Gadis polos yang dunia nya hancur, saat kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua nya, di saat paling rapuh ia jatuh kedalam pelukan pria berkuasa sekaligus pemimpin gelap
Bagis pria itu gadis kecil ini adalah hak mutlak , satu satu nya obsession yang tak pernah ia lepas kapan pun
"Kau milik ku gadis kecil, selama nya semua yang ada padamu itu milik ku tidak akan pernah menjadi milik orang lain, sayang, " ucap nya dengan penuh obsession
Gimana kah cerita nya ,dari pada penasaran kuy baca novel aku 😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurfazilah Cell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7. Obsesif
Malam nya,Aiden pun masuk kedalam kamar Alesha , iya pun duduk di tepi Kasur, kemudian mengelus rambut Alesha yang masih tertidur pulas
"Bangun sayang , Kamu sudah melewatkan makan malam Mu, ujar Aiden kemudian iya pun mencium kening Alesha
Alesha pun membuka mata nya perlahan kemudian iya pun duduk dan mengucek mata nya, setelah itu Alesha menatap Aiden, Alesha melihat penampilan Aiden begitu rapi seperti habis dari kantor
"Kak Aiden ini sudah jam berapa,? taya Alesha karena iya tidak mempunyai handphone nya karena sudah hilang entah kemana
" Ini sudah jam 10 malam Sayang, kenapa Kamu belum makan hmm,mau sakit,?taya Aiden
"Bukan Alesha aja gak tau ini sudah malam, ngantuk banget jadi gak lapar, jawab Alesha
" Sudah, Ayok makan, Aku gak mau Kamu sakit sayang, ujar Aiden yang kemudian menggendong Alesha keluar dari dalam kamar menuju ke bawah
"Kak Aiden Alesha malu, Alesha sudah besar jangan gendong Alesha, ujar Alesha
" Tidak perlu malu sayang, ujar Aiden , kemudian iya pun duduk di kursi meja makan dan mendudukkan kan Alesha di kursi samping nya lagi
"Mau makan apa sayang, pilih semua ini makanan ke sukaan mu, ujar Aiden
"Alesha mau bubur ayam saja, ujar Alesha kepada Aiden
"Hmm, Aiden pun mengambil bubur ayam nya, kemudian iya pun menyuapi Alesha dengan telan , dan begitu lembut, iya suka dengan gadis nya yang penurut dan bergantung pada nya
" Enak bubur nya Alesha suka, ujar Alesha
"Makan yang banyak, biar badan Mu berisi gak kurus, ujar Aiden
" Alesha makan banyak setiap hari, tapi Alesha tetap seperti ini, padahal Mami sama Dedy larang Alesha makan banyak micin dan pedas, karena perut Alesha sakit, tapi Alesha penasaran banget sama makanan yang teman Alesha makan setiap hari di sekolah, ujar Alesha Mengutarakan isi hati nya , sedangkan Aiden hanya diam , mendengar ocehan gadis nya, dan iya sudah tau semua penyakit yang ada pada Alesha, dan dia tidak akan membiarkan Alesha makan sembarangan karena iya tidak mua melihat Alesha sakit, maka dari itu Aiden menyiapkan ahli gizi profesional untuk Alesha
"kak Aiden, panggil Alesha
" Kenapa sayang hmm, jawab Aiden yang masih fokus menyuapi Alesha, yang sedari tadi masih mengoceh
"Gimana dengan sekolah Alesha,? taya Alesha menatap menik mata Aiden dengan mata bulat nya, yang selalu membuat Aiden ingin menerkam nya
"Homeschooling , Aku tidak mau Alesha ku ini keluar dari mansion ini, jawab Aiden membuat Alesha diam, iya sedang mencerna perkataan Aiden, maksudnya Alesha terkurung di mansion ini tidak boleh keluar kemana pun
" Alesha gak mau, Alesha mau sekolah seperti biasa, ujar Alesha yang sudah paham dengan perkataan Aiden
"No sayang, Kamu tetap sekolah di rumah , jangan membantah, ucap Aiden
" Kak Aiden jahat, kak Aiden terlalu mengatur hidup Alesha, lagian Kak Aiden gak tau apa apa tentang Alesha, gak usah ngatur ngatur Alesha, hiks hiks, ujar Alesha keras, Alesha kesal karena menurut nya Aiden terlalu mengatur hidup nya, apalagi iya tidak mengenal Aiden siapa, dan terlebih Aiden itu bukan siapa siapa nya
Aiden pun diam iya pun menaruh bangkok bubur itu keatas meja kemudian iya menatap Alesha tajam seolah sedang menanti kan jawaban apa lagi yang akan di kayang kan oleh gadis nya
"Hiks Alesha gak mau homeschooling, Alesha mau sekolah seperti biasa hiks, ujar Alesha pelan, nyali nya kini sudah menciut melihat tatapan Aiden kepada nya
" Kenapa gak bicara keras lagi hmm,? taya Aiden dingin, suasana di ruangan itu pun kini ikut suram, seolah bala petaka akan datang, para pelayan di sana terdiam menunduk takut menatap tuan nya
