NovelToon NovelToon
Apocalyps Girl

Apocalyps Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Zombie / Ruang Ajaib
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Arju na

Sinopsis

Selama delapan tahun bertahan hidup di dunia yang telah hancur akibat kiamat zombie, Lily Mahendra berjuang menghadapi kelaparan, monster, dan pengkhianatan. Namun, pada saat ia hampir mencapai harapan terakhirnya, sahabat yang paling ia percayai justru mendorongnya ke tengah gelombang zombie yang mengamuk.

Saat kematian tampak tak terhindarkan, Lily membuka mata dan mendapati dirinya kembali ke masa lalu—tepat satu minggu sebelum kiamat melanda.

Kali ini, ia tidak sendirian. Sebuah Sistem Bertahan Hidup misterius dan Ruang Dimensi yang penuh sumber daya hadir untuk membantunya. Dengan pengetahuan tentang masa depan dan kesempatan kedua yang tak ternilai, Lily bertekad mengubah takdirnya, membalas pengkhianatan yang pernah ia alami, serta melindungi orang-orang yang benar-benar layak dipercaya.

Akankah Lily mampu bertahan dan membangun kehidupan yang lebih baik di tengah kehancuran dunia? Atau akankah takdir kembali menyeretnya menuju akhir yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arju na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 7 – ZOMBIE LEVEL 0

Sinar matahari pagi merayap masuk melalui celah jendela kamar Lily yang masih tertidur lelap. Namun, tidurnya tidak berlangsung lama.

Teriakan panik dari luar rumah membuatnya perlahan membuka mata.

"Hah...?"

Dengan kepala yang masih terasa berat, Lily bangkit dari tempat tidur lalu berjalan menuju jendela.

Saat melihat ke bawah, matanya langsung menyipit.

Banyak tetangga berlarian di sepanjang jalan kompleks.

Di belakang mereka, beberapa sosok mengerikan mengejar sambil mengeluarkan suara geraman yang menyeramkan.

"Jadi akhirnya dimulai juga..."

Tanpa membuang waktu, Lily segera keluar dari kamarnya.

Begitu membuka pintu, ia berpapasan dengan Alex yang juga baru keluar dari kamar.

"Wah, akhirnya keluar juga lo dari meditasi tertutup," sindir Lily sambil berjalan menuruni tangga.

"Ah, bacot lo."

Alex mendengus kesal.

"Ngomong-ngomong, orang-orang di luar kenapa jadi gila begitu sih?"

Wajah Alex terlihat pucat. Dari jendela koridor tadi ia sempat melihat beberapa tetangga saling menyerang.

"Gak tahu juga," jawab Lily santai.

Alex menatap adiknya curiga.

Entah kenapa jawaban itu terdengar sangat tidak meyakinkan.

Saat mereka sampai di lantai bawah, ternyata Daddy Mike, Mommy Grace, dan Lea sudah bangun terlebih dahulu.

"Mom, Dad, kalian gak apa-apa? Kak Lea gimana?" tanya Lily.

"Aduhhhh..."

Lea memegang kepalanya.

"Pusing banget, sumpah. Jangan ngajak ngomong dulu deh."

Lily hanya mengangguk dan tidak melanjutkan pertanyaannya.

Namun beberapa saat kemudian—

BRAK!

BRAK!

TRANG!

TRAK!

TRAK!

Suara benturan keras tiba-tiba terdengar dari arah pagar depan rumah.

Semua orang langsung menoleh.

"Itu siapa sih? Pagi-pagi udah bikin ribut aja. Gak tahu orang lagi pusing apa?" gerutu Lea.

"Tunggu, biar Mommy lihat dulu."

Mommy Grace baru saja hendak berdiri ketika Lily dan Alex secara bersamaan menahannya.

"JANGAN!"

Keduanya berseru hampir bersamaan.

Mommy Grace terkejut.

"Kenapa? Siapa tahu penting. Mungkin Mang Ujang belum bangun, jadi gak ada yang bukain pagar."

Lagi-lagi Lily menggeleng cepat.

"Mom, tunggu dulu. Ikut Lily ke balkon kamar Lily."

Tanpa memberi kesempatan sang ibu membantah, Lily menarik tangan Mommy Grace.

Daddy Mike, Lea, dan Alex ikut berjalan di belakang mereka.

