NovelToon NovelToon
Aku Istrimu, Bukan Babu Mu

Aku Istrimu, Bukan Babu Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wirly Pena

perkenalkan namaku Jasmine. Usiaku 34 tahun. aku sudah menikah dan mempunyai dua orang anak yang berusia 7 tahun dan 4 tahun. Kegiatanku hanya seorang Ibu rumah tangga.
Suamiku bekerja sebagai PNS di kelurahan desa.
Simak kisahku yang begitu berat aku jalani . Hanya karena ingin mendapatkan surga dari ridho suamiku.
Tapi ternyata aku tak lebih hanya dijadikan seorang babu berkedok istri.
Simak kisah lengkapku ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wirly Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya ingin membela diri

Ibu mertuaku tetap masih terdiam menatapku. Beliau pasti terkejut dan tidak menyangka karena aku berani berteriak kepadanya. Selama ini, aku selalu menunduk dan mengiyakan semua perkataannya.

Jauh dari lubuk hati ku, sebenarnya ada rasa penyesalan karena sudah membentak dan melawan beliau. Bagaimanapun juga beliau ada Ibu mertuaku, Ibu dari Mas Rama. Selama ini aku selalu menghormatinya. Aku tidak pernah melawannya.

"Kamu sekarang sudah berani membentak dan melawanku, Jasmine

Namun, hari ini aku hanya ingin membela diriku sendiri. Aku ingin beliau berhenti menganggapku seolah-olah semua yang kulakukan salah.

Aku mengusap air mata di pipiku yang terus mengalir. Aku sudah tidak sanggup berkata apa-apa lagi. Aku membalikkan badan, lalu berjalan menuju kamar meninggalkan Ibu mertuaku yang masih diam mematung.

Begitu sampai di kamar, aku langsung menutup pintu dan mengunci nya. Di atas kasur, aku menangis sejadi jadinya. Aku tidak bisa menahan tangisanku lagi. Benar-benar sesak dadaku.

Aku tidak tau apa yang akan terjadi setelah ini. aku tidak tau bagaimana reaksi Mas Rama jika Ibu menceritakan semuanya. Namun, untuk sebentar saja aku tidak ingin memikirkannya dulu. Aku ingin istirahat. Istirahat sebentar saja. Tubuh dan pikiran ku sangat lelah.

..............................

Suara ketukan pintu membuat ku terbangun. Aku tidak tau berapa lama aku tertidur. Yang aku ingat, setelah pertengkaran dengan Ibu mertuaku, aku masuk kekamar kemudian aku menangis sejadi jadinya dan membuatku benar-benar kehabisan tenaga. Mataku berat, kepalaku menjadi pusing. Sampai akhirnya aku tertidur.

Pandanganku beralih ke jam dinding yang tegantung di sudut kamarku. jam menunjukkan pukul 9 malam. Ternyata aku tertidur selama itu.

Ketukan pintu kini berubah menjadi sebuah gedoran dengan di selingi suara Mas Rama memanggil namaku.

"Jasmine. Buka pintunya." Teriak Mas Rama.

Aku segera beranjak dari tempat tidurku dan berjalan menuju ke arah pintu.

Aku membuka pintu. Begitu terbuka terlihat Mas Rama berdiri tegak di depanku dengar raut wajah yang terlihat marah.

"Kamu apa-apaan sih, yang. Kamu tau jam berapa ini? Padahal ada Ibu dirumah, tapi tidak kamu perlakukan dengan baik. Tidak menyiapkan makan malam. Tidak mengurus anak-anak. Eh, malah enak-enakan tidur dikamar. Kamu itu memang istri yang nggak beres." Ucap Mas Rama memarahiku dengan nada tinggi.

Aku hanya diam mendengar kemarahan Mas Rama. Aku tidak membantah sama sekali, membiarkan Mas Rama meluapkan emosinya terhadapku.

Dadaku kembali terasa sesak. Belum sempat aku mengatakan apa-apa, Mas Rama terus saja berbicara.

"Kamu lihat Aldi dan Aira, mereka sampai belum makan karena kelakuanmu. Apa kamu ingin membunuh anak-anakmu sampai kamu tega tidak memberinya makan?" Ucap Mas Rama ,yang langsung saja membuat aku terkejut.

Aku langsung menatap Mas Rama tajam. Dia baru saja mengatakan aku ingin membunuh anak-anakku. Buah hati yang selama ini aku rawat dengan penuh cinta kasih. Mereka berdua adalah alasan aku menjadi lebih kuat. Tapi dengan gampang nya Mas Rama menuduhku, jika aku ingin membunuh mereka. Lucu. Sangat lucu.

"Mas bilang apa barusan? Aku ingin membunuh anak-anak ku? Sekarang Mas tunjukkan bagian mana aku ingin membunuh anak-anak ku. Tunjukkan sekarang kepadaku." ucap ku dengan suara bergetar.

Suaraku meninggi dengan air mata yang mengalir.

