NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Kalila

Kisah Cinta Kalila

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama
Popularitas:214.2k
Nilai: 5
Nama Author: septriani wulandari

Kalila gadis yang terlahir cantik dan lugu. Ia memutuskan untuk mengubah dan tidak memikirkan penampilan lagi sejak ia mengalami patah hati pada saat SMP. Kisah cinta pertama yang membawa dampak keterpurukan dalam hidupnya.

Suatu hari Kalila bertemu dengan seorang pria yang merupakan guru baru di sekolahnya. Ia tidak menyangka luka lama yang dipendamnya kembali bangkit hingga menyisakan rasa sakit.

Mungkinkah Kalila mampu kembali melewati hari-harinya seperti dulu? Ataukah rasa sakit itu akan terus membelenggu hidupnya?

Follow IG Author yuk
@Septriani_wulan15

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon septriani wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 Tidak Berubah

Bab 8 Tidak Berubah

Kalila masih tidak percaya, sumpahnya ternyata benar-benar terjadi. Dalam hatinya dia sangat merasa bersalah, pasalnya yang dia ucapkan itu hanya bentuk kekesalan saja, bukan sepenuhnya benar. Jam istirahat pun berbunyi, semua siswa bersorak berlarian ke luar. Kalila mengabari kedua saudaranya untuk pergi terlebih dahulu ke kantin, karena dia akan ke ruang UKS menyerahkan surat pernyataan.

Sesuai yang diperintahkan Akbar, dia harus menyerahkan surat pernyataan itu saat jam istirahat. Dalam hati Kalila berkecamuk antara rasa bersalah dan juga rasa sedikit puas, karena kekesalan dia terbayar. Kalila berjalan perlahan ke arah ruang UKS. Dia sebenarnya malas untuk bertemu dengan Bu Sarah atau Bu Gendis, karena Kalila yakin kedua wanita itu pasti akan selalu ada di dekat Akbar.

Sampai di UKS, Kalila melihat cukup ramai. Dia membuang napas kasar saat mengetahui beberapa siswi sedang membawakan beberapa makanan untuk Akbar sambil tersenyum manis dan itu membuat Kalila merasa sangat geli. Dia memutuskan menunggu di ambang pintu menyenderkan tubuhnya sambil memasang earphone, mendengarkan lagu rock kesukaannya.

Tidak butuh waktu lama para gadis itu akhirnya keluar. Saat keluar, mereka semua memandang sinis ke arah Kalila sebelum melangkah keluar UKS. Kalila mengerutkan dahinya merasa heran, ‘Ada masalah apa mereka denganku?’ gumamnya.

“Sedang melamun apa cantik?” tanya Akbar menarik tangan Kalila masuk sambil menutup pintu UKS. Sontak ini membuat Kalila sangat kaget dan menarik tangannya dari genggaman Akbar.

“Maksud Bapak apa?” teriak Kalila yang sangat emosi. Melihat Kalila seperti itu malah membuat Akbar tertawa dan berjalan ke meja. Kalila terus menatap sinis Akbar dan mengumpat kasar dalam hatinya.

”Sudah duduk, jangan emosi! Maaf aku tadi menarik tanganmu, aku hanya ingin menutup pintu. Habis kamunya menghalagi di sana. Hari ini aku cukup lelah menghadapi para siswa dan guru perempuan, makanya aku ingin menutup pintu agar tidak ada lagi yang datang,” jelas Akbar dan sepertinya Kalila tidak peduli akan itu.

‘Cih ... sombong, sok laku!’ gumamnya kesal.

Kalila berjalan ke arah meja dan menyimpan surat penyataan sambil sedikit menggebrakkan meja, sampai Akbar merasa kaget. Tapi itu malah membuat Akbar tersenyum melihat kelakuan Kalila yang seperti ini.

“Sudah ya! Aku pamit, permisi!”

“Tunggu!” Kalila berhenti melangkah dan diam tanpa membalikkan badannya.

“Ada yang salah sama surat pernyataan ini. Kamu tidak menulisnya sesuai dengan saya perintahkan.” Kalila mendengus kesal dan membalikan badannya.

“Apalagi Bapak Akbar?” tanya Kalila yang menekankan suaranya. Akbar hanya tersenyum mendengar itu sambil menunjukkan satu kata yang terlewat oleh Kalila. Harusnya Kalila menuliskan 'Aku berjanji tidak akan mengulagi kesalahan ini lagi', tapi Kalila menuliskan 'Janji tidak mengulanginya lagi'.

“Mau bapak sebenarnya apa sih? Yang penting 'kan saya sudah berjanji tidak akan mengulanginya lagi.” Kalila sedikit teriak karena marah.