Sesampainya di balkon kamar Lily, gadis itu langsung menunjuk ke arah jalan kompleks.

"Lihat ke sana."

Semua orang mengikuti arah telunjuk Lily.

Detik berikutnya, wajah mereka langsung memucat.

Di luar sana, puluhan orang saling menyerang.

Beberapa menggigit leher korbannya.

Beberapa lainnya menerkam seperti binatang buas.

Darah berceceran di jalan.

"Kalau Mommy buka pagar tadi, Mommy bisa jadi seperti mereka juga," kata Lily pelan.

Mommy Grace langsung menutup mulutnya.

Lea bahkan hampir jatuh terduduk karena syok.

"I-Itu... mereka kenapa, Dad?" tanya Lea dengan suara gemetar.

Daddy Mike tidak mampu menjawab.

Yang menjawab justru Lily.

"Itu zombie."

"Hah?"

Lea dan Alex menoleh bersamaan.

"Zombie akan menyerang siapa pun yang mereka lihat tanpa pandang bulu."

"Mana mungkin?" ucap Lea tidak percaya.

"Bukannya zombie cuma ada di film?"

"Tapi sekarang buktinya ada, Kak."

Lily menghela napas.

"Sudah, ayo masuk dulu. Ada sesuatu yang harus aku jelaskan."

Mereka kembali masuk ke kamar Lily.

Semua duduk di atas karpet bulu dengan ekspresi kosong.

Belum ada yang benar-benar bisa menerima kenyataan yang terjadi.

Lily menatap satu per satu anggota keluarganya sebelum akhirnya membuka suara.

"Mom, Dad, Kak Lea, Bang Alex."

Ia berhenti sejenak.

"Menurutku dunia benar-benar sudah memasuki masa kiamat."

Kalimat itu membuat suasana semakin sunyi.

"Dan saat aku bangun tadi, tiba-tiba ada air yang keluar dari tanganku."

Mata seluruh keluarga langsung membelalak.

"L-Lo bisa sihir, Li?" tanya Lea.

Lily menggeleng.

"Ini bukan sihir. Ini kemampuan yang terbangkit setelah kita pingsan beberapa hari lalu."

Lily sengaja tidak menjelaskan seluruh rahasianya.

Ia tahu keluarganya akan semakin terkejut jika mengetahui semua kemampuan yang dimilikinya.

"Dan sepertinya kalian juga memiliki elemen masing-masing."

"Kami juga?" tanya Daddy Mike.

Lily mengangguk.

"Iya."

"Bagaimana cara mengeluarkannya?" tanya Daddy Mike lagi.

"Mudah."

Lily mulai menjelaskan.

"Cukup pejamkan mata. Rasakan cahaya di dalam tubuh kalian. Setelah itu fokuskan energi tersebut ke telapak tangan."

Daddy Mike segera mengikuti instruksi putrinya.

Mommy Grace, Alex, dan Lea juga melakukan hal yang sama.

Beberapa saat kemudian—

WUSH!

Api merah terang muncul di telapak tangan Daddy Mike.

Api serupa juga muncul di tangan Alex.

Sementara itu, sulur tanaman kecil perlahan tumbuh di telapak tangan Mommy Grace.

Di sisi lain, percikan listrik kuning metalik mulai menari di tangan Lea.

Mereka semua tertegun.

"Berhasil..."

Lea menatap tangannya dengan tidak percaya.

"Selamat."

Lily tersenyum.

"Mommy berhasil membangkitkan elemen tumbuhan. Daddy dan Bang Alex elemen api. Sedangkan Kak Lea elemen petir."

Mereka masih sibuk mengagumi kemampuan masing-masing ketika tiba-tiba suara ponsel terdengar.

DRTTT!

DRTTT!

DRTTT!

Mommy Grace segera melihat layar ponselnya.

Nama yang muncul membuatnya sedikit terkejut.

Damar Adiwijaya.

Adik kandungnya.

Dengan cepat ia mengangkat telepon tersebut.

"Halo?"

Suara panik langsung terdengar dari seberang.

"Kak! Astaga, syukurlah kalian selamat!"

Damar terdengar sangat lega.

"Aku takut terjadi sesuatu sama kalian."

