NovelToon NovelToon
Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Radia Adawiyah

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi adalah kisah Alya, seorang gadis yang lembut dan taat, yang harus menerima takdir dijodohkan dengan Zidan (seorang pemuda yang dikenal bebas dan jauh dari nilai-nilai agama). Tapi di tengah perbedaan itu, Alya berusaha menjalani semuanya dengan sabar dan tetap berpegang pada prinsipnya. Sementara itu, tanpa disadari, kehadiran Alya perlahan mengubah Zidan menjadi dekat dengan Agama.

Novel ini mengisahkan bahwa cinta sejati bukan hanya tentang perasaan, tetapi tentang proses saling memperbaiki, mendekat kepada Allah, dan menerima takdir dengan penuh keikhlasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Radia Adawiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Batasan yang dijaga

Sore itu, langit mulai berwarna jingga ketika Alya pulang dari kampus. Angin lembut menyentuh wajahnya, namun pikirannya masih terasa penuh dengan kejadian siang tadi. Pertemuan singkat dengan Zidan kembali berputar di benaknya tanpa henti. Ia sendiri tidak tahu kenapa hal sederhana itu bisa meninggalkan kesan yang cukup dalam di hatinya.

Sesampainya di rumah, Alya langsung disambut oleh suasana yang tenang, dan suara lembut khas Uminya yang sedang berada di dapur, sementara Abi duduk di ruang tamu membaca koran.

“ Alya sudah pulang, Nak ? ” tanya Uminya dari dapur.

" Iya Umi ” jawab Alya pelan sambil menyalami kedua orangtuanya, lalu meletakkan tasnya kekamar.

Tak lama, Alya keluar dan mendekat ke ruang tamu. Ia duduk perlahan di samping Abinya.

“ Bi… nanti sore mungkin ada yang mau datang ke rumah, ” ucapnya pelan.

Abi mengangkat pandangan.

“ Siapa, Nak ? ”

Alya ragu sejenak.

“ Orang yang kemarin datang ke rumah Bi… Zidan. Dia mau ngobrol sesuatu ke Alya , tapi Alya bilang dirumah aja ngobrol nya, didepan Abi dan Umi , biar tidak berdua saja, karena biasanya yang ketiga pasti syaiton ”

Abi mengangguk pelan.

“ MasyaAllah… bagus begitu, Nak. Lebih baik memang seperti itu, supaya semuanya jelas dan tidak menimbulkan fitnah juga. ”

Alya mengangguk kecil.

“ Iya, Bi… ”

Tak lama, Uminya ikut duduk.

“ Abi sama Alya lagi ngobrol apa ? ” tanyanya lembut.

Abi menjelaskan singkat.

“ Zidan katanya mau datang nanti sore, Umi. Dia mau membicarakan sesuatu dengan Alya.”

Suasana sejenak hening.

Uminya menghela napas pelan.

“ Kalau begitu tidak apa-apa. Tapi Alya harus ingat, jaga sikap, jaga batasan ya Nak, apalagi kita sebagai seorang perempuan. Semua harus tetap sesuai dengan ajaran agama. ”

Alya mengangguk mantap.

“ InsyaAllah, Umi. Alya akan berusaha. ”

...****************...

Sore semakin larut.

Tak lama kemudian, suara ketukan pintu terdengar pelan dari luar.

Tok… tok… tok…

Alya yang saat itu sedang duduk di ruang tengah langsung berdiri dari duduknya. Jantungnya berdegup sedikit lebih cepat dari biasanya.

Tapi Abi berdiri lebih dulu dan membuka pintu.

Di sana berdiri Zidan.

Dengan pakaian sederhana, ekspresi datar seperti biasa, dan sedikit ragu di sorot matanya.

“ Assalamu'alaikum” ucapnya singkat.

“ Wa’alaikumussalam,” jawab Abi tenang

Untuk pertama kalinya Zidan mengucapkan salam , bahkan dia juga salam pada Abinya Alya. Alya pun terkejut tak menyangka kalau seorang Zidan yang dia kira adalah cowok yang kehidupannya bebas dan gaul itu bisa hormat juga kepada orangtua, dan pikiran Alya terhadap Zidan mulai sedikit berubah .

Kemudian, Zidan melangkah masuk, lalu duduk di ruang tamu bersama Abi, Umi, dan Alya. Suasana langsung terasa hening. Tidak seperti sebelumnya di luar kampus, kali ini semuanya terasa lebih resmi. Lebih nyata.

Zidan melirik Alya sekilas, lalu kembali menatap ke depan.

“ Aku… mau ngomong soal kemarin,” ucapnya akhirnya.

Alya menunduk sedikit, mendengarkan dengan tenang.

Abi mengangguk pelan, memberi isyarat agar Zidan melanjutkan.

Zidan menarik napas sebentar.

“ Aku sebenarnya cuma mau memastikan… Apakah kamu yakin kita benar-benar akan lanjut ke arah pernikahan ? atau kalau tidak kita batalkan saja perjodohan ini ! ”

Suasana kembali hening.

Alya menggenggam tangannya pelan.

Ini bukan lagi sekadar pesan di ponsel.

Ini sudah menjadi percakapan nyata.

Dan untuk pertama kalinya, Alya harus benar-benar menjawab bukan hanya dengan kata- kata ….. tapi dengan keteguhan dan apa yang dirasakannya dalam hatinya selama ini.

1
Ate Ida Rustono
aalur ceritanya bagus
Radiatul Adawiyah: Terimakasih banyak atas komentar baiknya🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!