NovelToon NovelToon
Mahligai Perselingkuhan

Mahligai Perselingkuhan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Balas Dendam / Badboy / Tamat
Popularitas:545.3k
Nilai: 5
Nama Author: NCY

“Aku tidak pernah tertarik dengan gaya kampungan mu itu, aku menikahi mu karena perusahan kakek. Siapa pun yang menikahi dirimu maka pria itu berhak menjadi penerus perusahan Wina Graha.” ucap Brian seraya memandang rendah wanita di balik daster biru tua itu.

Wulan bangkit dari lantai menatap ke arah Brian sambil mengepal kedua telapak tangannya.

“Aku berjanji akan menjatuhkan dirimu serendah rendahnya hingga kamu sendiri tidak bisa bangkit dari tempat kamu jatuh. Ini adalah sumpahku,” batin Wulan.

Ia akhirnya berlalu dari hadapan Brian dan Raya wanita selingkuhan suaminya itu.

Pernikahan membuat hidup Wulandari seperti dalam neraka, namun pernikahan itu pula yang membawa Wulandari pada seorang pria bernama Arkan Rafali. Sepupu suaminya yang mampu membuat hatinya merasakan manisnya cinta.

Di balik penderitaan Wulandari, ditengah rencana nya balas dendam, kisah cinta manisnya tumbuh bersama Arkan.

Penasaran dengan akhir kisah nya mereka. Yuk tongkrongin terus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NCY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-Rasa Takut-

Sudah seminggu Wulan berumah tangga dengan Brian. Namun hubungan mereka tak pernah layak dikatakan sebagai suami istri. Wulan lebih di anggap sebagai pembantu oleh Brian.

Suatu sore saat Wulan sedang asik menggunting daun daun tanaman yang sudah menguning di teras samping rumah.

“Tuan sudah pulang?” suara bik Indun terdengar dari dalam rumah.

“Sudah. Ndun dimana nyonya?” tanya bi Narsih.

“Di samping rumah sedang mengurus tanaman nya,” jawab bi Indun.

Mendengar percakapan kedua wanita tua itu Wulan langsung masuk kedalam rumah.

“Ada apa bik? Tuan sudah pulang?” tanya Wulan.

Wulan melepas sarung tangan yang di kenakan nya kemudian berjalan menuju ruangan depan. Saat itu Brian sedang berjalan masuk sambil menggandeng mesra lengan Raya.

“Wulan, siap kan air mandi untuk kami,” perintah Raya begitu wulan muncul dari arah dalam rumah.

“Tuan,” Wulan bergegas menghampiri Brian. “Jika dilihat kakek gimana?” tegur Wulan dengan mimik khawatir.

“Kakek mu itu urusan kamu bukan urusan ku!” ucap Brian seraya menatap jengah wanita berdaster biru dihadapannya.

“Bukan kah lebih baik jika tuan merahasiakan hubungan tuan dan non Raya. Jika kakek melihat kalian seperti ini, dia pasti akan kecewa,” ujar Wulan seraya menundukkan kepala nya.

Brian mendekati Wulan kemudian menarik kerah daster Wulan. “Bukankah aku juga sudah pernah mengatakan kalau aku tidak suka melihat baju seperti ini di rumah ini?” ucapnya dengan tatapan marah yang teramat serius terpancar dari matanya.

“Tapi tuan ini hanyalah sebuah baju,” jawab Wulan dengan nada merendah.

“Brian!” Sebuah suara tak di sangka sangka dari belakang. “Lepaskan tangan mu dari baju cucuku!” ucap kakek Hendy lantang.

“Kakek?” gumam Wulan sambil menoleh ke arah belakang.

Brian dengan angkuhnya menatap sang kakek, tangan nya masih kokoh menarik kerah baju Wulan.

“Lepaskan tangan mu!” bentak kakek sambil berjalan menghampiri cucunya.

Wulan langsung menepis tangan Brian dari bajunya.

“Kek, ini bukan seperti yang kakek lihat. Maaf kek,” nada Wulan lembut mencoba memberi penjelasan pada kakeknya.

