NovelToon NovelToon
MENTARI YANG REDUP

MENTARI YANG REDUP

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tatie Hartati

Ada seorang anak perempuan yang baru lulus SD dan masuk SMP IT bernama AQEELA MENTARI PUTRI dan dia dekat dengan ketua OSIS yang bernama MUHAMMAD RIAN ALFATIH. Mentari yang di panggil Tari ternyata menyimpan luka batin yang sangat dalam dan semua itu ia curahkan kepada Rian apa yang akan terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tatie Hartati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7 Tatapan Di Tengah Lapangan

Pagi hari yang cerah dan indah, Tari bangun dengan sedikit malas - malasan. Karena dia masih merasa badannya belum terlalu fit tapi mau bagaimana lagi aktivitas sudah menanti

" RI, bangun..masa gadis jam segini belum bangun, gimana nanti kalau udah punya suami " kata Nek Esih

" Aku udah bangun,Nek. Hanya saja aku belum keluar dari kamar karena malas aja gitu . Lagian nenek kejauhan banget sih berpikirnya,tapi kalau sudah nanti punya suami pasti akan berubah dong , Nek " kata Tari sambil beresin kamar

" Ya udah kalau kamu udah bangun. Nenek mau berangkat kesawah, jangan lupa kalau nyuci itu sekalian cuciin yang punya om kamu " kata Nek Esih

" Sudah ku duga pasti akan seperti itu " kata Tari sambil keluar kamar dan langsung saja duduk di kursi

Setelah kepergian sang nenek dan kakek nya kesawah,mau gak mau Tari harus bergerak kerja untuk nyuci baju punya Tari dan punya om nya . Meskipun dengan sedikit malas - malasan akhirnya beres juga kerjaan itu semua dan kini saatnya Tari untuk mencari angin segar, namun Tari bingung mau ngapain . Dengan semangat yang luar biasa Tari pergi main ke salah satu rumah kakak kelasnya sekaligus teman ngajinya dan juga teman sekelas kak Rian. Dan Alhamdulillah orang nya ada di rumah

" Assalamualaikum,hai kak,lagi sibuk gak?" kata Tari sambil duduk di teras

" Waalaikumsalam, enggak kok, ayo kita masuk ke kamar aja " ajak kak Yuni

" Hmmm Oke " kata Tari

Akhirnya mereka berdua pada diam di kamar, karena memang seperti itulah mereka kalau udah barengan pasti aja udah seperti adik kakak .

" RI, gimana masih sakit ga, yang kena papan tulis? "tanya kak Yuni

" Hmm sakit sih , tapi tidak sesakit melihat dirinya bersama orang lain,eaaaa " kata Tari

" Bisa aja sih kamu ,RI. Siapa nih yang kamu maksud? Orang yang kamu kagumi atau sang mantan kamu nih " tanya kak Yuni

" Kira-kira menurut kakak,siapa? " Tari malah balik bertanya

" Ini hanya tebakan aku ya , sepertinya orang yang kamu kagumi deh, secara dia itu banyak fans nya dari kalangan anak-anak baru " kata kak Yuni

" Mungkin, aku juga gak tahu jawabannya apa " kata Tari sambil tersenyum

" Astaghfirullah,RI, kamu selalu aja ya bikin kita penasaran " kata kak Yuni

" Hahhahha, Tari di lawan " kata Tari sambil melempar bantal ke kak Yuni,yang akhirnya perang bantal di mulai

Hari sudah mau menjelang sore, Tari pun pulang kerumahnya karena harus masak buat makan malam. Kebetulan Tari dan kak Yuni janjian tidak akan pergi mengaji dulu di malam Senin

Sambil masak Tari berbisik di dalam hatinya

Ternyata menjadi orang dewasa itu tidak semudah yang aku lihat. pekerjaan rumah selalu ada aja yang harus dilakukan

Sesudah kakek dan neneknya pulang dari sawah, mereka sedikit bahagia tidak karena ternyata tanpa di suruh Tari udah masak nasi dan juga lauk pauk seadanya, padahal biasanya Tari paling gak mau kalau di suruh masak.

