NovelToon NovelToon
Inikah Cinta? (tahap revisi, semua bab)

Inikah Cinta? (tahap revisi, semua bab)

Status: tamat
Genre:Dosen / Tamat
Popularitas:180k
Nilai: 4.5
Nama Author: Secarik rindu di senja hari

Perjodohan yang dilakukan orang tua ku dan teman mereka membuatku terjebak dengan seorang Dosen killer. Dia meninggalkan aku di sebuah rumah besar miliknya, namun dia terus menafkahiku. Pria itu berjanji akan menceraikan aku setelah ia kembali.

Setelah 5 tahun, dia kembali dan meminta diriku untuk tetap bersamanya. Setelah aku menyanggupinya, tiba-tiba saja ada wanita yang datang dalam kehidupan kami dan mengaku sebagai istrinya.

Siapa wanita itu sebenarnya? Dapatkah kami mempertahankan rumah tangga ini hingga akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Secarik rindu di senja hari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Tidak mau mencintai mu

Reyhans keluar dari mobil kemudian membuka pintu tempat Nathaline sedang tertidur lelap, Reyhans beberapa kali menepuk pelan pundak Nathaline karena takut jika ia mengganggu Nathaline yang tengah terlelap.

Sudah beberapa kali Reyhans menepuk pundak Nathaline. Namun, gadis itu tidak kunjung bangun, mungkin dia terlalu lelah karena berkeliling seharian.

Dengan perlahan Reyhans mengangkat tubuh mungil Nathaline dan menggendongnya hingga masuk ke dalam kamar Nathaline.

Di rumah hanya ada para pelayan dan pengawal saja, karena Ayah Nathaline bergadang di kantor, seperti biasanya.

Para pelayan juga tidak berani ikut campur, mereka hanya membiarkan Reyhans yang menggendong Nathaline masuk ke dalam kamarnya.

Reyhans kemudian meletakkan kembali tubuh Nathaline secara perlahan di atas Ranjangnya. Pria itu segera kembali keluar untuk mengambil beberapa belanjaan milik Nathaline, tentu saja dengan bonekanya juga.

Reyhans kemudian meletakkan boneka besar itu di samping Nathaline yang tengah tertidur dan terlihat Reyhans mengelus rambut Nathaline sekilas.

Terlihat segaris senyuman yang tersungging di bibir sexy pria 27 tahun itu.

"Aku akan menjagamu, Nathaline." Pria itu berbisik di telinga Nathaline yang tengah tertidur pulas, kemudian sekilas mengecup puncak kepala gadis itu.

Reyhans perlahan berjalan keluar dari kamar Nathaline, dia juga menutup pintu sangat perlahan agar tidak membangunkan Nathaline.

Sepertinya, Nathaline sudah berhasil merebut tempat di dalam lubuk hatinya. Namun, sayang dia terlalu naif untuk mengakui hal tersebut.

...***...

Mentari kembali menyapa Nathaline yang masih larut dalam buaian mimpinya, melalui sela-sela jendela kaca yang tidak tertutup sempurna oleh gorden besar di kamarnya.

Gadis itu perlahan terbangun dari tidurnya saat rohnya sudah mulai kembali ke dalam tubuhnya.

Gadis itu sesekali mengedipkan matanya dan mengucek pelan matanya untuk membuat nyawanya berkumpul. Nathaline kemudian mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan kamarnya.

Kemudian berhenti, saat matanya mendapati boneka besar pemberian dari Reyhans sudah berada tepat di sampingnya.

Tampak sekilas garis senyuman menghiasi wajah tembamnya, kemudian ia memeluk boneka besar itu dalam dekapannya.

"Bisakah kita hidup bersama untuk selamanya jika kita tidak saling mencintai, Pak? Hatiku juga sudah berhasil di rebut oleh seseorang, aku takut jika aku tidak bisa melupakannya." Gadis itu terlihat seperti sedang berbicara kepada boneka yang tengah berada di dalam pelukannya.

