Fina adalah gadis yang ceria dan mandiri. Dia anak ke 2 dari 4 bersaudara. Fina mendapatkan beasiswa ke sekolah elit ternama di ibukota yang mengharuskan dia pindah tempat dari kampung halamannya ke kota. Fina berasal dari keluarga yang sangat sederhana, saking sederhananya dia harus sekolah di pagi hari dan bekerja pada sore hari. Semua itu untuk memenuhi kebutuhan nya selama tinggal dikota, dan membantu biaya ibu dan adik-adiknya di kampung. Sementara kakak pertamanya bernama herman tinggal bersama fina 1 atap di kontrakan kecil, dia(herman) berkata akan menjaga fina selama di kota dan membantu meringankan biaya fina dengan bekerja juga. Padahal kakak fina kerjaannya mabuk-mabukan berjudi dan meminjam duit, yang nantinya tentu finalah yang harus membayar hutang-hutang kakak nya yang menyusahkan itu. Kehidupan fina yang sungguh jauh dari kata layak. Sampai dia bertemu dengan pangeran yang bisa menyelamatkan kehidupannya beserta keluarganya.Tapi, malang nasib Fina yang di jadikan jaminan bayaran hutang oleh kakaknya ke tuan muda yang tidak Fina ketahui asal usulnya. Bagaimana kisah kehidupan Fina dan cintanya tuan muda?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rizkianda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fina dan Lyla
Jam sudah menunjukan pukul 06.10.Fina harus bergegas supaya bisa sampai sekolah tepat waktu.
"Hey...Fin!" seorang gadis melambaikan tangan dari depan gerbang.
"Hai lyla, selamat pagi" Fina membalas lambayan Lyla.
"kau ini lama sekali hampir saja kesiangan. Tau kan hukuman bagi orang yang terlambat datang."
"ah mendengar kalimat itu saja membuatku merinding sekali lyla," ucapnya.
Tanda lonceng berbunyi menandakan para murid harus segera berada di kelas.
"srett..., " pintu kelas terbuka.
"Ah ganteng sekali makhluk satu ini"ucap Fina dalam hati
"Fina, tolong bagikan tugas murid lain yang ke kemarin."
"Baik pak"sambil mengambil buku teman-temannya dan membagikannya.
***
Waktu istirahat sudah tiba, para murid SMA wijaya keluar dari kelas mereka masing-masing dengan tertib.
Dikantin mereka mengantri rapi untuk mengambil makanan. Kantin yang sepertinya tidak pantas disebut dengan kantin, karena selain luas, kantin ini sungguh terlihat lebih seperti cafe.Tersedia banyak makanan enak disana.
"Aku tidak percaya ini kantin" Fina berkata.
"Kenapa kamu melongo saja, ayo segera ambil piring, sudah giliran kita ngambil makanan" sentak Lyla membangunkan Fina dari lamunan.
Merekapun duduk di meja makan.Lyla melihat ke arah Fina sedikit tak percaya dengan apa yang Fina lakukan, membawa banyak makanan di nampannya.
"Fin, nggak salah tuh yang kamu bawa?, apa akan habis," tanya Lyla yang keheranan
"Tentu saja, aku lapar karna semalam dan pagi tadi tidak makan. Sedangkan pulang sekolah aku harus...."
"harus apa?kenapa tidak makan."tanya lyla sambil mengrenyitkan dahi.
Ah gawat, aku hampir saja keceplosan.
"aku harus membantu mengisi tenaga untuk belajar. Hehhee," jawab Fina dengan asal.
"kau ini ada-ada saja fin," balas lyla
****
Jam belajar sekolah sudah selesai menunjukan pukul 03.15 sudah waktunya pulang kecuali yang ikutan ekstra kulikuler.
Seperti biasa Fina mengantarkan buku-buku ke kantor guru, dan terakhir Fina pergi menuju ruangan pak Haru.
" tok...tok...tok..."
"masuk," suara terdengar dari dalam mempersilahkan Fina masuk.
"Permisi pak, saya mengantarkan buku latihan para murid."
Ah kenapa dia harus jadi guru sih,katanya dalam hati
"ada apa?"pertanyaan pak haru membuat Fina tersentak.
"tidak pak, saya permisi dulu," Fina buru-buru ijin pamit karna wajahnya yang merah takut terlihat oleh pak haru.
Fina memalingkan muka ke belakang memastikan pak Haru sudah tidak ada.Tapi...
"Eh..., kenapa pak haru melihatku seperti itu?" tatapan matanya berbeda seperti biasanya. Membuatnya merinding, Fina langsung cepat-cepat berlalu.
****
"Brakk...!
"Ampun, mohon ampun tuan. Saya benar-benar minta maaf,saya berjanji akan mengembalikan uang nya. Saya butuh waktu, tolong beri saya waktu lagi."
"Benarkah,kau bisa mengembalikan uang tuanku? dasar bedebah, tidak ada lagi ampun untukmu!"
"Aah.. a,aku akan memberikan adikku sebagai jaminan, ini foto-foto adikku.Dia sekolah di salah satu sekolah yang terkenal" Laki-laki itu sambil menyodorkan foto adiknya.
Pria itu mengambilnya, dan memandangi foto itu lumayan lama.
"Apa yang mau kau jamin dari adikmu ini?"sambil menyerahkan foto kepada tuannya.
"Di, dia bisa bekerja dengan anda sebagai jaminan, sampai saya mengembalikan uang kepada tuan. Terserah tuan mau kerjakan dia sebagai apa, tapi tolong gaji dia dan ijinkan dia untuk tetap bersekolah di sekolah kebanggaannnya itu.Atau tuan bisa menikahinya juga tidak apa-apa" sambil memohon dengan tangannya.
"Cih,ternyata kau masih punya rasa sayang terhadap adikmu ini."
" Pergilah!... "
" Ba, baik tuan. Terima kasih atas kebaikan tuan" Lalu pria itu cepat-cepat pergi. "
" Tuan, apa perlu saya membawakan gadis ini ke tuan sekarang?."
"Tidak usah, biar kakaknya yang membawanya sendiri ke sini.Aku ingin tau seberapa benar ucapan laki-laki bodoh itu."
" Baik tuan muda, saya permisi akan memanggil pelayan membereskan semua kekacauan ini."
" hemm, jangan lupa siapkan air hangat dan pakaianku.Aku ingin membersihkan diri."
"Baik tuan..."
Bersambung....