NovelToon NovelToon
Ketulusan Hati Ailee

Ketulusan Hati Ailee

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Beda Usia / Tamat
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Merpati_Manis

Diabaikan dan diperlakukan dengan tidak adil oleh keluarga karena kelahiran Ailee dianggap sebagai penyebab kematian sang mama, membuat Ailee tumbuh menjadi gadis yang mandiri di usia yang masih belia.

Pertemuan Ailee dengan seorang nenek di tempat kerja, mungkinkah akan membawa angin segar bagi kehidupan gadis berhijab yang selalu ceria, meski hatinya rapuh dan penuh luka karena ketidakadilan yang dia terima selama ini.

"Nak, nenek punya seorang cucu laki-laki yang enggan untuk menikah. Nenek akan membujuknya dan nenek harap, kamu bersedia untuk menjadi istrinya," mohon sang nenek, di hari pertama mereka bertemu.

Sementara cucu laki-laki nenek Amira hanya diam, ketika sang nenek menawarkan kepadanya untuk menikah dengan Ailee karena Gilang memiliki trauma dengan pernikahan kedua orang tuanya.

Berhasilkah perjodohan yang dilakukan Nenek Amira?

Dapatkah Ailee mengobati trauma Gilang dan membuat pemuda dingin tersebut membuka hati untuknya?

🌹🌹🌹

Tinggalkan jejak, yah ⭐⭐⭐⭐⭐

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merpati_Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keselek Buah Durian

Malam harinya, tepatnya bakda maghrib. Ailee bersama sang oma sedang menikmati teh hangat di taman samping karena kebetulan langit malam sedang terlihat terang benderang, meski tanpa hadirnya sang rembulan.

Gilang sedang berada di dalam kamarnya dan malas untuk bergabung karena tidak ada Erlan. Si abang pengganggu yang bisa membuat suasana selalu ramai dan hangat.

Meskipun sering mengganggu dan mengejek Gilang, tetapi jika sebentar saja Erlan tidak terlihat dari pandangan, Gilang pasti akan mencari-cari sang abang.

"Bang Er lama banget, sih, jemput mereka. Bosan aku di kamar terus," gerutu Gilang sambil melihat jam di atas nakas.

"Tapi kalau aku keluar, oma pasti akan langsung menyuruhku untuk ngobrol sama gadis konyol itu. Ish, enggak banget, deh," monolog Gilang seraya merebahkan tubuh.

Ya, Erlan sudah pergi ke bandara sejak sore tadi untuk menjemput ketiga keponakan Gilang yang kemarin lusa pulang ke rumah masing-masing.

Besok mereka harus pergi ke sekolah, sehingga malam ini mereka harus sudah kembali ke kediaman keluarga Gilang.

Tiga keponakan Gilang tersebut adalah putra dari kedua kakak perempuannya yang tinggal di luar kota.

Mereka diminta oleh sang oma untuk tinggal di rumah tersebut begitu mereka lulus dari Sekolah Dasar, agar menemani Gilang dan membuat pemuda yang kaku itu tidak kesepian.

Suara keramaian dari luar kamar Gilang yang tidak tertutup rapat, membuat Gilang tersenyum dan kemudian beranjak.

"Om Ge!" seru mereka bertiga begitu melihat Gilang keluar dari kamar.

Mereka kemudian menyalami Gilang yang dibalas pemuda yang disamakan oleh Ailee dengan beruang kutub tersebut, dengan pelukan hangat.

"Kalian bawa oleh-oleh, enggak?" tanya Gilang seperti biasanya.

Selalu itu yang ditanyakan Gilang jika ketiga ponakannya tersebut baru pulang dari rumah orang tuanya. Oleh-oleh istimewa, hasil masakan kakak-kakak Gilang yang senantiasa dia rindukan.

"Bawa, dong," balas remaja berwajah tampan bak artis Korea yang postur tubuhnya paling kecil.

"Tapi kata mama, harus oma yang membuka duluan," lanjutnya.

"Om yang buka, sama aja kali, Ren," pinta Gilang yang hendak merebut paper bag dari tangan Reno, putra sulung dari kakak keduanya.

"Jangan, dong," tolak remaja kelas sepuluh Sekolah Menengah Umum tersebut, seraya berlari menjauh.

Reno kemudian memanggil-manggil oma buyutnya.

"Ombu, kami datang!" seru Reno.

Erlan yang sudah mendudukkan diri di ruang keluarga hanya bisa geleng-geleng kepala, melihat Gilang mengejar Reno yang membawa oleh-oleh kue buatan mamanya Reno.