Nathaline sepertinya sangat mencintai orang tersebut, meskipun dia tau cintanya hanya sebatas bertepuk sebelah tangan.

"Astaga!" Nathaline segera melepas pelukannya pada boneka tedy bear itu. Matanya membulat sempurna saat tak sengaja melihat jam dinding yang menempel di sisi sebelah kanan kamarnya

Ia dengan segera melempar selimut yang membalut tubuhnya. Dengan segera, gadis itu mengambil handuk dan berlari masuk ke dalam kamar mandi.

Setelah selesai mandi dan sarapan, Nathaline bergegas meraih kunci mobil yang berada di dalam tasnya. Dengan segera ia melajukan mobilnya menuju kampus.

Nathaline sampai di kampus tepat waktu, untung saja hari ini tidak terjadi macet seperti biasanya.

Gadis itu terlihat terburu-buru, ia dengan segera berlari melewati koridor kampusnya, karna sebentar lagi dia akan benar-benar terlambat.

Meskipun masih trauma dan enggan untuk pergi ke kampus karena kejadian beberapa minggu lalu, ia tetap berusaha semaksimal mungkin untuk tetap melanjutkan pendidikan demi masa depannya.

Dia benar-benar berusaha untuk menjadi seorang gadis yang kuat, meskipun sebenarnya hatinya cukup rapuh.

Jam pelajaran pertama telah usai dan sekarang saatnya istirahat. Semua siswa langsung berhamburan keluar kelas untuk segera mengisi perut yang kelaparan.

Hanya beberapa siswa saja yang tersisa didalam ruangan tersebut. Termasuk Nathaline, gadis itu sangat jarang pergi ke kantin, karena ia tidak memiliki cukup banyak teman, yang mau pergi ke kantin bersama dirinya.

Gadis itu lebih senang menghabiskan jam istirahat di dalam ruangan kelas dengan menyendiri, dan membaca beberapa novel favoritnya.

"Nathaline, kau dari mana saja?" tanya seorang laki-laki yang tengah berada di ambang pintu.

Nathaline memicingkan matanya, untuk melihat dengan jelas siapa yang baru saja memanggil dirinya.

"Reza?" Gadis itu tersenyum dan segera menutup novel yang tengah di bacanya sedari tadi.

Ia segera berlari dengan semangat keluar dari kelas untuk menemui sahabatnya itu. Wajahnya juga terlihat sangat bahagia mendapati pria pujaannya yang tengah berada tepat di depannya.

Gadis itu tanpa ragu, langsung memeluk Reza sangat erat. Tidak heran, mereka memang bersahabat dari SD dan semua orang tahu hal itu, jadi mereka menganggap hal itu biasa saja.

Dari kejauhan tampak sepasang mata yang tengah menyaksikan drama romantis di depan pintu kelas tersebut. Pria itu tampak menatap sinis seolah tidak senang melihat kedekatan Nathaline dan Reza.

"Kau selalu murung saat berada di sampingku, tetapi mengapa kau terlihat sangat bahagia bersama dengan pria itu, Nathaline? Aku jadi semakin merasa bersalah untuk melanjutkan perjodohan ini," batin pria tersebut, yang tidak lain adalah Reyhans.

Reza dan Nathaline berjalan menuju ke arah kantin, tampak sesekali Nathaline tertawa lepas dengan humor yang di lontarkan Reza. Mereka terus berjalan sambil tertawa dengan riang selama perjalanan menuju ke kantin.

Mereka bahkan tidak menyadari ada seseorang yang sedari tadi terus memperhatikan mereka dari kejauhan dan sedang terbakar api cemburu karena hal itu.

"Hari minggu kau ada waktu? Bisa temani aku jalan-jalan?" tanya Reza, kepada Nathaline yang tengah menyantap makanannya.

Senyum Nathaline seketika mengembang saat Reza mengajaknya pergi jalan-jalan.

Walaupun mereka sudah sering menghabiskan waktu bersama, tetapi entah mengapa selalu saja membuat Nathaline merasa bahagia.

