NovelToon NovelToon
Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:75.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Sejak SMA, Amelia Hartono diam-diam mencintai Evan Cristian. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali setelah lulus kuliah, Amelia mengira Tuhan akhirnya mengabulkan cintanya. Sebagai pewaris tunggal keluarga Hartono, Amelia yang polos dan kesepian menyerahkan seluruh kepercayaan kepada pria yang dicintainya.

Namun, cinta itu ternyata hanyalah jebakan.
Satu per satu aset perusahaan berpindah tangan. Pernikahan yang selama ini diyakininya sah ternyata palsu. Bahkan, bayi yang dikandung dan dilahirkannya dengan taruhan nyawa ternyata bukan darah dagingnya. Amelia hanyalah seorang ibu pengganti yang ditipu.

Di balik semua itu berdiri Evan Cristian dan istri sahnya, Carolin Baskara, model papan atas sekaligus putri keluarga konglomerat Baskara. Namun, saat semuanya hancur, Elang Anderson teman lamanya muncul kembali, pria yang diam-diam pernah jatuh cinta padanya kini membantunya.

"Kau boleh menangis hari ini, Amelia. Tapi besok, aku akan memastikan mereka yang menangis di hadapanmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

07

Sore hari, suasana di kediaman keluarga Baskara jauh lebih tenang dibandingkan saat Laras pertama kali datang. Baby yang sebelumnya terus menangis kini tertidur pulas setelah disusui dan digendong cukup lama oleh Laras.

Hal itu membuat para pelayan beberapa kali melirik wanita tersebut dengan kagum. Bahkan, beberapa dari mereka tampak jauh lebih santai karena akhirnya bisa bernapas lega.

Di ruang kerja kecil yang berada di lantai satu, Evan duduk berhadapan dengan Laras.

Di atas meja telah tersedia beberapa berkas kontrak kerja.

"Jadi, secara garis besar tugasmu sederhana," ujar Evan sambil membuka salah satu dokumen.

"Laras akan menjadi pengasuh sekaligus ibu susu untuk Baby."

Laras mengangguk pelan. "Saya mengerti, Pak."

"Tapi sebelum kita menandatangani kontrak, apakah ada pertanyaan atau permintaan khusus?"

Laras terdiam sesaat. Ia memang sudah memikirkan hal ini sejak berangkat dari rumah tadi.

"Ada."

Evan mengangkat pandangannya. "Apa itu?"

Laras meletakkan cangkir teh yang sejak tadi dipegangnya.

"Saya ingin kamar saya berada di lantai bawah."

Evan tampak sedikit terkejut. "Lantai bawah?"

"Iya."

"Kenapa?"

Laras tersenyum sopan. "Saya tidak terlalu nyaman naik turun tangga terlalu sering. Apalagi kalau harus menggendong bayi."

Ia menambahkan dengan nada santai, "Lagipula saya lebih suka kamar di bawah. Rasanya lebih nyaman."

Evan mengangguk pelan, alasan itu masuk akal.

"Baik, lalu?"

"Saya juga ingin kamar Baby berada dekat dengan kamar saya."

Kening Evan sedikit berkerut. "Biasanya Baby tidur di lantai atas."

"Saya tahu." Laras tetap tersenyum.

"Tapi kalau kamar kami berdekatan, saya bisa lebih cepat merespons saat Baby menangis. Saya khawatir melewatkan tangisannya di malam hari. Apalagi usia Baby masih sangat kecil."

Evan terdiam beberapa saat. Kemudian menganggukkan kepala. "Itu justru lebih baik. Kalau begitu nanti saya minta pelayan menyiapkan kamar di lantai bawah."

"Terima kasih." Laras menjawab dengan sopan.

Namun, jauh di dalam hatinya, ia merasa lega.

Semakin dekat dengan anaknya. Semakin mudah baginya melindungi putrinya.

Evan kemudian membuka lembar berikutnya.

"Kita lanjut ke masalah gaji."

Laras mengangguk. "Saya mendengarkannya."

"Untuk tugas sebagai pengasuh, gajimu lima juta rupiah per bulan."

Laras masih terlihat tenang.

Namun, beberapa detik kemudian Evan melanjutkan, "Dan untuk tugas sebagai ibu susu, lima belas juta rupiah per bulan."

Laras berkedip.

"Ehm..."

"Jadi total yang akan kau terima dua puluh juta rupiah setiap bulan."

Sejak pembicaraan dimulai, Laras terlihat benar-benar terkejut. Bukan karena jumlahnya, melainkan karena apa yang tersirat dari nominal tersebut.

Dua puluh juta rupiah. Itu berarti keluarga ini benar-benar kesulitan menemukan seseorang yang bisa mengurus bayi itu. Mereka sangat membutuhkan ibu susu. Sangat membutuhkan seseorang untuk merawat putri kecil itu. Dan fakta tersebut membuat hati Laras terasa sedikit puas.

Setidaknya sekarang ia tahu posisinya cukup penting di rumah ini.

"Bagaimana?" tanya Evan. "Apakah nominalnya sesuai?"

Laras segera menenangkan ekspresinya.

"Tentu, dan Saya tidak keberatan."

Evan mengangguk puas. Beberapa saat suasana menjadi hening.

Hingga Laras tersenyum kecil dan bertanya dengan nada santai, "Kalau boleh tahu..."

Evan mengangkat kepala. "Ya?"

"Ibu Baby tidak menyusui sendiri?"