"Hiks hiks, Alesha gak, belum sempat Alesha menyelesaikan perkataan nya Aiden sudah melumat bibir manis nya dengan kasar
" Lepaskan , ujar Alesha sembari mendorong Dada Aiden namun tidak bisa karena tangan nya di tahan dan Aiden menekan tekuk nya
Setelah puas Aiden pun melepaskan ciuman nya, dan menatap Alesha yang terisak mengusap bibir nya berulang kali
"Hiks hiks jahat Alesha gak suka hiks, Dedy tolong Alesha, ujar Alesha yang melihat Aiden yang masih marah pada nya
" Tidak ada yang menolong mu gadis kecil, kau milik ku bahkan Dedy Mu yang sudah mati itu, dalam mimpi Mu saja dia tidak bisa menolong Mu, karena Aku akan menembak nya, ujar Aiden penuh tekanan
"Jangan bawa Dedy Alesha, Hiks hiks Kamu jahat Alesha benci orang seperti Kamu, ujar Alesha yang kemudian berdiri dari duduk nya, belum sempat berjalan tangan nya langsung di cekal, Aiden pun menggendong Alesha menuju kamar
Sampai nya di kamar Aiden pun melempar Alesha ke kasur hingga Alesha terbaring kemudian iya pun menindih nya, mengikat tangan Alesha dengan dasi nya kemudian iya bawa ke ata kepala
"Siapa yang menyuruh Mu membenci ku sayang, Aku akan menghukum mu karena mulut manis Mu ini sudah berani mengeluarkan perkataan yang membuat ku marah, bentak Aiden, Alesha pun yang mendengar kan itu ketakutan setengah mati, baru pertama kali ada orang bentak nya , Alesha pun menutup mata nya erat
" Muka mata mu dan tatap Aku sayang, atau Aku akan mencongkel nya hingga kau tidak bisa melihat lagi, ujar Aiden, Alesha pun membuka mata nya kemudian melihat menatap Aiden, dengan air mata yang terus
Aiden mengusap air mata Alesha kemudian turu ke bibir yang selalu membuat nya gila
"Kamu mau hukuman apa sayang, apa Kamu mau hukuman yang sakit atau nikmat hmm,? bisik Aiden di telinga Alesha
" Hiks hiks jangan Alesha gak mau, Alesha mohon maaf kan Alesha,hiks hiks, ujar Alesha
"Gak bisa sayang hukuman tetap hukuman, jangan merayu ku dengan mata bulat mu itu, ujar Aiden kemudian iya pun mencium kedua mata Alesha
"Jika gadis kecil ku ini tidak bisa memilih baiklah Aku akan memberikan hukuman yang nikmat buat Kamu, ujar Aiden yang kemudian kembali melumat bibir manis Alesha, tapi ini lembut dan pelan
Setelah puas dengan bibir, Aiden pun turun ke leher gadis kecil nya, iya mencium dan mengigit pelan, membuat tanda kepemilikan nya
" Hentikan Alesha mohon hiks, ujar Alesha semakin terisak,
"Hentikan ahhh kak Aiden ahh hiks pliss ahh, ujar Alesha mendesah karena Aiden meremas payudara nya pelan , Aiden pun yang mendengar itu, iya kembali melumat bibir Alesha sembari tangan nya yang masih betah meremas dada gadis kecil nya, menurut nya begitu kenyal lembut, seperti kumpulan jeli, walaupun belum penuh di tangan nya ,
" Ahhh plis Alesha mohon hentikan ahhh, ujar Alesha begitu tersiksa, Aiden pun melepaskan ciuman nya kemudian iya pun berbisik
"Enak sayang, kau suka, ujar Aiden
" Kak Aiden jahat Alesha benci hiks hiks, Alesha gak mau tinggal sama kak Aiden lagi, ujar Alesha putus asa iya benar benar ingin marah tapi iya takut
"Itu tidak akan terjadi sayang, mimpi saja hmm, soal benci, Aku akan membuat benci itu jadi cinta, ujar Aiden yang kemudian iya pun melepaskan tangan Alesha kemudian iya pun menyelimuti gadis nya
Setelah itu iya pun duduk di tepi kasur dan mengelus rambut panjang Alesha
Alesha pun mengambil boneka nya kemudian iya memeluk nya erat, Alesha masih terisak dan menatap Aiden
" Cup sudah sayang tidur hmm, ini sudah malam, Aku akan membacakan cerita buat Kamu seperti yang Dedy Kamu lakukan , ujar Aiden yang mengambil buku cerita nya setelah itu iya mulai membaca nya, Alesha pun mulai memejamkan mata nya hingga tidak berlangsung lama iya pun tertidur pulas
Melihat itu Aiden mencium kening dan kedua pipi bulat Alesha,setalah itu iya pun berdiri dan mematikan lampu kamar Alesha dengan menyalakan lampu tidur , setelah itu iya pun keluar dari dalam kamar Alesha dan berjalan menuju kamar nya yang ada di samping kamar Alesha
Author :Tadi mereka gak buka buka baju nya jangan salah berpikir kalian, tadi Aiden haya memasuki tangan nya saja kedalam baju Alesha upss jangan jelas jelas kali 😆😆
Bersambung
Thank you yang udah baca cerita oyen😊