NovelToon NovelToon
"Sistem Mengajar Mutlak Dan Wali Kelas Pilihan":

"Sistem Mengajar Mutlak Dan Wali Kelas Pilihan":

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Sistem
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: acep maulana

Arvand Pratama hanyalah seorang guru honorer santai yang menjunjung tinggi prinsip "kerja minimal, damai maksimal". Namun, hidupnya yang tenang mendadak hancur ketika ia dijebak untuk menjadi wali kelas 12 F—kelas buangan paling brutal, berisi sekumpulan murid bermasalah yang dicap sebagai parasit sekolah tanpa masa depan.
​Saat Arvand berniat melarikan diri dan mengundurkan diri, sebuah Sistem Mengajar Mutlak misterius mendadak aktif di kepalanya. Sistem ini memberinya pilihan ekstrem: terima misi menjinakkan kelas 12 F dengan imbalan uang melimpah dan kemampuan guru supranatural, atau menolak dan mati mendadak karena serangan jantung!
​Terjebak di antara ancaman kematian sistem, janji manis kepala sekolah untuk dinikahkan dengan guru matematika yang cantik, dan keliaran murid-murid 12 F yang siap menguji kewarasannya, petualangan Arvand pun dimulai. Mampukah guru honorer bermodal sistem ini mengubah kumpulan "produk gagal" menjadi barisan murid terbaik, atau justru ia yang akan mati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon acep maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Penawaran Tak Terduga

Beberapa guru senior lain tampak mengangguk-angguk setuju dengan sindiran Pak Fajar, sementara guru-guru muda seperti Bu Syifa Salsabila, guru Bahasa Inggris yang duduk di sudut lain, hanya bisa menatap Arvand dengan tatapan iba yang mendalam tanpa berani mengeluarkan suara untuk membelanya.

​Arvand menghela napas panjang dan sangat berat. Ia memilih untuk mengabaikan total sindiran tajam dan pandangan merendahkan dari Pak Fajar serta rekan sejawatnya yang lain. Fokusnya kini terkunci penuh pada pria paruh baya di hadapannya. Ia menatap lurus tepat ke dalam netra Drs. Hadi Wijaksana dengan tatapan mata paling tegas, dingin, dan serius yang bisa ia tunjukkan selama masa kariernya yang singkat di SMA Cakrawala Bangsa.

​"Saya tetap menolak dengan segala hormat yang tersisa dalam diri saya, Pak Kepsek. Saya belum siap secara mental, fisik, maupun batin untuk menjadi martir atau tumbal di kelas itu. Daripada saya harus memaksakan diri melangkah masuk ke dalam kandang macan yang siap mengoyak kewarasan saya seperti kelas 12 F, mending saya keluar saja dari sekolah ini sekarang juga. Saya akan tulis dan ajukan surat pengunduran diri saya detik ini juga ke bagian tata usaha." Arvand memundurkan kursi kerjanya, bersiap untuk mengemas barang-barang pribadinya dan melangkah pergi

​Melihat keteguhan dan keras kepalanya Arvand yang tidak bisa digoyahkan oleh argumen akreditasi maupun tekanan kelompok, Drs. Hadi Wicaksana benar-benar berada di ambang kepanikan tingkat tinggi. Ia tahu jika Arvand keluar hari ini, tidak ada lagi guru lain yang bisa dipaksa untuk mengisi kekosongan jabatan horor tersebut.

​Secara refleks yang sangat cepat, Pak Hadi Wicaksana memajukan tubuh tambunnya dan menahan lengan kanan Arvand dengan erat, mencegah pemuda itu untuk melangkah lebih jauh. Ia kemudian menengok ke kanan dan ke kiri, memastikan para guru lain tidak bisa mendengar suaranya, lalu menurunkan volume suaranya hingga ke tingkat bisikan setengah mendesak yang sangat rahasia. Ia melirik penuh arti ke arah anak perempuannya yang sejak tadi berdiri diam membisu di sebelah Pak Rizwan.

​"Tunggu dulu, jangan buru-buru, Arvand! Jangan mengambil keputusan fatal yang impulsif dan merugikan masa depanmu sendiri," bisik Sang Kepala Sekolah dengan nada yang dipenuhi intrik negosiasi tingkat tinggi. "Kalau masalah keamanan dan masa depan yang membuatmu takut, sebenarnya... jujur saja, aku punya rencana jangka panjang yang sangat luar biasa untukmu di keluarga kami. Aku ini... sebenarnya berniat dan berencana mau menjodohkan kamu dengan anak kandungku yang cantik ini, Yasmin," bisik Pak Hadi Wicaksana langsung ke telinga Arvand, sembari memberikan kode lirikan mata yang sangat jelas ke arah Yasmin Adiba.

