"Eommaaaaa..!!" Jerit anak laki-laki berusia sekitar 8 tahun yang tengah menangis sambil berlari kearah wanita muda
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novianah wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07
flashback on
Ayaza kecil tengah bermain bersama anak-anak seusianya di lapangan dekat panti asuhan tempat selama ini Ayaza tinggal
tiba-tiba terdengar suara jeritan minta tolong dari seorang anak laki-laki kurus dan berambut ikal
"tolong woi.. tolongin gw" katanya terus berteriak
si anak laki-laki tersebut tersangkut dibatang pohon rambutan dekat Ayaza bermain, sekilas seperti orang yang hendak gantung diri, Ayaza yang memang hobbi memanjat pohon kemudia berlari dan memanjat pohon rambutan tersebut berusaha sekeras tenaga sampai tangannya berdarah-darah untuk melepaskan ranting kecil yang membuat si anak lelaki tersebut tersangkut, kemudia brugh.. Ayaza dan anak laki-laki tersebut jatuh bersama, tangan Ayaza sampai keselo karena menahan beban berat mereka berdua, si anak lelaki tersebut justru histeris karena darah yang keluar dari tangan Ayaza banyak sekali, itu menyebabkan penghuni panti asuhan berhambur keluar, mencoba menolong Ayaza dan si anak lelaki tersebut
Ayaza sudah selesai di obati, tampak diluar kamar si anak lelaki tersebut terus mengintip dari luar kamar memperhatikan Ayaza kecil yang sangat kuat karena tidak menangis seperti dirinya
kemudian dia memberikan diri memasuki kamar Ayaza,
"maafin aku ya" katanya dengan suara kecil
"Halah dasar burung puyuh, bisa naik nggak bisa turun" timpal Ayaza
"siapa yang burung puyuh?" jawabnya tak kalah kesal
"lah itu rambut ku ikal kaya buruh puyuh kalau lari" seraya tertawa terbahak-bahak
"dasar buluk" katanya membalas Ayaza
dimulai dari situ tiap kali Arga kecil mengunjungi panti asuhan akan selalu tidak akur dengan Ayaza, mereka selalu terlibat adu mulut, dan berakhir dengan Arga yang dibuat menangis oleh Ayaza, hingga suatu ketika Arga datang dengan wajah lesunya untuk berpamitan pada Ayaza..
"Buluk, gw mau pindah keluar negeri" katanya sedih dengan derai an air mata
"ya pindah ajah, emang kenapa?" tanya balik Ayaza
"gw pengen terus main sama lu buluk, masa lu nggak ngerti sih" dengan masih nada terisak
"dasar burung puyuh cengeng, gw kan ada terus di sini, gw nunggu lu deh, nanti kalau udah gede kita nikah ya, gw bakalan terus jagain lu biar nggak nangis terus kaya gini" seraya memeluk Arga kecil
kemudian Arga mengeluarkan 2 buah gelang berwarna biru
"dipakai ya Luk, nanti kalau udah gede gw bakalan cari lu lagi buat nikahin lu" seraya memakaikan gelang couple tersebut"
flashback off
"udah inget aku siapa sekarang Ay?" tanyanya seraya menatap dalam ke arah Ayaza
Ayaza POV
"sebecanda ini kah takdir? bertahun-tahun aku nungguin cinta monyet yang nggak jelas bentuknya kaya apa, dan ternyata orangnya justru Arga, kenapa juga dulu nggak tau namanya, cuma tau si burung puyuh, apa jodoh sebegitu rumitnya tertulis di lauful Mahfudz"
"mikirin apa sih Ay? aku udah nggak jelek lagi kaya burung puyuh Ay, aku juga udah nggak cengeng lagi, sekarang aku udah bisa jagain kamu sama Chan, mau ya kamu nikah sama aku, nggak perlu cinta dulu ko Ay, yang penting aku bisa jagain kamu sama Chan ajah udah bahagia banget aku nya" tak ada kebohongan dimata Arga mengucapkan ini semua
tapi Ayaza masih diam, dia pikir janji masa kecil tidak akan pernah dianggap serius oleh Arga, tapi nyatanya lelaki cengeng tersebut membuktikan kata-katanya
"kamu mikirin apa Ay? ada yang mau kamu tanyain nggak sama aku" melihat keraguan diwajah Ayaza yang tampak jelas itu
"Chan, anak siapa Mas?" tanya Ayaza ragu
"nanti aku jelasin, jangan disini bahaya, kamu mau ya nikah sama aku, aku janji bakalan buat kamu sama Chan selalu bahagia, aku juga nggak akan misahin kamu sama Chan Ay, aku tau kamu sayang banget sama si sipit itu"
"kita bertiga sipit mas, cuma kulit kamu sama Chan ajah yang kelewat putih nggak kaya aku yang masih tetep buluk" ketus Ayaza
"gemesin banget si buluk kalau ngambek, jadi mau cium" ledek Arga lagi
"halalin dulu baru cium-cium"
"nah tuh tau, aku ajakin halal kamunya maju mundur" ledek Arga lagi
"tau aaaah" seraya bangkit meninggalkan Arga
Arga terkekeh sendiri, ya ampun diakan bukan anak kecil lagi masih ajah baperan gitu sampe mukanya merah..
slalu semangat berkarya thorrr.😊
jaga kesehatan selalu, terimakasih banyak untuk dukungannya 🙇♀️ 🙇♀️
BTW nama kita ko sama ya, ada WIJAYA nya hihihi