Malam itu, sesudah shalat isya, Tari langsung mengurung diri di kamar. Dia duduk di atas kasur sambil badannya nyender di tumpukan bantal, hati dia berbicara

Ya Allah kenapa sih kok, aku harus punya perasaan suka sama ketua OSIS. Salahkah aku bila aku menyukainya? padahal aku juga sadar diri aku dan dia jauh bagaikan langit dan bumi. Dia punya rupa, harta, jabatan, sedangkan aku?? Aku ini siapa??? harta tak punya,rupa apalagi muka aku seperti pasir di pantai bahkan mungkin kalau aku berpapasan dengan tikus pun maka tikus akan takut sama aku, jabatan? aku hanya seorang ketua kelas.

Aku tak pantas untuk memilikinya,tapi hati aku gak bisa di bohongi. Aku harus bagaimana lagi ya Allah...!!! Lampu kamar yang temaram seolah ikut merasakan sesak di dada Tari. Ia memeluk lututnya erat, membayangkan wajah ketua OSIS itu yang selalu nampak bersinar di sekolah, sementara ia merasa hanya sebagai bayangan yang tak terlihat.

Malam semakin larut, suasananya sepi dan sunyi yang terdengar hanya suara daun rambutan yang tertiup angin kena genteng kamar tidur Tari. Anggota keluarga yang lain sudah pada terbuai dengan mimpi indahnya masing-masing, namun Tari masih belum bisa memejamkan matanya padahal hari esok dia harus berangkat sekolah. Akhirnya tepat tengah malam barulah Tari bisa memejamkan matanya

**********************************************

Senin pagi suasananya sangat indah sekali , Tari sudah rapi dengan seragam putih biru meskipun atributnya belum begitu lengkap.

" Cantik sekali cucu nenek,tak terasa sekarang kamu sudah berseragam putih biru , berarti ingat ya kamu jangan asal tonjok orang,malu tahu kamu udah gede " kata Nek Esih sambil menyiapkan bekal untuk di bawa kesawah

" Biarin aja Ma, kalau dia masih nonjok orang, biar di hukum dan di kasih ceramah sama ketua OSIS nya " kata Om Yayat

" Idih licik bawa - bawa ketua OSIS segala " kata Tari sambil memakai sepatu

Mereka terus aja bercanda dan kini saatnya Tari untuk berangkat ke sekolah. Dia sangat semangat untuk berangkat ke sekolah karena dia tidak sabar ingin segera bertemu dan melihat wajah manisnya sang ketua OSIS.

Dengan langkah yang pasti dan santai, Tari berangkat ke sekolah. Dia hanya membutuhkan waktu sekitar tiga menit saja untuk sampai ke sekolah. Di depan gerbang anak - anak kelas VII pada berjejer sebagian,dan sebagian lagi ada yang di kelas bahkan ada yang sudah ada di lapangan. Dengan sedikit malu - malu , Tari masuk ke area sekolah dan terlebih dahulu menyimpan tasnya kedalam kelas kemudian gabung ke lapangan

" Akhirnya datang juga ketua kelas kita, tumben kamu datangnya siang " kata Fikri

" Terserah aku lah,mau siang mau pagi yang penting aku datang ke sekolah, lagian ada apa nyariin aku ? " Tari bertanya dengan sedikit jutek tapi gemesss

" Lah ,kamu gak liat tuh di tangan kak Naura ada teks buat para petugas upacara, katanya sekarang yang bertugas kelas VII " Fikri menjelaskan sambil sedikit jahil

" Ya udah, tinggal ambil aja sesuai yang kalian mampu, ngapain nungguin aku sih, kan kamu wakil ketua kelasnya " kata Tari

" Aduh RI, ini nih yang gue malas berdebat sama Lo, kita udah sesuai posisi tapi untuk pembaca acar gak ada yang mau, bukannya waktu itu kamu udah pernah pas masih MOS kemarin? " kata Fikri tidak mau kalah

