NovelToon NovelToon
Assalamualaikum Pengagum Rahasia

Assalamualaikum Pengagum Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen School/College / Romansa-Teen school
Popularitas:59.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elisa_nafiah

Bagaimana perasaanmu ketika dibersamakan dalam ikatan halal bersama ia yang mengagumimu dalam diam?
Ini tentang kisah mereka yang saling terkagum dalam diam dan do'a. Tak berani mendekat dengan sesama, melainkan mendekatkan diri kepada Sang Pemilik Hati terlebih dahulu.
Karena Allah tak pernah ingkar dengan janji-Nya. Bagi mereka lelaki baik untuk perempuan baik, dan bagi mereka lelaki tidak baik untuk perempuan tidak baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elisa_nafiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5- MASA SMA - Terkisah

*Ya Rabb, jika mengaguminya adalah bentuk ujian

yang Kau kirim padaku untuk lebih menjaga hati agar tak berharap selain Engkau,

mudahkanlah aku untuk melewatinya

-Assalamualaikum Pengagum Rahasia*-

✿✿✿

     "Ayok ke musola," ajak Syifa padaku yang sedang memasukkan buku-buku ke dalam tas.

  "Ah oh iya, bentar."

   "Zas, Nad, Laili, ikut engga?" tanya Syifa pada ketiga orang yang berada dibangku depan. Tempat duduk kami saling terpisah namun bersebrangan, karena setiap kelas hanya dihuni oleh dua puluh murid saja. 

    "Sa, pinjem tugas fisika dong jam terakhir dah, gue belum ngerjain," pinta Hashim yang ada di sebelah kiriku. Aku memutar bola mata dengan malas.

   "Dih ogah, emang aku bank tugas apa," tukasku gemas. Masalahnya tidak hanya sekali dua kali, kebanyakan mereka memilih menyalin tugas daripada berusaha mengerjakan sendiri.

  "Yah jangan pelit dong ntar ga cantik."

  "Gas terosss, sampe diberi buku tugasnya sama Lisa," celetuk Vian yang berada di deret bangku belakang Hashim.

    "Ntar deh gue sambung hospot ya ya," kata Hashim masih dengan tingkahnya merayu untuk memijam tugas fisika.

  "Aku ga sebutuh itu, Shim. Wifi sekolah aja gratis," jawabku dan terdengar kekehan dari Vian di sudut sana. Aku menoleh padanya memberikan tatapan tajam menyuruhnya diam.

    "Ini loh pinjem gue aja, sama Lisa ga bakalan dikasih!" celetuk Natassa berada di bangku depan dan menoleh ke belakang sembari menjulurkan buku tugasnya itu.

   Aku mengulum bibir ke dalam.

   Hashim yang segera beralih dan mengambil buku tugas Natassa.

   "Sa, gini loh ga pelit. Kan idaman," katanya mendekat berbisik. Sedangkan aku hanya mencibir.

   "Sorry ya, akunya lebih suka cowok rajin yang udah ngerjain tugas dari rumah sih," sindirku kecil dan lagi-lagi anak kelas yang masih ada di dalam terkekeh begitupun Hashim yang tertawa kecil merasa di skakmat.

    Lalu aku  berdiri karena sudah ditunggu oleh keempat sahabatku.

 

  "ZAS... BAGI TUGAS FISIKA DONG!" teriak Vian pada Zaskia yang berdiri diambang pintu.

     "Lompat dari gedung sekolah dulu, oke," sahut Zaskia yang sudah berdiri di depan kelas bersiap untuk pergi ke musola.

  Kami sama-sama terkekeh.

    "Pelit lo semua, awas kuburan lo sempit!" sewot Vian masih terdengar dari arah pintu. Zaskia yang awalnya sudah keluar kelas jadi mundur beberapa langkah, menjulurkan kepala.

   "Iya udah iya ambil aja sana!" sahut Zaskia. Setelah itu menggerutu kesal. Lagipula apa untungnya Vian  meminta ijin meminjam buku toh pada akhirnya dengan ilegal dia mengambil buku tugas itu di kolong mejaku ataupun Zaskia, Syifa, Nadya, atau Laili. Jadi percuma kami tidak meladeni Vian yang akting melas seperti itu.

     Tak mengurus hal tersebut, kami berjalan dan menuruni tangga untuk menuju musola yang dekat dengan perpustakaan tetapi jauh dari kelas 11.

  

  "Gue ga solat ya, lagi hari spesial," ijin Zaskia membuat kita yang lain mengerti. "Mau ke perpustakaan, gue tunggu di sana. Soalnya ntar Bahasa Inggris, pasti jamkos mending kan di perpustakaan aja."

