NovelToon NovelToon
Kutukan Mbah Golok Sakti

Kutukan Mbah Golok Sakti

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Epik Petualangan / Sistem
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Reno Alvarez (25 tahun) punya visual secakep Yeonjun TXT, tapi statusnya tragis: PEngangguran JAkarta BARat yang hobinya cuma rebahan.

Nasib Reno mendadak korslet setelah nekat membuang golok warisan kakeknya ke tong sampah. Bukannya hilang, golok penuh daki itu malah auto-summon balik ke bawah bantalnya.

Reno resmi terkena kutukan Mbah Golok Sakti! Jiwanya mulai disedot paksa masuk ke berbagai dimensi absurd setiap kali tidur. Mulai dari dikejar zombie modal kolor Doraemon, operasi tenggorokan singa di Afrika, sampai debut dadakan jadi member TXT gara-gara Yeonjun asli lagi diare di toilet!

Setiap misi emang dapet cuan, tapi kalau Reno harus pindah dimensi terus nyawa bisa jadi taruhannya. Mampukah sang beban negara ini bertahan?

Warning: Jangan baca sambil minum, rawan nyembur! 🤣🔥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Kehilangan Harga Diri

"A-ampun... Mbah Zombie, Om Zombie, Tante Zombie... jangan makan Reno yang tampan ini,"

Reno melangkah mundur secara perlahan sampai akhirnya bagian punggung telanjangnya membentur pagar kawat besi yang terasa sangat dingin.

"Reno beneran belum kawin, belum bisa bahagiain Mama Rika, bahkan Reno belum sempat minta maaf karena sudah ngetawain selera film lama Mama!"

Zombie yang posisinya paling depan—sesosok pria paruh baya yang masih mengenakan pakaian kemeja kantoran compang-camping—mulai membuka lebar-lebar mulutnya yang penuh darah.

Bau busuk yang keluar dari mulut zombie itu luar biasa mematikan, mirip kombinasi antara tumpukan sampah pasar yang tidak diangkut selama satu bulan penuh, ditambah bau kaos kaki basah yang nggak pernah dicuci setahun.

Dalam keadaan maut yang sudah mengepung di depan mata, Reno kembali panik tingkat nasional. Ia kembali merogoh-rogoh bagian pinggang karet kolor Doraemon-nya lagi untuk yang kesekian kali, berharap ada mukjizat tuhan yang terselip di karet pinggangnya.

"Ayo dong, Doraemon penolong! Kalau memang nggak ada Pintu Kemana Saja, kasih gue Senter Pengecil deh! Biar ukuran tubuh gue berubah jadi sekecil semut, terus gue bisa ngumpet di dalam lubang ubin jalanan!" seru Reno pasrah berputus asa.

Tak disangka, jemari tangannya mendadak menyentuh sebuah benda keras yang terselip di lipatan kain kolor bagian belakangnya. Ia langsung menarik benda itu keluar dengan mata yang berbinar-binar penuh harapan.

"INI DIA! SENJATA RAHASIA SAKTI—... Lah? Ini kan benda powerbank bocor yang gue cari-cari dari minggu lalu?!"

Reno menatap benda berbentuk kotak hitam di genggaman tangannya dengan ekspresi wajah yang mendadak rata tanpa ekspresi.

"Buat apa fungsi benda powerbank ginian di dunia zombie, hah?! Apa gue harus minta numpang tethering hotspot dulu sama zombienya?! Atau mau dipakai buat ngecas sisa nyawa gue yang udah sekarat ini?!"

Si zombie kantoran itu mendadak menerjang maju dengan cepat. Reno yang sudah panik setengah mati secara refleks melemparkan benda powerbank bocor itu sekuat tenaga ke arah depan.

DUAK!!

"Mampus lo!"

Benda kotak itu mendarat dengan sangat presisi tepat mengenai dahi si zombie kantoran hingga makhluk itu terjungkal ke belakang. Namun masalah besarnya adalah, masih ada sekitar tiga puluh zombie kelaparan lagi di barisan belakangnya yang sudah siap sedia untuk melakukan pesta pora menyantap daging segar milik Reno.

Reno langsung memejamkan kedua matanya rapat-rapat, memalingkan wajahnya sambil melindungi kepalanya menggunakan kedua tangan.

"MAAA... TOLONGIN RENO, MA!! RENO MAU BANGUN DARI MIMPI INI SEKARANG JUGA!!"

Tepat pada detik-detik krusial saat tangan-tangan dingin berdarah para zombie hampir saja menyentuh kulit mulus Reno...

KLAK!

Sebuah pintu besi kecil yang letaknya tersembunyi di balik tumpukan tong sampah plastik di samping Reno mendadak terbuka sedikit. Sedetik kemudian, sebuah tangan misterius menjulur keluar dari balik celah pintu, lalu menarik paksa bagian karet kolor Doraemon milik Reno dengan sangat kuat hingga tubuh pemuda itu terseret masuk ke dalam ruangan gelap di balik pintu besi tersebut.

"Woy! Tolong celana kolor gue melorot ini! Siapa sih nih orang yang berani-beraninya menarik aset berharga milik negara?!" jerit Reno panik di tengah kegelapan total.

Namun, kejutan horor yang sesungguhnya baru saja dimulai. Di dalam kegelapan yang pekat itu, Reno bisa merasakan kalau tangan yang memegangi celananya terasa sangat dingin, kaku, dan baunya... ya ampun, bau terasi busuk.