" Fikri, lo pura-pura lupa atau pura-pura gak tahu yah. Aku kan malu kalau harus berdiri di depan meskipun barengan dengan petugas lainnya,tapi kan para guru, kakak kelas, pengurus OSIS pada liatin,aku gak mau ah malu, apalagi suaraku seperti kaleng pecah " kata Tari sambil nyender ke tiang bendera

" Ini waktu upacara tinggal 5 menit lagi, jadi mau gak mau Tari harus jadi pembaca acara, karena anak-anak yang lain pada gak mau. Lagian hanya bacain acara aja kok gak harus pake suara merdu. Kamu pasti bisa RI," kata kak Rian tiba-tiba

" Ish , dasar ya kak Rian. Tapi kak , aku malu kalau salah baca atau suaranya bikin gendang telinga hancur itu bagaimana " kata Tari tetap pada pendiriannya

" RI, dengerin kakak, waktu itu kamu udah bisa , jadi kakak percaya sekarang kamu mampu kok menjadi pembaca acara " kata kak Rian tetap mempertahankan idenya agar Tari mau jadi pembaca acara

" Ya udah deh,mau gimana lagi kalau udah ketua OSIS yang udah turun tangan,susah untuk di debat, " kata Tari pasrah

" Nah , gitu dong. Itu baru namanya adeknya kakak yang baik " kata kak Rian

" Idih ngaku adek lagi, dasar modus biar mau jadi pembaca acara, adek nya kakak kan itu Rayyan " kata Tari sambil tersenyum manis

Mendengar jawaban Tari seperti itu,kak Rian langsung saja tersenyum tapi gak tau apa maksud dari senyumannya itu. Karena petugas upacara sudah ready,maka kak Rian pun langsung pergi masuk ke barisan kelas IX . Tari sedikit menatap ke arah kak Rian,dan ternyata kak Rian pun sedang menatap ke arah Tari. Tatapan mata mereka bertemu, Tari sangat deg - degan sekali.Tatapan kak Rian sangat sulit diartikan apa maksudnya dari tatapan itu . Lapangan sekolah menjadi riuh sedikit karena anak-anak cowok masih berbisik - bisik

Dengan membacakan bismillahirrahmanirrahim upacara bendera akan segera di mulai .....

Suasana lapangan upacara langsung sunyi, senyap tidak ada lagi yang berbisik - bisik, semuanya pada khidmat mengikuti jalannya pelaksanaan upaya bendera. Di barisan kelas IX ada seseorang yang hatinya sangat bahagia karena yang awalnya Tari gak mau karena minder dengan suaranya ternyata justru sekarang suaranya membuat hati sang ketua OSIS bahagia . Kak Rian bicara dalam hatinya

Masya Allah Ri, suaranya benar-benar menggelegar sekali.Tuh kan ,kata kakak juga kamu bisa dan kakak sangat bahagia sekali

Acara satu persatu berjalan dengan lancar dan sukses,dan ini pertama kalinya anak-anak kelas VII melakukan upacara tanpa bimbingan dari pengurus OSIS, namun ternyata semua petugas upacara hari ini membuat sang ketua OSIS bahagia. Setelah selesai upacara semua petugas upacara merasa plong karena mereka sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Saat Tari sedang mengumpulkan teks upacara, tiba-tiba ada seseorang yang datang

"Masya Allah Tabarakallah, kalian semua luar biasa hebatnya, ini pertama kali kalian upacara tanpa di bimbing oleh kami pengurus OSIS, padahal bimbingan dari OSIS hanya 3X selama MOS aja , pokoknya kakak bangga dan senang atas kalian semua " kata kak Rian

Jantung Tari serasa mau copot saat suara berat yang sangat ia kenali itu tiba-tiba terdengar di belakangnya. Ia hampir saja menjatuhkan teks upacara kalau tidak segera dikuatkan pegangannya

" Sama - sama kak , makasih atas apresiasinya tapi sebenarnya kita masih jauh dari kata sempurna, masih perlu bimbingan dari kakak - kakak OSIS " kata Tari