"Damar! Dengar kakak. Kamu sekarang ada di mana?" tanya Mommy Grace cepat.

"Aku masih di luar, Kak."

Suara Damar terdengar gemetar.

"Tepatnya masih di jalan menuju rumah Kakak."

"Aku... aku gak bisa keluar dari mobil."

Semua orang langsung menegang.

"Aku, Mauren, dan Athar tiba-tiba pingsan beberapa hari lalu. Saat bangun, orang-orang di luar sudah berubah jadi monster. Mereka menyerang siapa saja yang lewat."

Damar menarik napas berat.

"Aku takut keluar dari mobil."

"APA?!"

Mommy Grace langsung berdiri.

"Jadi kalian masih di luar sekarang?"

"Iya."

Wajah Mommy Grace semakin pucat.

Situasi mereka sudah buruk, namun ternyata adiknya berada dalam keadaan yang jauh lebih berbahaya.

"Kamu sekarang tepatnya di mana?" tanyanya dengan mata mulai berkaca-kaca.

"Nanti aku kirim lokasi."

Terdengar suara benturan dari seberang.

"Aku sedang menahan pintu mobil supaya tidak dibuka dari luar."

Setelah mengatakan itu, sambungan telepon langsung terputus.

"Damar?!"

Tidak ada jawaban.

Panggilan berakhir.

"Mom, ada apa?" tanya Lily.

Mommy Grace menunduk.

"Pamanmu terjebak di tengah kota bersama bibimu dan Athar."

Ruangan kembali sunyi.

Lily berpikir keras.

Ia tahu semakin lama mereka menunggu, semakin besar bahaya yang akan dihadapi keluarga pamannya.

Setelah mempertimbangkan semuanya, Lily akhirnya mengambil keputusan.

Keputusan yang membuat seluruh keluarganya terkejut.

"Lily akan menjemput mereka."

"APA?!"

Semua orang berseru bersamaan.

"Tidak!"

Mommy Grace langsung menggeleng.

"Kamu tetap di rumah!"

"Tapi, Mom."

Lily berusaha menjelaskan.

"Nyawa Paman Damar, Bibi Mauren, dan Athar sedang dalam bahaya."

"Tetap tidak boleh!"

Mommy Grace hampir menangis.

"Bagaimana kalau kamu terluka?"

Lily menggenggam tangan ibunya.

"Gak akan."

Ia tersenyum meyakinkan.

"Lily janji akan baik-baik saja."

Mommy Grace terdiam cukup lama.

Pada akhirnya ia menghela napas pasrah.

"Baiklah."

Semua orang menoleh ke arahnya.

"Tapi kamu harus pulang sebelum malam."

"Janji."

Lily langsung memeluk ibunya.

Di balik senyum tenangnya, pikirannya terus bekerja.

'Walaupun sebagian besar masih Zombie Level 0, beberapa di antara mereka mungkin sudah memiliki inti kristal.'

'Lagi pula aku harus bergerak cepat.'

'Paman Damar, Bibi Mauren, dan Athar tidak boleh sampai mengalami sesuatu.'

Tatapan Lily perlahan berubah serius.

Petualangan pertamanya di dunia kiamat akhirnya akan dimulai.

Segini dulu ya

Aku update

Kamis\= 1 bab

Jumat\= 2 bab

Minggu\=3 bab

See you next chapter guysss☺️☺️

1
Eva Akmal
smg sehat slalu n semangat
Cristina Billi
lanjut thor /Determined//Determined//Determined//Determined/
Eva Akmal
smg ibunya lekas sembuh n kita semua sehat aamiin..🤲🏻
Eva Akmal
seru
Cristina Billi
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Anonim
selalu ditunggu up nya.... semangat/Determined/
Wapik
baca dulu ya🤭
bulan sabit: semoga suka ya maaf jelek masih pemula soalnya maklum masih anak kelas 1 SMA
total 1 replies
Cristina Billi
semangat thor/Angry//Angry//Determined//Determined//Determined/
Dania
semangat tor'di tunggu up nya
Dania
I hope your mother gets well soon
Etty Rohaeti
lekas pulih kembali untuk ibu nya
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak
bulan sabit: besok atau gak Jum'at ya kak soalnya aku lagi ujian maklum masih sekolah 🤭🤣
total 1 replies
Arju Na
😄😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!