NovelToon NovelToon
ANAK TIRI YANG TERLUPAKAN

ANAK TIRI YANG TERLUPAKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Sejak ibunya meninggal, hidup Bima berubah menjadi neraka setelah ayahnya membawa istri baru dan anak tirinya yang egois, membuatnya diperlakukan seperti pesuruh dan orang asing di rumahnya sendiri.
Puncaknya, ia difitnah mencuri barang berharga dan diusir begitu saja tanpa ampun, membawa luka hati yang mendalam serta sebuah kotak peninggalan misterius dari mendiang ibunya.
Tak disangka, kotak rahasia itu menjadi kunci bagi Bima untuk bangkit dari titik terendah, bermetamorfosis menjadi sosok sukses dan berpengaruh besar yang siap membuat keluarga pembuangnya bertekuk lutut memohon pengampunan.

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6

Matahari pagi baru saja menampakkan sinarnya di ufuk timur kota.

Bima sudah terbangun dari tidurnya di paviliun kecil tempat ia menyewa kamar.

Ia meregangkan otot-otot tubuhnya dengan perlahan sambil menarik napas panjang.

"Hari ini aku harus melihat langsung aset tanah peninggalan ibu," ucap Bima pelan pada dirinya sendiri.

Ia mengenakan jaket hitam kesayangannya dan merapikan tas kecilnya.

Di dalam tas itu, sertifikat tanah asli tersimpan rapi bersama salinan dokumen penting lainnya.

Bima keluar dari paviliun dan mengunci pintu kamarnya rapat-rapat.

Klotak...

Suara gembok besi terkunci dengan sempurna di depan pintu.

Ia berjalan menuju jalan raya utama untuk mencari angkutan umum.

Suasana pagi di pinggir kota tampak sibuk dengan para pekerja pabrik yang lalu-lalang.

Bima melambaikan tangan ke arah sebuah angkutan kota yang melintas di depannya.

Wiu...

Suara mesin mobil tua itu berderit pelan saat berhenti di tepi jalan.

Bima langsung naik ke dalam angkutan yang sudah diisi beberapa penumpang lain.

"Kawasan industri barat berapa, Bang?" tanya Bima kepada sang sopir.

"Lima belas ribu, Mas," jawab sopir itu sambil melirik dari spion tengah.

Bima mengeluarkan uang pas dari saku celananya dan menyerahkannya.

Perjalanan menuju kawasan industri pinggiran kota memakan waktu hampir satu jam.

Bima duduk tenang di dekat jendela sambil mengamati perubahan pemandangan kota.

Gedung-gedung tinggi perlahan tergantikan oleh deretan pabrik besar dan gudang logistik.

Kawasan itu memang sedang berkembang pesat sebagai pusat perdagangan baru.

"Kiri, Bang!" seru Bima ketika melihat plang nama jalan yang sesuai dengan sertifikat.

Sreeet... a

Angkutan berhenti mendadak di pinggir jalan raya yang cukup berdebu.

Bima turun dari angkutan dan mendaratkan kakinya di atas trotoar yang cukup panas.

Ia mengeluarkan selembar kertas peta kecil dan sertifikat dari dalam tasnya.

"Berdasarkan peta ini, tanah ibu berada di blok C nomor delapan belas," batin Bima mengamati sekitar.

Ia berjalan kaki menyusuri jalan selebar sepuluh meter di antara kompleks gudang besar.

Suara truk kontainer besar lalu-lalang mengeluarkan bunyi klakson yang nyaring.

Tin... tin...

Suara klakson itu memecah konsentrasi Bima sejenak.

Ia terus berjalan sampai akhirnya menemukan sebidang tanah kosong yang cukup luas.

Tanah itu dikelilingi pagar seng tua dan ditumbuhi rumput liar yang cukup tinggi.

Bima berdiri di depan gerbang seng yang tertutup rapat dan berkarat.

Ia mencocokkan nomor plang di sudut tanah dengan data yang tertera di sertifikat.

"Ternyata lokasinya benar-benar strategis berada tepat di samping jalan utama truk logistik," gumam Bima puas.

Tanah seluas ribuan meter persegi ini memiliki nilai komersial yang sangat tinggi di masa depan.

Tiba-tiba sebuah mobil sedan hitam mewah berhenti tepat di sebelah Bima.

Brak...

Pintu mobil terbuka dan seorang pria paruh baya berjas rapi turun dari dalam.

Pria itu mengenakan kacamata hitam dan menatap Bima dengan pandangan menyelidik.

