Aku tidak suka hujan, karena hujan adalah sebuah kejadian dimana aku dan dia dipisahkan. Hujan hanya membawaku larut dalam kesedihan yang tak berujung, karena hujan pula aku kehilangan dia untuk selamanya (Angga Sky Erlangga)
Aku sangat menyukai hujan, karena hujan membuatku merasa damai. Saat bermain hujan, semua bebanku, kesedihanku dan penderitaanku serasa hilang mengikuti aliran air yang mengguyur tubuhku (Rainy Bastian)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LR 6
Sementara di tempat lain Pelangi sangat ketakutan karena hari sudah mulai gelap, gadis kecil itu mencoba untuk turun dari pohon tersebut meskipun takut, hingga akhirnya gadis kecil itu terpeleset dan terbang dari atas pohon.
Pelangi pun memejamkan matanya, ia pasrah dengan apa yang akan terjadi pada dirinya. Akan tetapi, gadis kecil itu merasa heran karena tubuhnya seperti ada yang menahan hingga ia tidak menyentuh tanah.
Pelangi membuka matanya perlahan, lalu tersenyum setelah melihat siapa yang menolongnya.
"Tante cantik," ucap Pelangi dengan wajah berbinar.
"Kamu ngapain di atas pohon, Sayang?" tanya Rainy dengan wajah khawatir.
Wanita itu jatuh terduduk karena tidak kuat menahan beban berat gadis kecil tersebut. Rainy merasa heran karena Pelangi manjat pohon mangga hingga gadis kecil itu terpeleset dan hampir jatuh jika saja ia tidak menangkapnya.
Beruntung Rainy melihat Pelangi yang hampir jatuh hingga gadis itu menangkap tubuh Pelangi yang hampir membentur tanah.
"Pelangi manjat pohon mangga karena ingin bersembunyi dari Papa dan Oma Tante, Pelangi tidak ingin menemui mereka karena bagi mereka Pelangi hanyalah beban." Gadis kecil itu menundukkan kepalanya menahan air mata yang hendak menetes.
"Kamu pasti salah paham, Sayang! Mungkin maksud Papa dan Oma bukan begitu, coba kamu ceritakan semuanya pada Tante, biar Tante nanti bisa paham apa yang terjadi!" bujuk Rainy dengan posisi Pelangi yang masih duduk di pangkuannya.
Pelangi pun menjelaskan tentang ucapan Omanya yang membuatnya bersedih, gadis kecil itu bercerita dengan air mata yang tertahan di pelupuk matanya.
Sementara Rainy tersenyum mendengar curhatan Pelangi, wanita itu membelai lembut rambut Pelangi sambil mencium rambut gadis kecil itu.
"Kamu hanya salah paham, Sayang! Maksud oma bukan begitu, mungkin omamu ingin papa Pelangi menikah lagi, makanya oma bilang Begitu," ucap Rainy mencoba memberikan penjelasan pada Pelangi.
Pelangi terdiam sejenak, seraya memikirkan ucapan omanya. "Iya sih Tante, tapi papa 'kan sudah menerima perjodohan itu, papa sudah mau kok menikah lagi!" ucap gadis kecil itu.
"Jika Pelangi sudah mengerti, Pelangi kembali ya pada oma dan papamu. Pasti sekarang mereka lagi sangat khawatir karena Pelangi lari dari mereka, Tante anter pulang ya!" bujuk Rainy dengan senyum yang mengembang.
"Baik tante, Pelangi akan pulang!" jawab gadis kecil itu tersenyum.
Rainy dan Pelangi pun berdiri hendak beranjak dari tempat tersebut. Akan tetapi, suara seseorang menghentikan langkah keduanya.
"Sayang … !"
Pelangi pun menoleh menatap arah suara dari belakang Rainy dan Pelangi, Pelangi menundukkan kepalanya, ia tidak sanggup menatap seseorang yang mendekat, lalu pria itu pun memeluk Pelangi dengan erat. Sementara Rainy berdiri di belakang gadis kecil itu.
"Maafin Papa, Sayang! Papa tidak bermaksud untuk melukai hati Pelangi, jangan seperti ini lagi, papa sangat khawatir jika Pelangi jauh dari papa," ucap pria tersebut dengan wajah cemas.
"Maafin Pelangi juga, Pa! Pelangi tidak bermaksud untuk membuat Papa khawatir!" jawab gadis itu seraya membalas pelukan pria tersebut.
"Kamu tidak apa-apa 'kan, Sayang?" tanya Sky meregangkan pelukannya, lalu ia memutar badan Pelangi, mengecek seluruh tubuhnya dengan wajah penuh kecemasan.
"Pelangi tidak apa-apa, Pa! Tadi Tante cantik yang nolong Pelangi!" ucap gadis kecil itu tersenyum.
Sky pun beralih menatap Rainy yang berdiri di belakang putrinya tersebut, wanita itu menundukkan kepala karena tidak berani menatap wajah tampan Sky.
"Terima kasih karena kau telah menolong putriku, sebagai tanda terima kasihku padamu, malam ini kita makan malam bersama!" ajak Sky dengan wajah datarnya.
"Tidak perlu, Tuan! Saya menolong Pelangi tulus dan tanpa ingin mendapatkan imbalan apapun," tolak Rainy dengan wajah yang masih tertunduk.
"Ya sudah, kalau begitu, aku antar kamu pulang saja!" ucap Sky.
"Tidak perlu, Tuan! Saya masih ingin menemui seseorang di restoran seberang sana, jadi terima kasih untuk tawarannya," tolak Rainy dengan suara lembut.
"Tante cantik, kapan-kapan kita makan malam bersama ya, kalau Tante cantik punya waktu luang!" ajak Pelangi dengan senyum cerianya.
"Iya, Sayang! Kamu jaga diri baik-baik ya, dan jangan seperti tadi lagi!" ucap Rainy memperingatkan sambil tersenyum penuh ketulusan.
"Iya Tante, Pelangi janji!" jawab gadis kecil itu membalas senyuman wanita itu.
"Anak pintar!" ucap Rainy seraya membelai rambut gadis kecil itu.
"Saya duluan tuan!" Pamit Rainy membelai Rambut Pelangi. Lalu, wanita itu pun melanjutkan langkahnya tanpa menunggu jawaban dari pria tersebut.
Sementara Sky menatap langkah Rainy heran, karena sejak pertemuannya dengan wanita itu, Rainy hanya menundukkan kepala tanpa menatap wajah pria tersebut.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC...
Sambil nunggu Othor update, mampir yuk ke karya Adek Othor, dengan judul Karya dan Cover seperti di bawah ini 👇👇👇
👍❤