NovelToon NovelToon
Zuraida & Si Kembar

Zuraida & Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Kuswara

Hanya karena menolong seorang pria Zuraida difitnah sampai diusir dari desa dan dinikahkan dengan pria itu. Pria yang menjadikannya seorang ibu bagi kedua anak laki-laki.

Bagaimana Zuraida yang dari desa menjalani hidup di kota di tengah rasa tidak suka anak-anak tiri dan pihak keluarga suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kuswara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

"Kenapa kaget? Nggak punya tubuh sebagus aku ya?." Hina Susan sekaligus pamer keindahan tubuhnya di hadapan Zuraida. Perempuan itu juga terang-terangan menggoda Arfan menggunakan kemolekannya. Lenggak lenggok di hadapan pria itu.

Zuraida menoleh suaminya.

"Mas suka melihatnya?."

"Mana ada aku suka barang yang dipertontonkan murah begitu?. Aku tuh lebih suka yang masih tertutup tapi dan tersegel." Ejek Arfan balik menghina Susan tanpa melihatnya.

"Kamu..." Susan mengacungkan telunjuknya ke arah Arfan. Sangat tek terima dengan perkataan Arfan yang sangat menghinanya.

Zuraida dan Arfan hanya diam saling pandang. Susan pergi dari hadapan mereka dengan rasa marah dan malu. Malam ini tak berjalan seperti harapannya. Ia membanting pintu kamar. Menatap tubuhnya yang tak dipandang sedikitpun oleh Arfan.

Kring Kring

Susan bergegas menjawab panggilan telepon.

"Ada apa?," ketusnya.

"Bagaimana? Sudah tidur sama Arfan?."

"Kamu mengejekku."

Terdengar tawa kencang yang mengejek dari seberang sana

"Masa kamu nggak bisa mendapatkan Arfan?."

"Sialan memang tuh upik abu."

"Oke, selamat berusaha lagi. Aku matikan teleponnya karena ada Edwin."

"Tunggu Wilona."

"Apa?."

"Edwin menyusulmu?."

Wilona tertawa nyaring penuh kemenangan.

"Menurutmu?."

Tanpa menunggu jawaban dari Susan sambungan telepon putus oleh pihak Wilona.

"Sialan," gerutunya sambil melempar handphonenya asal ke tempat tidur. Keberadaannya menjadi sia-sia saja di rumah itu.

*

Zuraida dan Arfan melepas kepergian si kembar. Susan membawa mereka berlibur. Menjadikan rumah itu sepi tanpa suara dan kejahilan mereka.

"Karena sudah tak ada pengganggu, jadi kita bisa..." Sengaja Arfan tidak menyelesaikan kalimatnya. Malah menggoda Zuraida dengan menaik turunkan alisnya.

"Kita bisa apa, Mas?." Tanya yang sudah dinanti Arfan.

"Menunaikan hak dan kewajiban kita sebagai suami istri, Zuraida."

Seketika pipi Zuraida merona, sangat malu dengan ucapan suaminya.

"Mau kan, Zuraida?."

Sangat malu sekali memberi jawaban iya dengan mulutnya. Ia pun menganggukkan kepala, mengisyaratkan ia mau memberikan apa yang seharusnya menjadi milik suaminya.

Tak berlama-lama setelah kode itu langsung saja Arfan menggendong tubuh Zuraida lalu membawanya ke kamar. Tak perlu buru-buru, tak ada pengganggu, mereka menikmati hubungan untuk pertama kalinya sebagai suami istri yang sesungguhnya.

Di kamar itu momen romantis terjadi. Zuraida menyerahkan seluruhnya kepada Arfan. Melayaninya sepenuh hati walau ada rasa sakit dan perih yang teramat karena ini yang pertama baginya. Peluh membasahi keduanya ketika kegiatan penuh ibadah itu dilakukan dengan suka cita dan lama.

Yang akhirnya harus terhenti sebab sudah sama-sama mencapai puncaknya. Tubuh Arfan tak lagi menutupi tubuh polos istrinya, makanya ia menarik selimut sebagai gantinya.

"Terima kasih, Zuraida."

Zuraida hanya mengangguk sambil meringsek masuk dalam dekapan Arfan karena pria itu. Matanya sempat basah, memang tak bohong rasanya luar biasa sakit dan tak nyaman walau disaat yang bersamaan ada jutaan kupu-kupu menari di tubuhnya. Membawa rasa nikmat tak terhingga.

Keduanya istirahat sejenak, mengatur napas dan menyiapkan tubuh untuk kegiatan selanjutnya sebab Arfan sudah memintanya lagi dan lagi. Sebagai istri Zuraida hanya menuruti namun juga menikmati.

Bukan hanya sampai malam kegiatan mengandung pahala itu terjadi, nyatanya berlangsung sampai pagi. Arfan tak membiarkan istrinya turun dari tempat tidur. Istrinya tak diizinkan melakukan apa pun selain melayaninya di atas ranjang.