Kelihatannya memang sepele, hanya kue yang dengan mudah dapat dibeli oleh Gilang di toko kue terbaik dan termahal di kota tersebut, tapi entah mengapa Gilang selalu suka berebut oleh-oleh itu dengan sang oma serta keponakan-keponakannya.

Kedua keponakan Gilang yang lain, setelah menyimpan barang bawaannya di ruang keluarga juga ikut berlari mengejar Reno yang mencari sang oma buyut ke taman samping karena disitulah tempat favorit wanita tua tersebut.

"Kalian ini, baru datang sudah bikin keributan! Main kejar-kejaran lagi, di dalam rumah!" hardik sang oma yang baru saja hendak masuk ke dalam, bersama Ailee.

"Ai!" seru salah seorang keponakan Gilang yang paling besar.

"Bang Sat!" Kok Abang ada di sini?' tanya Ailee seraya menunjuk ke arah Satria.

Satria adalah putra pertama kakak perempuan Gilang yang nomor satu. Pemuda tersebut tinggal di rumah itu bersama sang adik yang saat ini duduk di bangku Sekolah Menengah Umum, kelas sebelas.

Gilang dan sang oma saling pandang. "Apa kalian sudah saling mengenal?" tanya sang oma seraya menatap Ailee dan cucu buyut pertamanya, bergantian.

"Ombu, Sayang. Terimakasih sudah menghadirkan bidadarinya Satria di istana ini, Ombu," ucap Satria seraya merentangkan tangan, memeluk oma buyutnya dan kemudian salim.

"Bidadari?" tanya Gilang, tak mengerti.

"Ish, Om Ge ketinggalan kereta. Bang Sat 'kan sudah lama suka sama Kak Lili, tapi sayang gayung tak bersambut karena gayungnya dipakai oleh nenek-nenek untuk main film. Nenek Gayung." Kukuh tergelak sendiri, meledek sang abang.

"Untung Bang Sat enggak dijadiin tumbal sama tuh si nenek ya, Bang," timpal Reno yang ikut tergelak.

"Hish, kamu 'tuh, Dik, yang enggak kesampaian cintanya," balas Satria, mencibir sang adik.

"Sudah-sudah," lerai sang oma ketika Kukuh hendak menjawab cibiran sang abang.

"Jadi yang kamu maksud dengan Lili Lili itu, Nak Ailee?' tanya sang oma, menatap Satria.

Satria hanya terkekeh, tidak mau menjawab.

Sementara Gilang mengerutkan dahi, menatap sang oma, Satria dan Ailee, bergantian.

"Bang Sat bohong, Oma. Bukan Ai yang dia suka, tapi sahabat Ai," sahut Ailee menjawab pertanyaan wanita tua, satu-satunya perempuan di keluarga itu.

Sang oma tersenyum, lega. Beliau sempat khawatir tadi, jika benar sang cucu buyut juga menyukai gadis yang dijodohkan dengan Gilang.

'Bukan Li, bukan sahabat kamu tapi kamu. Aku deketin sahabat kamu, hanya sekedar untuk mencari informasi tentang kamu.'

'Tadinya, aku masih berharap bisa menemukan keberadaan kamu. Namun, jika benar apa yang aku dengar dari Om Er jika Ombu menjodohkan kamu dengan Om Ge, aku harus ikhlas yang penting omku itu bahagia.'

Satria menatap Ailee seraya bermonolog dalam hati.

Ya, Satria adalah kakak kelas Ailee di Sekolah Menengah Umum. Hubungan keduanya cukup baik karena Satria sering mendatangi kelas Ailee untuk ngobrol dengan teman sebangku gadis berhijab tersebut.

Selama ini Ailee menyangka bahwa Satria jadian sama Nina, satu-satunya sahabat Ailee di sekolah karena kedekatan keduanya, tapi ternyata tidak seperti itu kebenarannya.

"Ayo, makan! Malah pada ngerumpi disitu!" Suara Erlan yang menyusul ke koridor yang menuju taman samping, mengalihkan perhatian semua orang.

"Ayo-ayo! Kalian pasti lapar, kan? Oma sudah menyiapkan masakan spesial buat kalian," ajak sang oma yang kemudian segera berlalu menuju ruang makan yang diikuti oleh semua orang, termasuk Ailee yang berjalan paling belakang bersama Gilang.

Mereka kemudian duduk dengan tertib di bangku masing-masing. Ailee diminta oleh sang oma untuk duduk di sebelahnya, diantara wanita tua tersebut dan Gilang.

Ailee menjadi canggung karena duduk berdekatan dengan manusia salju yang sikapnya selalu dingin pada dirinya itu.

