NovelToon NovelToon
Untuk Kamu 3 ( Titip Rindu )

Untuk Kamu 3 ( Titip Rindu )

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: NaraY

Semenjak Kamu pergi.. Tak tau bagaimana lagi harus menata hati ini. Hancur berkeping terasa hampa tanpa kamu disini. Begitu sakitnya hati, membelenggu jiwa yang entah sampai kapan akan berakhir. Aku sangat menyayangimu Yara, kini aku kehilanganmu, kamu tinggalkan ku bersama dua buah hati kita hingga aku menemukanmu Zalfa Arshila.

Seluruh yang ada pada dirimu tak ubahnya seperti Yara istriku yang telah tiada. Bayangan Yara melekat kuat dalam dirimu. Tapi kusadari.. Shila dan Yara adalah dua orang yang berbeda. Apa rasaku ini karena kedua anak ku atau kah kamu memang mengisi ruang hatiku.. Yang jelas saat ini yang kutahu.. ada sosok baru di hidupku, yaitu kamu Zalfa Arshila.

Lanjutan Kisah cinta Kapten Rivaldi Alfario. Happy reading!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Berperang dengan hati

"Ada apa ya Bu??"

"Kami di minta Danki merias ibu"

***

Danki di kantor sedang memainkan ponselnya sambil menunggu acara tiba. Seragam kebesaran sudah ia pakai rapi. Aroma maskulin sudah melekat erat di tubuhnya.

"Nggak ada gugupnya sama sekali bang?" tanya Oka.

"Nggak lah.. ini yang kedua.. nggak berasa" jawabnya.

"Bu Danki secantik apa ya nanti" wajah Oka berandai-andai.

"Abang colok kamu kalau berani memandang istri Abang seperti itu"

"Eeehh cemburu dia" ledek Oka.

"Nggak ada cemburu begitu" kilahnya.

***

Rival berdiri di Aula. Jam sudah menunjukan pukul sembilan pagi.

"Tolong ambilkan saya minum!" seorang anak buah mengambilkan Rival minum.

Randy dan Naya datang bersama si kecil Arben dan Abrian yang lucu dan tampan. Mereka langsung berkumpul.

"Semoga bahagia dan cepat dapat momongan Val" ucap Randy.

"Nggak pa, aku nggak akan mengulangi kesalahanku"

"Huuusstt" tegur Naya.

Anak buah Rival memberi minuman pada Rival. Dan Danki segera membuka, lalu meminumnya.

Dari depan gedung semua sudah berjajar. Sepasang kaki turun dari mobil dan berdiri di sana. Rival memperhatikan dari ujung kaki hingga ke atas. Seketika air minum yang masih tersimpan di mulutnya menyembur di udara mengenai pot di taman sekitar gedung.

Rival tersedak hingga wajahnya merah. Ibu perias segera menepuk punggung Rival.

"Lihat bidadari sampai kaget begitu pak Danki!" sontak kelakuan Rival mengundang gelak tawa para anggota. Rival pun masih sulit mengkondisikan wajahnya. Tak bisa di pungkiri hatinya memang terpesona melihat kecantikan Shila yang selama ini tidak pernah sekalipun berdandan di hadapannya.

"Eehhmm.. Kita mulai" tegasnya padahal dalam hati sudah gugup sama seperti saat menikahi Yara dulu. Rival mendekati Shila.

"Pegang lengan Abang!"

"Bang.. Shila gugup"

"Ini resiko jadi istri Abang. Tugas pertamamu, hilangkan gugup itu" ucap Rival lebih santai.

Prosesi di lakukan satu persatu hingga saat tiba Rival berhadapan dengan Om Suherman dan istrinya. Om Suherman menampar pelan pipi Rival sebagai ungkapan rasa sayang.

"Om tau maksudmu, tapi Shila bukan Yara. Kalau kamu perlakuan Shila dengan buruk, Om yang akan menghajarmu!"

"Rival paham Om"

Rival menatap mata Randy yang bersebelahan dengan Naya.

