NovelToon NovelToon
Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga

Status: tamat
Genre:System / Fantasi Urban-Mendadak kaya / Sistem / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: [ Fx ] Ryz

Sinopsis:

Saga Indraguna, seorang anak yang dibuang oleh salah satu orangtua nya di panti asuhan. Maka dari itu, Saga hidup dan besar di panti asuhan. Diumurkan yang ke 19 tahun, Saga memutuskan untuk hidup sendiri dan pergi merantau ke kota metropolitan.

Setibanya di kota itu, Saga ditempatkan di rumah yang terkenal angker menurut para tetangga. Hingga suatu malam, Saga mendengar suara aneh dan saat mencari sumber suara itu ternyata berasal dari sebuah ruangan rahasia yang bernama Chamber.

Di ruangan itu, suara wanita di ruangan mengatakan bahwa Saga seorang pewaris dari ruangan itu dan diharuskan bekerja dengan pembayaran honorer satu poin seharga satu gram emas.

Saga pun mendapatkan informasi tentang kedua orangtuanya yang ternyata seorang yang kaya raya lalu, Saga mewarisi segala harta dari kedua orangtua kandung nya tersebut.

Sejak saat itulah, Saga menjalani kehidupan yang penuh dengan petualang dan melalui penghasilan itu juga Saga dapat banyak membantu sesama yang mengalami kesulitan ekonomi. Selain itu, Saga mencari kebenaran tentang kedua orang tuanya.

Ini adalah kisah Saga Indraguna bersama dengan ruang kekayaannya.


# This is ...

Multiple Gendre.
Multiple Stories.
Multiple Love.
Multiple Characters.
... In one Novel.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 08. Boim dan Jaka

Chapter 08. Boim dan Jaka.

Pagi berganti sore, itulah yang akan menjadi kebiasaanku bekerja di dungeon.

Aku yang tiba di rumah langsung membersihkan diri dan tidur sejenak. Sejak aku bekerja di dungeon, aku sering merasa lelah padahal tidak ada kegiatan fisik. Mungkin, ini disebabkan aku mengeluarkan energi kehidupan di dalam tubuhku atau biasa di sebut mana.

Ketika aku berpikir seperti itu, Operator membenarkannya.

Dan, aku pun beristirahat sampai dibangunkan oleh suara azan dari masjid. Setelah itu, aku mulai merasa lapar dan saat melihat kulkas hanya ada buah yang kubeli kmarin. Maka dari itu, kuputuskan untuk mencari makan di luar.

Setelah beberapa langkah keluar rumah disana ada tukang nasi goreng yang sedang mangkal juga beberapa pembeli sedang makan disana.

Melihat tidak ada tukang makanan lagi, aku pun memutuskan untuk membeli nasi goreng.

"Pak, nasi goreng spesial nya satu!"

"Pedas atau tidak?" tanya tukang nasi goreng.

"Sedang saja."

"Makan disini atau dibungkus?" tanya tukang nasi goreng lagi.

"Makan disini saja."

Aku berpikir seperti itu karena malas untuk mencuci piring lagi.

"Iya, Mas. Silahkan duduk!" seru tukang Nasi goreng.

Aku pun duduk di kursi yang kosong didamping dua pria yang seumuran dengan ku. Satu berwajah oriental dan satu berbadan besar, kulit hitam dan berambut kribo sedang menyantap nasi goreng dan berbincang satu sama lain. Mereka terliha seperti teman dekat.

Ditengah aku duduk, pria berkulit hitam menyapaku.

"Hei bro, lu yang baru pindah di rumah angker itu ya? gak takut apa?" tanya pria berkulit hitam sambil menyantap makanannya

"Iya, saya baru pindah dua hari yang lalu disana dan tidak ada apa-apa disana."

Kata Lu dan Gua sudah tidak asing bagiku karena sering menonton sinetron dan film Indonesia di panti.

Saat aku menjawab itu, pria oriental menyambung pembicaraan kami.

"Oiya, sejak lu tinggal disana. Gak ada lagi suara aneh-aneh," ucap pria oriental.

"Benar banget tuh, bro." jawab pria berkulit hitam.

"Oh, begitu. ya. Syukurlah dan ngomong-ngomong, saya Saga Indraguna," ucap perkenalanku sambil memberikan tangan.

"Wua, keren sekali namamu, bro. Gua Boim. Orang terganteng disini," ucap pria berkulit hitam bernama Boim dan menerima tanganku.

"Hehehe, iya."

Tidak lama Boim melepaskan tanganku karena temannya ingin berkenalan.

"Kalo gue Joko," ucap Pria oriental yang berjabat tangan dengan ku.