  Ah iya, mengingat Bahasa Inggris memang jarang dimasuki guru mapelnya. Jadi sudah terbiasa jamkos.

Walau sebenarnya dalam agama gajinya subhat, tapi kalau dari sudut pikiran murid sangat menyenangkan mendengar kata 'jamkos'

    

    Selesai berwudhu dan memasuki musola, entah kenapa aku merasa sedang diperhatikan dari sudut bagian shaf lelaki.

    Ih apasih, kok geer amat.

   Tapi penasaran, jadi aku agak melirik kecil dan mendapati pemuda dengan kalemnya melengos setelah aku menangkapnya yang benar-benar memperhatikanku.

   Pemuda itu.

   Fariz. Tapikan aku sudah berniat melupakannya demi Laili.

  Apalagi saat aku melirik Laili yang mencuri-curi pandang ke sudut Fariz.

    Ya Allah, niatku ke sini mau solat bukan berpikiran aneh-aneh apalagi bodoh sekali masih membawa urusan dunia saat mau melaksanakan solat.

    Segera ku tepis pikiran yang menganggu itu. Sungguh, aku tidak ingin Engkau murka.

   

    

   Selesai solat, kami berempat berjalan menuju perpustakaan untuk menghampiri Zaskia yang memang sudah terlebih dahulu duduk tenang di sudut perpustakaan dengan buku tebal di depannya. Menunduk fokus dan mencoret-coret yang sekiranya ia anggap penting.

  Bukan, dia bukan baca novel. Melainkan mencari soal-soal ulangan tahun lalu yang bisa ia jadikan bahan belajar nanti di rumah. Sudah kebiasaannya dan entah kenapa kebiasaan baik itu alhamdulillah menular kepadaku yang dulunya sangat malas belajar kini jadi giat dan dipadatkan dengan belajar.

  

      "Zas," sapa Laili terlebih dahulu lalu duduk di samping Zaskia. Sedangkan aku sudah berjalan menyusuri rak buku yang menyajikan tentang kesehatan bersama Syifa.

  Yaps, kami berdua punya kesamaan yaitu senang sekali mempelajari tentang kesehatan disela-sela waktu luang kami.

   Sebenarnya Syifa memang sangat ingin masuk ke bagian keperawatan nantinya, sedangkan aku juga berkeinginan untuk masuk jurusan kedokteran.

  

   "Sa, udah baca ini belum?" Syifa menunjukkan buku tebal yang berjudul 'POLA MAKAN SEHAT'

  "Sudah sih, di rumah ada bukunya, beli waktu ke gramedia."

   Syifa hanya mengangguk - ngangguk paham. Tak lama setelah menemukan buku yang menarik bagiku, aku berjalan menghampiri Nadya yang sudah terbiasa diam mengamati.

   "Nad."

  Nadya menoleh, tersenyum tipis menyambutku yang duduk di sampingnya. Diantara kami yang benar-benar paling kalem sebenarnya itu Nadya.

   Nadya yang pendiam nyatanya dia diam-diam cenayang. Semacam bisa membaca pikiran orang lain, kadang pikiranku sudah kemana-mana jika saja Nadya nanti mengetahui isi pikiranku. Maka dari itu kadang berpura-pura nge-blank saja biar ia tidak membaca pikiranku.

  

  Menjauhi? Tidak, aku malah suka dekat dengannya. Soalnya bisa diajak teman curhat karena dia dapat mengetahui pikiran orang lain, tapi hanya terbatas. Tidak semuanya ia tahu.

  Hanya Allah yang tahu segalanya.

   Aku melirik sekilas pada buku yang sedang di pandang kosong oleh Nadya.

  "Zulaikha...," gumamku.

    Nadya menoleh, kembali tersenyum. Memang selain pendiam nyatanya dia itu murah senyum.

   "Lo tahu gak gimana kisahnya?"

  Aku mengerutkan dahi, mengingat kisah cinta Zulaikha dan Nabi Yusuf melalui postingan instagram.

   "Ketika kita mengejar cinta makhluk-Nya, maka Allah akan menjauhkan. Tetapi saat Zulaikha mengejar cinta Allah, maka Allah dekatkan Yusuf padanya," kataku.

  Nadya mengangguk, "Betul. Itulah yang seharusnya lo lakuin!"

   Nadya memang pada dasarnya pendiam, cenayang, paling kalem, tapi dia masih menggunakan lo-gue. Masih belajar buat memakai kata aku-kamu.

