NovelToon NovelToon
Milik Wanita Lain

Milik Wanita Lain

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Tika Liesmana

Dalam tahap revisi!

Semua manusia memiliki masa kelamnya sendiri. Semua manusia pernah mengalami perang dengan batinnya sendiri. Tidak semuanya sesempurna dan seindah apa yang kalian pikirkan. Karena kesempurnaan hanya milik para pencipta-Nya.

Jika menurut kalian sebuah pernikahan adalah jalan keluar bagi kegalauan hidup. Maka kalian salah. Justru pernikahan adalah awal dari kehidupan yang sebenarnya.

©Copyright 2019/2020
Point of View 1 All-knowing
@bossytika

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tika Liesmana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 5

Still Tika POV.

Aku menikmati perjalanan saat ini, walaupun hanya berputar-putar kota ini. Biasanya aku selalu ingin cepat-cepat sampai di tujuan, tidak betah lama-lama di jalan. Tapi tidak kali ini, apalagi saat bersama dengannya.

Aku hembuskan asap rokok yang aku hirup sebelumnya kemudian aku hirup kembali melalui lubang hidungku. Aku menikmati tiap hisapan rokokku. Tanpa aku sadari ternyata Jefri sedang memerhatikanku semenjak hisapan pertama aku lakukan. “Kenapa?” tanyaku mendadak sambil menatapnya.

“Aku boleh tanya sesuatu?”

“Apa?”

“Kamu kenapa ngerokok?” tanya Jefri membuyarkan pikiranku sekaligus membuatku bingung harus menjawab apa.

“Gak apa-apa, lagi kepingin aja, kenapa?” tanyaku balik.

“Orang rumah tahu?” tanyanya lagi.

“Enggak.”

“Udah lama?” tanyanya semakin penasaran, seperti sedang mengintrogasiku.

“Mm ... dari SMA udah bisa, trus kuliah dulu hampir tiap hari. Nah sekarang kalo lagi kepingin aja,” jelasku sambil menghisap kembali rokokku.

“Tapi sejak kita kenal, aku selalu ngeliat kamu ngerokok, di mana aja kita nongkrong,” kilahnya.

“Masa sih? Artinya kamu perhatiin aku banget dong,” godaku tersenyum sambil meliriknya.

“Apaan sih. Tapi bener 'kan?”

“Di kantor sama di rumah enggak kok.” Aku menjawab jujur.

“Ya kali aku lihat itu.”

Aku hanya tertawa, “Eh, emang anak-anak mau ngopi di mana?”

“Di tempat biasa, ikut 'kan?”

“Emang kalo aku gak ikut, kamu mau langsung nganter aku pulang?” Aku kembali menggodanya.

“Ya enggak juga sih, kita muter-muter dulu.”

“Ngapain?”

“Ya muter-muter aja, sambil ngobrol, ga boleh? Atau ada yang marah kalo kamu jalan kelamaan? Sama cowok lagi.” Sekarang gilirannya yang menggodaku.

Aku terkekeh. “No, bukan gitu. Anak-anak belum pada pergi ke tempat ngopi apa?” kelitku.

“Jangan ngalihin pembicaraan deh,” tawanya lepas.

Aku hanya memutarkan bola mataku sambil mengisap bagian akhir dari rokokku dan menghembuskannya dengan kasar. Setelah aku membuang putung rokok itu, aku langsung mengambil ponselku dan menggetikkan sesuatu di sana. Mengirimkan sebuah pesan singkat kepada Alex untuk menanyakan keberadaannya.

Terkirim. Lama belum ada balasan. Tiba-tiba ponsel Jefri yang berbunyi.

🎶

Can't we just talk?

Talk about where we're goin'

Before we get lost

Let me out first

Can't get what we want without knowin'

🎶

Diambilnya ponsel itu, lalu begitu melihat layarnya, dia langsung menekan tanda mute di bagian samping ponselnya, sehingga ponsel itu tidak berbunyi lagi.

“Gak diangkat? Siapa tahu penting,” saranku.

“Gak penting, udah biarin aja. Kamu udah ngerokoknya? Jendelanya aku tutup ya?” tanyanya.

“Iya,” sahutku.

Ting!

Bunyi notif dari ponselku.

Setelah aku lihat, ternyata sebuah pesan balasan dari Alex yang mengatakan jika dia sudah sampai di tempat ngopi bersama anak-anak yang lainnya.

“Anak-anak udah di tempat ngopi tuh,” ujarku.

Jefri hanya menganggukan kepalanya kemudian langsung membelokkan setir, memutar arah menuju tempat kami akan menghabiskan waktu meneguk secangkir kopi hangat. Tiba-tiba ponselku yang kini kembali berbunyi.

🎶

You so fuckin' precious when you smile

Hit it from the back and drive you wild

Girl, I lose myself up in those eyes

I just had to let you know you're mine

🎶

Aku terkejut yang ternyata telepon itu dari Dodi yang kemudian tiba-tiba diputuskan sepihak. Rupanya Dodi hanya sedang melakukan missed call padaku. Mungkin.

Bersambung ...

1
Gendhis Ayunindya
ka.. ko sy lebih suka yg versi pertama ya...🙏
jd baca yg ke sekian kalinya ini... sambil inget2 yg dl versi pertama 😍
Lina ciello
terbaik emang haikal... jangan2 haikal adalah dokternya dokter ini alias suhunya dokter 😍
Lina ciello
masyaalloh semakin cintaa sama haikal🥰
Lina ciello
haikal. sekalinya ngomong bikin 😭
Lina ciello
maxx haikall 🥰
Lina ciello
wahh jangan2jadii lohhh
Lina ciello
lohhh pie tohh iki crita ee 😒
Lina ciello
kok aq malah puseng bacane yaw .. pdhl awale bagus tadi 😣😣
Lina ciello
mantull sepertinya ini... kenapa aq baru tahu cerita ini saat tahun 2023 😯
Mmh Winda J
duh gemesnya y
sun 💥
kesal juga ya sama Tika,,,cinta ya cinta tapi ngk usah gitu juga .masak udah tau Jefri ada cewek nya masih aja mau..
Estika Merty Putri Wardanny
banyak part yang ilang yahhh
Estika Merty Putri Wardanny
banyak yang berubah setelah di revisi... agak membingungkan
untungnya ini yang kesekian kalinya aku baca
Yunis WM: Mampir ya di karya terbaruku "takut menikah"

mohon dukungannya 😊🙏
total 1 replies
Lovely
cemburu deh si Tika 😕
Yunis WM: Mampir ya di karya terbaruku "takut menikah"

mohon dukungannya 😊🙏
total 1 replies
Lovely
konyoll 😂
Lovely
baru part 1 udah bikin penasaran sama ceritanya, jd ga sabar baca part selanjutnya 😁
istri ke-2 tuan Saga 🥰♥️♥️
ikut senyum waktu si Jefri ngelarang Tika ngerokok 😂😂
Shen月呀: halo kak jangan lupa mampir juga di karyaku 🙃
total 1 replies
Nuraini Enung
tika kayaknya asik bngt orangnya
Linaa
👍
Rika Wijayanti
ini gimana ceritanya dari mula Tika mau ngopi bareng Jefri jadi malah nyeritain kisah Lisa dan max kakaknya Tika...belum konek atuh ga faham dengan kisah ini, antara cerita dan komentar berbeda yang diceritainnya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!