NovelToon NovelToon
Calon Imam Pilihan

Calon Imam Pilihan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:292.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Naimma

" Tapi Adek nggak mau nikah sekarang. Harus nunggu Adek lulus kuliah dulu pokoknya ! " Nana mengajukan syarat pada ayahnya saat menerima lamaran dari Zen, pemuda dewasa dengan pesona lesung pipi yang tak lain adalah sepupunya sendiri.

Dengan masa penantian panjang itu, Nana, gadis yang baru saja lulus dari bangku SMA itu mengharapkan Zen menyerah dan membatalkan perjodohan ini.

Berhasilkah Nana membuat Zen meninggalkannya? Ataukah justru ia akan terpikat pada sosok dewasa Zen, lalu menjadikannya sebagai sosok calon imam pilihannya sendiri nantinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naimma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zen dan Keluarga 2

Tepat satu minggu sebelum kedatangan Ibu kerumah orang tua Nana. Ayah meminta Zen untuk memanggil ibu yang masih melakukan aktivitas paginya.

" Rif, bangun." Pinta ibu pada adik Zen yang baru pulang semalam dari pesantren. Sebelum menghampiri Ayah.

Rif'an yang masih ketempelan rasa kantuk di matanya mengikuti Ibu ke ruang TV, dimana Ayah sedang berbaring dikasur yang memang disediakan untuk Ayah diruang itu. Rif'an menjatukan dirinya kembali di samping Ayah.

Sedangkan Ibu duduk di kramik dekat Ayah berbaring.

" Bapak nyariin Ibu? Apa mau minta di siapin sarapan sekarang ?"

" Nggak, bu... yang bapak inginkan sekarang melihat Zen menikah." Baru saja Zen mau ikut duduk disebelah Ibu, mendengar permintaan Ayah sudah seperti mendengar bledek diatas kepalanya.

" Emangnya mas Zen udah punya calon?"

Rif'an yang tadinya berniat untuk tidur lagi, tiba-tiba bangkit sangking penasarannya. Apa mungkin selama di pesantren dia telah melewatkan informasi penting ini. Karna yang dia tau kakaknya tidak pernah bergaul dengan perempuan seperti dirinya.

" Bapak ingin melamar genduk Nana buat mu, Zen..." Ayah tidak begitu menghiraukan pertanyaan Rif'an yang penasaran setengah mati.

Nana...

Siapa dia? Apakah aku mengenalnya? Seperti apa dia, sampai Bapak ingin menjadikannya menantu. Seribu tanya muncul dibenak Zen, namun tidak satupun mampu Ia ucapkan.

Eh ! Menantu? Istriku? Aku bakal punya istri ? Baru sadar kembali, jika bahan pembahasan mereka sekarang ini ialah tentang calon istri untuknya.

" Nana siapa, pak?" Berbeda dengan Zen, Rif'an dan ibu dengan lantang, seirama bagaikan paduan suara mempertanyakan tentang Nana.

Walau masih saudara dekat, Zen dan Nana sama sekali tidak saling mengenal. Bisa jadi karna usia mereka yang terpaut jauh dan sama-sama meninggalkan kampung halaman setelah menamatkan Sekolah Dasar. Bahkan keberadaan Nana cenderung terlupakan oleh kebanyakan orang yang tidak mengenalnya secara pribadi.

" Nana anaknya Pakde Munir, yang rumahnya seberang kali itu lho." Ayah menjelaskan, walau sebenarnya dia juga sempat melupakan tentang Nana hingga terakhir kali bertemu pada hari lebaran tahun kemarin.

Jarak rumah orang tua Nana dan keluarga Zen memang hanya dibentangkan oleh lebarnya kali. Karna selain pertanian tambak, nelayan merupakan profesi mayoritas warga didesa mereka.

