WARNING!!! cerita ini mengandung banyak kata-kata kasar ya
Masa remajaku kini hancur, bagaimana tidak diusia yang masih muda, aku sudah memiliki seorang suami.
Semua ini terjadi karena perjodohan konyol yang dilakukan oleh orang tuaku dan dia adalah KEVIN PRATAMA seorang dokter tampan yang mampu menghipnotis kaum hawa karena karismanya, akan tetapi di balik ketampanannya ada sikap dingin dan kejam yang ia lakukan.
Dan karena perjodohan ini, aku terpaksa putus dengan orang yang sangat kucintai selama 3 tahun terakhir. hubungan kami hanya berlangsung beberapa jam dan kandas ditengah jalan.
apakah yang terjadi selanjutnya?
apakah Aku akan kembali ke sang mantan atau malah jatuh cinta pada suamiku? atau bahkan mendapatkan penderitaan karena perjodohan ini?
Penasaran? ikuti kisahku 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon israningsa 08., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kedatangan DIA
Ku genggam erat handponeku, air mata yang tak kunjung kering masih membasahi pipi, dunia terasa hampa, baru saja ku gengam erat tadi siang tangannya .
Namun kini semuanya terasa seperti gelas yang harusnya ku jaga agar tidak pecah tetapi seketika ku hempaskan begitu saja hingga pecah berkeping-keping. Ku coba tekan dadaku agar berhenti sesak tapi tak kunjung membaik.
"Apa yang baru saja ku katakan padanya?, kenapa aku harus membohongi perasaanku sendiri"
Aku menyesal sekarang! mungkinkan dia akan marah padaku di hari-hari yang akan datang? Aku terdiam sejenak, lalu mengetik sebuah pesan Lewat via whats app.
Aku syok! ketika mengirim pesanku padanya, yang muncul hanyalah ceklis satu.
"Kenapa hanya ceklis satu?, apakah dia memblokir nomorku?" ku banting hapeku tepat di atas kasur.
"Kenapa dia harus melakukan ini, bagaimana caranya aku meminta maaf padanya?" gumamku.
Aku gelisah, hanya bisa mondar-mandir di depan lemari, lalu kemudian ku rebahkan diri hingga tanpa ku sadari aku tertidur hingga pagi.
Keesokan harinya.
Perlahan ku buka mataku, perih dan bengkak itu yang kurasakan, ku pandangi langit-langit kamarku dengan tatapan kosong, lalu kualihkan pandanganku menuju cahaya yang menyilaukan mataku, aku berdiri melangkah menuju gorden berwarna pink khas cewek-cewek remaja.
kubuka jendela membuatku menutup mata karena silau, memandangi indahnya pohon-pohon hijau nan rindang membuatku melamun, namun seketika mama datang menyadarkanku dari lamunan.
"Sayang!!!, apa yang kau lakukan disitu?" ujar mama membuatku takut menatap matanya, karena mata sembabku.
"Ehhh nggak kok mah, Salsa baru bangun aja jadi langsung buka jendela" jawabku
"Ohhh, oh iya ini kan hari minggu jadi kamu istirahat aja, dan kamu jangan lupa siap-siap lohhh karena pak Bram, istri dan anaknya mau datang sentar!". Tutur mama membuatku kembali panik.
"Aa-ahhh iya ma Salsa bakalan cepat siap-siap! "
"Oke sayang!, mama bakal panggil kamu kok kalau mereka datang! " aku hanya bisa mengangguk mendengar ucapan mama.
Kemudian mama keluar sedangkan aku melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri setelah beberapa saat aku selesai lalu ku buka lemari, ku bongkar semua isinya memenuhi kasurku, berusaha mencari baju yang cocok untuk pertemuan keluarga ini agar mama tak kecewa dengan penampilanku.
Setelah menemukannya aku menata diri
Kulirik jam sudah menunjukkan pukul 13 :00, seseorang mengetuk pintu
"Tok tok tok, Sayang kamu udah siap belum?" tanya mama dari luar pintu.
"Iya mahh, udah siap kok tunggu sebentar ya?"
Aku melangkah keluar hingga kulihat mama tercengang karena penampilanku
"Ya ampun, ini Salsa kan? Putri mama kok cantik banget sihh" puji mama
"Udah dehh mah, aku make upnya biasa-biasa aja kok, mama aja yang pujiannya lebay" ketusku.
Mama tersenyum lebar memandangiku
Ku langkahkan kakiku bersama mama menuju ruang tamu, hal tersebut membuatku sangat gugup, suara langkah dari high hill yang kupakai membuat sorotan mata mereka tertuju padaku.
Kulihat ayah juga sedang memandangiku, aku memandang tamu ayah yang tak lain Om Bram dan Tante Mira, setelahnya pandanganku tertuju pada seorang cowok berkarisma dan maskulin dengan setelan jasnya menambahkan pancaran yang sangat menyilaukan mataku oleh ketampanannya.
"Astagaaa apakahh dia yang di maksud oleh mama, yang akan menjagaku di masa depan? "batinku
ga ada dewasa² nya ini novel