NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Putri Raja Dan Anak Penempa Pedang

Cinta Terlarang Putri Raja Dan Anak Penempa Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cintapertama / Fantasi
Popularitas:726
Nilai: 5
Nama Author: Ayyasy Asy-Syaif

Di sebuah kerajaan yang megah dan disegani, hiduplah Celestia, putri bungsu Raja David. Sebagai anak ketiga sekaligus putri terakhir dari tiga bersaudara, Celestia selalu hidup dalam kemewahan dan aturan kerajaan yang ketat. Berbeda dengan kedua kakaknya yang telah terbiasa dengan kehidupan istana, Celestia diam-diam mendambakan kehidupan bebas tanpa harus selalu memikirkan statusnya sebagai seorang putri.

Di sisi lain kerajaan, hiduplah seorang pemuda yatim piatu bernama Zass. Sejak kecil ia hidup seorang diri dan bekerja sebagai anak penempa pedang. Walaupun berasal dari kalangan rakyat biasa dan hidup sederhana, Zass memiliki keahlian luar biasa dalam menempa pedang. Ia tidak memiliki keluarga ataupun gelar bangsawan, tetapi ia memiliki tekad untuk menjadi seorang penempa pedang terbaik.

Takdir memperte

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyasy Asy-Syaif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Magical World

Lampu-lampu gantung di atas bar memancarkan pendar kuning hangat, menciptakan suasana yang jauh lebih hidup dibanding malam-malan dingin yang biasa Zass lewati. Para kru bar—Ryu, Ken, Okta, dan Kayla—langsung berkumpul mengelilingi meja tempat Zass dan Robert duduk. Wajah mereka memancarkan kegembiraan dan semangat yang meletup-letup, seolah cerita yang akan dibawakan Robert adalah dongeng favorit yang tak pernah membosankan untuk didengar.

Robert memperbaiki posisi duduknya, lalu berdehem pelan. Matanya menatap Zass dengan kehangatan seorang mentor tua.

"Kau telah berjalan jauh, Zass. Namun, dunia ini jauh lebih luas dari sekadar jalanan berbatu yang kau susuri," mulai Robert. "Di Magical World ini, ada banyak sekali kerajaan yang terhampar luas. Dari kerajaan yang dikelilingi benteng batu dingin seperti tempat asalmu, hingga wilayah-wilayah yang diselimuti sihir kuno. Setiap kerajaan pasti memiliki pahlawannya masing-masing. Dan di setiap kerajaan, kau pasti juga pernah dengar tentang party petualang, kan?"

"Iya, aku tahu itu. Karena itulah mereka sering datang ke tempatku untuk memesan senjata besi," jawab Zass datar. Ingatannya melayang sebentar pada masa-masa saat ia dan ayahnya masih sibuk menempa pedang untuk para petualang yang lalu-lalang di pasar.

Robert mengangguk-angguk paham, lalu melanjutkan penjelasannya. "Setiap pahlawan pasti adalah sebuah party, tapi tidak semua party adalah pahlawan. Hanya orang-orang pilihan raja saja yang akan secara resmi dilantik menjadi pahlawan dari sebuah kerajaan. Party itu sendiri umumnya terdiri dari assassin, fighter, tank, support, dan marksman. Mereka punya tugasnya masing-masing di medan tempur. Semakin banyak misi sulit yang berhasil mereka selesaikan, semakin meningkat pula status dan reputasi mereka di mata para penguasa."

"Iya, aku tahu hal itu," pangkas Zass singkat. Pengalamannya berinteraksi dengan berbagai jenis petualang di gubuk tempanya sudah cukup memberi gambaran tentang susunan tim semacam itu.

"Nah, saat ini engkau berada di wilayah Kerajaan Molten," terang Robert seraya menunjuk ke arah luar bar. "Kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja yang sangat bijaksana dan baik hati kepada rakyatnya. Pahlawan kerajaannya pun sudah lama terbentuk. Dan kota ini... bar ini sebenarnya adalah markas dari sebuah party."

Zass menaikkan sebelah alisnya, sedikit terkejut.

Robert tersenyum tipis. "Tapi, aku sendiri sudah memutuskan untuk pensiun dari dunia petualang sejak ayahmu meninggal dunia. Karena itulah party kami kekurangan satu orang anggota. Kau... kau bisa menjadi anggota kelima untuk melengkapi kami."

Zass menatap Robert, lalu beralih menatap Ryu, Ken, Okta, dan Kayla bergantian. Tatapannya yang kritis mulai menilai postur dan perawakan mereka.

"Tapi... kalaupun aku menjadi anggota kelima, party ini rasanya seperti party asal-asalan," ujar Zass jujur tanpa ragu. "Soalnya di antara kalian tidak ada seorang pun yang menjadi support ataupun marksman. Semua orang tahu sebuah tim butuh pemanah untuk jarak jauh dan penyembuh untuk menjaga pertahanan."

Mendengar penilaian Zass yang begitu blak-blakan, Kayla melipat kedua tangannya di dada sambil terkekeh geli.

"Biarin! Yang penting party kita ini sudah masuk Tier SSS, tahu!" seru Kayla dengan nada bangga dan mata berbinar-binar.

Zass tertegun mendengarnya. Tier SSS adalah peringkat tertinggi yang hanya bisa dicapai oleh kelompok petualang legendaris—tingkat yang bahkan jarang dicapai oleh pahlawan resmi kerajaan sekalipun.

"Bagaimana bisa sebuah party tanpa support dan marksman mencapai Tier SSS?" tanya Zass heran, skeptis dengan klaim gadis berambut merah di hadapannya.

