...!
"Ga, kamu sudah siap belum?" tanya Elena dari depan pintu kamar Ryuga.
“Sudah, sudah, sebentar!" jawab Ryuga dari dalam.
Tak lama kemudian, Ryuga membuka pintu. Dia membawa sebuah koper kecil dan tas ransel. "Yuk, lets go!"
Asisten Ryuga sudah menunggu mereka berdua di depan pintu, dia segera membantu Ryuga untuk mengangkat koper dan memasukkan ke dalam bagasi mobil.
“Ga, kamu sudah bilang belum sama Om dan Tante kalau tahun ini kamu pulang?" tanya Elena ketika baru masuk ke dalam mobil.
“Belum, biar jadi kejutan!” jawab Ryuga.
Sesampainya di bandara, Leo membantu mereka mengangkat koper turun dari mobil.
“Pak, saya antar sampai sini saja ya!” ucap Leo.
“Kamu tahun ini nggak pulang, buat merayakan natal bersama keluarga?” tanya Ryuga kepada Leo.
“Tidak Pak, tahun ini saya rayain di Jakarta saja!” jawabnya sambil tersenyum.
“Baiklah, Selamat hari Raya Natal dan Tahun Baru.” kata Ryuga kepada asistennya.
“Selamat hari Raya Natal dan Tahun Baru Pak Ryuga dan Bu Elena!” ucap balik asistennya itu sebelum kembali ke mobil dan berangkat pulang.
"Krucukkkk!"
Terdengar suara keroncongan dari perut Elena yang sudah terbiasa sarapan. Mereka saling bertatapan lalu tertawa bersama.
"Kamu mau makan apa?" tanya Ryuga.
"Apa aja boleh deh, laper banget!" keluh Elena.
“Yuk kita pergi makan dulu, lagi pula penerbangan kita masih lama!” ajak Ryuga
“Enaknya makan apa ya?” sahut Elena sambil melihat ke kiri dan ke kanan.
“Gimana kalau kita makan di lounge aja? Biar kamu bisa makan sepuasnya.” ajak Ryuga sambil mengejek.
Elena melirik kesal namun dia segera menjawab, “Yuk cepat, laper nih!” Elena menarik lengan Ryuga agar laki-laki itu berjalan lebih cepat.
Sambil makan, Elena menceritakan kenangan masa kecil mereka bersama Ryuga. Mengingat kenangan mereka berdua, Ryuga jadi teringat jika saat kecil dulu, dia pernah mengatakan akan menikah dengan Elena ketika mereka dewasa nanti.
"Len, kamu...!"
“Elena!"
Sebuah suara memanggil nama Elena, dia segera berbalik ke sumber suara.
"Eh Ria, kamu mau ke mana?” tanya Elena.
Ria adalah teman satu kelas Elena, dulu dia sangat menyukai Ryuga dan selalu minta bantuan Elena untuk dipertemukan berdua dengan Ryuga.
“Aku mau jalan jalan ke Singapura." jawab Ria, "Ini Ryuga kan?” bisik Ria sambil menarik Elena ke samping.
“Iya ini Ryuga.”
“Kok dia tambah ganteng sih Len, aduh jadi naksir balik nih saya!"
“Kamu bukannya sudah punya pacar?"
“Sudah putus Len dari bulan lalu, boleh aku minta nomor Ryuga?”
“Itu orangnya di sana, kamu langsung tanya saja sama dia!”
"Malu lah Len, kamu kan teman dekat dia, pasti ada dong nomornya!”
“Aku nggak berani sembarangan kasih nomor Ryuga ke orang, nanti dia nya marah!"
“Ya sudah, aku tanya sendiri saja!” sahut Ria.
Ria berjalan ke arah Ryuga, dengan suara manja dia mengajak Ryuga mengobrol.
“Hai Ga, masih ingat nggak sama aku?"
"Nggak tuh, siapa ya?” jawab Ryuga ketus.
“Aku Ria lho, dulu kan kita pernah 1 satu kelas.”
