"Aduh!!" Lia mengaduh karena ada seseorang yang menabraknya, saat ia menoleh ke belakang ternyata ada anak laki-laki yang terlihat menunduk kemudian Lia mensejajarkan tingginya dengan anak itu
"Hai, apa kamu yang tabrak aku tadi?" Anak kecil itu mengangguk,
"Siapa namamu?" Anak kecil itu mendongak
"Nama aku... " Ucapan anak kecil itu terpotong karena ada yang memanggilnya,
"Kevin!" Lia menoleh ke sumber suara
Deg!
"Kevan?"
"Lia?"
________________________________________
Liana Putri Leonard, gadis yang memiliki senyum manis dan pesona yang dapat mengikat kaum pria. Dia di tinggal menikah oleh kekasihnya, tapi suatu saat setelah sekian tahun dia kembali di pertemukan dengan mantan kekasihnya itu.
Akankah Lia kembali pada mantan kekasihnya?
Penasaran bukan? Yuk baca dan tunggu kelanjutan ceritanya.
Jangan lupa like, komen, vote dan rating 5-nya ya teman-teman. Mohon dukungannya🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marselia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
Ayo donggg mana ini likenyaa, Aku butuh dukungan kalian juga supaya aku makin semangat untuk up tiap hari, jadi mohon dukungannya ya.
Episode kali ini dan seterusnya kalau like nya lebih dari 50 aku up 2 episode setiap hari. Jadi ayo dongg likenya yaa..
Terimakasih, selamat membaca😊
___________________________________________
Di ruangan Lia kini ada Bunda, Ayah dan Alfa mereka duduk di sofa yang sudah di sediakan. Memang Alfa memilih kamar VIP untuk adiknya agar merasa nyaman.
"Apa Lia demam karena mikirin Kevan ya, Yah? Soalnya aku lihat tadi matanya sembab gitu kaya habis nangis," ucap Alfa
"Ayah pikir juga begitu," ucap Ayah
"Bunda kasihan sama Adek, Yah, kenapa kevan tega banget sama Adek, Yah?" Bunda menatap putri tersayangnya yang tengah menutup mata itu
"Apa kita harus bawa Adek pergi, Yah? Supaya Adek engga terus mikirin Kevan," Ucap Bunda
"Jangan Bun, apapun yang terjadi kita harus tetap disini kalau kita bawa Adek pergi gimana nanti sama perasaannya? Adek pasti makin sedih dan lagi pula sahabat Ade ada disini kan?" Ucap Ayah memberi pengertian
"Tapi Bunda engga tega Ayah ngeliat Ade terus sedih, Adek selalu ceria bahkan bisa membawa kebahagiaan pada kita Ayah. Tapi sekarang, dia jadi sering nangis Ayah," Bunda mulai menangis.
"Ayah tahu itu, Ayah juga sedih ngeliat Adek terus kaya gini tapi setidaknya jangan pisahkan Adek dengan sahabatnya Bunda. Siapa tahu sahabat Adek itu bisa buat Ade balik lagi kaya dulu kan? Lagi pula Ade pasti butuh waktu buat sembuh dari rasa sakitnya Bun, sabar ya kita harus tetap dukung Ade." Ucap Ayah, Bunda mengangguk.
"Bun, Yah Alfa pamit keluar sebentar ya. Mau beli makanan." Ucap Alfa. Ayah dan Bunda hanya menganggukkan kepalanya. Alfa pun pergi keluar untuk membeli makanan.
Bunda berjalan ke arah ranjang Lia, kemudian duduk di kursi samping Lia.
"Cepat sembuh sayang, Bunda engga mau lihat Putri Bunda sakit," sambil mengusap kepala Lia, Lia pun perlahan membuka matanya
"Bunda.." ucap Lia dengan lirih.
"Iya sayang, kenapa?" tanya Bunda sambil terus mengusap kepala Lia.
"Minum.." ucap Lia, Bunda pun mengambil air dan membantu Lia untuk minum. Selesai minum Lia kembali berbaring di ranjang.
"Putri Ayah sudah bangun?" Tanya sang Ayah.
"Belum Ayah aku masih tidur," jawab Lia lirih. Bunda tersenyum sedangkan Ayah tertawa lalu Ayah mengecup kening Lia.
"Putri Ayah jangan sakit lagi ya, katanya kamu kuat ayo dong buktikan." Ucap Ayah memberi semangat, Lia hanya tersenyum, pintu kamar terbuka dan ternyata itu Alfa, Abangnya.
"Eh Adek Abang sudah bangun," berjalan menghampiri ranjang
"Kamu mau apa? Abang bawain makanan nih" tawar Alfa
"Abang bawa apa?" Tanya Lia
"Nasi goreng, kamu mau?" tawar Alfa lagi. Lia menganggukan kepalanya, Alfa berjalan kemudian duduk di samping adiknya, membuka bungkusan itu lalu menyendokkan makanan itu ke mulut Lia.
"Makan yang banyak biar nanti ada tenaga buat ribut sama Abang," ucap Alfa. Lia memukul bahu Abangnya
"Nyebelin banget sih," ucap Lia kesal. Alfa, Bunda dan Ayah hanya terkekeh.
Setelah makanan habis Bunda mengupas buah untuk Lia.