Mereka memang sering jalan-jalan bersama, dan Reza selalu menjemput Nathaline kerumahnya. Soal ayahnya? tentu saja Halim tidak akan marah, karena Reza adalah anak dari kenalan Halim juga.

Mereka sudah menghabiskan makanan yang tadi mereka pesan. Mereka terus saja bercanda dan melupakan orang sekitar.

Begitulah jika dua sahabat ini bertemu, dunia terasa seperti milik mereka berdua saja. Nathaline sejenak melupakan segala permasalahan yang tengah memberatkan beban pikirannya saat ini.

Hanya Rezalah yang sanggup untuk menghilangkan segala luka dan resah yang tengah melanda hati Nathaline.

Waktu istirahat telah usai, Nathaline kembali ke kelas tetapi tidak dengan Reza. Reza lagi-lagi bolos kelas karena ia malas jika harus bertemu dengan dosen Killer itu.

"Selamat siang." Suara tegas dari Dosen itu.

Dosen itu tampak memperhatikan Nathaline yang tengah melamun sembari tersenyum sendiri. Beberapa kali Reyhans memanggilnya tetapi tidak kunjung di gubris oleh Nathaline.

"Hei kamu!" Suara Reyhans meninggi dan menunjuk Nathaline. Semua orang melihat ke arah jari telunjuk Dosen itu.

"Stt! Si Killer memanggilmu!" bisik seseorang di samping Nathaline, sembari menginjak kakinya.

"Saya Pak?" Nathaline gelagapan dan langsung berdiri, sontak membuat semua orang melihat ke arah dirinya.

"Maju ke depan dan presentasikan materi yang saya suruh kalian pelajari minggu lalu." Dosen itu membentak Nathaline yang hanya diam mematung di kursinya.

Dengan ragu, Nathaline melangkahkan kakinya dan perlahan maju langkah demi langkah. Jantungnya berdegup sangat kencang saat ini!

Bagaimanapun, mereka sebelumnya sudah membuat perjanjian bahwa Reyhans akan tetap memperlakukan Nathaline seperti mahasiswa lainnya selama jam pelajaran berlangsung.

Jadi, Reyhans tidak akan pilih kasih untuk menghukum Nathaline jika dia memang bersalah.

Nathaline mulai mempresentasikan materi yang di pelajarinya minggu lalu, ia mempresentasikan materi pembelajaran dengan terbata-bata karna grogi, hingga membuat Reyhans berdiri dan menggebrak meja.

"Ulangi lagi dari awal! Siswa lain tidak akan paham, jika kau menpresentasikan seperti itu!" bentak Dosen itu.

Reyhans kembali meninggikan suaranya kepada Nathaline, hingga membuat gadis itu berkeringat dingin. Nathaline kembali mengulang presentasinya dari awal.

Gadis itu menarik nafas dalam-dalam dan berusaha mengatur agar jantungnya tidak berdegup kencang.

"Bla..Bla..Bla.." Nathaline menjelaskan dengan singkat dan jelas, hingga membuat Reyhans kagum terhadapnya.

"Presentasimu sudah cukup bagus, lebih ditingkatkan lagi!" Reyhans menyunggingkan senyuman melihat Nathaline berhasil mengatasi masalah dirinya sendiri.

Semua orang yang ada dalam ruangan itu tercengang melihat Dosen Yang memiliki julukan Killer itu, tersenyum manis pada Nathaline.

"Apakah mereka benar-benar ada hubungan khusus?" Hati mereka bertanya-tanya.

Nathaline kembali berjalan menuju bangkunya, ia akhirnya bisa bernafas lega karna tidak di hukum oleh reyhans.

Nathaline berjalan perlahan sembari menundukkan kepalanya, ia tahu betul ada mata yang tengah menatapnya dengan penuh kebencian.

...Brugh!...

Gadis malang itu jatuh tersungkur setelah ada mahasiswi yang menghalangi jalannya dengan kaki.

Sontak semua mahasiswa menertawakan Nathaline yang tersungkur dan tidak bisa berdiri karena kakinya terkilir.

