NovelToon NovelToon
Cinta Yang Tidak Memaksa: Di Balik Wajah Yang Kupilih

Cinta Yang Tidak Memaksa: Di Balik Wajah Yang Kupilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: NisfiDA

Ada nama yang tak pernah disebut.
Ada kebenaran yang selalu disembunyikan di balik senyuman.
Dan ada cinta yang tumbuh… tanpa benar-benar tahu siapa yang dicintai.

Dhea hanya ingin mencintai dengan sederhana.
Namun semakin dekat, ia justru menyadari—
tidak semua yang terlihat, adalah yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hancur

“Semoga Mbak Arelia baik-baik saja, ya,” gumam Dhea pelan saat melihat mobil itu sudah pergi jauh.

Dhea lalu membalikkan badannya dan berniat masuk kembali ke dalam toko.

Namun tiba-tiba—

“Dhea.”

Suara seorang pria membuat langkah Dhea langsung terhenti. Tubuhnya membeku seketika.

Karena ia sangat mengenali suara itu. Perlahan, Dhea menoleh ke belakang dengan wajah yang mulai pucat.

Dan benar saja. Seorang pria berdiri tidak jauh darinya dengan tatapan dingin yang masih sama seperti dulu.

“Kak Reno…” lirih Dhea pelan.

Pria itu berjalan mendekat perlahan. Tatapannya langsung memperhatikan keadaan toko bunga sederhana itu sebelum kembali menatap Dhea.

“Kamu masih di tempat seperti ini?” tanyanya dengan nada meremehkan.

Dhea langsung menundukkan kepalanya pelan. Tangannya saling menggenggam gugup.

“Aku cuma mau kerja dengan tenang di sini…”

Reno terkekeh kecil mendengarnya.

“Kerja tenang?” ulangnya sinis. “Dengan hidup menyedihkan seperti ini?”

Deg.

Ucapan itu langsung menusuk hati Dhea. Namun gadis itu tetap diam, seolah sudah terbiasa mendengarnya.

“Lihat dirimu sekarang,” lanjut Reno. “Pakaian lusuh, tinggal di rumah hampir roboh, bahkan toko bungamu saja terlihat sepi dan tidak terurus.”

Dhea menggigit bibir bawahnya pelan. Dadanya mulai terasa sesak.

Padahal sebelumnya, suasana hatinya sudah jauh lebih baik karena kehadiran Arelia. Tetapi sekarang, semua rasa percaya dirinya kembali runtuh sedikit demi sedikit.

“Setidaknya… aku masih bisa menghasilkan uang, Kak,” ucap Dhea mencoba terdengar baik-baik saja.

Reno langsung tertawa kecil mendengarnya.

“Tapi tetap saja hidupmu nggak berubah, kan?”

Kalimat itu membuat Dhea terdiam.Reno adalah kakak sepupu Dhea dari pihak ayahnya.

Namun, kehidupan mereka sangat berbeda jauh.

Keluarga dari pihak ayah Dhea dikenal kaya raya dan memiliki usaha besar. Namun setelah ayah Dhea meninggal, kehidupan Dhea dan ibunya perlahan berubah.

Mereka memilih hidup sederhana dan menjauh dari keluarga besar yang selama ini selalu memandang rendah ibunya.

Sedangkan Reno, tetap hidup nyaman dengan semua kemewahan keluarganya.

“Kamu sebenarnya masih bisa hidup enak kalau saja ibumu mau bergantung sama keluarga besar,” ucap Reno santai sambil melihat keadaan toko bunga itu dengan tatapan meremehkan.

Seketika wajah Dhea berubah sedikit pucat.

“Kak Reno…”

“Aku cuma ngomong jujur.”

Dhea langsung menundukkan kepalanya pelan. Tangannya mengepal kecil menahan sesak di dadanya.

Ia sudah terbiasa diremehkan oleh keluarga ayahnya sendiri. Namun setiap kali mendengarnya lagi, rasanya tetap menyakitkan.

“Padahal dulu hidupmu nggak seperti ini, Dhea,” lanjut Reno. “Sekarang lihat… kamu sampai harus capek-capek jaga toko kecil begini.”

Dhea mengangkat wajahnya perlahan.

“Aku nggak masalah hidup seperti ini,” ucapnya pelan.

Reno terkekeh kecil, seolah tidak percaya. Tatapannya kembali menyapu toko bunga sederhana itu sebelum akhirnya berhenti pada Dhea.

“Kalau ayahmu masih hidup, dia pasti malu lihat keadaanmu sekarang.”

**

Sementara di sisi lain.

Arelia atau lebih tepatnya Aren baru saja tiba di rumah kedua orang tuanya.

Wajahnya terlihat sangat marah.

Dadanya masih terasa sesak karena ia sadar selama ini dirinya terus diawasi oleh mamanya sendiri.

Brak!

Pintu rumah terbuka dengan kasar hingga suara benturannya menggema di ruang tengah.

“Apa kamu tidak bisa bersikap sopan?” tegur papanya dengan tatapan tajam.

Aren menatap pria itu dengan napas memburu.

“Bilang kepada Mama berhenti memata-matai aku, Pa!” teriaknya penuh emosi.

