Gara-gara ucapan nenek misterius yang entah darimana asalnya, Raya dan Rafa terpaksa menerima perjodohan oleh kedua orangtua mereka yang bersahabat.
NOVEL INI MASIH BANYAK YANG BELUM DIREVISI, MOHON MAAF BILA MASIH BANYAK KESALAHAN PENULISAN🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azra ziya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 Keluarga Baru
Matahari sudah menampakkan Sinarnya. Raya dan Rafa sudah bangun dari pagi, karena hari ini mereka akan pindah kerumah Rafa. Pengantin rasa teman ini keluar kamar dan langsung menghampiri Rahma yang sudah sibuk di dapur. Raya dan Rafa duduk di kursi meja makan bersebelahan, karena Lusi dan Yuda sudah duduk di kursi yang lain.
"Kamu gak usah bawa baju lagi Ray, bunda udah nyiapin kamu baju yang baru, buat kamu bawa. Tuh udah bunda masukin ke koper semalam." Rahma membuka obrolan di pagi hari yang biasanya berisik. Namun kali ini sedikit tenang dan damai karena ada anggota baru.
"Yang bener bun?"
"Iya dong bunda udah nyiapin dari jauh-jauh hari, karena bunda sadar hari ini akan tiba."
"Bunda emang the best. Makasih ya Bun."
"Bunda siapa dulu, iya kan yah?" melirik ayah agar pura pura tak tau apa yang sedang direncanakan sang istri.
"Iya iya bunda kamu emang paling the best."
"Nanti ayah sama bunda yang akan bawa barang barang kamu kerumah Rafa. Kamu sama Rafa duluan aja kesana, sambil jalan-jalan juga gak pa pa, kan udah sah!" ledek Rahma agar Raya terpancing.
"Biasa aja bun. Toh kita udah sering juga jalan berdua, ya kan Raf? tiap hari malah kecuali hari libur," jawab Raya yang tidak terpancing karena memang sudah biasa boncengan berdua dengan Rafa. Walaupun hanya sebatas pulang pergi sekolah.
"Ya beda la, itu ke sekolah. Bukan jalan berdua romantis, kayak pasangan pengantin baru."
"Itu sih gak asik, iya kan Raf? kita kan bukan pasangan biasa ya Raf. Jadi gak mau lah lebay lebay kayak drama romantis atau apalah itu."
Perdebatan ibu anak yang tak ada habisnya akhirnya dimulai lagi, Lusi dan Yuda segera berangkat kerja dan ke sekolah agar tak ikut dalam drama yang panjang.
"Ayah pamit Assalamualaikum." Pamit Bayu.
"Lusi juga Assalamualaikum." Lusi ikut pamit pergi.
"Waallaikumssalam." Jawab Rahma, Raya dan Rafa kompak.
Rafa sebagai anggota baru dalam rumah ini hanya jadi penonton setia drama ibu dan anak yang tak ada kesudahan.
menghabiskan sarapan dengan cepat agar segera berakhir. Karena Rafa sebenarnya tak terbiasa dengan keributan. Karena sifat keluarganya kebalikan dengan keluarga Raya.
Aima, Bayu dan Rafa mempunyai sifat yang tidak beda jauh. lebih tenang saat bicara dan tidak suka berdebat.
"Maaf ya nak Rafa, rumah bunda emang kayak gini kalo udah ada Raya. Berisik kamu tau sendiri kan sifat Raya itu gimana?"
"Enak aja, bunda yang mulai kok Raya yang disalahin," jawab Raya yang tak mau kalah.
"Gak pa pa bun."
"Tuh kan. Untung kamu punya suami kalem kayak Rafa. Gak berisik kayak kamu Ray."
"Bunda tuh yang berisik. Untung ayah juga gak berisik kayak bunda huuhh."
"Rafa mending kamu ajak jalan-jalan aja ni istri kamu! bunda masih ada kerjaan biar istri kamu gak ngomel terus!"
"Bunda jaahhaatt."
"Biarin."
Dengan kesal, Raya langsung masuk kedalam kamar. Mengambil jaket dan kunci motor.
"Ayo Raf cari angin!" ajak Raya sambil melemparkan kunci motor ke arah Rafa.
Rafa hanya mengikuti Raya dari belakang. Sesekali menghembuskan nafas dengan kasar. Mencoba menyesuaikan diri dengan sikap Raya yang susah di tebak. Apalagi ketika kondisi hatinya sedang tidak baik.
"Sabar Rafa." batin Rafa mencoba tenang.
Kau dengar gosip aja udh marah berhari hari, pdahal cuma gosip.
Semantara drimu dgn sadar, dn sukarela berhubngan dgn laki2 lain bahkan smpai jumpa kluarganya disaat berstatus istri org