Gadis itu makan dengan tidak nyaman, hingga berkali-kali nasi dalam sendoknya tercecer karena ketidak-fokusan Ailee.

"Pelan-pelan aja kalau makan, enggak bakalan ada yang minta," bisik Gilang, mulai perhatian.

Membuat hati Ailee, berdebar kencang.

Senyuman di bibir Ailee merekah indah, mendapatkan perhatian kecil dari pemuda yang tak pernah bersikap hangat dengannya.

"Jangan ge-er dulu, aku mengingatkan bukan karena perhatian tapi karena cara makan kamu jorok dan kampungan!" ketus Gilang yang berhasil membuat senyum Ailee, seketika menghilang.

Baru saja gadis belia itu merasa bahagia, tiba-tiba dihempaskan begitu saja dari ketinggian. Sakit tapi tak berdarah, itulah yang Ailee rasakan sekarang. Namun, senyum Ailee kembali merekah ketika Erlan bersuara.

"Oma, sekarang Oma bukan satu-satunya yang paling cantik, ya, di rumah karena sudah ada Ai yang jauh lebih cantik dari Oma."

Sang oma terkekeh pelan, mendengar perkataan Erlan. "Tentu saja lebih cantik dia, Er, karena usianya masih sangat muda. Dulu, sewaktu oma seusia Nak Ai, oma juga sangat cantik, kok," balasnya, tak mau kalah.

"Oh iya-ya. Ai baru ngeh, lho, Oma. Kalau di rumah ini, Oma satu-satunya wanita di keluarga ini," timpal Ailee.

"Berarti selama ini, Oma itu seperti Nenek-nenek cantik di sarang penyamun, ya, Oma."

Mendengar perkataan Ailee, semua orang tertawa, termasuk Gilang. Pemuda itu bahkan sampai tersedak makanan, tapi Ailee tidak mau mengambilkan minuman.

'Beruntung, Om, kamu cuma keselek makanan. Bagaimana coba kalau Om Ge keselek buah durian?' batin Ailee, keki karena barusan dikatai kampungan oleh Gilang.

☕☕☕ bersambung ... ☕☕☕

1
D_Mayanti
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasi bintang limanya Kak 🥰
total 1 replies
erna suryaningsih
WKWKWK
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya di novel ini, Kak 🥰🙏
total 1 replies
erna suryaningsih
kukuh biang rusuh sama bang sat hadeh
Yus Ys
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
Yus Ys
/Drool//Drool//Drool//Drool/
Dedeh Rokayah
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadir dan apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
KUCING GEMBUL
aciat aciat ciat, cieee om ge mulai resah pemirsa
Merpati_Manis (Hind Hastry): 😁😁😁😁😁
total 1 replies
KUCING GEMBUL
sosok aile begitu sangat tegar, keluarga yang cukup mampu. bahkan papanha pengacara, tapi dia disisihkan. Seperti bukan anak kandung tapi anak kandung.

mau bagaimana lagi butuh bertahun-tahun agar Aile bisa merasakan kebahagiaan, dan kedepannya Aile akan mendapat kebahagian secara perlahan.
KUCING GEMBUL
saya mampir nih kak, seru banget baca dr awal,.
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya, Kak 🙏
moga syuka 🥰
total 1 replies
bunda DF 💞
sukaa sm ceritanya,, 😍
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadir dan apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
Cah Dangsambuh
bapak anak kaga jelas
Cah Dangsambuh
yuuuuuuu pak ceo kok nguping 😄😄😄
Cah Dangsambuh
iiiii bener kan si nenek tadi lagi ada misi ketauan deh karyawanya yang nggak tulus
Cah Dangsambuh
apa nenek itu neneknya sang ceo yg lagi nyamar aaah aku ikut halu😀😀😀
Cah Dangsambuh
sekarang mampir di sini 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh, Kak 🥰🙏
maaf, baru kebaca komennya 😊
total 1 replies
Maulida Hayati
Dasar keluarga tidak becus.
Maulida Hayati
gila gila gila
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya, Kak 🙏
mereka memang keluarga gila 🥹
total 1 replies
aya
kok jadi kurang respect dengan sifat Ailee yang terlalu naif ya, terlalu polos dan baik itu sama saja dengan bodoh, kadang yang berlebihan itu juga tidak baik
Merpati_Manis (Hind Hastry): hehe .... sifat orang kan beda2, Kak. dan bisa berubah seiring berjalannya waktu.
btw. mksh hadirnya 🥰🙏
total 1 replies
Dwi Purwati
Astaghfirullah.....
Dwi Purwati
ada ya keluarga y jahat n licik kaya gtuuu....
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!