NovelToon NovelToon
Battle Of Hunter

Battle Of Hunter

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Contest / System / Light Novel
Popularitas:82.8k
Nilai: 5
Nama Author: Alfa-RZ

Sebuah tragedi dimana terbukanya pintu dungeon diseluruh dunia dan menyebabkan berbagai kekacauan dimana mana termasuk kota palu yang dilanda tsunami lima tahun lalu. Akibat kejadian ini banyak dungeon yang terbuka diseluruh dunia dan mengeluarkan monster yang menyerang manusia di bumi, terlebih lagi setiap senjata yang dikembangkan oleh setiap negara tidak berpengaruh besar pada monster tersebut.

Disaat itulah beberapa orang yang diberkati langsung memiliki kekuatan untuk menggunakan skill dari ebuah sistem yang dapat membantu umat manusia melawan monster, mereka disebut sebagai Hunter atau para pemburu.

Cerita ini berfokus pada Aron yang suatu hari mendapatkan berkat atau sebuah sistem Hunter yang membimbing nya untuk melawan monster. Bagaimana petualangan Aron selanjutnya? silahkan ikuti keseruan dan perjuangan dari Aron untuk mengumpulkan setiap kekuatan serta skill skill baru yang kuat.

...

Follow
IG: @reza_atmaja03
Pen Name: Alfa_RZ

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfa-RZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chp 6, Membawa kucing ke Dungeon

Toko perlengkapan Hunter.

"Enam ratus ribu untuk dua pedang." Aron mengembalikan sebagai bentuk jika Office tersebut menolak maka Aron tidak akan membeli pedang tersebut.

"..." Office tersebut terdiam cukup lama hingga akhirnya menaikkan satu jarinya. "Tujuh ratus ribu lengkap dengan sarung pedang." Office menawar.

"Deal!" Aron langsung mengeluarkan uangnya walaupun dia sebenarnya tahu kalau dia membeli pedang itu dwngan harga apapun maka sarung pedang akan tetap ikut.

"Baik akan saya siapkan." Office tersebut kembali untuk mengambil pesanan Aron setelah memastikan jumlah uang yang diberikan oleh Aron

Dua menit kemudian office tersebut kembali dengan dua pedang kembar yang sudah berada dalam sarung pedang berwarnah putih.

"Terima kasih atas pembelian tuan." Ucap office itu ramah menyerahkan kedua pedang Aron.

"Ya." Setelah mengambil pedangnya Aron langsung keluar sambil melihat layar ponselnya untuk mwncari apa kah ada misi yang dapat dia lakukan untuk menambah uangnya.

Aron terus mencari hingga beberapa menit diparkiran sepedanya. "Sepertinya aku harus mencoba kekuatanku sendiri kalau begitu sebaiknya aku menuju ke Dungeon tetap." Aron melihat beberapa misi tapi dia sudah tidak ingin menjadi Porter tapi juga masih belum tahu cara memggunakan kekuatannya dipertempuran dan jangan sampai menyusahkan timnya jadi dia ingin mencoba solo Dungeon.

Dungeon tetap adalah portal yang selalu terbuka dan tidak dapat menutup sebanyak apapun kamu mengalahkan monster didalamnya juga Dungeon ini tidak memiliki Rank dan didalamnya terdapat berbagai macam monster hampir mirip dunia lain. Dungeon tetap ada dua dikota palu yaitu didaerah kota dan pantai.

"Oh iyah aku belum menghubungi Naviza." Aron dengan segera mengirimkan pesan pada Naviza untuk mensave nomornya sebelum Aron pulang naik sepeda bersama Omen.

Singkat waktu Aron telah sampai dirumahnya dan segera mengganti baju hunter yang mirip jubah tapi lebih fleksibel untuk bergerak juga menggunakan sebuah sabuk dipinggannya dimana disebelah pinggang kiri terdapat dua slot untuk menaruh pisau tapi Aron ganti menjadi slot pedangnya.

"Oke selesai." Ucap Aron setelah menggunakan jubah hitam. "Apa aku perlu membawa Omen yah?" Aron berpikir.

Meonn...

Omen datang kepundak Aron seakan tahu jika Aron sedang bingung apa dia perlu dibawa atau tidak.

"Baiklah kita akan berangkat bersama tapi kamu harus berlari aku juga akan berlari untuk melatih fisikku dan ingin tagu sampai mana batas staminaku dalam berlari." Aron menurunkan Omen dan segera menggunakan tas yang mana didalamnya sudah terdapat beberapa roti darurat danair serta beberapa helai kain dan pakaian.

"Berangkat!" Aron berlari dengan keceparannya sendiri membawa tas dipunggungnya dan disuaul Omen yang berlari didekatnya.

Gang demi gang Aron lewati bahkan sering melompati pagar pembatas kendaraan roda dua untuk masuk kegang.

Jarak antara rumah Aron dan Dungeon tetap yang akan dikunjungi Aron cukup jauh sehingga membutuhkan waktu tiga puluh menit untuk berlari dalam kecepatan maksimal milik Aron.

"Huh huh.. aku berlari selama tiga puluh menit dan stamina ku belum habis ini artinya aku mengalami peningkatan saat menjadi Hunter." Aron beristirahat sejenak sebelum memasuki sebuah portal yang ada ditengah lapangan dengan banyak Hunter didekatnya yang siap masuk berburu dan ada pula yang masih mencari party.

Aron berjalan masuk bersama Omen dan menjadi pusat perhatian untuk sementara karena sangat jarang seseorang melakukan solo dungeon apa lagi ini membawa kucing.

"Lihat orang itu! Dia masuk sendirian!"