"Yara sudah tidak ada lagi. Ingat itu Val! Boleh sesekali mengingatnya, tapi jangan menghidupkan dia lagi, karena papa paham perasaanmu. Istrimu sekarang adalah Shila. Shila tidak akan pernah menjadi Yara. Masuk kan dia dalam hatimu Val"

Rasanya Rival tidak kuat mendengar hal itu. Rival berlutut di kaki Randy dan Naya.

"Maafkan Rival pa, bukan maksud Rival menggantikan posisi Yara. Yara tetap ada dalam hati Rival, sampai kapanpun Rival akan mencintainya. Maaf.. Rival sudah mengkhianati cinta Rival untuk Yara"

Randy menarik lengan Rival agar berdiri menatapnya.

"Yara sudah tidak ada, dia istrimu yang sudah bahagia disana. Sekarang kamu punya tanggung jawab atas hidup Shila. Sadar itu Val. Yara tidak akan marah dengan apa yang akan kamu lakukan untuk Shila" tegas Randy.

Naya tak sampai hati melihat raut wajah Rival yang masih setengah ikhlas.

"Menikah itu ibadah, meskipun tujuannya untuk anak, tapi kamu harus melakukan semua kewajiban mu itu sesuai janjimu di hadapan Allah. Cepatlah punya anak agar ikatan batin kalian semakin kuat"

Rival memalingkan wajahnya jika membahas soal itu.

"Harus bisa" On Suherman dan Randy menegaskan bersamaan.

"Insya Allah.. Rival akan berusaha menjadi sebaik-baiknya suami"

***

"Pak.. foto dulu dengan istri"

Berkali kali foto harus di ulang karena keduanya begitu kaku, apalagi Rival yang saat ini enggan memegang pinggang Shila.

Dari kejauhan tatapan mata Om Suherman mengarah tajam ke Rival hingga akhirnya semua sesi foto itu bisa selesai dengan baik.

"Semoga Shila tidak pernah menangis karena ulah Rival" keluh Om Suherman.

"Nanti akan luluh dengan sendirinya" senyum Randy.

--------

Rival dan Shila sudah duduk di satu meja setelah tamu satu persatu pergi. Tersisa lelah yang mereka rasakan. Arben dan Abrian sudah ikut dengan Randy dan Naya. Rival melirik Shila, detak jantungnya kembali kencang. Rival mengusap wajahnya dengan kasar.

Aku harus bagaimana Ya Allah.. Aku manusia biasa.. punya rasa, tapi hatiku masih berat karena dalam jiwa ini sudah tertanam kuat nama Yara.

"Abang kenapa?"

"Dek.. malam ini kita menginap di hotel ya" ajak Rival.

"Kenapa harus kesana mas. Anak-anak bagaimana?"

"Sekali-kali lupakan dulu masalah anak. Abang ingin punya waktu berdua sama kamu" ucapnya walau hatinya sendiri tidak yakin.

"Shila ikut kata Abang" ucapnya menunduk.

Ada senyum tersungging di bibir Rival, tak menyangka istrinya itu begitu penurut.

Maaf kalau hatiku belum bisa mencintaimu dek.

***

"Abang libur tiga hari. Selama tiga hari kita akan bersama terus"

"Iya bang" tangan Shila membuka kerudungnya perlahan. Rival membantu Shila membuka lilitan jilbab itu. Rambut panjang dan wangi langsung terurai begitu saja. Tidak ada sedikit pun hal yang membangkitkan gairah Rival.

"Shila mau lepas gaunnya bang"

"Lepas saja!" ucap Rival datar, ia ingin menguji dirinya sendiri apa ia bisa merasakan hal yang sama saat berdua dengan Shila. Bukankah kemarin ia sempat on melihat Shila berganti pakaian.

Shila menggapai pengait di punggungnya tapi tidak sampai hingga Rival membukanya.