Memang berkah juga ketidakadaan si kembar di antara mereka. Jadi sekarang mereka benar-benar menjadi suami istri seutuhnya.

"Rambut panjangmu sangat indah," puji Arfan saat membantu mengeringkan.

"Kata ayah, rambut saya seperti almarhumah ibu."

"Pasti ayah sangat sayang padamu. Aku bisa melihatnya dari tatapan matanya saat beliau menikahkan kita."

"Iya, saya tahu."

"Ibu meninggal karena sakit atau karena apa?."

Zuraida menoleh menatap sendu suaminya. Arfan pun duduk di samping istrinya.

"Kata orang-orang desa, ada yang bilang kalau ibu meninggal karena di guna-guna. Tapi saya dan ayah tak pernah bisa membuktikannya."

"Di guna-guna sama ibu tirimu?."

"Entahlah, Mas, saya juga nggak tahu."

"Tapi itu kenapa ayah bisa menikahi perempuan itu?."

"Saya juga nggak paham, Mas. Tiba-tiba saja sore itu ayah pulang sama ibu dan kakak tiriku. Ayah bilang mereka sekarang sebuah keluarga. Saya juga nggak tahu kapan ayah menikahinya."

Lalu kemudian Arfan diam, menyudahi obrolan itu. Ia lanjut mengeringkan rambut istrinya setelahnya mengambil makanan untuk mereka. Arfan melayani Zuraida dengan ketulusan sebab perempuan itu juga melayaninya sungguh-sungguh.

Mareka mulai makan, sesekali Arfan menyuapi istrinya dan begitu juga sebaliknya.

"Saya nggak enak kalau mas harus nggak ke kantor lagi." Zuraida merasa bersalah karena suaminya terus saja bersamanya. Zuraida memikirkan pekerjaan Arfan. Pasti sudah menumpuk.

"Pekerjaanku masih bisa menunggu tapi momen kita tak bisa. Pasti nanti setelah anak-anak pulang ada aja ulahnya."

Zuraida tersenyum lebar.

"Benar sih, Mas."

Mereka yang sedang dibicarakan Zuraida dan Arfannya nyatanya sangat bahagia berada di villa menikmati liburannya. Bagaimana tidak, semua keinginannya dipenuhi oleh oma dan opa dari pihak mommy mereka. Mereka apa tinggal tunjuk dan seketika langsung ada. Membuat mereka tak mau ke rumah daddy mereka. Mau ikut oma opanya.

"Kalian serius mau tinggal sama oma apa?," tanya oma memastikan.

"Mau dong, Oma." Sahut Sean dan Sena namun masih fokus pada mainannya.

"Kalian harus bilang sama daddy supaya mau menikah sama Miss Susan. Nanti kalian boleh tinggal bersama kami." Bujuk Oma.

"Tapi daddy udah nikah? Emang boleh nikah lagi?," polosnya pertanyaan Sean.

"Boleh, Sean. Tapi lebih baik ibu tiri kalian yang itu diusir saja dari rumah kalian. Buat tidak betah tinggal di rumah. Kalian kan anak-anak pintar. Bagaimana?."

"Iya," sahut keduanya singkat.

"Kalian mau kan Miss Susan jadi mommy kalian?," tanya oma lagi.

Lalu Sean dan Sena menatap Guru privat itu. Mereka pun mengangguk mengiyakan. Susan tersenyum lebar

"Mommy kalian dan Miss Susan itu sahabat baik. Kalian sangat beruntung memiliki keduanya."

"Iya, aku juga senang sama Miss Susan." Jujur Sena.

"Aku juga," Sean tak mau kalah.

"Habis pulang dari sini langsung bilang sama daddy kalian ya?." Susan tak mau melepaskan momen baik ini.

"Iya, Miss." Sahut anak-anak.

Sepanjang perjalanan pulang terus saja oma dan Susan mencekoki anak-anak dengan meracuni pikiran mereka untuk membenci Zuraida. Opa sendiri hanya diam namun setuju dengan istrinya. Ada rasa kecewa pada Arfan karena memutus sepihak kontrak kerja imbas dari perceraiannya dengan Wilona.

Sean dan Sena sudah turun dari mobil. Sudah ditunggu Zuraida dan Arfan di teras. Mamanya Wilona yang tadinya tak mau turun jadi ikut turun hanya untuk menghina Zuraida.

"Kamu sangat tak pantas menggantikan posisi putriku yang seorang model cantik berkelas untuk Arfan seorang pengusaha sukses. Apalagi menjadi mommy si kembar, cih!."

Zuraida tak membalas bahkan ia melarang Arfan untuk membela. Lalu membiarkan oma pergi.

Bersambung

1
Mai_mai
cepat lah ketahuan tentang sena kalo bisa pindah sekolah saja
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor cerita bagus bgt .
𝐈𝐬𝐭𝐲
sena udah salah jalan semoga orang tuanya segera menyadarinya... dan Sena masih bisa di selamatkan kalo bisa pindah dari sekolahan itu...
Soraya
q mampir thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!