Dua Remaja yang sama sekali tidak saling mengenal, yang harus di nikahkan secara paksa oleh kedua orang tua nya.
Kedua orang tua mereka menikahkan mereka berdua akibat perjanjian yang telah di sepakati orang tua mereka dulu.
Apakah mereka akan menerimanya? dan bagaimanakah takdir kisah mereka selanjutnya?
Ikuti terus takdir kisah mereka di dalam cerita ini.
Happy Reading❤️🔥
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cillato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terpesona
Bel sekolah pun berbunyi tanda mata pelajaran terakhir telah berakhir, semua siswa dan siswi SMA Tunas Bangsa sudah berhamburan keluar dari kelas nya masing masing.
Begitu juga dengan Lea, dia melangkahkan kaki nya menuju area parkir dimana tempat mobil Leon berada.
Namun saat Lea sampai di area parkir, ia sudah tak melihat mobil Leon. Lea berpikir pasti Leon sengaja meninggalkan nya, dan tak ingin memberi tumpangan pada nya.
Mau tak mau Lea berjalan menuju halte yang dekat jarak nya dari sekolah, guna untuk menyetop taxi untuk mengantarkan nya ke rumah.
{Sial banget, dasar Leon nyebelin. Awas aja, bakal aku aduin sama tante} gerutu Lea dalam hati.
Setelah menunggu lumayan lama, akhir nya ada sebuah taxi yang melintas. Tanpa berpikir panjang Lea pun menyetop nya dan langsung masuk ke dalam taxi.
Taxi pun telah tiba pada rumah kediaman Om Herman, yang sekarang dan tak bukan adalah Papa mertua dari Lea.
Lea pun masuk ke dalam rumah, dan langsung melihat Mama Mertua nya yang sedang duduk sambil membaca majalah.
Mama mertua nya nampak celingak celinguk ke arah depan, seperti sedang mencari cari sesuatu.
"Kenapa Ma?". Tanya Lea heran melihat sikap Mertua nya
"Leon mana?". Ucap Mama Indah bertanya balik kepada Lea
"Nggak tahu Ma, Lea tadi berjalan ke area parkir tapi gk ngeliat mobil Leon, jadi Lea pulang sendiri deh". Ujar Lea jujur
"Jadi kalian gk pulang bareng?". Tanya Mama Indah menyelidik
Lea hanya menggelengkan kepala nya, memang ia dan Leon tidak pulang bersama. Mungkin karena Leon tidak mau memberikan tumpangan kepada nya, Lea sendiri mengerti akan hal itu.
"Emang bener bener anak itu, awas aja nanti biar mama kasih hukuman". Ujar Mama Indah dengan kesal
Lalu Mama indah pun menyuruh Lea untuk membersihkan diri, berganti pakaian, lalu makan, Lea pun mengangguki nya untuk memberi jawaban.
Setelah itu Lea pun pamit kepada Mama Indah untuk membersihkan diri di kamar atas, ia melangkahkan kaki nya menuju ke kamar.
Lea langsung masuk ke dalam kamar dan membersihkan tubuh nya terlebih dahulu, sudah setengah jam berlalu Lea baru selesai dengan ritual mandi nya.
Lea pun gegas keluar dari kamar mandi, namun keluar nya Lea bertepatan dengan suara pintu terbuka. Hingga sontak membuat Lea membulatkan mata nya, karena saat ini ia hanya menggunakan handuk yang hanya di lilitkan pada tubuh nya yang memperlihatkan Leher dan paha nya yang mulus.
Melihat itu Leon sempat terdiam beberapa detik, dan akhirnya tersadar. Buru buru dia membalikkan badan nya, nafas nya memburu melihat keadaan yang ada di depan nya
Meskipun sifat Leon dingin dan datar, Dia juga masih seorang laki laki normal.
Leon memejamkan mata nya, mengatur deru nafas nya yang sedang memburu.
"Shitt.. Lo mau ngegoda gue ya!" Ucap Leo berteriak ketus dengan posisi masih membelakangi Lea, berkali kali ia memejamkan mata nya.
Lea yang kaget mendengar teriakan Leon akhirnya sedikit tersentak.
"Ogah kali goda lo". Ujar Lea dengan nada kesal terhadap Leon yang tak pernah bersikap baik terhadap diri nya.