Jika hubungan mereka berhasil, mungkin judul yang cocok untuk mewakili kisah cinta mereka adalah,

" Jodohku dibentangkan air kali" atau

" Cintaku diseberang kali" atau mungkin

" Kutemukan jodoh di seberang kali". Entahlah, biarkan saja mereka yang memilih. Toh ini kisah mereka, jadi biar suka-suka mereka menentukan judulnya. Heehe.

" Oh, mbak Nana toh..." Tentu saja Rif'an langsung mengingat Nana. Dulu saat Ia masih bermain bersama Hafid, kakak Nana dengan nomor urut empat, Nana sering nyamperin mereka.

Kali ini Zen kompak dengan ibu, yang hanya mengingat Nana sebagai anak perempuan satu-satunya di keluarga Pakde Munir. Dengan kisahnya yang sangat terkenal di desa. Kisah yang menyatakan Nana adalah anak emas. Padahal kenyataannya, Nana adalah anak Ayah dan Ibunya.

" Itu adalah keinginan terbesar bapak terhadapmu, Zen..." Ayah terdiam sejenak.

" Mumpung Bapak masih ada. Bapak mau melihatmu menikah." Kata-kata bapak seakan mendobrak hati mereka, mengingat berapa kali Bapak drop hingga tidak sadarkan diri dalam setahun.

" Apa harus dengan mbak Nana, Pak?" Zen yang tidah pernah membantah memberanikan diri bertanya.

" Ya walau dalam agama, pernikahan kami nggak diharamkan. Karna aku sama mbak Nana nggak berada dalam satu garis nasab. Tapi kalau nanti terjadi sesuatu yang nggak diinginkan, yang ada malah menjadikan renggangnya hubungan kekeluargaan kita, Pak."

Zen mencoba membuat Ayah mengurungkan keinginannya. Karna sepertinya dia belum merasa siap untuk menambah beban tanggung jawab dalam pundaknya. Sedangkan Rif'an berdoa dalam diamnya, agar kakak laki-lakinya itu tidak daat menawar lagi keinginan Ayah. Sehingga dia dapat mengenalkan gadis yang sedang Ia dekati sekarang ini pada orang tuanya.

" Lha apa kamu sudah punya calon sendiri? Sampai mau menolak pilihan Bapak."

Nggak mungkin. Sangat sangat nggak mungkin. Rif'an yang sedari tadi memberikan komentar meski hanya dalam batin.

" Enggak ada, Pak." Zen tertunduk, tidak sanggup melihat raut wajah kecewa ayah.

" Bagiku yang terpenting sekarang, Bapak sehat dulu. Masalah nikah, nanti juga pasti ada waktunya."

" Bapak juga nggak tau kenapa punya keyakinan sebesar ini pada genduk Nana, Zen." Selain rasa kecewa, rasa bersalahpun ikut memenuhi perasaan Ayah. Karna dirinya lah, Zen lupa untuk membahagiakan dirinya sendiri. " Kalau kamu nggak mau terima pilihan Bapak ya sudah. Bapak nggak bakalan memaksa kamu, karna kamu yang jalani."

" Aku manut, Pak... apapun itu, yang menurut Bapak terbaik buat aku." Zen menyerah, asalkan Ayahnya bahagia, apapun rela Ia lakukan.

" Alhamdulilllah...." Teriakan syukur Rif'an sambil mengangkat kedua tangan seperti sedang berdoa, mengagetkan semua orang.

Yang dicarikan istri siapa? Yang kegirangan siapa? Zen geleng-geleng kepala, melihat kelakuhan adiknya.