"Kamu sedang apa berdiri di depan tanah ini, anak muda?" tanya pria itu dengan nada sinis.

Bima menoleh sekilas ke arah pria asing tersebut tanpa merasa gentar sedikit pun.

"Bukan urusan Anda," jawab Bima singkat dan dingin.

Pria berjas itu mendengus kecil mendengar jawaban acuh tak acuh dari Bima.

"Jangan sombong, anak muda. Tanah ini milik keluarga besar Hartono yang sebentar lagi akan jatuh ke tangan saya," ucap pria itu angkuh.

Bima menyipitkan matanya mendengar nama Hartono disebut oleh orang asing ini.

Hartono adalah salah satu rekan bisnis Hendra yang dulu ikut mencurangi mendiang ibunya.

"Oh ya? Coba buktikan kalau tanah ini milik kalian," tantang Bima dengan senyum sinis.

Pria itu tertawa meremehkan mendengar keberanian Bima yang tampak seperti pemuda biasa.

"Kenalkan, nama saya Edi, direktur utama PT Lancar Jaya Properti," perkenal pria itu sambil merapikan jasnya.

"Dan saya tahu persis bahwa pemilik lama tanah ini sudah lama meninggal dunia tanpa ahli waris yang jelas."

Bima menatap tajam ke arah Edi yang berdiri dengan dada membusung sombong.

"Siapa bilang tidak ada ahli waris yang jelas?" tanya Bima dengan suara tenang.

Edi mengangkat sebelah alisnya dengan ekspresi heran bercampur mengejek.

"Maksud kamu? Jangan bilang kamu anak dari wanita bodoh yang dulu bangkrut itu?" sindir Edi tajam.

Amarah di dada Bima sempat bergejolak mendengar penghinaan itu.

Namun ia berhasil mengendalikan emosinya dengan kepala dingin khas seorang penyusun strategi.

"Tepat sekali, aku adalah anak dari wanita yang kalian curangi di masa lalu," jawab Bima tegas tanpa ragu.

Edi tertegun sejenak sebelum akhirnya tertawa terbahak-bahak mendengar pengakuan Bima.

Ha, ha, ha... suara tawa Edi menggema di pinggir jalan yang berdebu.

"Lucu sekali! Jadi kamu datang kesini mau minta bagian atau mengemis?" cibir Edi meledek.

Bima tidak terpancing emosi dan tetap berdiri tegak dengan tatapan membunuh.

"Aku tidak datang untuk mengemis, tapi aku datang untuk mengambil kembali apa yang menjadi hak mutlak keluargaku," kata Bima dingin.

Edi berhenti tertawa dan menatap Bima dengan pandangan tajam penuh ancaman.

"Anak sialan, berani sekali kamu bicara begitu di hadapanku!" bentak Edi mulai kehilangan kesabaran.

"Kenapa? Takut kalau kejahatan kalian terbongkar?" balas Bima santai.

Edi mengepalkan kedua tangannya karena merasa terprovokasi oleh ketenangan Bima.

"Dengar ya, bocah tengik! Tanah ini sudah kami incar sejak lama dan kamu tidak punya dokumen apa pun untuk membuktikannya!" ancam Edi dengan suara geram.

Bima merogoh tas kecilnya dengan gerakan lambat dan penuh percaya diri.

Ia mengeluarkan dokumen sertifikat asli dan menunjukkannya tepat di depan wajah Edi.

"Sertifikat asli atas nama ibuku ada di tanganku, dan ini bukti sah kepemilikan mutlak," ujar Bima memperlihatkan lembaran kertas tersebut.

Wajah Edi langsung berubah pucat pasi begitu melihat cap resmi dan tanda tangan asli di atas kertas tua itu.

"Ba... bagaimana mungkin dokumen itu masih ada padamu?!" ucap Edi terbata-bata karena terkejut.

"Bukankah semua arsip lama sudah dihancurkan oleh Hendra?" lanjut Edi keceplosan menyebut nama ayah Bima.

Bima tersenyum miring mendengar kepanikan yang mulai melanda pria paruh baya di depannya.

"Jadi benar Ayahku memang bekerja sama dengan kalian dalam persekongkolan kotor itu," pancing Bima cerdas.

Edi langsung menutup mulutnya rapat-rapat setelah menyadari dirinya telah keceplosan bicara.

Keringat dingin mulai bercucuran di pelipis Edi akibat rasa panik yang luar biasa.

"Sialan kamu! Jangan coba-coba memprovokasi saya!" bentak Edi dengan suara gemetar.

"Saya bisa saja memanggil preman untuk merampas sertifikat itu dari tanganmu sekarang juga!" ancam Edi putus asa.

