NovelToon NovelToon
Pencicip Emosi

Pencicip Emosi

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Komedi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:133.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Shiratarou

Kaivan adalah seseorang yang punya kekuatan merasakan emosi lewat lidah, hidung, dan kulitnya. Kemampuan tersebut membuat dia harus bersikap baik pada semua orang agar emosi negatif yang membuatnya sakit tidak keluar. Itulah sebabnya dia tidak bisa menolak permintaan orang-orang padanya.

Suatu hari ketika Kaivan menerima tugas membersihkan aula,dia bertemu gadis bisu alter ego yang ternyata adalah seorang users. Terjebak atas kesalahannya menghisap mana milik gadis itu, sekarang dia bertugas mengumpulkan emosi positif bersamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shiratarou, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arc 1 Sampah Organik : Chapter 27 - Karena Aku Takut

“Waktu hari itu kamu pernah bilang kalau kita akan bicara nanti. Maksud dari kata ‘nanti’ itu aku putuskan jadi hari ini.”

“Hmn ...”

Pero mengangguk dan membuat ekspresi mengerti. Dia juga tidak terlihat benci atau tidak nyaman dengan arah pembicaraanku.

“Jadi, waktu itu kenapa kamu bisa bicara dalam bentuk burung? Ah ... apa itu bukan bicara? Karena sensasinya seperti suara berdengung dalam telingaku langsung .... Telepati?”

“Bukan, itu bukan telepati. Jika aku punya kemampuan itu, aku bisa bicara dengan siapa pun. Tapi, dalam wujud burung gagak, aku hanya bisa bicara denganmu ... Ivan.”

“Apa ini ada hubungannya dengan deteksi emosiku?”

“Iya ... aku membuat variasi pada emosi yang kukeluarkan hingga membentuk gelombang yang bisa kamu rasakan seperti suara. Singkatnya seperti bicara melalui mesin komunikasi, aku yang memprogram mesin itu untuk bicara,” jelas Pero.

Hmn ....

Terdengar sangat luar biasa. Dari yang kutangkap, Pero sanggup mengubah gelombang emosinya hingga berbentuk layaknya suara normal bagiku. Memang benar terkadang aku bisa merasakan perubahan emosi lewat pendengaran, tapi biasanya yang terasa hanyalah dengung dan lengking. Dia yang bisa mengubahnya dalam bentuk suara benar-benar berada di level yang berbeda.

“Aku masih tidak tahu semua kekuatanmu. Tapi, akan kubuat singkat saja sekarang,” ucapku dengan sedikit menekan. “Apa aku membantu Amalia karena kebetulan ... atau karena kekuatanmu?”

“... Ah,” lagi-lagi jeda sebentar karena terkejut. “Tidak kusangka kamu bisa berpikir seperti itu.”

“Aku juga terkejut ... jadi, tolong katakan kalau tadi itu cuman khayalan berlebihku.”

"Khayalan? Apa kamu tidak ingin menerima kemungkinan tersebut?" tanya Pero.

Benar. Itu benar sekali. Aku sudah mendengar pendapat Imarine tentang diriku yang dulu, dia yakin kalau aku adalah orang yang tidak melihat lingkungan. Daripada berusaha membaur, aku lebih memilih menolaknya, daripada berusaha mengubah, aku lebih memilih mencari yang lebih baik. Intinya, aku adalah orang yang tidak peduli terhadap urusan orang lain.

Aneh, padahal aku adalah orang yang selalu membantu orang lain karena deteksi kekuatanku. Hal tersebut sudah berlangsung dari kecil.

Tapi, Imarine membantah itu. Memang benar aku membantu, tapi tidak ada rasa ingin membantu yang tulus dariku. Gadis itu bisa melihatnya. Itulah sebabnya dia beranggapan aku itu galak dan sangat aneh melihat aku yang sekarang begitu keras berusaha menyelamatkannya.

"Iya, kalau bisa aku ingin mendengar tolakanmu. Tolong katakan kalau sebenarnya aku ini berkembang tanpa campur tanganmu."

“Heh,” deham Pero sedikit mengejek, wajahnya tidak melihatku dan cenderung menutup mata. “Kekuatanmu bisa mengetahui kebohongan, ‘kan. Kalau gitu percuma jika aku bilang seperti itu.”

“...”

Jadi, memang benar, yah.

Perasaan hati ingin membantu Amalia adalah sebuah anomali. Imarine yang mengenalku tahun lalu juga menyadarinya, tentang perubahan sikapku yang menjadi perhatian. Aku juga sedikit-demi sedikit menyadarinya, perasaan misterius tersebut bisa membawaku ke perjuangan membantu orang lain.

“Apa kamu tidak suka? Apa kamu menganggapku orang jahat sekarang?” tanya Pero.