" Ingat tidak ada yang sempurna, pasti ada kekurangannya masing-masing,tapi tadi kalian udah luar biasa, dan kamu, Tari, kakak sangat kaget sekali karena tadi kamu bilang katanya seperti kaleng pecah padahal kalau ingin tahu,pas kamu bersuara, suasana langsung sepi dan tenang " kata kak Rian

" Alhamdulillah kalau memang seperti itu, padahal aku baru pertama kali menjadi petugas upacara , terimakasih banyak ya kakak bimbingannya " kata Tari sambil tersenyum manis

" Sama - sama, RI. " kata kak Rian sambil tersenyum penuh arti namun hanya dia yang tahu maksudnya.

Tari tertegun. Senyuman penuh arti dari Kak Rian itu seolah mengunci tatapannya selama beberapa detik. Ada desiran aneh yang menjalar di dada Tari, desiran yang jauh lebih kencang daripada saat dia gugup memegang mikrofon tadi.

"Ya sudah, Kakak ke kelas dulu ya. Semangat terus, Ketua Kelas!" pamit Kak Rian sambil menepuk pelan bahu Fikri yang berdiri di sebelah Tari, lalu melangkah pergi bergabung dengan teman-teman sekelasnya.

Tari memandangi punggung tegap sang Ketua OSIS yang perlahan menjauh. Angin pagi berembus pelan, memainkan ujung kerudung putihnya. Di tengah riuh rendah suara anak-anak yang mulai membubarkan diri dari lapangan, hati Tari berbisik lirih.

Ya Allah... apakah tatapan dan senyuman itu nyata? Ataukah aku hanya terlalu tinggi bermimpi? Tadi malam aku merasa bagaikan pasir di pantai yang tak terlihat, tapi pagi ini, dia membuatku merasa seolah aku adalah satu-satunya Mentari yang sedang bersinar di lapangan ini.

Tari mendekap teks upacara di dadanya dengan erat. Rasa minder yang semalam menghimpit, kini perlahan terkikis oleh setitik harapan yang mekar di hatinya. Harapan yang entah akan membawanya pada kebahagiaan, atau justru kembali menjatuhkannya ke dalam jurang kekecewaan yang lebih dalam.

KIRA KIRA BAGAIMANA YA KELANJUTAN CERITANYA..YUK TULIS DI KOLOM KOMENTAR YA

1
Mingyu gf😘
nah ini part paling seru
Mingyu gf😘
Senam memang sangat menyenangkan ketika sedang berkumpul
Moon.
teruslah berjuang tari. btw kamu masih SMP ya? itukan masih cinta monyet?🤭
eh tapi gapapa deng. kali aja bisa bertahan smpe ke SMA mwehehe
Al Fadilah
semangat 👍👍👍👍
Tati Hartati: makasih banyak kakak
total 1 replies
M. T🌻
ihh tari gampang banget bapernya🤣
Nnoy
semangat terus thor
Pengabdi Uji
Lahh 😭😭 guru nya gk da kelas online gt apa bkin video ngajar dlu jd walau gk masuk anak2 paham
Pengabdi Uji
iyalah bkin maluu yeuh
Pengabdi Uji
lahh 🤣 org bukan pcr jg ngapa marah
T28J
oooo... betina😅
THE GIRL COOL😑
waduhhhhh😭
Mh_adian7
nah bagus harus semangat
Mh_adian7
nah harus bisa belajar dari kesalahan. asal jeplak aja😂
Writer_lynn
enteng banget mulutnya.
🌺⃟ SasMaya
siapa cepat dia dapat, judulnya 😂
🌺⃟ SasMaya
mau ngapain ini si Dena
Pengabdi Uji
namanya fanss🤣🤣 ya gimana
Pengabdi Uji
pd demen soalnya🤣
Pengabdi Uji
smua?kek gt ne🤣🤣 aku jg
Nnoy
/Doge//Doge/ dasar puber
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!