"Saga."

Sesaat kemudian, Joko melepaskan tangannya.

"Hei, Saga. Lu tau gak Joko itu ibunya Jawa dan bapaknya cina jadinya begitu dah kulit coklat mata sipit," ledek Boim.

"Yeee, daripada lu. Batak tapi gak keliatan secuil pun," balas Joko.

"Yeee," balas Boim.

Melihat sikap mereka membuatku tersenyum.

"Oiya, Joko. Kamu asli Jawa mana. Kalau Saya di malang."

"Ibu gua asli Madiun tapi, udah lama disini dan jarang pulang kampung itu juga sih," jawab Joko.

"Saga, kenapa sih lu pake Saya, kamu kaya yang pacaran aja. Santai aja bro, ke kita pake gua lu?!" ucap Boim.

"Sepertinya tidak bisa, Saya sudah terbiasa seperti itu."

"Udah, udah Saga. Gak perlu di dengerin bacotan dia. By the Way, Lu punya Insta, Fcbok Dan WA?" tanya Joko.

"Saya hanya punya WA."

"Oke, catat nomor kita. Kali aja butuh apa-apa gitu," ucap Joko.

"Iya."

Aku pun mengambil smartphone dari saku yang membuat mereka terkejut.

"Tunggu, Saga! boleh pinjam ponselmu?" pinta Boim.

"Hm, iya. Ini!" jawabku sambil meminjamkan ponsel ku.

Boim dan Joko yang meminjam ponselku. Mereka terkagum-kagum.

"IPhone Pro, Jack! Gila lu, rumah kuno dan gubuk gitu tapi ponsel IPhone," ucap heran Boim.

Aku tidak menjawab dan hanya memberikan senyuman saja.

"IPhone berapa, Bro?" tanya Joko.

"IPhone 13 Pro."

"WHAT?!" ucap serempak Boim dan Joko serta mereka saling tatap satu sama lain dengan wajah yang terheran-heran.

Seusai itu, Boim langsung mengembalikan ponsel dengan tergesah-gesah.

"Ini, Bro. Takut Gua pegangnya. Ada apa-apa! gua bisa jadi babu seumur hidup buat ganti ruginya," ucap Boim.

"Santai aja. Padahal," jawabku sambil mengambil ponsel.

"Oiya, kalo butuh apa-apa? bilang ke kita ya. Kita siap bantu, iya gak Im?!" ucap Joko.

"Oh, iya tentu. Kita kan sudah jadi tetangga harus saling tolong menolong," jawab Boim.

"Iya, terima kasih."

"Baiklah, Bro. Sekarang tulis nomor kita!" seru Joko.

Aku pun menuruti nya dan mencatat nomor mereka. Tidak lama, nasi goreng ku pun siap dan aku menyantap nasi goreng tersebut.

Sejak itu, kami bertiga saling mengobrol dan berbincang. Mereka orang yang baik.

Sebagai tanda pertemanan kami, aku yang membayarkan nasi goreng yang mereka santap.

1
Agung Tri
Biasa
koen
5000 usd cuma 30jt ?
artinya kurs dolar cuma 6000 dong thor..
nih cerita jaman sebelum ORBA kah
hehehee
Safira Zaki
masih nyimak
Jeme Sham
Luar biasa
Nf@. Conan 😎
👍👍✌
Nf@. Conan 😎
Angela nie nma si nenek thor apa pndatang bru
Nf@. Conan 😎
laaah kok saya
🤨🤨🤨
Nf@. Conan 😎
lepas landas thor bkannya lepas lantas
Nf@. Conan 😎
kebajuga apaan thor 🙄🙄🤔🤔🤔
Nf@. Conan 😎
kok ibu nya Tanya sih thor
Nf@. Conan 😎
prbedaan nya jauh betul
Nf@. Conan 😎
g pikir Cahaya nih ibu nya ehh nggak thu nya ayahnya
Nf@. Conan 😎
Ehh.....
kok Rizal
Nf@. Conan 😎
oleh thor bkannya boleh
Nf@. Conan 😎
🤔🤔🤔
Nf@. Conan 😎
mnyimak, msih bnyak typo thor
Nf@. Conan 😎
mmpir thor, smoga crita nya bgus sdikit typo nggak d gntung crita nya trus smpai tmat😁😁😁
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
sudah saya duga 😄😄😄
AXYs
Napa punya banyak uang lalu berubah jadi sesat gini. Tolongin aja Senja tanpa embel2 ati minta upah agar Senja mw *ngejual* diri gutu juga😡
AXYs
Itu Rizal napa jafi seperti itu siy.. mentang2 dah punya banyak uang 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!