Niat hati hanya membantu Veronica sang pelayan Cafe cantik dan pendiam yang sedang kesulitan untuk biaya rumah sakit sang ibu dengan cara menikah secara siri, Agam Arsenio sang dokter ganteng pujaan hati para dokter dan perawat serta pasien wanita malah jatuh cinta pada Veronica.
Bagaimana kisah cinta mereka? apakah mereka akan menikah secara resmi? nantikan kisah gaje mereka yang segaje-gajenya😁
Follow👇
IG: istikomah50651
Fb: ISTI
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti Shaburu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 06
Mobil pun melajumeninggalkan tempat tersebut menuju alamat yang disebutkan oleh Veronica, tak menunggu lama mereka ankhirnya sampai didepan rumah kontrakan yang disewa oleh Veronica, Agam ikut turun bersama dengan Veronica ia ingin mengetahui keadaan tempat tinggal calon istrinya itu.
"Silahkan masuk dok, maaf tempat tinggal saya kecil." Veronica mempersilahkan Agam untuk masuk kedalam gubuknya tersebut.
Agam masuk kedalam rumah tersebut dan melihat sekeliling rumah kontrakan tersebut, tak ada apa-apa didalamnya hanya ada kursi usang didalam rumah tersebut.
"Silahkan duduk dok, dokter mau minum apa biar saya buatkan?" tanya Veronica menawari Agam minum.
Agam mendudukkan bokongnya dikursi usang tersebut, walaupun sudah usang namun kursi tersebut masih layak untuk diduduki.
"Tak usah repot-repot, aku mampir hanya ingin tahu seperti apa kehidupan calon istriku," jawab Agam.
"Saya bukan dari keluarga berada dok, saya hanya memiliki ibu saya seorang yang sedang koma karena penyakit jantungnya, seperti inilah kehidupan saya wanita yang ingin dinikahi dokter, apakah dokter menyesal dengan sekarang dengan keputusan dokter untuk menjadikan saya wanita dokter setelah dokter melihat keadaan saya," ucap Veronica menjelaskan sekaligus bertanya pada Agam.
"Saya tidak menyesali ataupun ingin membatalkan niat saya, saya hanya akan katakan padamu setelah kita menikah kamu akan pindah keapartemen yang telah saya siapkan untukmu," jelas Agam.
"Tapi dok, apa itu tidak berlebihan, saya hanya seorang simpanan saja, apa pantes dokter menyiapkan apartemen untuk saya?" Veronica bertanya merasa tak enak hati.
"Diluar sana banyak sekali wanita liar yang menginginkan hidup enak dengan cara menjual diri atau menjadi simpanan para pria hidung belang tanpa dinikahi baik secara sah maupun secara siri, namun kamu, aku menginginkanmu untuk dijadikan wanitaku serta kunikahi secara siri dan kuberi kau tempat tinggal tapi kau malah bertanya apa pantas, aku tak suka dibantah keputusanku sudah bulat , setelah menikah denganku kau akan pindah keapartemen," jelas Agam.
"Baiklah dok," jawab Veronica pasrah.
"Ya sudah, hari sudah malam aku pulang dulu, ingat setiap ada panggilan dariku kau harus langsung menjawab," pamit Agam untuk pulang keapartemennya.
Sesampainya diapartemen Agam langsung membersihkan diri dan kemudian merebahkan tubuhnya diatas kasurnya.
Mengapa aku tertarik mengikatnya disampingku, padahal kan bisa saja aku hanya membantunya sekali dan setelah itu membiarkannya, tapi mengapa aku ingin terus membantunya dan membuatnya berada disisiku, padahal aku tak kenal dengannya dan hanya melihatnya beberapa kali dirumah sakit dan dipesta pernikahan Bram, gumam Agam.
Pagi menjelang matahari sudah muncul dari persembunyiannya, Veronica baru selesai membereskan rumahnya dan sudah rapi untuk pergi kerumah sakit untuk mengunjungi sang ibu sebelum berangkat kecafe untuk bekerja.
Saat ia sedang mengunci pintu rumahnya tiba-tiba terdengar suara klakson mobil yang mengejutkan dirinya, ia menoleh kearah bunyi klakson tersebut dan ternyata Agam sudah disebrang depan rumah kontrakannya sedang berdiri menyender dimobil, Veronica menghampiri Agam setelah selesai mengunci pintu kontrakannya.
"Sedang apa dokter berada disini?" tanya Veronica yang seakan membuat Agam ingin menepuk keningnya.
Kenapa harus dipertanyakan sih tujuanku datang kesini, gumam Agam.
