Andreas, sosok mafia berdarah dingin yang bergelar duda tampan dan kaya raya. Dia sudah bercerai sebanyak tiga kali karena ulah putra semata wayangnya. Hingga suatu hari, dia bertemu dengan seorang penari striptis di sebuah club malam. Andreas pun memutuskan untuk menikahinya secara kontrak.
Di satu sisi, Sophia juga sosok single mom yang pekerja keras. Sophia bekerja sebagai penari striptis di sebuah club malam. Pertemuannya dengan Andreas mendatangkan masalah baginya, hingga Sophia memilih menerima segala skenario yang dijalankan oleh Andreas dengan menjadi istri kontraknya.
Lantas apa yang membuat Andreas ingin menikah kontrak dengan Sophia, sosok penari striptis!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
"Lalu siapa wanita itu?" tanya Kenzo sambil menunjuk kearah Sophia. Sontak saja Andreas ikut mengalihkan pandangannya kearah Sophia.
Sial! harusnya aku menghabisinya dari tadi. Batin Andreas dengan tatapan dingin.
"Bereskan wanita itu" ucap Andreas kepada bodyguardnya.
"Baik tuan" sahut salah satu bodyguard yang bersama putranya.
Seketika kedua bodyguard yang selalu mengawal Kenzo melangkah cepat mendekati Sophia. Namun lagi-lagi mereka didahului oleh Kenzo yang sangat aktif. Pasalnya anak balita itu ingin melihat langsung wajah wanita yang kembali bersama ayahnya.
"Tante baik!" ucap Kenzo dengan mata melebar melihat wajah wanita yang pernah menolongnya.
Sementara Sophia yang berusaha untuk bangkit langsung mengalihkan pandangannya kearah anak kecil yang baru saja memanggilnya Tante baik.
Ingatannya kembali berputar beberapa hari ini guna mengingat wajah anak tampan itu, hingga senyuman tipis menghiasi wajah Sophia setelah berhasil mengingat wajah anak kecil yang pernah ditolongnya.
"Hai Kenzo" panggil Sophia sambil tersenyum tipis.
"Kenapa Tante baik berada di ruangan Daddy?" tanya Kenzo dengan penuh selidik. Kenzo bahkan memperhatikan penampilan Sophia yang tampak sedikit berantakan.
Sophia menjadi gelagapan dengan pertanyaan anak kecil tersebut sambil merapikan bajunya.
"Dia baru saja mengantar paket untuk Daddy" sahut Andreas cepat. Apapun yang sedang terjadi di ruangan itu tidak boleh diketahui oleh putranya.
"Kenzo bertanya pada Tante baik, kenapa Daddy yang jawab" timpal Kenzo dengan nada kesal melirik kearah ayahnya.
"Hei kau, cepat keluar dari ruanganku!" ucap Andreas sambil menunjuk kearah Sophia.
Sophia hanya mampu melihatnya sekilas dengan tatapan penuh kebencian lalu memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut. Namun Kenzo kembali menghadangnya.
"Tante baik tidak boleh pergi, titik!" ucap Kenzo dan langsung berhambur memeluk kaki Sophia. Seulas senyuman licik terpatri di sudut bibir anak tampan itu dan entah apa yang sedang direncanakannya saat ini.
Andreas membulatkan kedua matanya melihat tingkah laku putranya. Bisa-bisanya putranya mengenal wanita j@lang itu. Dia pun langsung bergerak untuk memisahkan mereka.
"Ken, biarkan dia pergi!" ucap Andreas dengan suara beratnya sambil menarik tubuh mungil putranya.
"Tidak!, tante baik harus tetap disini. Bukankah setiap kali Daddy membawa wanita di ruangan ini, Daddy selalu menikahinya." jelas Kenzo membongkar rahasia ayahnya selama ini.
Andreas mengusap wajahnya dengan kasar lalu berjongkok di hadapan putranya. Dia begitu kesal dengan situasinya, bisa-bisanya dia kecolongan kali ini.
Sementara Sophia hanya mampu diam melihat pertengkaran mereka. Lebih parahnya lagi, Sophia tak menduga jika ayah Kenzo adalah pria brengsek yang mencari masalah dengannya.
"Nak, wanita yang dulu itu adalah kekasih Daddy, jadi wajar jika Daddy menikahinya." ucap Andreas sambil memegang kedua bahu putranya.
"Apa bedanya dengan sekarang, lagian Daddy mengurung Tante baik disini. Jika Daddy tidak memiliki hubungan spesial dengan Tante baik, lantas mengapa Tante baik berada di ruangan, Daddy. Kata Bu guru, kalau orang dewasa berada dalam satu ruangan biasanya memiliki hubungan spesial." ucap Kenzo panjang lebar, sungguh dia begitu banyak tahu tentang pergaulan orang dewasa. Maklumlah Kenzo termasuk anak genius.
Andreas menghembuskan nafasnya dengan kasar mendengar omelan putranya. Dia bahkan kehabisan kata-kata jika menghadapi putranya yang begitu pandai dalam segala hal.
"Jadi, apa yang Ken inginkan dari Daddy?" tanya Andreas, sebelum urusannya melebar dan berkepanjangan.
"Menikahlah dengan Tante baik" ucap Kenzo dengan entengnya.
"APA!!"