Bima sama sekali tidak gentar menghadapi gertakan murahan dari seorang koruptor licik.

"Silakan panggil preman kalau kamu berani, tapi rekamanku sudah otomatis terkirim ke beberapa kantor berita dan pihak berwajib," gertak Bima balik dengan sangat meyakinkan.

Padahal Bima tidak mengirim apa pun saat itu, namun gertakannya berhasil membuat Edi ketakutan setengah mati.

Edi menelan ludahnya susah payah dengan tenggorokan yang terasa kering.

"Ba... baiklah! Kita bicarakan ini baik-baik sebagai rekan bisnis!" ucap Edi mencoba melunak demi menyelamatkan posisinya.

"Tidak ada yang perlu dibicarakan di jalanan kotor ini," tolak Bima mentah-mentah.

Bima melangkah mundur beberapa langkah sambil memasukkan kembali sertifikat itu ke dalam tasnya.

"Kalau kamu ingin tanah ini kembali, datanglah sendiri ke hadapanku dengan penawaran harga yang sesuai dengan nilai pasar saat ini," kata Bima tegas.

Edi mengepalkan tangannya dengan geram karena merasa dipermainkan oleh seorang pemuda berusia dua puluh tahun.

"Berapa harga yang kamu inginkan untuk tanah ini?!" tanya Edi dengan gigi bergemeretak menahan emosi.

"Sepuluh miliar rupiah tunai, atau aku serahkan seluruh bukti ini ke kepolisian besok pagi," jawab Bima menyebutkan angka fantastis tanpa ragu.

Edi membelalakkan matanya tidak percaya mendengar permintaan harga yang sangat tinggi di luar nalar.

"Kamu sudah gila ya?! Mana mungkin tanah seluas itu dihargai sepuluh miliar dalam waktu singkat?!" teriak Edi histeris.

"Silakan ambil pilihan kedua kalau kamu tidak sanggup membayarnya," balas Bima acuh tak acuh.

Bima membalikkan badannya dan mulai berjalan meninggalkan Edi yang berdiri mematung di samping mobil mewahnya.

"Tunggu, Bima! Kita bisa bernegosiasi lagi!" panggil Edi dengan suara panik dari belakang.

Bima sama sekali tidak menoleh dan terus melangkah pergi meninggalkan kawasan industri tersebut.

Jantungnya berdegup kencang karena ia baru saja berhasil menekan salah satu orang penting di lingkaran hitam Hendra.

Langkah awalnya untuk membangun kekuasaan finansial kini sudah berada di depan mata.

"Sepuluh miliar adalah harga yang pantas untuk permulaan kehancuran kalian," batin Bima penuh kemenangan.

Ia berjalan menuju halte bus terdekat untuk kembali ke paviliun tempat tinggalnya.

Matahari siang terasa begitu terik, namun hati Bima terasa sangat sejuk menikmati kemenangan kecil pertama ini.

1
Aman Wijaya
lanjut terus Thor di tunggu updatenya 💪💪💪
Cherlly: iya kak ku😘😘
total 1 replies
Cherlly
makasih kaka suport nya😘😍
Aman Wijaya
gaaas njeduk pooolll Thor lanjut terus semangat semangat semangat dalam berkarya
Cherlly: makasih kaka udah membaca sejauh ini😘😘😘
total 1 replies
Aman Wijaya
top markotop top lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz pooolll mantab Thor lanjut terus
Cherlly: trimakasih sudah baca sejauh ini kaka😍😍😍
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus
Cherlly: iya kaka kami akan lanjyutin cerita nya sampai tuntas😊😊😊😘
total 1 replies
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor lanjut terus
Cherlly: siap kaka semangat kaka adalah motivasi saya untuk berkarya😍
total 1 replies
Aman Wijaya
jooooz pooolll Bima lanjut
Cherlly: siap kaka ikutin ya keseruan nya😊😊😊

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Aman Wijaya
rahasia Bima mulai terkuak sedikit demi sedikit
Cherlly: iya kaka lanjutin biat nambah seru😍😍

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Aman Wijaya
semangat Bima
Cherlly: makasih kaka

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Tatiek Faruq
aku mampir thor, lama² dibaca seru juga
Cherlly: ttimakasih kaka sudah mampir ikutin keseruan cerita nya ya kaka biar saya nambah semangat untuk berkarya😍😍😍

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ
kak mampir novelku "Vampir vs Serigala versi novel" makasih
Cherlly: makasih kaka nanti sama2 baca kita
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!