“Jadi dia bisa seenaknya memperlakukan mu dengan kasar?” tanya kakek Hendy marah.

“Kek, ini salah Wulan juga. Mas Brian nggak suka Wulan bekerja dengan pakaian buruk seperti ini. Tapi Wulan masih mengenakan baju ini,” jelas Wulan lagi.

Kakek Hendy menurunkan sedikit tekanan suaranya. “Wulan jika dia menyakiti kamu, kakek akan melaporkannya pada kedua orang tua nya. Ayah nya sudah berjanji akan menjaga kamu. Paling paling dia akan di lepas dari status direktur perusahan.” tegas kakek Hendy.

“Nggak kok kek, Wulan nggak pernah disakiti mas Brian.” bela Wulan.

Mata Kakek kemudian tertuju pada Raya. “Dan wanita ini. Sampai kapan dia akan tinggal di rumah ini?” tanya kakek.

“Raya hanya tinggal beberapa minggu. Sementara ini rumah nya sedang di renovasi.”

Brian mulai terlihat geram akan sikap kakek Hendy. Menyadari hal itu Wulan langsung membawa kakek nya masuk ke dalam.

“Ayo kek kita masuk, berdiri terus seperti ini nanti kaki kakek sakit,” ucap nya sembari memapah kakek masuk.

“Wulan,” panggil Brian yang masih berdiri di tempat semula.

“Kek, Wulan tinggal dulu.”

Ia kembali menghampiri Brian yang sedang mengepalkan kedua telapak tangannya. Bunyi kertakan giginya bahkan terdengar begitu jelas.

“Ikut saya,” Brian langsung menarik paksa tangan Wulan menuju kamarnya.

“Tuan. Tuan sakit,” Wulan berusaha melepaskan diri dari genggaman Brian. Namun Brian semakin beringas menariknya masuk hingga ke dalam kamar.

Setiba dalam kamar Brian langsung menghempas tubuh Wulan hingga terjerembab ke atas lantai.

“Segera bawa pergi kakek mu dari sini. Aku tidak ingin laki laki tua itu terus menerus menghalangi jalanku!” tukas Brian kasar.

“Tapi tuan. Kakek hanya hidup seorang diri. Tidak ada yang mengurusnya jika dia pulang. Lagian kita sudah menikah, aku adalah istrimu dan kakek ku adalah kakek mu juga,” ucap Wulan memelas.

“Haha, menikah? kamu pikir aku senang menikah dengan mu?!”

Raya berjalan mendekati Brian. Tatapan matanya ikut menatap wanita yang sedang tersungkur di atas lantai.

“Aku tidak pernah tertarik dengan gaya kampungan mu itu, aku menikahi mu karena perusahan kakek. Siapa pun yang menikahi dirimu maka pria itu berhak menjadi penerus perusahan Wina Graha.” ucap Brian seraya memandang rendah wanita di balik daster biru tua itu.

Wulan bangkit dari lantai menatap tajam ke arah Brian sambil mengepal kedua telapak tangannya.

“Aku berjanji akan menjatuhkan dirimu serendah rendahnya hingga kamu sendiri tidak bisa bangkit dari tempat kamu jatuh. Ini adalah sumpahku,” batin Wulan.

“Apa? kenapa menatap ku seperti itu. Kamu ingin melawan?” ucap Brian kasar.

Brian berjalan menghampiri Wulan kemudian menarik kepalanya mendekat. Saat itu juga Brian mencoba mencium Wulan dengan paksa.

Wulan tak terima. Ia mendorong kasar kepala Brian menjauh dari wajahnya. Namun Brian semakin bringas memaksa mendekati wajah Wulan.

“Tuan aku mohon, aku akan segera membawa kakek pergi dari sini secepatnya. Maafkan aku.” pinta wulan penuh iba. Mungkin dengan memohon seperti itu Brian akan melepaskan nya.

“Bukan kah kamu adalah istriku. Bukan kah ini yang kamu inginkan?”

