Demi melunasi hutang sang ayah, Maureen terpaksa menggantikan kakak nya sebagai mempelai. la dinikahi oleh Alarick Carlson, pria yang digambarkan kejam dan buruk rupa, hingga keluarga nya enggan menyerahkan Maura putri kesayangan mereka.
Kini Maureen harus menghadapi pernikahan yang sarat misteri dan ketidakpastian dari suami nya. Mampukah ia menjalankan takdir yang dipaksakan kepada nya? Dan mampu kah Maureen bertahan dengan pernikahan yang dilandasi keterpaksaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Sesampai nya di sebuah club malam elit terdengar suara musik disco menusuk gendang telinga, dan lampu kerlap-kerlip menghiasi kebisingan di tempat hiburan malam yang hanya banyak di kunjungi oleh para lelaki kalangan atas saja.
Kedatangan Arik di sana membuat sahabat baik nya terkejut, namun dengan cepat pria bernama Gerald itu. menyambut nya dengan hangat.
"Astaga! angin apa yang membuat Presdir Alarick Carlson kemari? Bukankah baru saja menikah. Harus nya malam ini menikmati honey moon bukan?" ucap Gerald melontarkan satu pertanyaan dengan nada seloroh nya.
Lalu menyuruh para pelayan untuk mengantarkan beberapa bir terbaik di sana untuk mereka berdua. Arik duduk sembari menopang satu kaki, dan mengambil sebatang filter rokok, mematik kerek api lalu menghisap nya untuk meluapkan amarah nya.
Baru saja Gerald menyuruh beberapa LC terbaik dan tercantik untuk menemani sahabat nya itu. Namun dengan tegas nya Arik menolak nya.
“Suruh wanita-wanita ini pergi dari hadapan ku!” Titah Arik geram. Yang tidak mudah didekati oleh para wanita, apa lagi wanita hanya penghibur.
"Oke-oke maaf." ucap Gerald.
Gerald memelotot dan mengubah wajah nya, agar LC itu tak ada yang muncul di hadapan mereka. Tanpa ada yang berani membantah wanita-wanita bergaun seksi dan ber-make up tebal itu, mereka segera menjauh kan diri dan menyambut tamu lain.
Melihat wajah Arik terlihat sangat muram, membuat Gerald begitu tahu jika suasana hati sahabat baik nya itu saat ini sedang tidak baik-baik saja. Meskipun ragu dia sengaja memulai topik pembicaraan.
"Katakan pada ku tuan Arik, sebenar nya ada apa? Jika tidak ada masalah rasa nya sangat tidak mungkin sampai ke sini?" tanya Gerald penasaran. Perlahan dia menuangkan satu gelas bir dan memberikan nya pada Arik.
Arik meraih gelas itu dengan begitu kasar, lalu meneguk nya sampai habis. Entah benar atau tidak keputusan nya bercerita apa yang telah terjadi di pesta pernikahan tadi pada sahabat baik nya.
Dengan nada berat, penuh kekesalan dia mengatakan jika mempelai pengantin yang telah dia nikahi bukanlah wanita yang dia pilih saat pertama kali, bahkan dia mengatakan jika diri nya telah di tipu habis-habisan oleh keluarga Herman.
Kedua bola mata Gerald membeliak, sebagai teman dia ikut geram. Dan bisa tahu bagaimana rasa nya menikahi wanita yang tidak di sukai bukanlah hal yang sangat mudah di jalani.
"Tuan Arik, kau memiliki kekuasaan dan segala nya. Semua langkah bisa di ambil, pernikahan itu bisa di batalkan. Meskipun baru satu hari perceraian itu sah saja. Hanya saja konsekuensi nama baik dan nama besar keluarga akan menjadi taruhan nya di khalayak umum, terlebih lagi di mata para pesaing bisnis," Celetuk Gerald mengutarakan pendapat nya.
Arik yang mulai mabuk, dia samar-samar mencerna semua perkataan Gerald yang ada benar nya juga, untuk apa dia mempertahankan pernikahan yang sudah di landasi oleh kebohongan pihak ayah mertua nya.
Tapi Gerald sahabat yang sudah seperti saudara sendiri, sama sekali tidak menyarankan pilihan utama tadi.
Malah dia menemukan ide lebih bagus jika ada baik nya Arik menjalani pernikahan itu dalam beberapa tertentu, untuk menghindari isu liar yang nanti nya agar merugikan para perusahaan kelurga Carlson yang saat ini sedang naik daun menjadi pusat sorotan media.
"Apa yang kau katakan boleh juga untuk pilihan kedua." ucap Arik kembali meneguk cairan yang memabukkan itu.
"Tapi sebelum menceraikan, tidak ada salah nya istri mu kamu coba dulu tuan, sebagai hukuman untuk ayah mertua mu cara itu akan ampuh membuat hati mereka sakit jika anak gadis nya di permainkan." ucap Gerald.
Arik menyunggingkan senyum sinis, dia mengatakan jangankan ingin menyentuh nya melihat istri nya saja sudah membuat dia kesal.
Gerald tidak bisa mengutarakan pendapat nya lebih lagi, apa pun keputusan Arik akan dia dukung. Akan tetapi dia juga tak lupa mengingatkan.
"Jangan terlalu membenci nya, bisa-bisa nanti jatuh hati tuan, apa lagi seorang pria dewasa seperti anda sangat mudah jika sampai terpikat oleh seorang gadis kecil," Peringat Gerald sembari menepuk bahu Arik.
Arik tidak menggubris ocehan Gerald, yang menurut nya perkataan itu hanya bualan semata saja.
****
Sementara di Paris sana, Maura yang saat ini sedang party bersama teman seprofesi nya di sebuah acara peluncuran film yang baru saja di liris oleh pihak manajemen nya, Maura terlihat begitu happy bahkan dia menari melenggak-lenggokan tubuh seksi nya di bawah lampu disco dengan santai.
"Maura! bukankah kamu harus nya menikah hari ini? Kenapa sekarang malah menghadiri acara ini?" ucap Alya bertanya karena penasaran, saat beberapa hari lalu Maura bercerita, jika diri nya di jodohkan dengan seorang pria yang di kenal dengan gelar sang raja bisnis yang sangat misterius.
Maura yang masih asyik dugem pun seketika mendelik. "Menikah? Alya, kau pikir aku mau menikahi pria yang diisukan jelek itu? Adik ku sudah mengantikan aku," Jelas Maura mengulum senyum getir nya.
Alya tercengang, saat mendengar Maura yang begitu berani membatalkan pernikahan tanpa sepengetahuan pihak keluarga Carlson.
"Ya ampun Maura nyali mu besar sekali menyuruh adik mu yang menggantikan mu? Aku tidak tahu nasib mu dan keluarga mu bisa aman." ucap Alya bergedik ngeri membayangkan hukum apa yang beri keluarga Carlson untuk nya.
"Kau ini ingin menakuti aku Alya? Orang bodoh mana yang mau menikahi pria buruk rupa. Yang ada karier dan hidup ku akan hancur." ucap Maura.
\*
Bersambung...................