Bagaimana jika kamu menjadi istri dari Ayah sahabatmu sendiri, atau lebih tepatnya menjadi Ibu tiri sahabatmu. Hal itu yang terjadi pada Aneska Mahendra yang menyukai Papah dari sahabatnya sendiri, Alexander yang biasa dipanggil dengan nama Alex. Aneska menyukai Alex sejak masih duduk dibangku SMA, pesona tampan Alex membuat putri dari sahabatnya itu sangat tergila-gila padanya.
Aneska kerap menggoda Alex ketika ia main ke kediaman Alex dengan dalih belajar kelompok bersama putri semata wayangnya yang tak lain sahabat Aneska dari kecil. Meski Alex masih memiliki istri, Aneska tak memedulikan hal tersebut. Baginya yang terpenting ia bisa menyingkirkan Ibu tiri sahabatnya dan menggantikan posisinya.
Beruntung Rania, putri Alex merestui Aneska bersama dengan Papahnya. Rania bahkan membantu Aneska menyingkirkan Ibu tirinya itu dari sisi sang Papah. Sebab, Rania sangat tidak menyukai Ibu tirinya yang sangat bermuka dua itu.
Akankah Aneska berhasil menyingkirkan istri Alex?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti Shaburu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PPS ~ 07
“AW! SAKIIIT!” teriak wanita itu memegang kepalanya.
“Kamu bilang apa tadi? Kamu suruh aku jadi lon te katamu? Kalau aku disuruh jadi lon te, lalu elu jadi apa dong?” Aneska menjambak rambut panjang sebahu milik wanita itu hingga wanita itu berteriak kesakitan sambil memegangi kepalanya.
“Lepaskan gadis gi la.” Wanita itu masih memekik, tapi Aneska tak berencana melepaskannya, Alex bahkan tak meminta Aneska untuk melepaskan.
“Mas, Mas Alex, tolong aku, Mas. Gadis gi la ini menyiksaku,” pekik si wanita meminta tolong, tapi Alex tak menghiraukannya.
“Hahaha, kau meminta tolong pada orang yang salah, Sayang. Kau pikir Om Alex akan menolongmu?” Aneska tertawa keras ketika mendengar wanita itu meminta tolong pada Alex.
Ia mendekatkan wajahnya pada wajah wanita itu. “Asal kamu tahu, pria yang kamu mintai tolong itu adalah kekasihku, calon suamiku,” bisiknya lalu menghempaskan wajah wanita itu hingga tersungkur dan membentur pinggir meja, beruntung dahinya tak berdarah, hanya saja kini sebuah telur ayam berwarna bir kehitaman tumbuh pada dahi wanita itu.
“Dasar gadis gi la!” pekik wanita itu memegang keningnya yang terasa amat nyeri karena bengkak yang lumayan besar.
“Aku memang gi la, jika ada orang yang berani menyentuh kesayanganku.” Aneska memeluk Alex di depan wanita itu tanpa malu sedikit pun, si alnya Alex membalas pelukannya sehingga membuat wanita itu bertambah marah.
“Mas, kamu gak sungguh-sungguh menjalin kasih dengan gadis bau kencur ini kan? Kamu pasti hanya ingin membuatku cemburu lalu menjauhimu, iya kan, Mas?”
“Hahaha, percaya diri sekali kamu yah, Sinta. Aku tak berniat membuatmu cemburu, gadis ini memang kekasihku dan calon istriku. Apakah ada yang salah? Apakah kamu pikir aku akan berbuat begitu pada wanita yang bukan kekasihku? Memangnya aku pria murahan yang bisa dengan sembarang wanita memberikan bibirku ini?” sarkas Alex sengaja berkata demikian, ia sungguh lelah dengan wanita bernama Sinta yang selalu mengganggu dirinya itu.
“Kamu bohong, Mas. Aku tak percaya padamu, seleramu tak mungkin anak bau kencur seperti dia, Mas.” Sinta tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Alex, ia menggelengkan kepalanya.
“Kenapa enggak? Aku lebih menggoda jika dibandingkan denganmu. Aku juga lebih muda dari Tante, juga masih tersegel. Sedangkan Tante, belum tentu masih vir gin, siapa tahu sudah dijelajah oleh banyak pria,” ucap Aneska yang membuat Sinta geram, ia ingin membalas perbuatan gadis kecil itu yang telah merebut Alex darinya.
“What! Tante?” pekik Sinta yang terkejut dipanggil tante oleh Aneska.
“Sudahlah, Tante mending pergi saja, tuh security sudah datang siap untuk membawa Tante pergi,” ucap Aneska yang memang bersamaan dengan masuknya dua orang security. Aneska sempat menelepon pihak keamanan agar segera datang.
“Bawa wanita itu pergi, dan kalian harus mengingat wajahnya, jangan sampai wanita ini bisa masuk ke dalam ruanganku kembali,” titah Alex.
“Baik, Tuan.”
