NovelToon NovelToon
Siapa Yang Kau Pilih, Suamiku

Siapa Yang Kau Pilih, Suamiku

Status: tamat
Genre:Poligami / Tunangan Sejak Bayi / Cerai / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:274.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Windii Riya FinoLa

Kata mereka, tidak akan menjadi wanita sempurna apabila belum juga hamil dan punya anak ketika sudah menjadi seorang istri. Seperti itu pula yang dirasakan wanita cantik dan soleha bernama Arsy. Semua anggota keluarganya memaksa untuk memberi izin suaminya, Haris agar menikah lagi. Dengan hati hancur Arsy memberi izin dan kenyataan yang baru diketahui ketika suaminya menikah lagi yaitu madunya Laila adalah wanita yang dicintai sebelum menikahi dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Windii Riya FinoLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Siapa yang Kau Pilih Suamiku

Kamu pernah merasa terasingkan?

Seperti itulah yang dirasa Arsy mulai hari ini. Dilihat dari perlakuan semua orang begitu menyakitkan baginya. Ya, Laila dinyatakan hamil dan suami serta pihak keluarga begitu antusias.

"Mulai sekarang kamu gak boleh melakukan apapun. Ada Arsy yang akan membantu. Iya kan, Sy?" Tanya ibu Sandra membuat Arsy tersenyum yang dipaksakan. 

Arsy tidak dapat mengatakan apapun selain tersenyum saja. Selain merasa terasingkan, ia juga merasa Allah tidak adil. Mengapa dirinya tidak hamil juga hingga saat ini? 

Tubuhnya terpaku manakala Haris memeluk tubuhnya. Sangat jelas terpancar kebahagiaan di matanya. "Mas," tegurnya selanjutnya ia terkekeh dengan kelakuan Haris. Suaminya itu memeluk erat seraya menggoyangkan tubuhnya kekanan dan kekiri. 

"Laila hamil, Arsy. Kita akan punya anak," kata Haris girang masih memeluk Arsy.

Arsy bingung harus mengatakan apa pada Haris. Bukankah ucapan Haris bisa saja membuatnya tambah sakit? Kenapa Haris seolah sedang berbagi kebahagiaan padanya yang tak sengaja semakin menyiram luka yang masih basah. 

Tuhan… Apa yang harus dilakukan Arsy saat ini? Haruskah dirinya kecewa? Apakah ikut bahagia karena Haris bahagia?

Ya, dia bahagia karena Haris bahagia. Setulus itu cintanya terhadap Haris. 

"Se-selamat ya, mas. Kamu hebat," bergetar bibir Arsy mengatakan hal tersebut. Mengapa bukan dirinya yang hamil? Apakah benar yang dikatakan mereka untuknya? Bahwa dirinyalah yang bermasalah, dirinyalah yang tidak dapat memberikan Haris keturunan.

"Haris. Yang hamil itu Laila, loh. Bukan Arsy, seharusnya Laila yang mendapat pelukan kamu." Tegur ibu Sandra membuat Haris mengurai pelukan seraya menatap Arsy lekat. 

Arsy tersenyum kemudian mengangguk. Ia tahu harus dalam keadaan serba salah. Tidak mengapa mulai hari ini Haris akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan Laila demi kebahagiaan Haris sendiri. 

****

"Mas masih cinta aku, gak?" Tanya Laila kepada Haris ketika sudah berada di dalam kamar. 

Haris berganti piyama lalu duduk di sebelah Laila. "Kamu sudah tahu jawabannya. Tidurlah, setelah kamu tidur. Mas akan ke kamar Arsy." 

Laila tampak cemberut tetapi tidak dapat melakukan apapun. Haris tidak semudah itu menuruti permintaannya. Ia tahu, Haris seperti itu karena harus adil terhadap dirinya dan juga Arsy. Sering sekali Laila merasa cemburu atas sikap Haris. 

"Aku ingin ditemani mas malam ini," rengek Laila. 

"Tidurlah."