“Oh, tapi aku nggak ingat kalau aku punya teman yang bernama Ria. Len, yuk! Nanti ketinggalan pesawat!" Ryuga segera mengajak Elena pergi dari sana karena merasa terganggu dengan kehadiran wanita yang asing baginya.
Elena mengikuti langkah Ryuga, dia berbalik lalu melambaikan tangan ke arah Ria. "Bye...!" ucapnya sambil tersenyum.
Mereka berjalan ke arah gate 8 untuk menunggu pesawat yang akan mereka tumpangi.
Sesampainya mereka di Medan, terlihat Mama dan Papa Elena sudah menunggu di depan pintu keluar.
“Ma, Pa...” panggil Elena sambil berlari berpelukan ke arah orang tuanya.
“Om, Tante!" sapa Ryuga.
“Wah, coba lihat siapa ini Ma, sudah lama sekali yah kita nggak ketemu. kamu makin tinggi aja, Ga!" ucap Papa Benny.
“Iya, Om! Sudah 8 tahun aku nggak pulang. Semenjak lulus SMA, aku udah nggak pernah pulang karena sibuk sama urusan kantor.” jawab Ryuga.
“Yuk, kita pulang sekarang! Mama Papa kamu pasti senang banget bisa ketemu sama kamu!" ajak Papa Benny.
Mereka menuju ke mobil Papa Benny yang terparkir di luar gedung. Sepanjang jalan, Elena menceritakan kejadian yang membuat ia tidak jadi menikah dengan Steven.
“Dasar sih brengsek Steven itu, berani-beraninya dia selingkuh sama orang lain padahal sudah mau menikah sama anak mama! Kalau mama ketemu sama dia, akan mama hajar dia tuh!" ucap Mama Raina kesal dengan perbuatan Steven.
Elena dan Ryuga hanya tersenyum melihat kekesalan Mama Raina. Satu jam kemudian, mobil sudah memasuki kawasan perumahan. Papa Benny memberhentikan mobil di depan pintu pagar.
Ryuga turun, lalu membuka bagasi mobil. Dia menurunkan semua koper dan tas yang di bawa oleh mereka berdua.
Mama Ryuga, Cintya, ternyata berdiri di depan halaman. Dia melihat Ryuga yang baru saja menurunkan koper. Mama Cintya segera menghampiri mereka.
“Ryuga, kenapa kamu tidak bilang kalau kamu pulang?" tanya Mama Cintya sambil memukul pelan kepala anaknya yang lebih tinggi darinya.
“Ma, Ma... Sakit lo Ma! Anaknya baru pulang sudah di pukul aja, bukannya di peluk!" keluh Ryuga sambil mengelus kepalanya.
“Kamu memang pantas di pukul, sudah berapa lama kamu tidak pulang? Ini mau pulang juga tidak kabari mama!" Mama Cintya pun mengomeli Ryuga di depan rumah.
“Iya, Ma. Maaf... Ryuga yang salah! Sudah ya Ma, jangan di pukul lagi, sakit lo ini!" ucap Ryuga sambil tersenyum.
“Ckkk... Kamu nih!" Mama Cintya hanya bisa berdecak kesal melihat kelakuan anaknya. Dia lalu menatap Elena, "Hai Len, gimana kabarmu nak? Ryuga ada jahatin kamu nggak?”
“Hallo, Tante! Tidak kok, dia mana berani jahatin aku!” jawab Elena sambil tersenyum.
“Kalau dia jahatin kamu, hajar saja dia ya nak, tante dukung kamu!” sahut Mama Cintya.
“Iya Tante, dia baik kok sama aku Hehe...!"
“Ma, siapa sih anak Mama? Aku kok jadi curiga yah kalau aku tuh sebenarnya bukan anak mama!" protes Ryuga.
“Sudah diam aja kamu, yuk pulang!" sahut Mama Cintya.
"Terima kasih ya Raina dan Benny, sudah anterin Ryuga pulang!” ucap Mama Cintya.
“Iya sama sama, kan kita juga sekalian jemput Elena.” jawab Mama Raina.
^^^BERSAMBUNG...^^^
nyatain ajj cwe suka kok sama cwo baik🤗