Pria paruh baya itu adalah Darma Rahardian, ayah Aren.

Sedangkan mamanya bernama Livia Rahardian.

Keduanya berasal dari keluarga terpandang yang sangat menjaga nama baik dan citra keluarga.

Dan Aren, selalu dianggap sebagai aib terbesar mereka.

“Apa salah mamamu memperhatikan anaknya sendiri?” tanya Darma dingin.

Aren langsung tertawa kecil, tetapi terdengar penuh amarah.

“Memperhatikan?” ulangnya. “Itu bukan perhatian, Pa. Itu

tekanan.”

“Karena kamu tidak sadar juga!” sahut suara wanita dari arah tangga.

Aren langsung menoleh. Livia berjalan turun dengan tatapan kecewa yang sudah terlalu sering ia lihat.

“Kamu masih datang ke tempat itu? Toko bunga kecil itu?” tanya Livia dengan nada tidak suka.

“Itu bukan urusan Mama.”

“Selama kamu masih anak Mama, semuanya jadi urusan Mama.”

Aren langsung mengepalkan tangannya kuat-kuat.

“Kenapa sih Mama nggak pernah mau ngerti aku?” suaranya mulai terdengar bergetar.

Namun Livia justru menatapnya tanpa rasa iba sedikit pun.

“Yang harusnya bertanya begitu itu Mama.”

“Tapi Mama sudah melewati batas! Aku nggak suka hidupku dimata-matai seperti itu!” teriak Aren penuh emosi.

Livia langsung menatap Aren dengan rasa kesal yang sudah sulit ditahan.

“Lihat pakaianmu, Aren!” bentaknya tajam. “Kamu itu laki-laki! Bagaimana bisa kamu datang menemui Mama dan Papa dalam keadaan seperti itu, ha?”

Aren langsung terdiam.

Tangannya mengepal kuat di samping tubuhnya. Sedangkan Darma hanya berdiri diam sambil memijat pelipisnya, seolah lelah menghadapi semua itu.

“Kenapa sih Mama nggak pernah mau mencoba ngerti aku?” suara Aren mulai melemah.

“Ngerti apa?” balas Livia cepat. “Ngerti kalau anak Mama berubah jadi seperti ini?”

“Mama pikir ini mudah buat aku?” tanya Aren dengan napas bergetar.

Namun Livia justru menggeleng keras.

“Kamu terlalu terobsesi dengan masa lalu!”

Kalimat itu langsung membuat Aren membeku. Tatapannya perlahan berubah.

Dan lagi-lagi, luka lama itu dipaksa terbuka begitu saja.

“Hanya karena ditinggal menikah, kamu menghancurkan hidupmu sendiri!” lanjut Livia tanpa memedulikan perasaan Aren.

“Cukup…” lirih Aren pelan.

“Kamu bahkan rela mengubah dirimu jadi seperti perempuan hanya demi seseorang yang sudah meninggalkanmu!”

“AKU BILANG CUKUP!”

Suara Aren menggema di dalam rumah itu. Dadanya naik turun menahan emosi yang sejak tadi terus ditekan.

Matanya mulai memerah. Bukan hanya karena marah. Tetapi karena lelah. Lelah terus dianggap salah oleh keluarganya sendiri.

Aren langsung membalikkan badannya tanpa menjawab apa pun lalu pergi begitu saja.

Hal itu membuat Livia semakin emosi.

“Aren! Mama belum selesai bicara denganmu!” teriaknya keras.

Namun Aren sama sekali tidak memedulikannya.

Langkahnya tetap berjalan keluar dari rumah itu.

Karena semakin lama berada di sana, ia merasa dirinya semakin hancur.

Sementara di sisi lain.

Dhea hanya bisa menundukkan kepalanya karena Reno terus menghina dan meremehkannya tanpa henti. Sedangkan Reno terlihat begitu santai, seolah semua ucapan tajam itu adalah hal biasa.

“Nggak capek hidup susah begini?” sindir Reno sambil melihat keadaan toko bunga itu.

Dhea menggigit bibir bawahnya pelan. Ia mencoba tetap tenang meski hatinya mulai terasa sakit.

Namun di sela suasana itu, sebuah motor berhenti tepat di depan toko bunga. Seorang pria turun dengan wajah datar sambil membawa kantong plastik di tangannya.

“Nah, lihat,” ucap Reno sinis sambil melirik pria itu. “Siapa lagi ini? Berandalan, ya?”

Ucapan itu langsung membuat Dhea mengangkat wajahnya cepat.

“Kak Reno!” tegurnya tidak suka.

Pria itu adalah kakak pertamanya Dhea, Raka Pranendra.

Penampilannya memang sedikit berantakan dengan jaket hitam dan rambut yang tidak terlalu rapi.

Namun berbeda dengan apa yang Reno pikirkan. Raka adalah orang yang selalu menjaga Dhea dan ibunya diam-diam.

1
Dinda Putri
lanjut semangat thooorrr love sekebon deh
Dinda Putri
lanjut thoor 💪💪💪
Dinda Putri
nexs
Dinda Putri
up lagi thoorr jangan lama
Dinda Putri
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!