"Bunda kapan aku pulang?" Tanya Lia sambil memakan buahnya
"Nanti sayang kalau kamu sudah sembuh," jawab Bunda sambil terus mengupas buah
"Huh bosan Bunda aku pengen pulang." Lia merengek minta pulang
"Nanti ya sayang, kalau kamu sudah benar-benar sembuh baru pulang." Ucap Bunda lembut, Lia pasrah dan hanya bisa mengangguk
Pintu kamar terbuka, ternyata itu dokter.
"Eh, nona Lia sudah bangun?" Tanya dokter
"Iya dok," jawab Lia
"Ya sudah coba saya periksa ya masih demam atau tidak," dokter memeriksa Lia, lalu berkata
"Alhamdulillah nona sudah sembuh,"
"Benar dok? Berarti boleh pulang dong?" Tanya Lia, dokter mengangguk
"Iya tapi tunggu infusan nya habis dulu ya baru boleh pulang," ucap dokter
"Yess makasih dokter ganteng." Dokter itu hanya tersenyum mendengar perkataan Lia. Memang dokter yang memeriksa Lia itu tampan dan masih muda
"Jangan sakit lagi ya, kalau begitu saya permisi." Lia mengangguk menatap dokter itu yang sudah hilang di balik pintu.
"Ekheemm," Alfa berdeham
"Apa?" Tanya Lia bingung,
"Kamu suka sama dokter itu?" Tanya Alfa penasaran
"Iya suka, soalnya dokter itu lebih ganteng dari Abang." Alfa yang mendengar perkataan Lia mengerucutkan bibirnya, Bunda dan Ayah hanya terkekeh karena perkataan putrinya itu.
"Engga usah maju itu bibir, makin jelek." Lia mengejek Alfa
"Awas kamu yaa!" Alfa menggelitik perut Lia, Lia pun tertawa karena perlakuan Abangnya
"Ha ha ha, aduh bang sudah perut aku sakit, ha ha ha," Lia masih terus tertawa
"Bilang Abang ganteng dulu," Alfa terus menggelitik perut Lia,
"Engga mau, Abang kan memang jelek," Lia menjulurkan lidahnya
"Belum kapok kamu? Sini!" Tangannya hendak menggelitik Lia
"Ayahhhh, Abang tuh nyebelin tahu aku lagi sakit," Lia mengadu pada Ayah
"Alfa, Ade kamu lagi sakit itu jangan di gelitikin." Ucap Ayah
"Huh pengadu," dumal Alfa, Lia hanya menjulurkan lidah merasa puas karena Ayah membelanya.
Beberapa saat kemudian infusan Lia sudah habis, dan sekarang dia sudah di perbolehkan untuk pulang Alfa menuntun Lia untuk berjalan sedangkan Ayah dan Bunda ada di belakang mereka. Setelah sampai di depan pintu rumah sakit Alfa mendudukan Lia di kursi, kemudian ia berjalan ke parkiran untuk mengambil mobil. Ayah pun ikut pergi ke parkiran untuk mengambil mobil.
Mobil sampai di depan pintu rumah sakit, Alfa turun membantu Lia masuk ke dalam mobil. Lia duduk di kursi penumpang samping kursi kemudi karena Ayah dan Bunda berbeda mobil dengan mereka.
Setelah sampai di rumah, Lia menolak bantuan Abangnya. Dia keluar dari mobil dan mulai berjalan disusul dengan Alfa di belakangnya.
"Abang aku sudah sembuh jadi jangan di tuntun gitu berasa kaya nenek-nenek aku tuh." ucap Lia kesal
"Abang takut kamu jatuh de, kamu kan baru aja pulih." ucap Alfa lembut
"Hmm, maaf Abang tapi aku benar-benar sudah sembuh ko, nih lihat bisa jalan sendiri kan." Lia memutar-mutar tubuhnya, saat berhenti memutar tubuhnya ia merasa pusing
"Aduh, duhhh pusing" rintihnya
"Abang bilang juga apa de, sudah jangan mutar-mutar lagi!" Alfa khawatir melihat adiknya merintih karena merasa pusing. Lia hanya bisa cengengesan, Alfa menuntun Lia untuk masuk ke dalam.
Alfa membawa Lia ke ruang keluarga, Lia pun duduk di sofa.
"Bunda sama ayah kemana ya? Ko belum sampai?" tanya Lia
"Bentar lagi juga sampai ko de," jawab Alfa.
Beberapa menit kemudian Bunda dan Ayah datang.
"Assalamu'alaikum," ucap Ayah dan Bunda.
"Wa'alaikumsalam, Ayah Bunda ko lama?" tanya Lia, Ayah duduk di samping Alfa dan Bunda di samping Lia.
"Bunda tadi mampir ke toko kue dulu jadi lama, nah ini Bunda belikan kamu kue," ucap Bunda sambil menyerahkan bingkisan.
"Yeayyy, makasih Bunda," mengecup pipi Bunda. Lia membuka bingkisan itu isinya ternyata Cake Red Velvet kesukaannya, lantas Lia langsung mengambil sendok dan memakannya.
Bunda, Ayah dan Alfa yang melihat itu tersenyum mereka merasa lega karena akhirnya Putri mereka sudah sembuh.
___________________________________________
Hai, teman-teman. Jangan lupa kasih vote dan klik likenya ya, mohon kritik dan sarannya juga ya.
Dan jangan lupa juga Add ke Favorit♥
_________Semoga kalian suka_________
Apa karna masih diawal kisah????
Coba deh nanti smp setengah kisah, kalo masih ttep gl greget, gk tk lanjut mf ya