Begitu matanya mulai terbiasa dengan remang-remang cahaya, Reno tersedak ludahnya sendiri. Ternyata makhluk yang barusan menarik celananya dengan penuh semangat itu adalah seekor zombie juga! Mayat hidup itu tampaknya sangat terobsesi dengan warna biru cerah dari kantong ajaib Doraemon di celananya.

Alhasil, status Reno saat itu resmi "turun kasta" dalam hitungan detik. Ia resmi menjadi penganut aliran telanjang bulat alias birthday suit, kembali ke setelan pabrik tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuh bongsornya.

"WOY BALIKIN GAK?! ITU KOLOR BARU DICUCI TADI SORE PAKE PELEMBUT PAKAIAN MAHAL BIAR WANGI SEMERBAK TAMAN BUNGA!" teriak Reno histeris, suaranya sampai melengking ke nada sopran.

Bayangkan saja, harga diri dan martabat dari seorang pemuda tampan yang mengklaim dirinya sebagai penguasa jagat rebahan Jakarta Barat kini harus berpindah tangan. Dan ironisnya, barang berharga itu kini berada di genggaman sesosok mayat hidup yang bahkan nggak butuh celana, karena mereka jelas tidak punya urusan sama sekali dengan estetika mode K-Pop maupun urusan buang hajat ke belakang.

Reno akhirnya menangis kencang sejadi-jadinya tanpa memedulikan imej jagonya lagi. Suara tangisannya melengking tinggi, sangat berisik mirip bunyi klakson bus antarkota lintas Sumatra yang lagi ugal-ugalan di jalan tol.

Efek dari polusi suara yang dikeluarkan Reno ternyata luar biasa dahsyat. Sekumpulan makhluk zombie dari berbagai arah gang sempit mendadak keluar dari persembunyian mereka. Tampaknya mereka mengira ada kontes menyanyi ratapan gratis yang sedang digelar di tengah kota mati.

Reno seketika membeku di tempat, posisinya masih menutupi bagian depannya menggunakan kedua tangan. Antara mengambil langkah seribu untuk lari atau pasrah saja di tempat untuk dijadikan hidangan prasmanan pembuka, itulah pilihan pelik yang sedang berkecamuk di dalam otaknya yang mendadak mengalami lag sistem skala besar.

"Emak... tolong Reno, Ma! Reno nggak mau dikulitin sama zombie fans garis keras di tempat terkutuk ini!!"

Reno akhirnya memberanikan diri untuk kembali bergerak. Ia berlari kencang menyelinap melewati rongsokan mobil sedan yang ada di sampingnya. Langkahnya melesat karena di jalan depan, para zombie sudah bersiap-siap menerkam dan mengepungnya layaknya lautan manusia di barisan depan konser K-Pop.

Ia berlari terpontang-panting tanpa arah dan tujuan yang jelas, wujudnya sudah persis mirip seekor ayam kehilangan induk yang habis kena prank keterlaluan oleh pemiliknya.

Pemandangan malam itu sungguh merupakan sebuah perpaduan antara tragedi berdarah sekaligus komedi tingkat dewa: seorang pemuda dengan visual mahal ala Yeonjun TXT sedang lari maraton sambil nyeker tanpa alas kaki, tubuh telanjang dada, dan dikejar-kejar oleh ratusan fans fanatik yang wujudnya sudah jadi bangkai berjalan.

"Busett dah!! Banyak banget ini massanya! Gue harus kabur kemana lagi?! Pintu keluar mana pintu keluar?! Masa akhir hidup gue harus tragis begini?! Masa gue harus lari ke pelukan mantan?!" teriak Reno sambil terus memacu kakinya melompati kap mobil.

Reno kembali terjebak di tengah persimpangan jalan. Ia terkepung rapat oleh lautan zombie yang aroma tubuhnya jauh lebih dahsyat dan mematikan daripada tumpukan sampah pasar induk yang lupa diangkut petugas selama satu bulan penuh.

Ia sempat berpikir untuk bertaubat dan mengingat Tuhan saat itu juga. Namun di dalam hatinya, Reno merasa rasanya kurang afdol dan kurang estetik kalau harus bertaubat dalam kondisi minim busana alias telanjang bulat seperti ini.

Tiba-tiba, dari arah belakang, salah satu zombie bertubuh besar melakukan aksi serangan tackle tingkat tinggi yang sangat presisi, persis seperti gaya bermain bek bertahan di Liga Inggris.

Brukkk!!!

Reno jatuh tersungkur ke atas aspal yang keras karena zombie tersebut berhasil menarik pergelangan kaki kanannya dengan penuh nafsu duniawi.

"Tolong... lepasin gue, zombie sialan! Gue nggak mau diolah jadi nugget ayam!" teriak Reno panik sambil menendang-nendang udara menggunakan kaki kirinya.

Tepat saat si zombie kantoran itu membuka rahangnya lebar-lebar, bersiap untuk mencicipi daging betis Reno yang mulus tanpa bulu, Reno berhasil melepaskan diri dengan sebuah cara yang sangat heroik namun sekaligus luar biasa memalukan.

Ia membiarkan celana dalam terakhirnya ditarik paksa sampai lepas oleh zombie tersebut demi keselamatan nyawanya. Alhasil, kini Reno benar-benar polos se-polos bayi yang baru saja selesai di-unboxing dari dalam perut ibunya.

‘Doraemon sama sempak terakhir gue resmi disandera musuh! Mama, Reno nggak mau berakhir jadi model majalah dewasa di alam mimpi!’

1
Zyren Vale
mampir dong Thor 🗿
umar aryo
lanjut thor.... bagus cerita dan gaya bahasanya...
Ed Troivan
lanjut thor 💪
Ed Troivan
💪💪💪👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!