Reyhans menatap tajam ke arah mahasiswanya yang seketika langsung membuat mereka segera membungkan mulut mereka.

"Nathaline, Istirahat nanti ikut saya ke ruangan." Reyhans membentak Nathaline yang tengah duduk tak berdaya di lantai.

Tampak beberapa mahasiswa tersenyum puas melihat keadaan Nathaline yang malang.

"Baik, Pak," ucap Nathaline lirih.

Dengan susah payah Nathaline berusaha menggapai bangku untuk bertumpu. Gadis itu memaksakan kakinya untuk berdiri, meskipun harus menahan sakit.

...Next.......

...Selamat Membaca🤗...

1
ana kristianti123
kok sedih lho aku😭
Ndi Inkong
sedihx,,,
you_are_nana1485
Hai para readers, terima kasih sudah mampir dan baca novel ini sebelumnya. Author sudah selesai revisi dan alunya banyak berubah, jika alur sebelumnya Reyhans mempertahankan dua istrinya, sekarang author bikin cerai aja deh😅
Terima kasih atas kritik dan sarannya.
Ekasri.
Authour tega banget sih sm kita pembaca, yg bener2 tertarik dengan kisahnya, kenapa ujung2nya ada unsur poligami bgini, trs mana letak tegas para org tua dan menrtua yg mendukung Nathalien sebgai korban ke egoisan laki2 dlm cerita ini.😭
you_are_nana1485: sip kk, di tunggu saja ya. Author belum sempat revisi ulang, baru sampai BAB 30. jadi di mohon bersabar ya
total 3 replies
Ekasri.
😭😭😭Rehayan jahat banget...Lo bagusnya author tolong donk percapat bpknya tau kelakuan rehyan yg bejat itu.😭
Ekasri.
kurang ajar banget tuh Dosen, istrinya ditinggalin, malah terayu sm sekeretaris gila bin pelakor., Authour paling nyesek deh aku baca novel klu udah ada cwo yg mempermainkan perasaan cwe. ,😭
Niken Hapsari
ceritanya kok aneh ya
you_are_nana1485: lagi dalam tahap revisi kak. ada perubhn dri tahap alur
total 1 replies
Bee
nathalin kapan bahagianya thorr,bpk nya aja udh benci dia kasian sekali dia
Fitri Sri Dewi
kok ceritanya mengenai poligami.. hal yg paling aku benci seumur umur..
Heni Yuhaeni
tinggalin aja rayhan nya, biar dia rasa nya gimana, kasian nathalin, rayhan tega banget suh... ternyata kelakuan nya lebih parah dari wanita nakal.
Heni Yuhaeni
aqu berdoa, semoga yg membuli nathalin dapet bulian jga dari orang lain..
Heni Yuhaeni
aqu baca nya nyesek ya, nathalin di buli, di acuhkan sama ayah nya, ayah nya cuma ingin nathalin nikah sama rayhan, bukan karna kasih sayang.. heran ko ada ayah seperti ayah nathaline
Heni Yuhaeni
semiga yg membuli nathalin dapet buliyan jga nantinya, biar dia gimana rasanya di buly
Heni Yuhaeni
reyhan g sadar klo dia yg gila, udah tau si nathaline mabuk, masih di anggap gila, dia sendiri yg normal, masih ngatain orang mabuk..
Heni Yuhaeni
ko ada ya.. ayah seperti ayah nathaline, kasian nathaline, semoga bahagia di akhirnya ya..
Zaida Cantik
ya ampunn... sederhana sekali penyelesainya,omgggg ini pengalaman pribadi ato gmn thor😂
Zaida Cantik
ya iyalahhh,5 tahunn laki2 mana tahann
Putry Centil
dasar laki" egois, maunya menang sendiri,
benci aku sama Reyhans
Putry Centil
minta cerai saja ,
ko jdi gini si, uda ngga seruh lgi
Putry Centil
aku bencih sama Reyhans , dasar laki " pleyboy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!