Lestari, adalah murid jurusan sastra tingkat pertama yang pendiam dan tertutup, ia menjalani hari-harinya tanpa pernah berniat menjadi pusat perhatian. Bersama dua sahabatnya, Indah dan Puspa, ia lebih nyaman menghabiskan waktu dengan aktifitas sama yang berulang dan terkesan monoton. walau demikian di jurusan sastra, lestari terkenal sebagai murid yang selalu ikut lomba sastra.
Berbeda dengannya, Galang merupakan murid IPS tingkat pertama yang ceria, aktif, dan terkenal hampir seluruh murid di SMA BlueSky. Galang juga aktif ikut lomba seputar jurusan, menggambar dan matematika
Pertemuan pertama bagi galang adalah ketika ia menyaksikan lestari diatas panggung, di pesta pengenalan murid baru.
walau awalnya lestari terkesan sulit didekati, namun perlahan hubungan mereka mulai menjadi dekat. Saat galang datang ke smp tempat dulu di bersekolah, atas permintaan gurunya dulu
galang malah kecelakaan dan hilang ingatan sementara. seperti apa hubungan cinta di antara mereka setelahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yourclvl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Paman Joss
Saat sampai di depan kamar galang. Raka dan pak slamet mengetuk pintu dulu dua kali. Baru mereka masuk. Setelah meletakkan nampan di dalam kamar. Raka meminta pak slamet agar menunggu dulu di luar kamar. Lalu raka menelpon galang, sesuai yang di perintahkan padanya tadi.
“halo tuan muda, saya sudah melakukan perintah anda. Saat ini saya dikamar anda”
“tunggu, aku akan segera keluar”
Telpon terputus. Tak lama setelahnya lemari buku dengan vas bunga di tengahnya pun terbuka. Dan terlihat retno dan galang.
“suruh pak slamet masuk, bilang aku yang memanggilnya” ucap retno
“baik tuan besar”
Setelahnya pak slamet masuk bersama raka.
“kunci pintunya, raka. Lalu aktifkan peredup suara dan anti pandang untuk ruangan ini”
Begitu pintu kamar terkunci. Raka menekan knop dan memutarnya ke arah kiri sekitar 90°. Dan terlihatlah dua tombol berwarna biru dan hijau. Raka menekan kedua tombol itu. Dan seketika. Seluruh ruangan tertutup sesuatu yang hitam. Dan suara dalam ruangan berubah jadi menggema. Tanda bahwa ruangan itu sudah berubah menjadi anti pandang dan kedap suara.
“ajudan itu kamu temukan dimana?” retno bertanya pada raka dengan nada rendah.
“dia yang menemui saya, tuan besar”
“selidiki lagi anak itu. Bukan hal sederhana dia bisa bertahan sejauh ini dan datang menemui mu sendiri. Sekalipun cerita sedih yang dia katakan benar adanya. Kamu ajudan putraku. Kamu juga tau sendiri ancaman apa yang ada disekitarnya kan?”
“saya mengerti tuan besar. Tapi apakah anda bisa memberi saya petunjuk. Atau hal lain yang anda curigai terkait keamanan tuan muda?”
“dengan menyelidikinya dan juga tukang masak di bawah. Kau akan mengerti maksudku. Periksalah makanan yang kalian bawa. Terutama makanan untukku”
“makanan untuk tuan besar? Bukan tuan muda? Jika ini mengenai keamanan tuan muda, kenapa menyelidiki makanan tuan besar? Saya tidak mengerti”
“karena musuhku lebih besar dari musuh putraku, berjaga- jaga saja. Periksalah. Kau juga slamet, bantulah dia”
“baik tuan besar” jawab pak slamet.
Pak slamet dan raka pun memeriksa makanan dari dua nampan yang di bawanya.
“ayah mencurigai mereka berdua? Kenapa? Apakah cerita tentang ibunya, bi siti itu bohong?”
“ceritanya benar. Kecurigaanmu bahwa pelakunya adalah pamanmu juga benar. Hanya saja, aku merasa ada yang janggal saat melihat tatapannya. Jadi aku hanya mencurigai untuk berjaga- jaga. Kau juga tau sendiri, bahaya disekitar kita berdua sangat besar. Kita ini keluarga mafia, galang. Terutama kau dan aku. Meskipun kau ingin menjalani kehidupan anak seumuranmu. Tapi kau tetaplah kau. Dan musuh tetap mengawasimu. Kau juga tau kan?”
“tau ayah, tapi bagaimana mungkin anak sekecil teguh memiliki niat lain?”
“jangan meremehkan usianya, galang. sudah sangat hebat dia bisa bertahan dan kabur dari kejaran pamanmu. Bahkan bisa sampai menjadi ajudan di sisimu, walau masih di bawah pengawasan raka”
“makanannya tidak mengandung bahan berbahaya apapun, tuan besar” ucap pak slamet
“bawa kemari”
Raka dan pak slamet membawa dua nampan itu ke meja di hadapan retno. Setelah melihat dan memeriksa langsung, retno juga tidak menemukan ada hal aneh lainnya.
