Update 2 hari sekali 🍒
Kisah ini menceritakan 2 saudara yang saling memperebutkan semuanya, prinsip mereka adalah jika dia punya aku juga harus punya, jika hanya ada 1 di dunia maka itu adalah milikku.
"Selagi janur kuning belum melengkung, masih berlaku hukum tikung tikung, wlee" kata Andika sambil mengejek.
Awalnya mereka memperebutkan satu wanita yang sama tapi setelah salah satu dari mereka dijodohkan akhirnya wanita tersebut jadi benci dengannya karena perempuan yang ingin dojodohkan dengannya malah mencelakainya...
Siapakah yang akan dipilih wanita tersebut?
Apakah perjodohan akan berlanjut?
"Bapak tidak usah ganggu mereka ya pak, saya akan gagalin semua rencana bapak, ingat itu" kata sesosok wanita tiba tiba datang
Siapakah wanita tersebut?
Akankah mereka berempat berakhir bahagia?
Nantikan kisahnya ya teman teman 🤗
Jangan lupa tap tombol like, karena apa? karena like itu gratis 😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fera Aisha Syaidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dijodohkan
Bintang baru saja sampai ke rumah saat ini dia sedang memarkirkan mobilnya di garasi
"Assalamualaikum" ucap Bintang sambil mengetuk pintu dan segera masuk
"wa'alaikumsalam eh Bintang udah pulang nak?" ucap seorang wanita yang sedang duduk di sofa, wanita itu adalah Neli yang tidak lain adalah ibu tiri Bintang dan juga ibu dari Andika
"iya" jawab Bintang cuek karena Bintang tau sebenarnya Neli hanya bersikap baik bila ada maksut tertentu atau jika ayah Bintang sedang berada di rumah
"Ayahmu sedang menunggu di kamar untuk menemuimu" ucap Neli tiba tiba, Bintang sudah menduga kalau ibunya bersikap baik karena ayahnya sedang berada di rumah
"baik" ucap Bintang sambil berjalan ke arah tangga
"Hai ayah, apa kabar" ucap Bintang yang bar saja masuk ke kamarnya, dia melihat ayahnya sedang melihat foto foto masa kecil Bintang
"baik Bintang, kamu apa kabar?" ucap Hendri, Hendri adalah nama ayah Bintang
"baik pah, memangnya kapan papa pulang dari Amerika?" tanya Bintang, ayah Bintang pergi ke Amerika karena ada urusan bisnis keluarga terakhir dia pulang adalah 3 bulan yang lalu
"tadi pagi papa baru sampai di bandara" jawab Hendri
"kok nggak bilang sama Bintang? kalau papa bilang kan Bintang bisa jemput papa ke bandara" ucap Bintang
"kata mama kamu, kamu dan Andika sedang ada acara penting tadi pagi jadi papa tidak mau mengganggu, tidak apa apa papa juga udang dijemput sama mang Karim" ucap Hendri, mang Karim adalah sopir pribadi Neli dan Hendri
"oh yaudah, tumben papa pulang mendadak ada apa?" tanya Bintang penasaran
"kamu kan udah besar sekarang tapi masih lajang bagaimana kalau kamu papi jodohkan dengan anak kenalan papa yang juga seorang pebisnis saat papa berada di Amerika" tawar Hendri
"nggak usah pa Bintang nggak mau dijodoh jodohkan, Bintang bisa cari sendiri" tolak Bintang
"oh yaudah tapi setidaknya kamu melihat bagaimana penampilan anak kenalan papa dulu, siapa tau kamu tertarik" ucap Hendri
"nggak usah paa, Bintang nggak mau" tolak Bintang sekali lagi
"yaudah tapi kamu janji besok mau pergi makan malam di luar bersama papa kalau kamu tidak mau?" ucap Hendri
"iya pa Bintang janji, udah udah papa sekarang kembali ke kamar aja Bintang capek Bintang mau tidur" ucap Bintang sambil mendorong dorong tubuh Hendri keluar seperti anak kecil
"tapi janji kan?" ucap Hendri
"iya pah iya Bintang janji" ucap Bintang
"yaudah papa balik ke kamar papa dulu" ucap Hendri
Bintang segera menutup pintu setelah Hendri keluar dari kamarnya, Bintang membaringkan tubuhnya di kasur untuk melepas penat yang dia rasakan sejak tadi, hari ini memang sangat melelahkan bagi Bintang, pertama masalah di hotel ditambah dengan Nana yang tiba tiba menghilang bersama Andika kedua rapat mendadak yang diadakan di perusahaan dan ketiga papinya yang tiba tiba pulang untuk menjodohkannya entah besok apa yang akan terjadi lagi setelah hari ini
ada ada aja sih papi tiba tiba pulang cuma mau nyomblangin Bintang doang, padahal kan Bintang sukanya sama Nana doang nggak akan ada yang lain selain Nana
tanpa sadar Bintang terlelap karena kelelahan, ketika dia tidur dia bermimpi bahwa dia benar benar dijodohkan dan Nana sangat kecewa kepadanya akhirnya Nana labih memilih meninggalkan Bintang dan lebih memilih Andika , Bintang pun segera bangun dari tidurnya
tadi mimpi apa coba gue, gue nggak rela kalo sampe Nana sama Andika jadian, gue juga nggak mau dijodohin
Bintang segera mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi
Mohon sarannya, jangan lupa tekan tombol like, komen, dan rating
makasih udah mampir membaca 😊🙏