"Ciihh.. cepet sono lo ganti pakaian di ruang ganti". Seru Leon mengusir Lea untuk cepat cepat berganti pakaian.
Lea pun langsung berlari dan menutup pintu ruang ganti itu. Sedangkan Leon berdecih kesal seraya membuang nafas nya dengan kasar.
Leon yang baru saja pulang dari sekolah itu, masih berpakaian lengkap. Sontak langsung melepaskan tas nya, dan berbaring di atas ranjang sambil memejamkan mata nya.
Leon terus terbayang tubuh mulus Lea yang baru saja terlihat, menurut nya tubuh Lea sangat lah seksi dan indah padahal dia berasal dari desa.
Setelah selesai berganti pakaian, Lea membuka sedikit pintu ruang ganti dan mengintip keluar pintu.
Lea melihat jika Leon sedang tertidur, membuat nya melangkahkan kaki pelan pelan keluar dari ruang ganti itu.
Lea ingin kabur dan segera keluar dari kamar ini. Namun saat dia di dekat tubuh Leon, Lelaki itu langsung mencekal pergelangan tangan Lea dan menarik nya. Sehingga membuat wanita itu otomatis kehilangan keseimbangan tubuh nya, dan jatuh tersungkur ke atas tubuh Leon yang sedang tiduran.
Manik mata Lea dan Leon beradu menatap satu sama lain, degup irama jantung kedua nya berdetak sangat kencang.
Sama hal nya dengan Lea, jantung wanita itu kini berdetak dengan sangat cepat seperti sebuah rollercoster saat melihat ketampanan Leon yang tidak nyata bagi nya.
Lea terkesima memandang wajah Leon sedekat ini, harus dia akui ketampanan laki laki ini memang bak dewa yunani. Sangat sempurna sama sekali tidak ada ke cacatan nya, Hidung yang mancung, Alis yang tebal, Bibir yang tipis, bulu mata lentik sangat sangat sempurna.
Begitu pula dengan Leon, entah kenapa jantung nya juga berdegup dengan kencang. Seumur umur nya, dia tidak pernah merasakan hal aneh seperti ini.
Leon pun sama memandangi wajah Lea dengan sangat dalam, Leon juga terkesima dengan kecantikan natural yang di miliki oleh wanita ini.
Beberapa lama sampai Leon pun tersadar, dan mendorong tubuh wanita itu hingga terjatuh di samping nya.
Lea yang di perlakukan seperti itu hanya bisa menghembuskan nafas nya dengan panjang seraya menatap kesal pada sosok laki laki itu, bisa bisa nya sikap Leon terhadap nya sangat menyebalkan seperti ini.
Lea tidak habis fikir kenapa banyak siswi yang sangat tergila gila dengan Leon, padahal Leon Cuek, dingin, kejam, dan sangat menyebalkan bagi Lea.
Para guru guru juga menyanjung Leon, apakah sekuat itu pesona yang di tunjukan Leon?
Lea pun bangkit berdiri, dan hendak melangkahkan kaki nya keluar dari kamar untuk mengisi perut nya yang sudah keroncongan sedari tadi minta di isi.
Namun saat hendak melangkahkan kaki nya, lagi dan lagi Leon mencengkal pergelangan Lea.
Sontak wanita itu pun meoleh dan berontak kepada Leon untuk melepaskan tangan nya.
Semakin Lea berontak untuk melepaskan nya, semakin kencang pula genggaman Leon pada tangan nya.
"Aww.. Lepas sakit". Ujar Lea memohon
"Lo ngadu apa sama mama gue ha, udah sok berani lo!". Ucap Leon menatap tajam ke arah Lea
"Lah gue gk ada bilang apa apa, gue cuma bilang kalau gue pulang sendiri". Jawab Lea jujur
"Halah, pasti Lo udah ngadu yang enggak enggak dasar cewek kampungan". Ujar Leon ketus mengatai asal usul Lea
Lea yang mendengar perkataan Leon pun merasa sangat marah, sehingga ia mampu menghempaskan tangan Leon yang mencengkal pergelangan tangan nya dengan satu hentakan saja.
Lea pun akhir nya berlari dengan cepat meninggalkan Leon yang berada di dalam kamar.
Brakkk ....
Suara pintu menutup dengan keras, Leon hingga terperanjat kaget mendengar nya