​Mendengar bisikan terang-terangan dari sang ayah yang membawa namanya ke dalam meja negosiasi darurat itu, Yasmin Adiba yang mengajar matematika dan fisika itu langsung tersentak. Rona merah yang sangat pekat langsung menjalar cepat dari leher hingga ke kedua pipinya yang mulus. Ia menggigit bibir bawahnya, merasa harga diri dan gengsi akademisnya sedikit terusik oleh kelakuan sang ayah yang menjadikannya sebagai 'umpan'. Namun, alih-alih pergi atau membantah, Yasmin tetap berusaha keras menjaga wibawa, gengsi, dan posisinya sebagai guru terhormat dengan berpura-pura sibuk membalik halaman dokumen kurikulum di tangannya, meski matanya sesekali melirik tajam ke arah Arvand untuk melihat respons pemuda itu.

​"Ini adalah sebuah kesempatan emas yang tidak akan pernah datang untuk kedua kalinya dalam sejarah hidupmu, Arvand," tambah Pak Hadi Wicaksana lagi, masih dengan suara berbisik yang intens. "Pikirkan baik-baik keuntungan finansial, kenaikan status jabatan menjadi guru tetap yayasan, dan masa depan cerah yang akan kau dapatkan secara instan begitu kau resmi menjadi menantuku. Kau tidak akan menjadi honorer miskin lagi."

​Arvand sempat tertegun diam di tempatnya berdiri, tangannya yang memegang tepi meja tampak kaku. Otak rasionalnya mendadak melakukan kalkulasi cepat. Menjadi menantu dari seorang kepala sekolah yang memiliki pengaruh besar di yayasan, mendapatkan jaminan status kepegawaian yang mapan, dan yang paling luar biasa adalah menikahi seorang Yasmin Adiba—guru matematika muda yang kecantikan dan keanggunannya selalu menjadi buah bibir terindah di kalangan guru maupun murid pria di sekolah ini—jelas merupakan sebuah lompatan karier, perbaikan status sosial, dan peningkatan kesejahteraan hidup yang sangat luar biasa untuk ukuran seorang guru honorer miskin berpendapatan pas-pasan seperti dirinya.

​Namun, di lembar pikiran yang lain, bayangan mengerikan tentang dirinya yang dikeroyok oleh murid-murid berandalan 12 F, dilempar kursi plastik, atau mati muda terkena serangan jantung di dalam ruang kelas yang pengap akibat stres kronis masih jauh lebih mendominasi sisa imajinasinya pagi itu.

​'Ah, mau dijodohkan dengan bidadari kahyangan atau anak menteri sekalipun, kalau nyawa, fisik, dan kesehatan mental saya yang harus dijadikan taruhan utamanya di dalam kelas terkutuk itu, buat apa?! Kalau saya mati kena serangan jantung seminggu setelah menjabat, yang menikmati status menantu itu siapa?!' batin Arvand berteriak egois dan penuh keputusasaan.

​Arvand menarik napas dalam-dalam, memantapkan sisa logikanya yang sempat goyah oleh pesona Yasmin. Ia bersiap untuk melontarkan kata penolakan terakhir yang telak, melepaskan cengkeraman tangan Pak Hadi Wicaksana di lengannya, dan segera melangkah pergi dari ruangan penuh intrik ini untuk menyelamatkan sisa hidupnya yang berharga. Namun, ia tidak pernah tahu bahwa takdir memiliki rencana lain yang jauh lebih gila dan berada di luar jangkauan akal sehat manusia, yang sedang mengintai di dalam kepalanya sendiri.

1
irena
lanjut thor..
Aisyah Suyuti
good
Mamat Stone
/Tongue/
acep maulana
Hehehe, kalau kalian punya ide gokil, teori liar, atau saran buat novel ini, tulis aja di komentar. 😆
Saya selalu baca komentar kalian, dan siapa tahu ada ide yang bisa menginspirasi jalan cerita ke depannya. Terima kasih sudah mendukung novel ini! 🙏🔥
Mamat Stone
/Chuckle/
Mamat Stone
/Toasted/
Mamat Stone
/Gosh/
Mamat Stone
/Smile/
Mamat Stone
/Proud/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
verto
novel terjemahan kah ini? dengan di modif dikit
acep maulana: Ehh iya, ada sedikit inspirasi dari drama China yang saya tonton, bahkan mungkin ada beberapa ide dari film juga di bab-bab yang akan datang. Tapi saya modifikasi dan kembangkan sesuai alur cerita novel ini. Hehehe 😆🙏 Terima kasih sudah membaca.
total 1 replies
verto
mirip sebuah komik sipnosisnya
acep maulana: Waduh, ketahuan gue deh 🤭 kebanyakan baca komik. 😂 Tapi semoga makin ke depan ceritanya punya warna sendiri dan tetap seru buat diikuti. 😁🙏
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
crazy up Thor
Dewiendahsetiowati
kok banyak yang diulang2 ya paragrafnya
acep maulana: maaf ka hehe saya ngetik nya sambil ngantukk 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!