"Shila tau Abang tidak ingin dengan Shila. Abang tidak perlu memaksa. Shila tak apa bang"

"Kamu istri Abang. Abang tidak memaksa, tapi Abang sedang berusaha, hanya saja kamu jangan menuntut perhatian dari Abang. Kamu tau kalau Abang sangat mencintai istri Abang. Dia segalanya untuk Abang. Maaf Abang memang egois, Kamu tau tujuan awal Abang menikahimu"

"Iya bang. Shila tau. Shila tidak meminta apapun dari Abang. Bisa berlindung di balik nama Abang, sudah cukup untuk Shila"

Rival meninggalkan Shila sendirian dalam kamar. Rival mengambil kunci motornya dan melaju menuju makam Yara.

***

"Hai cinta... apa angin sudah membawa rinduku?"

"Ikhlaskah kamu sayang, jika suatu saat nanti hatiku juga mencintai dan menyayangi Shila. Aku ingat jelas bagaimana rasa cemburumu yang membuatku kelabakan" senyum Rival.

"Sayang.. Shila sangat penurut.. apakah gadis selembut itu juga bisa cemburu seperti mu"

Rival menghapus air matanya sendiri. Tak bisa di pungkiri hingga saat ini rasa cinta Rival pada istrinya itu sangatlah besar.

***

"Sudah siap dek?" Rival mengusap rambut Shila.

"Sudah bang"

Rival mengecup kening Shila.

"Maaf kalau kata-kata Abang tadi menyakiti hatimu"

"Shila menghargai kejujuran Abang"

Rival menarik nafas panjang.

Inikah jodoh yang Engkau kirimkan untuk ku Tuhan?? Kalau ini memang yang terbaik. Hamba ikhlas.

***

Rival mengajak Shila menginap di hotel selama tiga hari. Ia ingin keputusan nya ini membuatnya bisa lebih menerima kehadiran Shila di sisinya.

.

.

1
Hanna Han
maaf Thor,mungkin perasaan saya aja,knp dari awal menikah saya kurang suka dg sikap shila,sebelum menikah dia tau gimana keadaan hati rival,sharusnya stelah menikah dia bantu rival ksih semangat ksih pengertian gimana caranya move on pelan2 dari Yara, bukannya mlah lngsung egois sendiri meminta untuk jd satu2nya,sma aja menabur sendiri garam di atas lukanya..hadeehh
NaraY_Kamanatha: maaf ya kak. Nara hanya menyampaikan isi hati manusia tidak ingin di duakan.
total 1 replies
Diah ayu yudisthira❤
Sama kayak aku dulu waktu masih umur 4 bulan udah di tinggal papa satgas ke lebanon huhuhu semangat terus buat anak kolong😭
Diah ayu yudisthira❤
Timika wahhh tempat calon suami aku satgas dong😭
Al Fatih
karyamu tidak pernah gagal bikin qta mewek,, qta tertawa...,, keren slalu...
Al Fatih
aq tak tenang setelah mama Yara meninggal,, langsung lanjut kesini....
Novi Jahan
sangat"bgus ceritanya
Ony Syahroni
aduh thor sedih banget akubacanya seolah2 nyata thor, trmksh mudah2 author sll dlm lindungan Allah, sehat sll utkmu dan kel, aku tunggu karya berikutmu thor dan semangat
Ony Syahroni
sedih banget thor, kasih kebahagian thor, lanjut
Ony Syahroni
banyak banget cobaannya thor yg penting hapy ending ya thor
Ony Syahroni
kasian Rivan da Silla, mudah2an Silla bisa melihat lg thor dan kasih kebahagian utk kelnya thor
Ony Syahroni
Biasa
Ony Syahroni
Lumayan
cocoms
bagus
an
bagus
Nitha Nya Oedin
👍
BeQty
Luar biasa
@yra
gesrek" numbuk padi
Aquamarin
dadaku sakit
Diah Darmawati
nyeseg mbk Naraaaaa😭😭😭
||shaza||{*💮*}
untuk author terkasih terimakasih atas segala kerja kerasnya telah membuat karya yang begitu membuka mata hati pembaca tentang apa arti dari pernikahan untuk saling menerima apapun keadaan pasangan masing-masing dan slalu menuntun dlm ketakwaannya 🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!