Brian kembali berjalan mendekati Wulan. Ia melepas jas abu abu yang dipakainya kemudian menarik paksa kemeja yang masih melekat dibadan nya hingga lepas dari badannya.

“Ayolah istriku, aku akan membuat kamu menikmati bagaimana rasanya milik ku ini,” Brian mulai membuka celana panjang yang dikenakan nya hingga menyisakan celana pendek yang menutupi tubuh Brian.

Wulan mulai di penuhi rasa takut. Ia terus berjalan mundur menghindari Brian. Tatapan mata Brian penuh amarah, hukuman berat akan segera di jatuhkan kepada Wulan.

Pada lima langkah terakhir, badan Wulan terhenti. Badannya sudah mentok pada dinding ruangan. Ia tak bisa mundur lagi, sedangkan Brian sudah semakin dekat dengan nya.

“Tu tuan jangan,” mohon Wulan. Suara nya bergetar dipenuhi rasa takut.

Dalam sekejap tubuh Brian sudah mengekang tubuh Wulan dengan kasar.

Air mata perlahan menetes, Wulan sungguh tak ingin hal itu terjadi.

“Sayang?” suara Raya dari belakang.

“Apa kamu benar benar akan meniduri wanita kampung ini?” tanya Raya yang sudah berdiri di belakang Brian.

Brian tak menggubris ucapan Raya.

“Sayang Please,” bujuk Raya.

“Jika kamu menghamilinya, maka kamu akan semakin sulit menyingkirkan nya,” ucap Raya.

Mendengar ucapan Raya, Brian langsung mengakhiri aksinya.

“Kamu lupa. Orang orang kampung seperti dia tidak memakai kontrasepsi. Kamu lupa dengan irma putri pembantu mu? Sekali menidurinya dia langsung hamil.” ucap Raya sembari mengusap punggung Brian dengan lembut.

Raya terus berusaha menggoda Brian.

Kemuidan dalam sekejap Brian menghempaskan tubuh Wulan. "Kamu memang paling pintar merubah moodku sayang," ujar Brian kemudian menoleh ke arah Raya.

.

.

.

TBC…

1
Safa Almira
sukaaaa
Ido Lina
hmmmm ternyata masih hidup
Ido Lina
ya ampun
Elok Pratiwi
membosankan tidak menarik tidak ada greget nya dg karakter pemeran utama wanita nya
Kim yumna
Gemes sama wulan ,,oon bangeeettt
Suzy Leztyo
Luar biasa
Surati
bagus
guntur 1609
wulan emang kegatelan. sdh tahu otak brian seperto itu. mash sj. akhirnya dia sendiri yg susah
guntur 1609
brian oasti mash hidup
guntur 1609
dasar oerempuan begok
guntur 1609
kok berbelet ceritanya thor...knp brian gak di eksekusi. enak x hidupnya. bebas hidup diluaran dengan semua kejahatanya
guntur 1609
jenny bodoh. masa arkan dikasih barang bekas btian. yg tdk ori. belum tentu sheila sifaynya bagus
guntur 1609
jenny kok bodoh x broan sama bapak nya dan mamanya sama saja. sama2 serakah bin tamak
guntur 1609
kok bodoh x wulan. terlalu lemah. cocoknya sekeluarga dipenjara semua. dasar keluarga serakah
guntur 1609
wulan kok bodoh banget. pasrah x jd org. dia juga pemilik harta tsb. mau sj do tindas
Kim yumna: Nah iyaaa ,,gemes sendiri dan konyol sama karakter wulan
total 1 replies
guntur 1609
berati bapak. mama. sama anak. sama saja gak ada yg bener
guntur 1609
mati ja kau kelaut penjahat kelamin
guntur 1609
wulan kok bodoh. mudah di intimidasi
Fatihah
aq baca lompat2 karena ceritanya bisa di tebak dan masih berputar di cerita itu2 saja
🫧Alinna 🫧: Maaf ya masih baru belajar 🙏🏻
total 1 replies
Fatihah
ceritanya bikin tensi naik yg komen smp nangis itu namnya alay authornya jg sama bikin cerita dk berbobot sama sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!