"Sendirian kepalamu! Dia bersama kucingnya dodol!"

"Itu kucing bukan orang!! Dan lagi kenapa dia membawa kucing? Apa ingin dijadikan umpan? Orang ini tidak takut ditangkap komunitas perlindungan hewan."

Berbagai komentar dari para Hunter yang belum memasuki Dungeon mulai terdengar ditelinga Aron sehingga dia segera mempercepat langkahnya.

Setelah Aron melangkah masuk kedalam Dungeon yang pertama ia lihat adalah berbagai Hunter dan bahkan ada beberapa lapak kecil kecilan yang menjual makanan serta perlengkapan selama didalam Dungeon termasuk Potion. (Potion adalah semacam cairan yang dapat memulihkan mana atau luka.)

Aron mengabaikan semuanya dan memilih berjalan memasuki hutan untuk berburu walaupun didalam hutan masih terlihat banyak orang yang berburu disana.

Aron memilih untuk menghindari party yang sedang berburu karena tidak ingin terlibat masalah dengan mereka. Akhirnya Aron berhasil menemukan tempat berburu saat melihat monster tanaman yang lebih mirip jamur berjalan sedang berkeliaran.

"Omen perlihatkan bagaimana kamu menangani monster ini." Aron ingin melihat bagaimana cara Omen bertarung karena sebagai hewan yang sudah memiliki mana tentu memiliki beberapa skill yang berguna.

Miau...!

Omen langsung meluncur menuju jamu setinggi satu meter tersebut dan terlihat jelas tiag cakar panjang tiba tiba terbentuk dan menyayat monster jamur tersebut.

Jamur itu muali mengekuarkan beberapa serangan seperti kabut kecil yang dapat memperlambat gerakan atau membuat maat perih tapi semuanya hampir tidak mempan pada Omen hingga akhirnya Omen berhasil menumbahkan monster jamur tersebut mengambil Corenya dan segera memberikannya pada Aron.

"Ok thank you Omen." Aron mengelus kepala Omen saat mengambil sebuah Core dari kulutnya.

Aron berjalan mendekati mayat monster jamur twrsebut karena melihat bukan hanya core saja yang dijatuhkannya tapi juga ada sesuatu yang mirip seperti bola pinpong berwarna ungu.

[Ball Eye

Sebuah bom asap yang dapat dilempar kearah target. Dapat menimbulkan ledakan asap yang akan membuat mata targer perih.]

"Oh bom asap rupanya ini sudah bisa ditemukan dimonster jamur tapi tidak akan berguna untuk siapapun kecuali monster sejenis goblin." Aron tetap menyimpannya walaupun tidak terlalu berguna karena hanya monster sejenis goblin lah yang dapat merasakan efeknya.

"Monster ini terlalu lemah sebaiknya kita pergi lebih dalam lagi." Aron kemudian berjalan semakin memasuki hutan untuk mencari monster yang lebih kuat.

Setelah sepuluh menit berjalan dan membantai monster ringan yang menghalang akhirnya Aron menemukan sekelompok goblin yang berjumlah sepuluh ekor.

"Silent Step"

"Dark Blade!"

Sret

Satu goblin berhasil Aron penggal dan menarik perhatian Goblin lainnya.

Kieekkk!!!

"Majulah!" Aron langsung memasang kuda kuda bertarung dengan dua pedang yang satunya untuk menangkis yang satunya lagi untuk menebas.

Semua Goblin langsung meluncurkan serangan mereka kearah Aron dan yang paling belakang segera diurus oleh Omen.

Aron lebih memilih untuk bertarung secara langsung dengan para Goblin tersebut untuk meningkatkan reflek penggunaan pedangnya juga tingkat penguasaan pedang.

Benar saja satu persatu Goblin berhasil Aron tumbangkan dengan membuat Goblin tersebut terluka parah atau berhasil mengenai leher mereka dan menimbulkan efek ciritical hit.

Saat salah satu pedang Aron berhasil ditahan oleh Goblin Aron langsung melepaskan pedangnya untuk menggunakan skill berikutnya. "Dark Bom!" Aron langsung memegang kepala Goblin tersebut dan meledakkannya.

Bom!...

Kieeekkk!!

Semua Goblin yang melihat temannya langsung meledak dikepala langsung memilih lari karena berpikir tidak memiliki peluang untuk menang.

Tentu saja Aron tidak melepaskannya karena dia segera mengejar Goblin yang lari bersama Omen dan menggunakan skill Dark Bom untuk melihat sampai mana Aron dapat menggunakannya dengan kata lain sampai kapan mananya habis untuk menggunakan skill ini.

1
King_KratuM
mc bocah penurut aduhh
Adryan Eko
next
Adryan Eko
lanjoot.. agak di teliti aja next nya bosku,
ex : tanda baca seperti koma, titik, spasi dll.. typo nya juga agak kurangi ya.. hehe
Ayaka Shaqueena
next
setianto67
semangat thor
setianto67
semangat
setianto67
1 komentar
setianto67
lanjut komen
setianto67
1 komen
setianto67
1 komens
setianto67
1 komen
Zul Khaidir
ip
Tommy Oktavia
ditunggu....
Zul Khaidir
up
RAI
gimana ya kalau fire sword di alirkan mana kegelapan , apakah api nya akan jadi amateras🗿
do-thats
semangat thor
Dan T Reki
4 lanynya ni
B_A
ntar ketemu rimuru mati kau
J e a l y n_
katana mas?
小弟
Aron terlalu suka bawa beban, buat apa ikut kan navi, jadi beban saja. cukup omeng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!