  Soalnya dia juga masa-masa hijrah sama sepertiku. InshaAllah.

   

  Yah, dia sudah menebak pikiranku.

   Aku berdeham kecil, mendadak canggung karena Nadya sudah menebak pikiranku.

   "Kalo disuruh milih, kamu pilih kisah cinta Fatimah-Ali atau Zulaikha-Yusuf?" tanyanya lagi.

   "Fatimah-Ali. Kisah cinta dalam diam yang benar-benar menginspirasi, tapi apakah dijaman serba canggih ini kita bisa seperti itu? Bahkan kadang saat Fariz yang mungkin tak sengaja memberikan like pada postingan ku saja membuat aku begitu senang serasa ingin terbang."

   "Dan seharusnya hanya Allah yang mengetahui, tapi di sini kalian yang sebagai sahabatku mengetahui karena aku sering cerita ke kalian," lirihku mengingat kalau sudah dipancing sedikit untuk bercerita akhirnya jadi suka buat novel dadakan.

   Tidak semua yang mengetahui bahwa aku mengagumi sesosok Fariz dalam diam. Entah kenapa yang terkecualikan hanya Laili. Bukan, bukan karena aku menebak ia menyukai Fariz tapi memang dulu ia lebih sibuk dengan mantan pacarnya saat mereka masih pacaran dulu.

   Mungkin aku hanya sebatas cerita ke Nadya ataupun Zaskia.

  Ya, Zaskia. Perempuan yang mempunyai aura menyeramkan dan kaku nyatanya sangat hangat untuk ku jadikan tempat cerita kisahku, dia yang memotivasiku.

   Sedangkan Syifa, dia mungkin hanya merespons singkat. Dia tak terlalu memikirkan soal cinta, yang ia prioritaskan hanya belajar dan belajar tidak lebih dari itu.

  Tapi tak apa, malah aku sangat iri dengannya yang tak berfikiran tentang cinta ataupun lawan jenis.

   Karena nantinya bisa fokus buat belajar dan masa depan.

   Tapi hidup itu penuh cinta, bagaimana mungkin bisa hidup tanpa cinta.

Kita hidup karena Allah cinta kepada kita, Allah mencintai kita melalui rahmat-rahmat-Nya.

     Ya, Syifa masih hidup dengan cinta. Namun ia tak sekalipun berminat membahas cinta antara lawan jenis.

  

  "Sa," panggil Nadya membuyarkan lamunanku. "Minta sama Allah, kalau dia yang memang telah ditakdirkan untukmu, pasti akan bersatu. Dan jangan lupa minta sama Allah, ia hadir sebagai ujianmu saja atau memang benar menjadi cintamu. Maka  banyak-banyak berdo'a," ungkapnya membuat aku mengerjap sadar.

    Aku terdiam, merasa tertohok karena lalai.

   Jika kagumku pada dia adalah bentuk Allah mengujiku. Ya Allah, mudahkanlah aku untuk melewati ujian dari-Mu.

 

✿✿✿

🍃Assalamu'alaikum 🍃

Votementnya yaaa^____^

Ayok dong biar semangat update🙈

Pengen tahu kesan kalian baca cerita yang ini:) 

1
suharlina
udah ngak dilanjut ya
🍒⃞⃟🦅
klepek2 uy 😻🤭
Ara Muybella
ini ko g up terus y udah hampir 2 thn ceritanya mewakili banget masa" sekolah dulu up lg dong
y
next ka
y
next
Nabila
lanjut dong kk
Nabila
lnjt kk
Nabila
bgus kk
Nabila
p
Nabila
semangat kk
Nabila
wkwkw
Nabila
bikin penasaran aj kk
Ana Ini
lanjut dong kak😊
Cummee ClluluphLuph Jendol
kk author kmn yah, kq novelnya berhentiiii. lanjut lahhhh
Reni Nuraeni
lanjut dong ka;)
M4r$@nd@~~~
Up lagi dong kak seru lohh seriusss bagus banget aku udah nunggu nunggu lohh ❤
Melly Kamili
lanjut lagi kk.
Cummee ClluluphLuph Jendol
kpan yg up dek..
Pina
haloo saya baru belajar menulis karyaku, mampir yu ke novel saya 😊😊


Disepertiga malamku

terima kasih sebelumnyaa😉
Sa'adah Nurjanah
nungguuu
Pina: haloo saya baru belajar menulis karyaku, mampir yu ke novel saya 😊😊


Disepertiga malamku

terima kasih sebelumnyaa😉
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!