Pertanyaan itu terdengar sederhana. Namun, Laras memperhatikan dengan saksama perubahan ekspresi pria di hadapannya. Evan terlihat sedikit tidak nyaman.

"Carolin tidak bisa."

"Tidak bisa?"

"Dia seorang model." Evan menyandarkan tubuhnya ke kursi.

"Kariernya sedang berada di puncak. Dia harus menjaga bentuk tubuhnya. Itu keputusan bersama."

Laras mengangguk perlahan. Meski dalam hati ia hampir tertawa pahit.

'Keputusan bersama? Bohong!'

Laras tahu persis alasan sebenarnya. Karena Carolin bukan ibu yang mengandung bayi itu. Tubuh wanita itu tidak pernah mengandung. Tidak pernah melahirkan, dan tidak pernah menghasilkan ASI. Namun, tentu saja Laras tidak mengatakan apa pun.

Sebaliknya, ia tersenyum tipis.

"Jarang sekali ada ibu seperti itu."

Evan menatapnya. "Maksudmu?"

Laras terlihat berpikir sejenak sebelum menjawab.

"Biasanya wanita sangat bahagia ketika memiliki anak. Saya sering mendengar banyak pasangan melakukan berbagai cara demi mendapatkan bayi. Sampai rela menghabiskan banyak uang."

Ia tertawa kecil. "Sementara ada juga yang lebih memilih memikirkan karier."

Kalimat itu terdengar ringan. Namun, entah mengapa membuat wajah Evan berubah. Kening pria itu berkerut tipis. Tatapannya menjadi lebih tajam dari sebelumnya. Seolah ada sesuatu yang mengganggunya.

Laras menyadari perubahan itu. Tetapi ia berpura-pura tidak melihatnya. Sebaliknya, ia berdiri perlahan dari kursinya.

"Bolehkah saya melihat kamar yang akan ditempati Baby?" Pertanyaan itu langsung memecah suasana.

Evan mengalihkan pikirannya. "Tentu."

"Saya juga ingin melihat apakah ada yang perlu diubah." Laras tersenyum lembut.

"Kalau memungkinkan, setelah itu saya ingin beristirahat sekitar sepuluh menit. Malam nanti saya akan mulai mengurus Baby."

"Baik." Evan ikut berdiri. Tatapannya masih tertuju pada Laras. Wanita itu tampak tenang.

Semakin lama berbicara dengan Laras, semakin besar pula perasaan tidak nyaman yang muncul dalam dirinya. Sementara itu, Laras tetap memasang senyum tenang di wajahnya. Menyembunyikan seluruh kebencian yang selama ini ia pendam.

1
merry
laras peka dikit napa jgn minder lgian elang bantu kmu dr awal,,, kshn loh ayo lang ungkapin donk perasaan mu jgn diem ajjj,,
Pjjmakkem
mau dong kisah elang yg udah move on genre komedi, biar ga sedih2 amat..
jd pas ketemu laras lg, elang da bs tersenyum tanpa rasa cinta sendirian, krn dia da merasa dunia nya gong dicintai ugal2an sm wanita lain
Pjjmakkem: trus laras ttp jd wanita kuat tanpa rasa pelakor 😍
total 1 replies
Nurjannah Rajja
Hancurin juga perusahaan bagaskara dong, dia kan bersekongkol pada waktu itu.
Runi Mayantri
suka critany
Runi Mayantri
buat jodoh elang yg badas ya thor,biar mkin seru,gak usah ma laras gpp thor,yg pntg elang bsa move on n bhgia
vania larasati
lanjut
Ita rahmawati
kok ya nyesek amat sih Lang nasib cintamu 😔
kasih jodoh elang dong thor
Ita rahmawati
sidangnya masih berlanjut
Ita rahmawati
gimana hubungan antara Amelia dn Evan dulu ya saat jd suami istri 🤔
apakah aurora bener bener bibitnya Evan SM Caroline,, kasian Amelia ya ya😔 tp mau bagaimanapun dia yg mengandung jd ttep kasih sayangnya GK main main
May Satibi Satibi
yuhuuu Thor ku tunggu jlanya mau maju mundur kiri atau kanan🤭🤭🤭🤭💪💪💪💪💪💪💪
Les Tary
Laras ga peka
Jaya Fandi
elang,,,luar biasa sekali kamu,,semoga mendapatkan jodoh yg luar biasa juga elanh
Aysah Meta
Bener sih apa kata elang,kenapa gak test DNA.
Takutnya emang bukan anak Caroline tapi anak Evan dan Amelia..tapi bener² di rahasiakan sama si Evan.
wihhh..jadi penasaran.
Masih ada yg janggal dr sekian episode ini
SasSya
kasihan sekali anak sulung Bu Araaa
kisah cintanya mengsediiihh 🥲
SasSya
Laras 🫂🫂🫂
semoga menemukan kebahagiaan dan tidak trauma untuk menjalin hubungan baru
bersama siapapun
Elang atau yg lain
SasSya
paiiiiittttt kisah mu Eeelllll
SasSya
😔🥺🥺🥺🥺🥺😭😭😭😭
sampai akhir jadi Sad boy Eeellll
sini peluk siniiiii🫂🫂🫂🫂
SasSya
Sampai Akhir persidangan Rahasia Amelia yg berubah jdi Laras tidak di ungkap
memang sebaiknya begitu
SasSya
wawwwww
seumur hidup Za iniii
👍👍👍👍
SasSya
persidangan ternyata melelahkan memakan waktu lama sekali zaa
ber bulan2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!