NovelToon NovelToon
Selir Tuan Raja

Selir Tuan Raja

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Angst / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Zhafarra Maidha, 19 tahun. Gadis cantik yang berprofesi sebagai penjual kue tersebut dipaksa menikah dengan seorang lelaki kaya bernama Raja Arka Sanjaya, 27 tahun.

Siapa sangka, Raja menikahi Farra hanya untuk membalaskan rasa sakit hatinya terhadap gadis itu. Gadis yang ia anggap sebagai penyebab kematian kedua orang tuanya.

"Aku menikahimu karena aku sangat membencimu. Aku berjanji akan membuatku menderita hingga akhir hayatmu, Farra!"

Farra terisak di dalam ruangan sempit dan pengap yang akan menjadi saksi betapa beratnya kehidupan yang akan dijalani oleh Farra di rumah megah itu.

Noted: Cerita mengandung bawang dan bikin emosi tingkat dewa. Yang tidak suka cerita sedih, monggo ditinggalkan saja. 🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayam Goreng Untuk Aksa

Dengan hati bahagia, Farra menyimpan uang yang tadi diberikan oleh Ivan kepadanya. Ia terus mengembangkan senyumannya sambil bergumam dalam hati.

"Dek, hari ini kita bisa beli ayam goreng yang kamu inginkan. Kamu bisa makan enak seperti Tante Mala."

Farra kembali melanjutkan pekerjaannya, menjual kue-kuenya kepada pembeli. Waktu terus berlalu dan tak terasa kue-kue jualan Farra akhirnya ludes. Mungkin karena memang hari ini rejeki Farra memang sedang bagus. Biasanya di jam-jam seperti ini, masih banyak kuenya yang tersisa.

Farra merapikan lapaknya kemudian menyimpannya ke tempat sebelumnya. Setelah selesai berkemas, Farra pun segera meninggalkan tempat itu.

"Farra duluan ya, Bu." Farra pamit kepada salah satu Ibu-Ibu yang juga mengadu nasib di tempat itu.

"Ya, Nak. Hati-hati di jalan, ya. Jangan lupa doakan kue-kue Ibu juga cepat habis," ucap Ibu-ibu tersebut sambil tersenyum hangat.

"Ya, Bu. Semoga kue-kue Ibu cepat habis."

Setelah mengucapkan hal itu, Farra pun segera melangkahkan kakinya menuju sekolah Aksa. Sesampainya di depan sekolah Aksa, ternyata adiknya masih berada di dalam kelas. Mereka masih belajar dan mungkin ini sudah jam pelajaran terakhir mereka.

Dari tempat Farra berdiri, terdengar suara nyanyian dari murid-murid TK tersebut. Lagu yang selalu mereka dendangkan ketika ingin pulang. Farra tersenyum sambil mengintip kelas Aksa dari pagar sekolah. Farra tidak sendiri, banyak Ibu-Ibu lain yang juga sedang menunggu anak-anak mereka di depan pagar sekolah.

Setelah lagu itu selesai mereka nyanyikan, anak-anak itupun berebut menyalami guru-guru mereka dan segera menghambur keluar kelas. Mereka berlarian menuju orang tua mereka masing-masing, termasuk Aksa. Bocah tampan itu berlari menghampiri Farra sambil tersenyum lebar.

"Kak Farra!"

Aksa merentangkan tangannya kemudian segera memeluk tubuh Farra.

"Kak, bagaimana kue-kuenya? Sudah laku semua? Aksa bisa beli ayam gorengnya tidak, Kak?" tanya Aksa dengan wajah penuh harap kepada Farra.

"Ya, Dek. Hari ini kita beli ayam goreng buat Aksa!" sahut Farra penuh semangat.

"Asyikkk, ayam goreng!!!" teriak Aksa penuh semangat.

Farra menutup mulut adiknya itu dengan tangannya sambil tersenyum.

"Hush, jangan keras-keras, nanti kedengaran orang, loh!" ucap Farra.

"Hust! Iya ya, Kak." Aksa pun tersenyum sambil meletakkan telunjuknya ke depan bibirnya sama seperti Farra lakukan.

Baru saja Farra dan Aksa ingin melangkahkan kaki mereka, tiba-tiba Bu Guru yang mengajar Aksa memanggil Farra.

"Farra, bisa kita bicara sebentar?"

Farra berbalik kemudian menghampiri wanita berkacamata dengan wajah cantik walaupun usianya sudah tidak lagi muda.

"Ya, Bu?"

"Begini, uang bulanan Aksa sudah dua bulan tidak dibayarkan dan batas terakhir pembayarannya adalah lusa. Ibu harap Farra bisa melunasinya, ya. Ibu takut nantinya ditegur oleh Bu Kepala Sekolah lagi," tutur Bu Guru itu sambil menggenggam tangan Farra.