Laila tidak dapat melakukan apapun selain menurut. 

****

Sementara di kamar Arsy, sudah bersiap menyambut kedatangan Haris ke kamarnya. Memang atas pintanya agar mengurus Laila lebih dahulu. Jangan lagi tanya sakit dan cemburu hatinya. 

Tentu saja sudah berlipat ganda dan mencoba bersabar atas itu semua. Demi baktinya kepada sang suami. Bahkan Arsy juga membantu Haris merawat Laila yang mengalami morning sicknes. 

Meski harus selalu merasa terkucilkan. Tetap saja Arsy dengan tabah melayani mereka semua.

Namun, hingga larut malam Haris tidak kunjung tiba di kamarnya. Helaan nafas terdengar lirih seakan tahu alasannya. Arsy terduduk di tepi tempat tidur. Mengelus perutnya yang rata tanpa terisi benih cintanya dengan Haris.

"Kenapa kamu gak juga hadir, nak?" Gumamnya.

Arsy bangkit dan berganti piyama. Dirinya tidak bisa tidur lebih memilih membuka laptopnya. Semenjak Haris menikah lagi dan ia memutuskan mengenakan cadar, Arsy mulai merintis bisnis bidang fashion muslimah. Masih merintis sehingga membuatnya harus bekerja keras secara online.

Haris sendiri tahu bisnis yang ia rintis. 

Esok harinya, Haris masuk ke dalam kamar Arsy dan langsung memeluk dari belakang. 

"Astaghfirullah, mas. Buat kaget saja." Arsy memang tidak mengetahui kedatangan Haris karena baru saja selesai sholat. 

"Maafin, mas." Gumam Haris. 

Arsy mengurai pelukan dan berbalik arah menghadap Haris. Terpancar kekecewaan dari binar matanya. "Aku bisa apa, mas? Aku bisa apa disaat perhatian semua orang bukan tertuju padaku? Justru aku yang selalu buruk di mata kalian. Sakit, mas." 

Ternyata Arsy tidak sekuat itu. Tidak setegar batu karang yang dihempas ombak lautan. 

"Aku seorang wanita, mas. Aku juga punya hati yang selalu sakit melihat suamiku bermesraan dengan wanita lain. Hatiku sakit saat mengetahui cinta suamiku bukan untukku," Arsy terperosok ke lantai menangis sesenggukan meluapkan kesakitan yang tertahan selama ini. 

"Arsy," ucap Haris ikut bersimpuh dihadapan Arsy. 

Arsy memukul dadanya yang terasa sesak. Ternyata sangat sulit menggapai kata 'ikhlas'.

"Mas Haris." Pekik Laila dari luar kamar Arsy. 

"Mas!!" 

Arsy mengusap air matanya dengan kasar. Di tatap Haris yang diam saja tetapi matanya sesekali melirik ke arah pintu kamar. Ia bangkit kemudian melepas mukenahnya. "Pergilah, mas. Laila membutuhkanmu." 

"Arsy." Terdengar Haris merasa bersalah.

"Nanti jam 10 antar Arsy ke Pabrik teksti, mas." 

Haris mendekati Arsy dan memberi kecupan di kening Arsy. "Oke. Mas akan antar kamu jam 10." Tentu saja Haris merasa senang karena sudah sangat lama tidak mengantar jemput Arsy.

Arsy mencoba tersenyum setelah Haris mengatakan hal tersebut. Ia sangat tahu jika Haris merasa bersalah akan semakin uring-uringan. 

***

Di luar kamar, Haris melihat Laila sudah tampak cemberut. "Ada apa, Laila?"

"Mas kenapa ninggalin aku pas masih tidur?"

"Mas harus ke kamar Arsy, Laila. Kamu harus ingat kalau hari ini waktunya mas dengan Arsy."

"Tapi aku lagi hamil, mas."