Andreas dan Sophia terlonjat kaget mendengar ucapan Kenzo. Mereka tampak syok dan bisa-bisanya mereka dituntut untuk menikah.
Baik Andreas maupun Sophia saling pandang, setelahnya mereka langsung buang muka dengan situasi yang sangat memanas. Kenapa permasalahannya menjadi rumit begini, pikir keduanya.
"Ken, Daddy tidak pernah mengajarimu berkata...." Andreas tidak melanjutkan ucapannya karena putranya langsung memotong ucapannya.
"Tapi Daddy selalu membohongi, Ken. Pokoknya Daddy harus menikah dengan Tante baik!. Jika tidak, Kenzo akan minum racun dan pergi selama-lamanya dari kehidupan, Daddy" ucap Kenzo dengan ancamannya yang tak main-main. Itu semua adalah tipu muslihatnya untuk mengelabuhi ayahnya.
"Tidak nak, jangan lakukan itu." ucap Andreas menggeleng pelan lalu menarik tubuh putranya masuk ke dalam pelukannya. Dia sungguh tidak ingin kehilangan harta berharganya di dunia ini.
Sophia tertegun melihat drama yang sedang terjadi antara ayah dan anak laki-laki yang pernah ditolongnya. Dia pun mencoba untuk meluruskan kesalahpahaman yang sedang terjadi di antara mereka.
"Kenzo, jangan pernah berkata seperti itu kepada ayahmu. Sejujurnya Tante dan ayahmu tidak memiliki hubungan spesial seperti yang kamu maksud. Kebetulan Tante ada urusan penting dengan ayahmu, makanya Tante menemuinya di sini" ucap Sophia menjelaskan, biar urusannya dengan mereka kelar.
"Tidak Tante baik, Daddy selalu berbohong kepada Kenzo. Jangan menutupi kebohongan Daddy. Eemm, Tante baik mau kan jadi mommy Kenzo?" tanya Kenzo yang malah mengalihkan pembicaraannya.
Andreas langsung mengalihkan pandangannya kearah Sophia. Sebelah tangannya di kepal kuat dengan sorot mata tajam menatap Sophia dengan tatapan penuh intimidasi. Dia mulai yakin wanita j@lang itu sedang memanfaatkan putranya untuk mendapatkan keuntungan darinya.
"Ken...."
"Daddy jahat, Daddy tidak sayang lagi sama, Kenzo. Makanya Daddy tidak ingin mengabulkan keinginan Kenzo, iyakan" ucap Kenzo sambil memukul-mukul tubuh ayahnya. Sedangkan Andreas hanya mampu terdiam tanpa ingin menimpali ucapan putranya, karena hal itu sering terjadi.
Lagi-lagi Kenzo menjalankan jurus ampuhnya, menjadi anak pembangkang demi keinginannya tercapai.
"Bukan seperti itu, nak...." Andreas tidak bisa bersikap keras terhadap putranya. Namun dia juga tak bisa mengabulkan permintaan putranya.
"Tante baik, jadilah ibu Kenzo" ucap Kenzo penuh harap dengan tatapan memohon menatap kearah Sophia.
"Apa!...itu...eeehhh... sepertinya Tante harus segera pergi" ucap Sophia sambil menunduk, dia memilih mengalihkan pembicaraannya ketimbang mengabulkan permintaan anak laki-laki yang pernah ditolongnya.
"Tunggu, Tante baik tidak boleh pergi!" cegah Kenzo sambil melepaskan pelukan ayahnya. Dia pun beralih memeluk erat kaki Sophia dan mencegahnya untuk keluar dari ruangan ayahnya, seolah Tante baiknya adalah sosok ibunya.
"Eehh"
Sophia tak bisa berbuat apa-apa, dia pun memilih untuk mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh mungil Kenzo lalu memeluknya dengan penuh kasih. Dia berpikir bahwa anak menggemaskan itu sedang merindukan mendiang ibunya.
Andreas yang menyaksikan langsung tingkah laku keduanya hanya bisa memijit keningnya. Mau tak mau dia mengambil paksa putranya dari pelukan Sophia.
"Beraninya kau memeluk putraku!" ucap Andreas marah sambil menunjuk kearah Sophia.
"Cukup Daddy, jangan memarahi Tante baik, justru Daddy yang jahat dan salah disini. Daddy selalu membohongi Kenzo!" ucap Kenzo sambil melepaskan paksa tangan ayahnya.
"Sekarang Daddy harus menikah dengan Tante baik" ucap Kenzo tak ingin dibantah.
"KENZO!" bentak Andreas, membuat Kenzo segera bersembunyi dibalik tubuh Tante baiknya.
"Tidak seharusnya kamu membentak anakmu, harusnya kamu membujuknya" ucap Sophia dengan tegasnya.
"Kau tidak punya hak...."
"Mulai sekarang, Tante baik mommy Kenzo dan Daddy harus menikah dengan Tante baik" ucap Kenzo mengklaim Sophia sebagai ibunya.
"Kenzo!"
"Ayo Tante baik, kita harus pergi" ucap Kenzo cepat lalu menarik tangan Sophia untuk segera pergi.
"Kenzo, berhenti!" cegah Andreas dan langsung menghadangnya.
"Pokoknya Daddy harus menikahi Tante baik sekarang juga!" ucap Kenzo dengan suara meninggi. Sontak saja Andreas dan Sophia saling pandang dengan tatapan tak bersahabat.