Ryu, sang pemilik Petir Oren, tertawa renyah seraya merangkul bahu Ken. "Jangan menilai buku dari sampulnya, Zass. Kami memang tidak memiliki role konvensional seperti tim lain. Tapi kekuatan elemen petir yang kami miliki menciptakan sinergi yang tidak bisa dibayangkan oleh petualang biasa."

Ken mengangguk setuju. "Betul. Aku dengan Petir Kuning bertindak sebagai fighter berkecepatan tinggi yang memecah barisan musuh. Ryu dengan Petir Oren adalah assassin yang mengeksekusi target dari sudut tak terduga. Okta dengan Petir Biru memiliki daya tahan tinggi bagaikan tank yang mengalihkan perhatian lawan, sementara Kayla dengan Petir Merah memberikan daya ledak serangan yang merusak area luas."

"Lalu Robert?" tanya Zass.

"Dulu, Robert dengan Petir Hitamnya adalah inti dari komando kami," jawab Okta dengan nada hormat. "Namun sejak dia pensiun, posisi itu kosong. Kami berempat tetap menjalankan misi-misi tingkat tinggi, tapi tanpa komando yang utuh dan elemen pemungkas, kami selalu merasa ada potongan puzzle yang hilang."

Kayla melangkah mendekati Zass, menatap pemuda 17 tahun itu dengan penuh harapan. "Dan potongan puzzle yang hilang itu adalah kau, Zass. Kau adalah pemilik Petir Ungu peninggalan Paman Lion. Petir Ungu dikenal sebagai petir paling murni yang sanggup menembus pertahanan apa pun sekaligus meningkatkan aliran energi petir warna lain."

Zass mengepalkan tangannya di bawah meja. Pengalaman hidupnya selama bertahun-tahun di jalanan telah mengajarkannya untuk tidak mudah percaya pada impian atau gelar-gelar tinggi. Namun, ada sesuatu di dalam bar ini yang membuat dinding pertahanan dirinya perlahan retak. Kehangatan rasa kekeluargaan yang dipancarkan oleh orang-orang ini terasa begitu nyata—sesuatu yang sudah sangat lama tidak ia rasakan sejak gubuk tempanya dihancurkan oleh takdir.

"Aku... aku bahkan belum tahu cara mengendalikan petir," aku Zass pelan, menundukkan pandangannya ke arah liontin ungu yang menggantung di dadanya. "Selama ini aku hanya bertarung dengan pedang biasa dan insting bertahan hidup."

Robert menepuk bahu Zass dengan mantap, membuat Zass mendongak menatap pria tua itu.

"Sebab itulah kau berada di sini, Nak," kata Robert tegas. "Di bawah naungan Kerajaan Molten dan di dalam bar ini, kami akan mengajarimu cara membangkitkan dan mengendalikan energi Petir Ungu yang tertidur di dalam darahmu. Kau tidak perlu lagi bertarung sendirian sebagai pengembara yang kedinginan."

"Apakah... apakah dengan menjadi bagian dari party ini dan menguasai Petir Ungu, aku bisa menjadi lebih kuat?" tanya Zass dengan suara yang bergetar pelan, menahan luapan emosi yang selama ini ia pendam. Di dalam benaknya, bayangan wajah Putri Celestia dan kenangan pahit saat ia diusir secara paksa oleh Raja David kembali melintas dengan sangat jelas.

"Kau tidak hanya akan menjadi kuat, Zass," balas Robert dengan tatapan mata yang dalam. "Kau akan menjadi sosok yang tak bisa lagi dipandang sebelah mata oleh siapa pun di dunia ini. Pilihan ada di tanganmu. Apakah kau bersedia melengkapi party kami?"

Suasana di dalam bar mendadak hening. Ryu, Ken, Okta, dan Kayla menahan napas mereka, menunggu jawaban dari pemuda berdarah penempa pedang tersebut.

Zass menarik napas panjang, meresapi aroma kayu dan arang yang begitu familiar di tempat itu. Ia memegang liontin belah ketupat warna ungu di dadanya, mengusap permukaannya yang hangat. Rasa ragu yang tadinya menyelimuti pikirannya perlahan luntur, berganti menjadi sebuah tekad baru yang menyala-nyala.

"Baiklah," ucap Zass tegas. "Aku bergabung."

Sorak-sorai gembira seketika pecah di dalam bar. Kayla melompat kegirangan, sementara Ryu dan Ken menepuk-nepuk punggung Zass dengan penuh semangat. Okta tersenyum lebar, dan Robert terkekeh puas melihat kebangkitan awal dari penerus sahabat lamanya.

Malam itu, di tengah kemeriahan Bar Gurun Perbatasan di Kerajaan Molten, sebuah babak baru dalam hidup Zass resmi dimulai. Ia bukan lagi sekadar anak penempa besi yang terbuang, melainkan anggota kelima dari party petualang Tier SSS yang siap menguncang Magical World.

1
Guzzie
next
Guzzie
lanjut
Guzzie
💪💪💪
Guzzie
keren
Ayyasying
TIDAKKKKK CELESTIAAA!!!
Ayyasying
lah! tiba-tiba berubah pikiran nih orang?
Ayyasying
ga ekspet ternyata temen bapaknya
Ayyasying
bau bau adventure nih
Ayyasying
celestia mimpin perang? terkejut aku wak
Ayyasying
kapan romance nya bg
Ayyasying
akhirnya ketemu arwah bapaknya
Ayyasying
segala di puyengin Ama labirin
Ayyasying
🔥🔥🔥🔥
Ayyasying
update terus bang. resep bet ceritanya
Ayyasying
rasain lu David! malu malu sonoh
Ayyasying
apakah zass bakalan sama celestia lagi?
Ayyasying
si bro pake nama samaran euy
Ayyasying
woy lah! hampir aja itu!
Ayyasying
semangat zass!!!🔥🔥🔥
Ayyasying
zass kuat kuat ya😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!