NovelToon NovelToon
Terlalu Tinggi Untuk Kamu Gapai

Terlalu Tinggi Untuk Kamu Gapai

Status: tamat
Genre:CEO / Balas Dendam / Cintapertama / Tamat
Popularitas:963
Nilai: 5
Nama Author: Kacang atoom

Seorang pelayan yang dihina dan dikhianati bangkit sebagai CEO konglomerat misterius demi membalas dendam, namun takdir penyesalan dan pengorbanan mengubah rasa benci tersebut menjadi perjuangan cinta sejati yang mendewasakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacang atoom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Punggung yang Dikenal

Lampu sorot memantul sempurna pada jas hitam buatan perancang busana dunia yang dikenakan Rendy. Dari kejauhan, pria itu berdiri tegap di atas podium panggung, dipayungi aura wibawa yang amat kuat. Pencahayaan panggung yang berada tepat di belakangnya membuat wajah Rendy sedikit tersamar oleh bayangan, tetapi siluet tubuh dan gesturnya terlihat sangat jelas.

​Siska menahan napas. Jemarinya yang memegang gelas tangkai bergetar pelan hingga cairan bening di dalamnya bergoyang.

​Cara berdirinya... gestur bahunya saat melangkah... kenapa begitu mirip dengan Rendy? batin Siska menjerit. Pikiran Siska mendadak terlempar pada sosok pelayan yang dua hari lalu berlutut di depannya, pria yang ia siram anggur merah dan ia hina habis-habisan.

​"Nang... Danang," bisik Siska gemetar, menyenggol lengan tunangannya. "Kamu lihat CEO baru itu? Punggung dan perawakannya... kok mirip sekali dengan Rendy?"

​Danang yang sedang merapikan jasnya mendengus gembira, menoleh pada Siska dengan tatapan meremehkan.

​"Kamu ini ngomong apa sih, Sis? Jangan ngaco!" cibir Danang pelan. "Mata kamu katarak ya? Mana mungkin si gembel pelayan itu jadi CEO Adhitama Group? Dia paling sekarang lagi mungut sampah atau ngemis di jalanan gara-gara diusir dari kontrakannya. CEO baru ini pewaris konglomerat triliuner, beda kelas!"

​"T-Tapi, Nang... raut garis rahangnya—"

​"Sudah, diam! Jangan bikin malu di depan umum!" potong Danang tegas, mengabaikan ketakutan Siska.

​Di atas panggung, Rendy memegang mikrofon. Suara berat, dalam, dan penuh penekanan bergema menggelegar melalui pengeras suara ruangan.

​"Selamat malam, semuanya," ujar Rendy singkat.

"Terima kasih telah hadir. Adhitama Group di bawah kepemimpinan saya akan bergerak cepat, tegas, dan tidak akan memberi ruang bagi siapa pun yang mencoba bermain kotor atau meremehkan integritas kami. Selamat menikmati malam ini."

​Pidato yang sangat singkat, padat, namun penuh dengan ancaman terselubung. Tepuk tangan riuh kembali memenuhi ballroom.

​Begitu pidato selesai, Rendy turun dari panggung melewati jalur VIP khusus yang dijaga ketat oleh belasan pengawal pribadi berbadan tegap.

​"Kesempatan kita, Sis! Ayo ikut aku!" panggil Danang antusias. Ia menarik tangan Siska, mencoba menerobos kerumunan para pebisnis lain yang juga ingin menyapa Sang Tuan Muda.

​Danang menyikut beberapa orang hingga berhasil mencapai barisan depan jalur VIP. Dengan senyum lebar yang dipaksakan dan kartu nama emas di tangannya, Danang mencoba mendekati Rendy yang berjalan membelakangi mereka.

​"Tuan Adhitama! Selamat malam, Tuan! Saya Danang dari Perusahaan Utama Karya! Saya ingin—"

​Bruk!

​Dua orang pengawal pribadi berbadan tegap langsung pasang badan, membentangkan tangan mereka dan mendorong dada Danang hingga pria itu mundur beberapa langkah dengan wajah tersentak.

​"Maaf, Tuan Muda tidak menerima audiensi tanpa janji resmi," ucap salah satu pengawal dengan suara dingin tanpa kompromi.

​"T-Tapi saya punya proposal investasi penting!" seru

Danang, panik karena kesempatan emasnya hampir melayang.

​Saat Danang tertahan oleh pengawal, Rendy mendadak menghentikan langkahnya. Pria itu sedikit memiringkan kepalanya, melirik dari sudut matanya ke arah Siska yang berdiri terpaku di belakang Danang.

​Untuk sesaat—hanya satu detik—mata Rendy beradu pandang secara langsung dengan mata Siska. Tatapan Rendy begitu dingin, tajam, dan penuh dengan rasa dominasi yang pekat.

​Siska tersentak hebat. Jantungnya serasa berhenti berdetak. Tatapan mata itu... ia sangat mengenalnya. Itu adalah tatapan mata pria yang sama di restoran Le Grand saat diinjak oleh Danang!

​"R-Rendy...?" bisik Siska dengan bibir yang mendadak kering.

​Namun sebelum Siska sempat memastikannya kembali, Rendy sudah memalingkan wajahnya dan melangkah masuk ke dalam ruangan VIP khusus yang pintunya langsung dijaga rapat oleh para pengawal.

​Siska memegang dadanya yang berdebar kencang. Keringat dingin mulai merembes di pelipisnya. Rasa tidak tenang yang luar biasa merayapi seluruh tubuhnya, menyisakan firasat buruk bahwa badai besar sedang mengintai hidupnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!