1
Kimie Meonk
aqnunggu karyamu yg berikutnya Thor....😊
Anna Susiana
ayo lanjut menyimak ceritanya
Rania Shanum
lohh laptopnya mn thor?
Rania Shanum
ak bayangkan visual Zen, Andi Arsryl.
N.U: boleh juga sih, tapi senyumannya masih manisan zen dikit,kak....🤭
total 1 replies
Rania Shanum
Suamiku dulu nikah umur 35 ak 25 😁😁
beda 10 tahun. mateng banget yachh
N.U: makasih ya kak rania udah mampir baca, seneng bgt akunya..
kaget juga sih pas buka aplikasi ada notifikasi like sama komenan di sini. kan udah lama bgt tamat. eh ternyata masih ada yg masih mau baca & mau meninggalkan jejaknya.
total 2 replies
Sha
Btw thor, kok penasaran sama kelanjutan cerita kuliah si Nana ya dianter tiap hari atau ngontrak, gimana reaksi si Azzam, juga reaksi Nana pas kerumah mertuanya, wkwkwk.
Sha: sama-sama kak. semangaaaatttt
total 8 replies
Sha
Ndak ada kata-kata lagi wes. Pokoknya mantul banget
Sha: untuk pengalaman pertama ini mah udah the best kak. penulisannya bagus rapi, bahasanya juga mudah dipahami jadi ndk perlu mikir susah-susah hehe.

semangat terus berkaryanya kakak, semoga kedepan lebih baik.
ditunggu juga karya yang bernapaskan Islami (Islam Syar'i)
total 3 replies
Ellen Thianyo
f ,we
N.U: kenpa kak?
jangan ragu buat ngasih saran ke authornya ya...
total 1 replies
Rayhanah Salwani
sampai dsni suka baca ceitanya
N.U: makasih kak, sudah meninggalkan jejak disini.
total 1 replies
Dinda Kirana agustina
sebenernya novel nya bagus.... tpi sayang like nya dikit
Dinda Kirana agustina
aduuuuh repot iaa... banyak tanggung ngan..
N.U: ya begitulah,kak... karna cuma zen yg bisa diandalkan di keluarga. tapi nanti kalau udah ketemu sma nana, lupa deh sama tanggungannya yg lain...😅
total 1 replies
Dinda Kirana agustina
baru Nemu ini novel... aku baca ya...
N.U: trimakasih kak dinda sudah mampir disini.❤
semoga berkenan.😍
total 1 replies
Putu Sugianti
iiI
N.U: trima kasih ya,kak... sudah bersedia mampir disini. kalau punya saran, author siap mendengarkan.
total 1 replies
indrianingtyas
thor q kangen kekonyolan mamam sm mumum beneran ini😣...kpn lanjutin season 2 gt thor..
indrianingtyas: ke tempat mamam sm mumum yo thor..mumum da hamil pa blm kita liat yuk😂😂
total 4 replies
Kimie Meonk
nama nih author q tersayaaaaang.... ad karya bru lgi ga???? kangen nich.. pke banget lgi...😍😍😍
N.U: makasih kak Dian...😍😍😍😍 lope...lope... buat kakak.❤❤❤
total 3 replies
Ari Yanti
Keren thor. .ak suka ceritanya marai kyo wg gemblung...lnjut season 2 thor
N.U: relekan aja ya,kak... mereka udah bahagia kok.
total 3 replies
An-nur
ayolah thor bikin cerita imam pilihan jilid dua kan sekarang udah jadi imam jadi judulnya nggak calon imam lagi,imam pilihan aja hehehe kangen nih
N.U: kangen sama aku???
total 1 replies
Aleza farisa
nggak ada part 2 nya kah thor
N.U: Belum tau,kak...
soalnya belum ada rencana buat nulis lagi dalm waktu dekat ini
total 1 replies
Aleza farisa
keren thor😁😁😁😁😁😁
N.U: makasih...

semga nggak ngecewain cerita penutupnya.😁
total 1 replies
Anik Nur Yamah
terimakasih juga thoor.,, ceritanya bagus banget...
d tunggu crita2 yang lainnya...atau cerita kelanjutannya mamam Zen dan mumum Nana...
N.U: dibilang bagus, pake bgt aku jadi malu,kak...😳😳😳

untuk saat ini sih belm ada keinginan buat nulis lagi. soalnya susah cari waktuny. ntar yg ada, updatenya tambah nggak rutin dari sebelumnya.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!