"Mereka darah dagingku, Mas. Aku bertaruh nyawa melahirkan mereka. Dari dalam kandungan hingga saat ini, aku merawatnya dengan tanganku sendiri. Ketika mereka menangis, ketika mereka lapar, ketika mereka sakit, aku selalu ada untuk mereka. Aku yang lebih tau kondisi mereka, Mas. Sedangkan kamu, Mas tau apa tentang mereka?? Atas dasar apa Mas bisa bicara seperti itu!!!!" Seketika aku menjadi murka. Emosi ku tersulut kembali. Apa lagi jika menyangkut tentang Aldi dan Aira.

Mas Rama hanya terdiam terpaku. Ia tampak terkejut dengan reaksiku. Untuk pertama kalinya, dia melihat sisi diriku yang tak pernah dia kenal.

Yang biasanya aku diam, aku lembut, aku penurut, aku mengalah. Tapi Malam ini aku berubah. Aku berontak, aku marah, aku membantah.

Aku mungkin bisa menerima kalau Mas Rama marah karena aku belum menyiapkan malam malam. Aku bisa menerima kalau Mas Rama Marah karena aku ketiduran hingga malam. Tapi aku tidak bisa menerima jika sudah menyangkut tentang anak-anak.

"Kamu sekarang berani melawan dan membantahku, Jasmine?" Ucap suamiku.

"Melawan? Membantah? Aku hanya membela diri, Mas. Mas sama sekali tidak pernah menghargaiku sebagai seorang istri. Aku bukan Bawahanmu Mas, Dan juga aku bukan babu mu." Ucapku spontan.

Kalimat itu keluar begitu saja dari mulutku. Selama ini aku takut durhaka kepada suami. Takut di anggap istri yang tidak patuh.

"Aku ini istrimu, Mas. Aku bukan babu. Kenapa Mas memperlakukan aku seperti itu. 10 tahun lebih mas , sepuluh tahun lebih aku dengan ikhlas melakukan semuanya. Aku selalu bangun pagi menyiapkan semua keperluan yang Mas butuhkan. Aku menyiapkan bekal, aku menyiapkan sarapan, aku mengurus anak-anak dengan baik. Aku membersihkan rumah, aku mencuci, memasak. Bahkan saat Mas membutuhkan sesuatu di tengah kesibukanku, aku tetap berusaha melakukannya. Aku tidak meminta balasan, aku tidak meminta mas memujiku setiap hari. Yang aku butuhkan...Mas bisa menghargaiku. Aku cuma ingin dihargai." ucapku panjang lebar.

Kenapa selalu istri yang di salahkan. Apapun yang aku lakukan selalu salah di mata Suamiku dan juga Ibu mertuaku.

Kalau rumah berantakan dan belum aku bersihkan, aku di bilang malas. Kalau anak sakit, aku yang disalahkan. Kalau aku menjawab , aku dikira melawan. Kalau aku diam, di bilang aku tidak peduli.

Jika tidak ada Aldi dan juga Aira, mungkin aku sudah menjadi gila.

"Apa mungki Mas Rama mau AKU MENJADI GILA !!!!" Teriak ku seperti orang kesurupan. Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi. Bahkan air mataku sudah tak bisa mengalir lagi.

Mas Rama terlihat terkejut melihat reaksiku. Rahangnya terlihat mengeras dan tatapannya berubah dingin.

"Kamu sekarang berani melawan dan membentak suamimu. Kamu juga berani berbicara kasar kepadaku. Kamu aku talak saat ini juga." ucap Mas Rama dengan sangat jelas.

Deg..

Tiba-tiba dunia terasa berhenti berputar. Aku terdiam membeku. Aku sudah tidak mampu mengatakan apapun, bahkan aku tidak yakin dengan apa yang aku dengar barusan. Mas Rama menjatuhkan talak kepadaku. Dengan mudah nya dia mengucapkan kalimat itu.

Kedua kaki ku langsung terasa lemas. Aku terduduk dilantai, tubuhku lemas. Aku menatap Mas Rama yang masih berdiri di hadapanku.

Sepuluh tahun lebih aku menjadi istrinya, tinggal bersamanya dengan dua orang anak. Susah senang dan segala pengorbanan yang aku berikan seolah-olah percuma saja.

"Kenapa, mas. ..kenapa Mas tega mengucapkan itu. Aku hanya ingin membela diri, aku hanya ingin di mengerti. Tidak ada maksud untuk berani melawan mu." ucapku dengan nada bergetar.

Mas Rama hanya diam, lalu berjalan keluar kamar tanpa ucapan apapun, meninggalkan ku yang kembali menangis. Aku sudah tidak mampu lagi berteriak, tidak mampu memanggilnya lagi, apa lagi mengejarnya. Aku hanya mampu menangis sambil memeluk kedua lututku. Tangis ku pecah.

...****************...

Terimakasih sudah membaca..

Maaf jika ada banyak kesalahan dalam penulisan.

Jangan lupa follow, yaa 😘

1
partini
habis masuk lobang si jalang masuk lobang istri,,apa ga takut jas banyak penyakit takut kena penyakit kelamin
Wirly Pena: Ikuti terus episode selanjutnya ya kak 😄
total 1 replies
Anonim
Lemah banget jadi cewe ,
Wirly Pena: jangan lupa, ikutin terus ceritanya, ya kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!