“Saya hanya mau kamu disiplin dan menulisnya dengan benar.” Akbar kembali memberikan surat pernyataan kosong padanya. Kalila menatap penuh emosi dan Akbar hanya melemparkan senyuman sambil memberikan kertas ditangannya.

Kalila mengambil kertas itu dengan sedikit kasar dan berjalan keluar tanpa mengucapkan kata pamit.

“Saya tunggu sampai pulang sekolah!” teriak Akbar, tapi sama sekali tidak digubris oleh Kalila.

‘Kamu sebenarnya tidak berubah Kalila! Kamu masih sama seperti Kalila yang aku kenal dulu.” Akbar terus tersenyum dan terus memandang punggung Kalila sampai dia keluar dari ruangan.

“Dasar tua nyebelin. Apa harus gue sumpahin lagi lo? Nyesel gue pernah ungkapin perasaan gue sama lo.” Kalila terus mengumpat selama perjalanan ke kantin untuk menghampiri sahabat juga saudaranya.

Melihat Kalila yang baru saja memasuki kantin, Hesti lansung melambaikan tangannya. Melihat itu, Kalila berjalan menghampiri mereka.

“Muka lo kenapa, De? Sepet amat!” tanya Kama sambil menikmati semangkok bakso kesukaannya.

“Habis ketemu orang gila tadi,” jawab Kalila sambil mengambil jus mangga yang ada di tangan Elina.

“Emang di sekolah kita kemasukan orang gila? Iiiih ... takut!” kata Elina yang ketakutan. Kalila hanya membuang kasar napasnya.

“Kamu udah lapor pihak keamanan, De? Bahaya 'kan kalau dibiarkan, bisa menganggu murid yang lainnya,” lanjut Kama yang membuat Kalila semakin kesal.

“Tenang saja, aku udah pepes tadi, sekalian buat makan siang!” mendengar itu semua yang ada di meja melihat binggung ke arah Kalila. Kalila menghabiskan jus mangga dan langsung berdiri, “Gue ke kelas duluan ya!”

”La, kamu enggak makan?” tanya Elina.

“Enggak, sudah kenyang makan pepes tadi,” jawabnya dan langsung berjalan pergi meninggalkan mereka.

“Kalila lagi kerasukan kali ya? Kok dia makan manusia?” tanya Hesti sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Udah lo mending habisin makanan lo. Kasian otak lo kalau dipake mikir, nanti bisa meledak,” ucap Andri dan membuat mereka semua tertawa.

Sampai di Kelas, Kalila langsung mengeluarkan kertas putih yang dilipat dari sakunya, kemudian langsung menulis surat pernyataannya. Kali ini Kalila menulisnya dengan tulisan sangat besar, agar Akbar puas membacanya. Sambil menulis Kalila terus saja mengumpat kesal dengan perlakuan Akbar padanya.

“Salah apa gue bisa ketemu lagi sama lo?” ucapnya sambil menekan tulisan kalimat terakhir agar lebih menegaskan tulisan itu.

“Ah ... bereeeees!” ucapnya sambil mengangkat tangannya ke atas.

~Bersambung~

1
Mommy JK 💜
Luar biasa
Susiwisnu
lanjut dooong
M. Namikaze
Desi apa Nurma?
M. Namikaze
seketika jadi mobil
M. Namikaze
masih lanjut g ini ka?
M. Namikaze: hampir setahun lho,, ada apakah ??
total 2 replies
Meili Wardiani
semangat kk akhirnya up
Heri Hidayat
akhirnya up juga.... seneng nya aq Thor
Wati_esha
Apa Nurma sedang berfirasat?
Wati_esha
Kalila begitu pengertian.
Wati_esha
Alaric .. masih ragu karena faktor umur.
Wati_esha
Apa yang akan Alaric katakan pada Akbar ya?
Wati_esha
Hmm Alaric ketahuan deh kalau membantu Akbar. 😉
Wati_esha
Akbar terlalu emosional.
adning iza
terima ksih thoorrr untuk up nya smoga sllu up smp end ya thoorrr
atteu
lupa lagi thor ceritanya
👸ᴿᵃᵗᵘ ᴹⁱᶜⁱⁿ 🤴: yuk baca lagi yuk...
author juga lanjut nulis baca lagi dr awal 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Nuraisyah Syarifudin
trims thor udah up aku menunggu lama mudah2an jangan lama lagi
👸ᴿᵃᵗᵘ ᴹⁱᶜⁱⁿ 🤴: aku terharuuuu 😭😭😭😭
kirain udah ga ada yang mau baca 😭😭😭
total 1 replies
Mommy 2 R
suka
Nivia Olive
Kalo dah tamat dah baru baca biar ga kelamaan nunggu ✌️😊
Kusreni Amalo
kapan update lagi??
Nuraisyah Syarifudin
kapan up lagi udah lama thor kangen ama kalila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!