“Tidak ..., burung gagak memang terkenal cerdik. Kamu pernah bilang kalau kamu bisa memanfaatkan hewan lain demi mendapatkan makanan. Apa yang kamu lakukan untuk menjebakku membantu Amalia juga tidak berbeda dengan itu.”

“Kata yang kamu gunakan sedikit jahat," ucapnya yang sedikit menunduk. "Menjebak, yah ... padahal apa yang kulakukan juga menguntungkan kamu, bisa dibilang hubungan mutualisme.”

“Kalau begitu untuk lebih jelas. Apa yang kamu lakukan dan apa keuntungannya bagiku?”

“Singkatnya sih ... aku membuka gerbang di hatimu. Ini membuat kamu bisa berbagi perasaan secara penuh dengan orang lain.”

Membuka gerbang? Berbagi perasaan? Ah ... itu maksudnya.

Kurang lebihnya aku mengerti. Aku yang dulu sangat membenci emosi negatif, mereka semua terasa menjijikan dan membuatku sakit. Tapi, belakangan ini aku bisa bertahan dalam gelombang emosi itu. Bukan karena kemampuanku melemah, melainkan lebih ke arah aku yang memutuskan demikian. Dengan kata lain ....

Empati. Perasaan di mana seorang individu bisa memahami emosi individu lainnya. Hal yang bisa membuatku bersimpati pada orang tersebut. Jika dibandingkan aku yang dulu, aku tidak sempat memikirkan perasaan orang lain yang mengeluarkan emosi negatif dan lebih sibuk menyelamatkan diri.

“Aku mengerti.”

“Eh? Kamu mengerti? Dengan dua kalimat barusan?”

“Aku sudah tahu apa yang terjadi padaku sebelum datang ke sini. Pertanyaan sebelumnya hanya untuk memastikan.”

“Ternyata kamu orang yang lebih peka dari perkiraanku. Walaupun itu juga mungkin akibat terbukanya gerbang di hatimu.”

Untuk aku yang sering berpikir, kurasa itu hanya sikap yang kubawa dari kecil. Tapi, baiklah.

“Tadi, kamu bilang kalau ini menguntungkan bagiku, 'kan?”

“Tentu saja. Kamu ingat, sebelumnya aku pernah bilang kalau gelombang emosimu sendiri terdapat keanehan dan ketidakstabilan. Lalu, saat kutanya, kamu tidak jawab penyebabnya. Entah itu bohong atau bukan. Penyebab aslinya pasti adalah sesuatu yang sangat dalam--.”

“Oke, aku mengerti.”

“Eh? Kamu mengerti juga?”

"Semua itu sudah jelas ... karena aku juga sudah bisa merasakannya. Ketika pengambilan mana, perasaan bahagia dan terbebasnya mereka dari masalah juga bisa kurasakan. Entah kenapa aku bisa ikut bahagia melihat mereka.”

Itu adalah perasaan yang tidak kualami. Melihat orang senang biasanya tidak akan membuatku senang, hal yang kurasakan hanyalah rasa gurih. Jika terlalu lama orang tersebut merasa senang, maka akan ada orang di sekitar yang iri hingga mengeluarkan emosi negatif. Bagaimanapun jalannya, aku tetap menemui akhir yang sama.

Namun, hal tersebut berbeda ketika membantu Amalia.

Aku mulai bersiap pulang, mengantungi tas gendong dan merapikan pakaianku.

“Tunggu, kamu mau ke mana? Bukankah percakapan kita belum selesai?”

“Heh,” dehamku dengan sombong. “Aku sudah mengerti apa yang perlu kumengerti sekarang.” Ucapku sambil melangkah pergi.

“Tunggu,” ucap Pero menghentikanku tepat di pintu ruangan itu. “Sebelumnya aku tanya ... Apa kamu menyesal telah membantu Amalia?”

“...”

Tubuhku yang membelakangi tidak melihat wajah Pero, jarak ini juga terlalu jauh untuk mendeteksi emosinya dengan jelas. Kepalaku tertunduk, sedikit berpikir untuk menemukan jawaban tersebut.

“Itu hal yang tidak perlu ditanyakan. Aku yang sekarang punya simpati pada orang lain. Jadi, Jawabannya sudah jelas, ‘kan?” ucapku sambil membuka pintu dan pergi.

Pero boleh saja menggunakanku bagai alat, dengan cerdiknya mengubah cara pandang dan membuatku seolah harus membantu Amalia. Aku tidak menyesal, aku cukup senang. Melihat kekuatanku bisa digunakan untuk kebaikan dan berguna bagi orang yang membutuhkan. Entah cukup atau tidak, aku masih berpikir kalau luka hatiku sendiri bisa pulih dengan membantu orang lain.

“...”