"Aku ingin menjemputmu sekalian aku ingin sedikit lebih mengenalmu, masuklah aku akan mengantarmu kecafe tempatmu bekerja." Agam membukakan pintu mobil untuk Veronica.
"Tapi dokter ini masih pagi, cafe buka jam 9 saya biasa berangkat kecafe jam delapan lewat tiga puluh menit," jawab Veronica.
"Lalu kemana kau akan pergi pagi-pagi seperti ini sudah rapi?" tanya Agam sedikit bingung.
"Saya biasa pagi-pagi kerumah sakit dahulu untuk membersihkan tubuh ibu saya sebelum saya pergi bekerja dokter, karena kalau pulang kerja sudah malam dan tubuh saya juga sudah lelah," jelas Veronica.
"Oh begitu, ya sudah ayu kita menuju rumah sakit," ucap Agam mengajaknya.
Akhirnya Veronica masuk kedalam mobil Agam, ini adalah yang kedua kalinya ia berada dalam mobil seorang pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya sirinya.
"Oh iya, siapa namamu, aku bahkan belum mengetahui namamu," ucap Agam berpura-pura tak mengetahui namanya sambil matanya masih fokur kearah depan.
"Veronica dok,"
"Nama yang cantik,"
"Kau sudah sarapan?" tanya Agam dan Veronica hanya menggelengkan kepalanya.
"Temani aku sarapan sebentar yah sebelum kerumah sakit," pinta Agam.
"Baiklah dok,"
Agam pun langsung menuju tempat makan sederhana untuk sarapan pagi bersama dengan sang calon istri sirinya.
Sesampainya ditempat makan tersebut Agam langsung memilih menu makanan yang akan mereka santap pagi ini, tak lama pesanan mereka datang.
Setelah selesai sarapan Agam dan Veronica melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit dimana Agam bertugas dan ibunya Veronica dirawat, sampai diparkiran Agam memegang tangan Veronica saat ia hendak turun sehingga Veronica menghentikan langkahnya.
"Ada apa dok?"
"Masuk bareng aku,"
"Tapi dok, saya tidak ingin menjadi bahan pembicaraan orang dirumah sakit ini," ucap Veronica merasa tak enak hati jika harus berjalan disamping dokter tampan idola para dokter wanita dan perawat bahkan para pasien wanitapun mengidolakannya.
"Siapa yang berani membicarakanku,"
"Memang tak ada yang akan membicarakan dokter namun mereka pasti akan membicarakan saya karena berani berjalan diaamping dokter," jelas Veronica.
"Apa yang akan mereka bicarakan? biarkan saja mereka dengan fikiran mereka sendiri kau calon istriku,"
"Iya tapi siri," ucap Veronica lirih namun masih terdengar ditelinga Agam.
"Ya sudah jika itu maumu, nanti sewaktu berangkat ketempat kerjamu telfon aku biar ku antar kau," ucap Agam.
"bagaimana nanti saja dok jika aku mengingatnya," jawab Veronica.
Agam nengecup kening Veronica sebelum melepas tangannya, Veronica yang mendapat kecupan mendadak membuat wajahnya merona, jantungnya berdegup kencang, ia langsung turun dari mobil Agam dan berlari masuk kedalam rumah sakit, Agam yang melihat reaksi Veronica hanya terkekeh geli.
Perasaan apa ini, mengapa jantungku berdetang kencang seperti ini, dia memang tampan tapi dia mungkin bukan orang selevel aku yang rendahan, aku tak boleh memiliki perasaan apapun padanya, aku dan dia bukan dari kalangan yang sama, dia seorang dokter sedangkan aku, aku hanya seorang pelayan cafe, aku dengannya hanya untuk pengobatan ibu karena tak ada jalan lain, gumam Veronica seraya berjalan menuju ruangan ibunya.
"Pagi bu, bagaimana kabar ibu, Ve kangen sama ibu, kapan ibu akan bangun dari tidur panjang ibu?" tanya Veronica pada ibunya yang masih betah menutup matanya.
"Apa ibu tahu, Ve akan menikah bu, walaupun hanya sebagai wanita simpanan namun Ve tidak keberatan bu, semua ini Ve lakukan demi ibu jadi Ve mohon agar ibu cepat sadar dan sembuh." Veronica terus berbicara seraya mengelap tubub sang ibu.
"Tolong seluruh tagihan rumah sakit atas nama ibu Nilawati masukan atas namaku," ucap Agam pada penjaga admistrasi.
"Baik dok."
*****
Selamat membaca mohon dukungannya dengan cara like dan komentar positif yah semuanya🙏😊
Salah hangat dariku untuk kalian semua🙏😊🤗🥰