Haris menghela nafas panjang. Di tuntun Laila agar turun ke lantai dasar. "Mas tahu. Bukankah mama, ibu, Arsy juga ikut menjagamu? Tolong mengerti posisi, mas. Jangan begini," Haris terlihat frustasi dengan sikap Laila bertambah manja setelah hamil. 

Bukan tidak suka atas kemanjaan Laila. Hanya saja semakin membuatnya merasa bingung mengambil sikap bagi kedua istrinya. 

Selama Laila hamil, ibu Rahma, ibu Sandra, dan ibu Jannah sering berkunjung ke rumahnya. Tidak masalah baginy, sebab akan merasa lebih tenang saat dirinya bekerja dan Arsy merintis bisnisnya.

"Laila, ini susu hamil kamu." Ibu Sandra memberikan segelas susu hamil saat Laila sudah duduk di meja makan. 

Haris heran mengapa sikap ibu Sandra juga terlihat tidak sedih sebagaimana Arsy. 

Arsy baru saja tiba di ruang makan saat semua sudah berada disana. Seperti biasa jika sudah giliran Arsy maka Haris akan dilayani sedemikian rupa seperti biasanya. 

"Terimakasih," ucap Haris tersenyum kepada Arsy.

"Mas. Aku mau hati ampela nya, dong." Pinta Laila manja ketika Haris baru saja memulai sarapan.

Saat Haris hendak mengambilkan makanan yang dimaksud Laila, Arsy mencegahnya. "Biar Arsy saja, mas. Mas lanjut makan saja." Arsy mengambilkan hati ampela dan ditaruh ke piring Laila. 

Tetapi agaknya Laila tidak suka. "Mas." 

"Biarkan mas Haris sarapan, Laila."

"Tapi aku maunya mas Haris yang ambilin."

"Sudah-sudah. Haris, ambilkan yang Laila mau."

"Tapi gak baik, ma. Mas Haris kan sedang makan," kata Arsy agar dimengerti.

"Kamu belum pernah hamil. Jadi gak akan pernah tahu rasanya ingin sesuatu dari kandungan kamu."

1
Sondang Sartika Lumbanraja
kappokkk
Siti Romlah
cerita Jo sebelumnya , apa judul Novelnya mae
biar aku baca juga
maklum aku baca novelnua alur mundur
Siti Romlah
jangan paksakan untuk kuat bila itu sangat sakit dirasa wahai istri pertama.
tak akan bernilai ibadah dan mendapatkan pahala jika hati mu terluka menangis dan menderita setiap saat.
lepaskan.
agar terbebas dari dosa.
aku baca saja gak kuat, apalagi jika menjalani. 🤣🤣🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
anak kan titipan ilahi Robbi
karissa 🧘🧘😑ditama
best best besttt thor👍👍❤️❤️
karissa 🧘🧘😑ditama
kyak ny arsy nih bkan bner2 anak kndung ny si sandra deh yah thor
falea sezi
g seru haris enak bgt hidup nya
falea sezi
enak bgt si haris g dpet karma
falea sezi
cerai aja suami dzalim
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
Luar biasa
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
aaaiiissshh blm kenal ajh dah di klaim semoga memang benar ingat ucapan adlh doa
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
saking sempitnya km bkln ketemu trus x jodoh mu memang itu arsy
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
muna bgt sih,g izinin Arsy cerai tapi g suka kalo haris kasih izin Arsy ikut,hey manusia Situ PNY hati ga? memang status Arsy tuh ap cm pembantu ap cm pelayan doang mksd km kok g Sadar diri
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
pasti ini si Dominic nih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
kalo Arsy g tekanan batin karena disuruh hamil melulu mana mau dia buat di poligami
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
inikah yg di namakan wanita yg Sholehah kyknya dia egois juga g ad cerminan wanita Sholehah yg bisa dicontoh
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
astaghfirullah satu lagi mertua g PNY hati
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
astaghfirullah ibu macam apa km sih kok ibu kandung berasa ibu tiri ya
Yuli Yuli
seru bgt ceritanya..
Neulis Saja
lanjutannya apa Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!