“makanlah dulu, nak.. mungkin ayah terlalu waspada”
“tunggu!!” teriak galang tiba- tiba. Yang jelas mengagetkan semuanya.
“ada apa tuan muda?” tanya raka
“di pinggir mangkok dan piring serta sendok itu apa? Seperti debu halus”
“tunggu! jangan menyentuhnya dengan tangan kosong” cegah retno
“joss, masuklah ke kamar anakku” panggil retno pada orang di telponnya.
Ia adalah joss ajudan sekaligus asisten pribadi retno. Ia membantu mengurus, dan menyelesaikan semua hal yang diperintahkan dan dibutuhkan retno, sejak retno masih seumuran galang.
“saya sudah di depan pintu, tuan”
Retno memberi isyarat pada raka. Raka menonaktifkan sistem sementara dan membukakan pintu. Setelah joss masuk. Raka kembali mengaktifkan sistem anti pandang dan peredam suara pada kamar galang.
“ada apa tuan?” tanya joss
“periksa alat makan ini, joss. Tadi putraku melihat ada semacam debu putih di setiap alat makan, pinggiran mangkok dan juga piring”
“baik, tuan”
Ketika joss sedang memeriksa semua alat makan itu. Galang memandanginya dengan intens. Ia seperti pernah melihat paman ini. Tapi ia tidak mengenalnya. Tapi seperti pernah bertemu. Joss yang sadar di perhatikan pun hanya tersenyum ringan.
“apakah ada yang ingin tuan muda tanyakan? Sampai memandangi saya dengan tidak biasa seperti ini” tanya joss
“bagaimana paman bisa tau aku sedang menandangi paman? Paman kan sedang memeriksa alat makan itu”
“ternyata tuan muda, semenggemaskan yang dikatakan tuan yah”
“dia joss, apakah kamu tidak kenal?” tanya retno
“joss? Sejak kapan ayah punya ajudan bernama joss?” galang balik bertanya
“dasar anak ini. Yang membantumu saat mengepung pasar gelap arsen dulu itu siapa kalau bukan joss?”
“ohh!! Iyaa!! Paman misterius itu yahh”
“kenapa? Kamu baru ingat?”
“tapi aku tidak tau namanya, ayah”
“ayah sudah pernah memperkenalkannya, tapi kamu malah asik membuat miniatur lomba. Kamu yang tidak memperhatikan. Jangan salahkan ayah kali ini” sindir retno
“masa sih, yah?” tanya galang lagi. Ia benar- benar tidak ingat.
“iya tuan muda” kali ini joss yang menjawab
“nah, kan.. orangnya sendiri yang jawab tuh.. masa iya kamu masih enggak percaya”
“iya deh iya.. maaf ya om joss, aku enggak inget hehe”
“tidak masalah, tuan muda” jawabnya sambil tersenyum gemas kearah galang.
“aku panggilnya paman atau om, yah?” tanya galang pada retno
“emang keduanya memiliki perbedaan? Bukan kah artinya sama saja?”
“maksud ku itu jika disandingkan dengan nama joss lebih cocok menggunakan paman atau om”
“itu kamu pikir sendiri aja, lagi pula joss sudah mengamatimu sejak kamu lahir. Dia enggak masalah mau dipanggil apa saja. Walau kamu memanggilnya kakek juga tidak keberatan”
“aku yang keberatan kalau memanggil kakek, tapi bukankah paman joss seumuran om raka? Sepertinya tidak berbeda jauh”
“dasar anak nakal.. raka itu anaknya joss. Gimana kamu bisa bilang mereka seumuran?”
“HAHH.. MEREKA AYAH DAN ANAK??? YANG BENAR SAJA, YAH”
“tanya aja sama orangnya langsung, mumpung masih hidup”
“AYAHHH”
“hehe betul tuan muda, ajudan joss adalah ayah saya. Saya menjadi ajudan juga salah satu alasannya karena ayah saya
adalah ajudan tuan besar”
“oho.. bisa- bisanya kamu tidak memberitahuku sejak awal??” jengkel galang. Ia memasang muka cemberut yang sangat masam.
“tapi anak saya, raka ini lebih tertarik menjaga tuan muda, dari pada ambisinya menjadi ajudan karena saya yang juga seorang ajudan”
“coba ceritakan paman joss”
“saat raka berusia sepuluh tahun, saya mengajaknya untuk bertemu tuan muda yang baru tiga bulan kala itu. Dia bilang, pertama melihat anda. Dia ingin menjaga anda selamanya, tuan muda. Terlebih kala itu ada insiden susu untuk anda yang diracun. Raka lah yang menyadarinya paling cepat. ia melihat tuan muda bergerak dengan aneh katanya. Karena itu tuan muda bisa di obati lebih cepat”
“itu kan karena aku senang melihat wajah tuan muda, ajudan joss” ujar raka. Memandang tajam ayahnya itu.