Kedua security itu langsung membawa pergi Sinta dengan paksa, meski Sinta sempat berontak tapi tak menghentikan dua pria berbadan kekar itu membawanya keluar dari ruangan Bosnya.
Alex tak menghiraukan teriakan Sinta yang meminta tolong padanya, justru pria itu ingin cepat-cepat wanita pengganggu itu dibawa pergi.
Kini Sinta sudah tak ada, Aneska duduk di sofa dengan melipat kedua tangannya di dada dan menatap tajam pada Alex.
“Om, apa yang Om lakukan dengan wanita berbaju seksi itu? Apakah dia menggoda, Om Alex? Apakah Om Alex menikmati digoda olehnya?" banyak pertanyaan terlontar dari Aneska seakan menginterogasi prianya. Alex terkekeh dan duduk di samping Aneska.
“Apakah calon istri kecilku cemburu, hm?” Alex memegang dagu Aneska dengan telunjuknya.
“Om pikir?”
“Kamu sungguh manis ketika cemburu seperti ini, membuatku ingin segera memakanmu.”
Alex langsung memagut bibir ranum itu dengan lembut yang langsung mendapatkan balasan dari Aneska. Gadis kecil itu mengalungkan tangannya pada leher Alex, pria tampan itu mengangkat tubuh wanitanya menjadi berada di pangkuannya tanpa melepaskan pagutannya.
Ciuman mereka kini terasa lebih santai, tidak seperti saat Sinta berada dalam ruangan itu.
“Om bisa melakukannya jika Om ingin, aku akan dengan senang hati memberikannya pada kekasihku ini,” bisik Aneska ketika ciuman mereka selesai.
“Dasar nakal.” Alex mencubit hidung mancung gadis kecil yang menggoda itu. Sejujurnya, Alex sudah tak bisa menahannya, tapi ia tak ingin menyentuh gadis kecil itu sebelum menjadi miliknya.
“Aku serius, Om. Apakah Om Alex tak tertarik pada tubuhku? Atau Om Alex memang sebenarnya tak ingin bersama denganku?” rajuk Aneska semakin membuat Alex gemas.
“Kata siapa Om tak tertarik. Om hanya menahannya saja, Om ingin kita melakukannya saat malam pengantin kita, akan menjadi kenangan indah ketika melakukannya pada malam pertama. Om bukan pria yang suka bermain-main, Om sudah berjanji akan menikahimu, maka Om akan menepatinya. Lagi pula, Victor sudah mulai mempersiapkan semuanya,” ucap Alex mencoba menghibur kekasih kecilnya itu.
“Serius, Om? Jadi hari minggu esok, aku dan Om sudah bisa bersama kan?”
Alex mengangguk, “Iya, my Honey. Minggu esok kamu sudah tak perlu tinggal di apartemen lagi, karena Om sudah menyiapkan tempat tinggal untuk kita. Biarkan rumah besar itu ditempati oleh Rania, toh itu memang rumah miliknya kelak. Om tak ingin ada yang mengganggu kesenangan kita nantinya.”
“Iiih, Om Alex nakal deh.”
“tapi kamu suka kan?”
Aneska menganggukkan kepalanya dengan cepat, “Suka, aku suka sekali sama Om yang manja seperti ini sama aku. Awas saja jika Om berani macam-macam di belakangku, akan kubuat burung Om itu tak bisa bangun lagi,” ancam Aneska seraya meremas milik Alex yang membuat pria itu meringis ngilu.
“Tak akan, Sayang, percayalah sama OM.”
***
“Ada apa Papah nyuruh aku pulang? Papah kan tahu kalau aku malas bertemu dengan istri Papah yang wajahnya sok jadi malaikat itu,” tanya Aneska ketika ia sudah duduk di sofa dekat sang papah.
Mahendra, papah dari gadis cantik itu meminta putrinya yang selama ini tinggal di apartemen untuk pulang.
“Salahkah kalau papah memintamu untuk pulang, Sayang? Papah rindu padamu, mengapa kamu tak pernah datang melihat papahmu yang sudah tua ini? Jika papah tak memintamu pulang, maka kau sama sekali tak pulang,” ucap Mahendra yang begitu merindukan putrinya.
Bulan ini Aneska memang belum pulang untuk mengunjungi papahnya itu sama sekali. Ia terlalu malas untuk bertemu dengan ibu tirinya yang menurutnya suka mencari muka pada papahnya itu.
“Papah tak salah, kesalahan Papah hanya satu, menikah dengan wanita yang tak kusuka,” jawab Aneska dengan jelas, ia sudah sangat sering mengatakan hal demikian dan bahkan meminta Mahendra untuk bercerai dari istri mudanya, tapi Mahendra belum bisa memenuhi permintaan sang putri karena ia memerlukan sosok seorang istri untuk mengurus dirinya.
Mahendra tak pernah tahu apa yang membuat putrinya itu tak menyukai istri mudanya. Menurutnya, istrinya itu sangat baik dan juga lembut.
Pesona Papa Sahabatku || Isti Shaburu || Noveltoon
ngadi" banget deh..kalimatnya🫠