Farra terdiam sejenak sambil berpikir keras. Ya, ia sampai lupa bahwa uang bulanan Aksa belum ia bayarkan dan Farra kembali dibuat bingung kemana harus mencari uang untuk membayar uang bulanan sekolah Aksa.

"Baik, Bu. Farra janji, lusa pasti Farra bayar."

Bu Guru Aksa pun meleparkan senyumnya kepada Farra. "Baiklah, itu saja. Terima kasih untuk waktunya."

Setelah Bu Guru Aksa pergi, Farra dan Aksa pun kembali melangkahkan kaki mereka. Pikiran Farra kembali berkecamuk memikirkan uang bulanan Aksa yang belum ia bayarkan. Farra memang memiliki sedikit tabungan, tetapi tabungan itu untuk biaya masuk sekolah Aksa nantinya.

"Kak Farra kenapa? Kok wajahnya terlihat sedih," tanya Aksa sambil menatap wajah Farra saat itu.

"Hah?!" pekik Farra. "Kakak tidak kenapa-napa kok, Dek. Nah, itu dia warungnya. Kita bisa beli makanan yang Aksa inginkan," sahut Farra sambil menunjuk sebuah warung makan. 

Dengan semangat, Aksa berlari kecil menuju warung makan tersebut. Bocah tampan itu mengintip ayam goreng yang dipajang oleh penjual, di sebuah sebuah lemari kaca. Ia meneguk ludahnya berkali-kali ketika menatap makanan itu.

"Bungkuskan satu ya, Bu," ucap Farra pada Ibu pemilik warung.

"Baik, tunggu sebentar, ya."

Wanita pemilik warung segera membungkus pesanan Farra dan setelah selesai, ia pun segera menyerahkannya kepada gadis itu. Farra menyambut seraya menyerahkan selembar uang untuk membayar makanan tersebut.

"Terima kasih, Bu."

"Sama-sama."

Farra menyerahkannya kepada Aksa dan bocah tampan itupun sangat senang ketika menerimanya. "Terima kasih ya, Kak!"

"Ya," sahut Farra sambil tersenyum puas karena akhirnya ia bisa mengabulkan salah satu keinginan adiknya yang begitu sederhana.

Akhirnya mereka tiba di rumah sederhana milik Nurmala, rumah yang selama ini menjadi tempat ia dan Aksa bernaung. Di depan teras rumah nampak Nurmala sedang duduk bersantai sambil menyeruput secangkir teh.

Farra memegang erat dompetnya yang berisi uang hasil menjual kue hari ini. Biasanya wanita paruh baya itu selalu meminta jatah padanya. Bahkan tidak jarang, ia mengambil semua uangnya dan hanya menyisakan sedikit untuk modal membuat kue lagi.

Namun, sepertinya tidak untuk hari ini. Wanita itu bahkan tidak mempedulikan ia dan Aksa ketika melewatinya. Itu semua karena Nurmala sedang berbahagia menikmati uang mahar pernikahan Farra dengan Tuan Hendrik waktu lalu.

"Kamu tenang saja, Farra! Aku tidak akan mengambil uangmu yang tidak seberapa itu karena saat ini uangku masih banyak!" ucap Nurmala sambil tergelak.

1
Yuli Yanti
aq msh lanjut bca thor soal nya cerita nya bagus
Dyah Oktina
keren... tuan ameer sm ny khalifa... 👍🏻😍😍
Dyah Oktina
cuek in aja thor.... yg komen jelek itu yg tdk bisa menghargai karya orang ... betapa sulitnya menulis cerita yg enak d baca... eh... yg baca dgn enaknya memaki.... sabar ya thor... semangat selalu u terus berkarya
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭
Dyah Oktina
setuju... thor..
Dyah Oktina
ya Allah... fara.. 😭😭😭😭😭😭😭.. dasar raja... 😡😡😡😡😡😡😡 biar nyesel.. kena azab yg berat thor
Dyah Oktina
ya Allah. .. emang sih sifat manusia kla sdh ada dendam & amarah d hati .. pasti tertutup dgn hal2 lainnya.. 😓😢😢
Dyah Oktina
ya Allah sabar ya fara... 😢😢😢
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭... thor kok raja ngak mau cari tahu kebenaran sih... kesel ih
Nuraini
sama Zian aja lah... tp kembali lg, jodoh itu ditangan author 😌
Nuraini
gpp pergi yg jauh biar raja vania dan nurmala tahu rasa 👊😵
Nuraini
astaghfirullah 😭😭😭
Nuraini
gak tahu aku, kalo soal anak kecil pasti jadi mewek... ivan, jadilah malaikat buat fara dan aksa
Riska Rahmawati
Dasar laki2
Riska Rahmawati
bokap lu yg puber lagi
Zieya🖤
Thor bukan sepatutnya kalau suami menghalau istri boleh jatuh talak ya?
Ida Widyawati
Luar biasa
Yasir Rina
👍👍👍😘😘😘
Ica Susanti
lega
Ica Susanti
sampai disini jadi ga suka sma Raja entahlah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!