Tapi, ada sedikit rasa ragu dan takut yang muncul. Tentang apakah yang kurasakan ini, tentang perasaan positif yang kualami. Bertahun-tahun aku hidup penuh kebencian mengutuk manusia, lalu tiba-tiba warna pelangi muncul, hal ini malah terasa mengerikan. Mengingat apa yang dilakukan Pero tentang terbukanya gerbang hatiku, menyebabkan timbulnya pertanyaan besar.

Apa perasaan bahagia ini bukan milikku?

Karena aku takut kalau semua ini hanya kepalsuan.

 

 

******

 

 

1
arfan
up
Dalvi Leonel
ini ceritanya bagus
ㅤㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
judulnya membuat nay tertarik untuk membacanya🙄
auto list ❤️ mana udah end
jadi bisa marathon bacanya tanpa di PHP 🤣✌️
semangat terus berkarya 👍
Y. I.
Petualangan seorang remaja dengan kekuatan merealisasikan pikiran dan membalaskan dendamnya sejak kecil.

Baca di "Dangerous Minds" untuk kelanjutannya!

Oh ya, sebagai tanda terima kasih karena telah menumpang promosi di novel Author. Saya meninggalkan 15 like dan favorit novel ini. Terima kasih, ya Thor!
Karel Leven🍇
bingung Thor bacanya,,, me pusing,, mungkin lebih jelas ngapa Thor, jadi lebih mudah dicerna otak ku ini
Al_setia
kalau bisa ada cerita baru dong thor, aku tunggu ya...
Shiratarou: coba ke wattp4d ku saja. namanya sama Shiratarou
total 1 replies
Agus Sakti
udah selesai!!?
Shiratarou: berakhir paksa aja,
endingnya bisa dibayangkan sendiri,
last battle sama Hanz
total 1 replies
Պᾰℓℓ!кᾰ89
ga jelas ni novel!!!
Ran: bisa tolong pakai bahasa yang lebih halus ☺️🙏

atau mungkin punya saran bagus untuk novel ini seenggaknya kasih saran jangan di kritik doang kak ☺️
total 2 replies
Ran
gue udah baca sejauh ini dan gue suka sama ceritanya
lanjut terus thor 😊💪
Shiratarou: karena dibuat gak sepenuh hati.

tadinya mau dibikin panjang tapi waktu itu ganti peraturan dan sistem level bikin novel ini gak ada harganya.
total 3 replies
OvO
baca novel "permainan kematian"
nana
hai kak singga di novel aku uakak 😇😇
Element
hallo kakak ceritnya bagus banget. ijin promosi Novelku ya.
"CLEO KING OF ERA" novel dengan Percakapan. udah aku like thor
Al_setia
thor,ada season 2 nya gak? kasian Ivan belum punya gebetan...
Laki Idaman: Hidup tanpa ena bagai taman tak berbungaaa~aaa .... Hai begitulah kata Dewa Bercinta~ Mari berkunjung ke novel "Reinkarnasi Dewa Bercinta"

Tyty
total 3 replies
Lyle
Halo thor!
Semangat terus nulisnya..
Mampir juga ya ke novelku yang berjudul "Hanago Of Japan" dan "Nao Daily Notes",!
Salam sukses!! >0<
Secrednaomi: -----------»Elementer Evolution«------------

*Genre : Romance, SMA, Fantasy, Over power, Petualangan

*Baca dulu kalian pasti suka...!!

"Aku adalah salah satu dari manusia evolusi dan salah satu keturunan dari kelima elementer yang akan Berpetualang keberbagai tempat, merampas kekuatan, mengungkap Rahasia-rahasia, semua ada dalam hidupku".
total 1 replies
asyura_
Helo kak Author tercinta, semangat berkarya, karyamu luar biasa 🤩, semangat terus ya kak, walau jari keriting di buatnya.
Keep healthy.

Salam hangat dari Over Power 🤗
Akira ✨
Lanjut, kak

Salam dari THE OTHER SIDE dan PEMERAN PEMBANTU

Silahkan mampir jika berkenan
LEVIATHAN♛
wow... ini ide ceritanya anti mainstream banget sih. cerita bagus gini, kenapa gue baru nemu sekarang ya?
Shiratarou: maaf, mungkin karena si saya jarang promosi 😅
total 1 replies
Al_setia
keadaan Ivan terpuruk banget thor,kasian...
Shiratarou: masih banyak keadaan yang lebih kasian lagi yang bakal aku tulis.
total 1 replies
S.3.3
Mampit thor😊
Shiratarou: ah, iya .. silahkan2
total 1 replies
Al_setia
jangan nyerah ya...maju terus
Shiratarou: wow ... baru kali ini ada yang baca terus.
makasih, iya. saya selalu lanjut kok
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!